Unesco : Batik dan Keris Warisan Asli Indonesia

Ada berita gembira dari UNESCO. Setelah diteliti mendalam selama 3 tahun oleh 6 negara, akhirnya batik Indonesia disahkan sebagai warisan asli Indonesia. Begitu juga dengan Keris sebagai karya agung bangsa Indonesia.

Akhirnya ……. memang benar-benar punya Indonesia booo ….. bukan punya tetangga sebelah :p

Beritanya sebagai berikut :

Horee, Batik Indonesia Jadi Warisan Budaya Dunia

Selasa, 02 Juni 2009 | 18:44 WIB

TEMPO Interaktif, Surakarta: Perjuangan Indonesia untuk mendapatkan pengakuan dunia atas batik sebagai warisan budaya asli Indonesia tidak sia-sia. United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dipastikan akan mengukuhkan tradisi batik sebagai salah satu budaya warisan dunia asli Indonesia pada Oktober mendatang di Perancis.

Demikian dikatakan oleh Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Tjetjep Suparman di Surakarta, Selasa (2/6). “Butuh waktu tiga tahun untuk pengajuannya,” katanya. Sebelumnya, wayang dan keris juga telah mendapat pengakuan yang sama dari UNESCO beberapa waktu lalu.

“Enam negara yang merupakan perwakilan dari UNESCO telah melakukan pengkajian terhadap budaya batik,” kata Tjetjep. Setelah melakukan kajian serta verifikasi selama tiga tahun, akhirnya terdapat pengakuan terhadap budaya batik sebagai budaya milik Indonesia. “Penetapannya pada 28 September 2009 besok,” kata Tjetjep. Sedangkan pengukuhannya baru akan dilakukan pada 2 Oktober 2009 di Perancis.

Selain batik saat ini pemerintah juga mengajukan beberapa hasil budaya untuk mendapatkan pengakuan yang sama, diantaranya gamelan dan angklung. “Mudah-mudahan prosesnya bisa berjalan lancar,” katanya.

Secara terpisah, Ketua Paguyuban Kampoeng Batik Laweyan Surakarta, Alfa Fabela sangat menyambut baik atas pengakuan tersebut. “Hanya saja kami berharap generasi muda bisa ikut melestarikan tradisi budaya batik,” kata Alfa Fabela.

Dirinya juga berharap adanya pengakuan tersebut dapat membuat batik semakin dikenal. “Hasilnya, ekspor juga dapat meningkat,” kata Alfa. Mekipun menurutnya, saat ini para produsen batik kebanyakan masih fokus untuk menggarap pasar dalam negeri.

Unesco Kukuhkan Keris Indonesia Sebagai Warisan Dunia

Denpasar, (ANTARA News) - UNESCO yang merupakan organisasi bidang pendidikan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengukuhkan keris Indonesia sebagai karya agung warisan kemanusiaan milik seluruh bangsa di dunia.

“Dunia telah mengakui keberadaan keris Indonesia, sekaligus mendapat penghargaan dunia sejak 25 Nopember 2005,” kata pendiri sekaligus Direktur Museum Neka Ubud, Pande Wayan Suteja Neka, Kamis.

Ia mengatakan, sejumlah negara antara lain Singapura, Brunei Darussalam dan Filipina, hingga kini belum berhasil mengukuhkan kerisnya untuk diakui dunia.

Keris Indonesia, termasuk Bali, diakui sebagai karya agung warisan dunia mendorong menjadikan keris untuk menambah koleksi museum yang telah dirintisnya sejak 26 tahun silam.

“Sejak tahun 1970 saya telah memburu dan mengoleksi keris, namun baru ada keinginan untuk dijadikan koleksi museum bersama 413 koleksi lukisan dan patung,” tutur Suteja Neka.

Tambahan 218 keris tersebut merupakan hasil seleksi secara ketat yang dilakukan pakar dan pejuang keris (Mpu) Indonesia Ir Haryono Haryoguritno dan Sukoyo Hadi Nagoro.

Keris merupakan senjata tradisional yang sangat berperan dalam kehidupan manusia pada jaman dahulu hingga sekarang. Kebiasaan memanfaatkan senjata keris sebagai senjata, benda berwasiat dan kelengkapan upacara keagamaan telah membudaya dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakan Hindu di Bali.

“Keris yang dijadikan koleksi museum karena unsur keindahan dan seni, bukan karena berwasiat,” ujar Suteja Neka.

Ia merupakan pewaris pembuat peralatan perang, khususnya keris bertuah, bahkan leluhurnya Pande Pan Nedeng adalah Mpu Keris dari Kerajaan Peliatan-Ubud semasa Raja Peliatan ke-3, Ida Dewa Agung Djelantik yang menduduki tahta pada abad 19 (1823-1845).

Pande Wayan Neka (1917-1980), ayah Pande Wayan Suteja Neka, dikenal sebagai seniman patung dengan karya-karya yang unik dan bermutu, antara lain patung garuda yang dibuat setinggi tiga meter untuk New York World Fair, Amerika (1964).

Lewat museum Neka yang dirintis 26 tahun silam diharapkan mampu melestarikan dan mengembangkan keris sebagai karya agung yang keberadaannya kini telah diakui dunia, harap suteja Neka.(*)

Coklat Monggo

Saya sudah coba coklat Monggo made in Yogyakarta, Indonesia, sekitar 2 bulan yang lalu. Belinya di Gelael Tebet. Diletakkan di dekat Kasir. Kita harus jongkok untuk mengambil coklat Monggo diantara coklat yang kita sudah kenal asal luar negeri.

Ada beberapa rasa, tapi saya pilih yang harganya Rp. 11.000-an. Kebetulan uang agak terbatas. Kalau agak besar sekitar Rp. 22.000,-.

Yang harganya Rp. 11.000-an, enak tapi agak meninggalkan jejak pahit sedikit diujung lidah paling dalam. Saat itu udara Jakarta sangat luar biasa panas, coklatnya jadi agak lumer. Memang dibungkusan sudah dikatakan “Harus di udara dingin”.

Kemasan dan warnanya bagus. Kebetulan saya suka warna coklat. Di sana tidak bertemu bungkusan coklat yang ada gambar semarnya. Sayangnya tidak ada label HALAL. Padahal penting banget.

Saya tawarkan ke teman yang waktu itu se-taksi. Dilihat tidak ada label HALALnya dan BPOM, tidak jadi makan. Yah sudah, dengan keyakinan saya makan aja. Hehehehe

Saya harap sih, untuk kemasan yang akan datang sudah ada cap HALAL dan BPOM. Masalahnya kalau sudah ada kedua tanda itu, saya bakalan beli coklat Monggo lagi.

coklat monggo

Dijual Toko

DIJUAL
Sebuah toko di Blok F Tanah Abang
Ukuran 2 x 2 m
Sertifikat Lengkap
Harga 525 Juta
NEGO

Berminat hubungi :
MUKTI
di
0858 8516 2873
NO SMS

Cek Ke Kelurahan untuk PilPres

Kemarin siang, bapak saya ke Kelurahan untuk mengecek perpanjangan Kartu Keluarga. Kartu Keluarga ada salah penulisan, padahal Kartu Keluarga yang lama disertakan juga. Tidak tahu kenapa bisa salah penulisan nama.

Setelah Kartu Keluarga dinyatakan belum selesai, bapak mengecek keikutsertaan keluarga untuk pemilihan Presiden mendatang.

Setelah dicek sampai 5 kali, tidak ada nama anggota keluarga yang berjumlah 4 orang. Padahal Pemilu untuk anggota dewan kita, 4 orang, sudah contreng. Keluarga adik sudah ada namanya sebagai pemilih Presiden. Karena nama keluarga tidak tercantu, akhirnya bapak mengisi formulir susulan.

Tadi pagi, kembali bapak saya ke Kelurahan untuk mengecek permohonan susulan pemilihan Presiden, belum jadi.

Saya saranin ke bapak agar setiap hari saja ke Kelurahan ……… hahahahaha

Jangan sampai kasus Pilkada Depok kemarin terulang, sudah daftar tapi 1 hari sebeluh hari Hnya tidak dapat kemudian kita panggil wartawan. Setelah panggil wartawan dan super heboh baru deh kartunya nonggol. Kata Ketua RT alasannya keselib. Padahal sebelum wartawan datang, katanya udah dicariin tapi ga ketemu.

Jadi teman-teman, jika ingin ikut pemilihan presiden, buru-buru cek ke Kelurahan setempat sebelum tanggal 30 Mei.

Kan Sudah Dibilangin

Penyakit apa lagi nih, flu babi. Menurut informasi, beberapa tahun lalu pernah flu babi menyerang di Spanyol. Tapi ga begitu heboh yah, atau saya ga baca koran atau dengar beritanya :D. Yang di Spanyol kabarnya menewaskan 1 juta orang. Wuihhh………..

Sekarang, flu babi menyerang kembali. Giliran Meksiko. Sudah ratusan yang kena. Dilihat ditelevisi, ibu kota Meksiko menjadi sepi, orang-orang keluar rumah menggunakan masker dan sarung tangan. Dulu flu babi ini hanya menyerang antara babi, sekarang menyerang ke manusia dan kemudian manusia dengan manusia.

Amerika Serikat sebagai tetangga sudah merasa was-was atau sudah kena yah ? :D

Flu babi juga sudah ada di Israel. Asia siaga 1. Indonesia dengan segera mengantisipasinya. Menurut keterangan dari Departemen Kesehatan RI, flu babi ini menyebari di negara 4 musim. Tapi kita sebagai negara 2 musim harus waspada juga, kali aja bakteri/virus nya beradaptasi dengan lingkungan yang ada :D

Waktu flu burung melanda Bali tahun kemarin, ada 1 pasien terkena flu babi, tapi berobat jalan dan pasien ini sembuh.

Dalam agama Islam, umatnya dilarang makan daging babi. Pasti sudah tahu kan kenapa dilarang makan daging babi :D jadi ga diterangin di sini. Lagi pula saya ga gitu ahli agama. Nanti pada tanya semua di sini. Di google aja yah :)

Nah, mungkin ini akibat manusia tetap ngeyel makan daging babi padahal sudah dikasih tahu, ini akibatnya. Kalau ga bisa dikasih tahu lewat tulisan, dikasih tahunya caranya seperti ini.

Sepertinya gitu yah …. ditunggu aja penyakit yang lain, misalnya penyakit menular dan mematikan, belum ada obatnya yang diakibatkan minuman keras berlebihan.

Untungnya Ada Musibah

Tadi pagi, saya akhirnya pergi ke Situ Gintung.

Sebenarnya mau kesana udah lama, tapi karena dilarang sama yang ditelevisi karena akan merepotkan orang sana dan juga ga etis aja, kok orang kena musibah jadi tontonan. Lagipula saya paling bete kalau macet, apalagi macet total. Kemudian tempat parkir juga rada susah, takut keamanan tidak terjamin.

Diantar sama Bapak, kita ke Danaunya, Bayarnya Rp. 5.000 per orang. Bapak saya menunggu di luar danau. Saya disambut oleh 4 atau 5 anjing yang tak terurus. Melangkah dari pintu masuk kita, kanan dan kiri ada bangunan. Kita sudah bisa melihat tempat yang luas, ada arena outbound, pohon tinggi, lebat dan jaraknya berdekatan. Di sana juga tersedia tiang untuk menaruh burung, mungkin menyediakan perlombaan untuk burung kali ya….

Ada tempat untuk mencuci tangan dan ada tempelen Lifebouy. Agak jauh, ada ibu-ibu dan beberapa perempuan sedang membereskan perabotan jualannya. Saya tidak bertanya kenapa pagi-pagi sudah membereskan dagangan. Hmm … sepertinya tidak usah ditanya karena hari ini Senin. Memang suasana sepi, cuma terdengar suara mesin pemotong rumput. Di pinggir danau yang sudah agak mengering, ada 4 orang bapak duduk-duduk sambil bergurau. Sepertinya asyik ..

Di beberapa tempat ada air berwarna coklat yang tingginya dangkal. Banyak kerambah ikan berantakan. Dasar danau isinya semuanya tanah. Ada spanduk bertuliskan “Selamatkan Situ Gintung”. Danau ini cukup luas yah, ada yang sampai kekuburan. Kalau lewat kuburan, tidak bayar :)

Karena sepi dan rata-rata isinya para pria, saya tidak berani sampai ke tempat yang jebol dan matahari semakin tinggi. Saya memutuskan kembali.

Duh, anjingnya ditengah jalan. Saya takut sama anjing. Saya jalan pelan-pelan, menunggu anjing keluar dari jalan beraspal. Setelah dianggap cukup aman, saya berjalan pelan menuju pintu gerbang sambil sedikit melirik ke kumpulan anjing. Mereka hanya melihat saya sebentar dan saya pun mempercepat jalan.

Perjalanan dilanjutkan ke tempat penampungan. Rupanya saya pernah lewat tempat itu. Di samping … hmm kalau ga salah ingat di samping Fakultas Psikologi. CMIIW.

Saya cuma lihat dari seberang, cuma diam 5 menit kemudian pulang. Kalau saya pikir, memang benar jaraknya jauh dari tempat kejadian.

Yang kagetnya, wek .. jalannya udah mulus, aspalnya masih berwarna hitam gelap, membuktikan bahwa baru saja diaspal. Banyak orang membersihkan got yang tidak terlalu tinggi.

Hahaha ……… bersih-bersih ni yeee…. mentang-mentang banyak pejabat lewat :p

Waktu saya lewat situ tahun kemarin, beberapa kali, jalannya bolong-bolong, gotnya banyak sampah dan kalau hujan banjir habis.

Untung ada musibah yah, coba kalau ga ada musibah, tuh jalanan masih rusak dan gotnya masih banyak sampah :p

Pas lewat di IAIN, tidak jauh dari gedung rumah sakit, ada mobil untuk mengaspal jalan … jauh amat markir :p

Untuk korban Situ Gintung semoga tabah yah menghadapi musibah ini.

Contreng dan Setera

Dua kata itu sering menjadi bahan ledekan atau gurauan.

Hahahaha, saya memang sering sekali menggunakan dua kata tersebut.

Hmmm …… kalau contreng itu sudah saya kenal dari kecil. Entahlah dari mana, apakah itu bahasa Betawi ? Saya tidak tahu. Biasanya orang lain menyebutkan Centang. Kocak juga kata “Centang”, tidak jauh-jauh dari kata Centangan, yang biasa datang di jempol kaki :D

Saya lihat kata contreng itu di Pamulang. Banyak sekali spanduk kampanye yang bilang, “Contreng ini” hahahaha ….

Kalau SETERA itu, dulu sekali memang saya suka menyebutkan pengganti kata “TERSERAH”. Tanpa sadar sih ngomongnya.

Sadarnya waktu tante minta pengulangan kata “setera”, beliau pun meralat dan saya pun bingung ……… wwakakkakak. Masalahnya saya merasa ngomong terserah … ups salah ya .. tanpa sadar ngomong SETERA……..hahahaha

Tahun kemarin saya mendengar Patro (CMIIW) ……….. hmm siapa ya anggota grup lawak Patrio yang paling lantah menggunakan kacamata ? Saya dengar, dia menggunakan kata tesera ……. lucu juga ….. hahaha

Akhirnya saya tidak sendirian untuk mengucapkan kata “TESERA”

TQ juga untuk waktu SD yang menghilangkan satu huruf akhir namaku yaitu Azza menjadi Aza. Ngetrend boo … :D

O dan 0

Rupanya banyak juga ya yang tidak bisa membedakan antara huruf O besar dan O kecil dengan angka nol 0.

Begini untuk mengetahuinya :)

O itu bunder, bulet bagus. Begitu juga dengan o kecil, cuma ukurannya beda. Yang satu agak besar dan yang satunya lagi agak kecil.

Nol itu melonjong ke atas dan menyempit ke dalam. Ukuran besar dan kecil Nol sama aja, iya kan … hehehhehe

Kalau pada mesin ketik, kalau Onya rusak, sering dipakai angka Nol, begitu juga sebaliknya.

Bikin NPWP

Akhirnya saya bikin NPWP dengan terpaksa, dibujuk-bujuk sama adik dan bapak. Yang paling getol si bapak. Dengan alasan supaya lebih mudah kalau buka usaha, perintah dari pemerintah dan bisa gratis fiskal -alah kapan punya duitnya ke luar negeri- :(

Alhasilnya ke kantor Pajak Depok dengan langkah berat di pagi hari. Jauh juga dari rumah :D

Gpp deh lihat-lihat pemandangan. Keliatan gunung dari Curug. Lihat yang hijau-hijau :D

Sesampai di kantor Pajak Depok, parkir motor, masuk, ambil nomor antrian dan duduk. Duh, ngantuk. Tidur dulu deh.. tidur ayam … lumayan nunggu antrian nomor 62, pake AC, jadi adem.

Kata bapak, dulu sekali, 28 tahun yang lalu, ngantri di kantor pajak agak lama kalau ga pake uang sogok. Kalau ga sogok bisa antri dari pagi sampai jam 5 sore. Kalau pake uang sogok, langsung datang, tidak lama kemudian selesai deh.

Manajemen pajak dulu tidak kayak sekarang, udah bayar tapi tetap aja ditagih pake denda. Padahal sudah ditunjukin bukti pembayaran. Yah, jadi perang mulut deh. Karena ada buktinya dan mereka udah ngubek-ngubek data-data mereka, and ketemu deh kemudian malu sendiri :p

Karena kesal, bapak saya tidak melanjutkan pembayaran pajaknya. Percuma !!! kata beliau. Sebagai warga negara yang baik sudah memenuhi kewajiban tapi kok dipersulit kayak gitu. Pokoknya korupsinya gede banget deh … :(

Trauma yang panjang akhirnya berhenti setelah mendengar workshop pajak spesial sunset policy di tempat gedung kampung saya.

Tapi bikin NPWPnya bukan buat beliau, buat anaknya …… gedubrak deh …

Menurut orang pajak, kalau ingin diaktifkan namanya bisa tapi harus bayar denda per bulan 100 ribu rupiah. Bayangkan 100 ribu dikali 12 bulan dikali 24 tahun. Wowww … ga jadi deh.

Pajak juga dikenakan ke orang mati, katanya hartanya masih ada, namanya masih ada sampai si ahli waris balik nama …. wakkakakak …. orang mati aja kena pajak ……. wakkakakakk.

Kembali ke kantor pajak. Setelah sampai nomor antrian, menyerahkan form isian yang adik saya ambil dari internet (di kantor pajak ada form tapi jadi lama di sana), ditanyain sebentar bla .. blaa …. terus dikasih surat kecil untuk kembali hari Jum’at. Pulang deh.

Kata adik sih ga repot ngisi form pajak setiap bulannya. Duh, saya ga peduli deh… ga penting saya lebih suka bayar zakat daripada bayar pajak !!

Maaf …. I’m back :D

Duh, maaf ya ….. baru mampir lagi, lagi sibuk yang lain dan juga males update blognya ….

Untuk yang comment dimasing-masing postingan, maaf baru baca sekarang … hmm udah telat ya ngasih tahunya :D

TQ ya udah ngingetin … :o

Tulisan Jelek

Lama-lama saya mengalami kesulitan menulis di kertas. Sudah 15 tahun-an jarang menulis, semakin kesini tulisan saya tambah parah, kurang jelas terbaca, bahkan semakin mendekati akhir kata tinggal garis lurus …… wakakakak

Tadi, ibu minta saya menulis 6 kata di amplop dan hasilnya diprotes sama ibu. Duh, padahal saya nulisnya udah susah payah dan kaku …

Pernah saya blog walking, rupanya tulisan jelek bukan saya saja yang mengalaminya. Menurut blogger tersebut karena kita sudah tidak terbiasa lagi menulis di kertas. Waktu kita habis untuk menarikan jari-jari di atas keyboard.

Jadi waktu disuruh nulis, hasilnya jelek banget dan ingin cepat-cepat selesai …….

:(

Tahun Baru, Bakar-bakaran

Tahun baru Masehi dan Islam sudah dekat. Tahun baru Islam tanggal 29 Desember dan tahun baru Masehi … biasalah tanggal 1 Januari.

Waktu cepat berlalu ya …

Liburan bulan ini banyak dan saling berdekatan. Pasti sudah ada planning liburan tahun baru atau bahkan sudah pada liburan semua.

Tidak seperti tahun baru kemarin, tahun baru kali ini tanggal 1 Januarinya, siang-siang, adik mau ngadain bakar-bakaran.

Sttsssttt … bukan bakar rumah lho, tapi bakar ayam dan ikan :D

Coba bakarannya pas malam pergantian tahun baru … wow seru tuh. RT tetangga bikin acara kembang api, kan enak …

Tapi gpp deh … saya bisa nonton televisi sepuasnya, maklum jarang nonton televisi :(

Selamat tahun baru …. selamat bertambah umurnya :)

update : acaranya ga jadi :(

Imunisasi Kaki Gajah Gratis

Hari Sabtu, tanggal 20 Desember 2008, jam 16.00 sampai dengan 19.00 WIB, pemerintah kota Depok mengadakan imunisasi kaki gajah.

Menurut edaran kantor Kelurahan, warga yang terkena kaki gajah di wilayah Depok sudah 30 orang atau 10%. Di komplek saya terdengar baru 1 orang di wilayah RW 7. Sedangkan tetangga kita yaitu Tangerang sudah banyak yang kena tapi angka pastinya belum jelas.

Imunisasi gratis ini diberikan dari usia 2 tahun sampai dengan 70 tahun. Tidak boleh diberikan kepada orang yang mempunyai penyakit kronis atau berbahaya, salah satunya darah tinggi, ginjal dan lain-lain. Tapi Bapak saya yang punya darah tinggi akut masih bisa minum, sampai sekarang tidak apa-apa.

Obatnya ada 5 butir, harus dimakan semuanya saat itu. Imunisasi dilakukan 1 kali selama 5 tahun. Jadi tahun depan imunisasi lagi tanggal 20 November 2009. Menurut dokter, minumnya harus malam karena salah satu efeknya mengantuk. Kalau tetangga ada yang bilang setelah makan obat tersebut pusing kepala dan mual-mual.

Karena hari Sabtu, saya pergi dan pulangnya malam hari, esok harinya obatnya dianter sama ibu PKK.

Jadi, sampai ketemu lagi tahun depan :)

Setelah 20 tahun

Waktu lebaran haji beberapa hari yang lalu, masjid dekat rumah banyak sekali menerima sapi yaitu 11 ekor. Menurut laporan yang disampaikan pengurus masjid, setelah 20 tahun berdiri yang “tersengal-sengal berjalan”, baru kali ini ada sapi 11 ekor di halaman masjid, biasanya kalau tidak 1 ya 2 ekor.

Wow, prestasi yang luar biasa menurut saya. Jarang-jarang lho ada sapi 11 ekor saya lihat saat hari raya qurban, kebanyakannya kambing.

Sebelum hari raya, malam harinya salah satu pengurus masjid yang kebetulan tetangga saya, membagikan kupon qurban. Bingung kita menerimanya. Tapi tidak apa-apa, nanti pasti bertemu orang yang tepat.

Sewaktu saya bertemu tetangga yang lain RT dan blok mereka juga dapat kupon. Menurut keterangan pengurus masjid yang disampaikan sebelum sholat Idul Adha, daging qurban sangat cukup.

Sebenarnya memang sapi itu harus banyak bukan satu atau dua ekor terus setiap tahun. Ini bisa dilihat kondisi ekonomi komplek saya yaitu rumahnya besar-besar, mobil mewah-mewah, kerjaan penghuninya rata-rata OK semua, rata-rata punya komputer canggih dan bahkan mampu sewa internet speedy limited, punya motor banyak, satu orang bisa punya 2 atau 3 handphone model terkini, ada yang pake esia, flexi dan lain-lain. Nah, kurang apa hayooo ….

Masjidnya juga lambat sekali pembangunannya. Sejak saya SD kelas 6 (1986) belum tinggal di komplek tersebut sampai tahun 2007, setelah 4.5 tahun saya tinggal, nambahnya sedikit doang malah bisa dikatakan tidak “bergerak”. Baru penggantian pengurus, pembangunan masjid itu sangat pesat sekali. Saya tidak tahu salahnya dimana.

Suksesnya pengurus masjid mengumpulkan 11 ekor sapi adalah kerja keras semua pihak. Kemungkinan hal itu terjadi karena aktifnya pengurus untuk menawarkan berkorban di masjid dekat rumah, tingkat kepercayaan masyarakat komplek kepada pengurus masjid, pengurus masjid memberitahukan bahwa berkorban dengan Rp. 1.100.000 untuk 1 orang bisa mendapatkan qurban sapi, tidak harus beli 1 sapi untuk 1 orang, bisa jadi kesadaran dan pemahaman umat Islam di komplek tersebut sudah meningkat.

Kalau di luar komplek ada program tabungan qurban. Jadi mencicil Rp. 85.000 setiap bulannya sampai seharga Rp. 1.020.000 untuk sapi. Jika harga sapi sewaktu mendekati hari Idul Adha naik, peserta tabungan harus siap menambah koceknya. Tidak seberapa kok nambahnya ;)

Sedangkan di organisasi kampung saya, 14 ekor sapi qurban setiap tahun adalah sesuatu biasa. Sewaktu saya dengar tahun kemarin, terkaget-kaget. Begitu juga teman saya di Minangkabau, 14 ekor sapi dan hanya 2 ekor kambing.

Sebenarnya seru juga lho kita ikut berqurban, suasananya itu lho - apa ya susah untuk dijelaskan -, bisa bertemu sama tetangga, bisa bantu orang, melihat orang motong-motong daging, bisa lihat daging sudah dikuliti masih bergerak, juga terharu melihat sapi dan kambing dipotong (duh kasihan), bisa ngecengen sapi dan kambing, bisa foto-foto dan masih banyak lagi keseruannya.

SMPN 73 Pindah Tempat & Bazar Perpisahan

Dalam rangka perpisahan dengan gedung yang lama, para guru, siswa/siswi dan alumni keluarga besar SMPN 73 Tebet Timur akan mengadakan Bazar pada tanggal 20 Desember 2008 di SMPN 73, Jl. Tebet Timur I F No. 14.

SMPN 73 akan pindah awal Januari di belakang lapangan sepakbola PSPT.

Yang mau ngisi bazar bisa klik di sini

atau ke email an_ilman@yahoo.co.id

Milist :

alumni 73

Facebook :
SMPN 73 angkatan 86 - SMAN 26 angkatan 92

SMPN 73 - Jakarta<

SMP Negeri 73 Jakarta

SMPN 73 Jakarta 1991-1994

Jadi yang punya saudara, teman, pacar, suami, kakek nenek, orang tua dll yang pernah sekolah di SMPN 73 walaupun cuma 1 atau 2 tahun apalagi 3 tahun, ikutan yukkk dan datang ke sekolah untuk mengabadikan moment yang terakhir …