Entries from January 2005 ↓

Lebih Dekat Denganmu (Juwita)

Tanggal Posting : 1/22/2005

Paling suka musiknya, enak banget. Kalau liriknya ga begitu diperhatikanYOVIE & NUNO - Lebih Dekat Denganmu (Juwita)

Oh.. Juwita
Apa Kabarnya Denganmu Kini
Yang Ku Dengar
Saat Ini
Kau Tak Lagi Dengannya

Oh..Juwita
Mungkinkah Ini Jalan Untukku
Tuk Menggapai
Kerinduan
Dan Cinta Yg Tertunda

Andai Saja
Masih Ada
Ruang Dihatimu

Oooo Cintaku Tak Sekedar Cinta Yg Sesaat
Oooo Berikan Kesempatan Lebih Dekat Denganmu Nanti

Juwita
Kukan Jadi Lelaki Terbaik
Menjagamu
Menemani
Bintangpun Jadi Saksi

Andai Saja
Kali Ini
Ku Dihatimu

Kalau Saya Ikut …

Tanggal Posting :

1/20/2005

Datang seorang laki-laki berpakaian putih-putih, mengajakku bangun dari meja operasi, aku ragu tapi dia terus mengajak dengan tangannya, akhirnya aku mengiyakan. Aku terbang, ku menoleh ke belakang, para dokter sibuk membedah perutku.

Cepat juga sampainya. Ku lihat banyak pintu.
“Apa dibalik pintu-pintu itu?” tanya saya.
“Kiri adalah pintu neraka dan di kanan pintu surga” katanya.
“Saya lihat surga dulu, boleh ?” kata saya.
“Nanti, ada yang kita kunjungi terlebih dahulu”.

Dia mengajakku bertemu beberapa sinar, diperkenalkan dan disuruh memberi salam. Sampailah di sinar yang paling besar, paling terang … silau sekali. Disuruhnya saya untuk mengucapkan salam dan hormat dengan takzim. Aku malu, grogi, rupanya yang terang sekali sinarnya Sang Pencipta. Tak lama saya disana. Saya diajak ke suatu pintu yang letaknya paling ujung tidak jauh dari sinar yang paling terang.

“Kau ingin lihat surga, inilah salah satunya …” dibukanya pintu dan terlihat pemandangan yang sangat luar biasa indah. Air yang mengalir biru jernih, hijau, banyak pohon beserta buahnya … pokoknya subur banget. Orang-orang berpakaian putih, gembira, ceria sudah tidak ada beban hidup, ada hewan, anak kecil. Mereka sangat gembira. Pokoknya tidak terlukiskan dengan kata-kata dan jauh lebih indah dari pada angan saya selama ini.
“Boleh saya masuk …?” kata saya
“Boleh … ”
Aku cuma berani maju beberapa langkah, ada yang mengajakku lebih jauh melangkah dan bermain dengan mereka. Tapi saya menggelengkan kepala dan memberi senyum.
“Bagaimana ? Kamu mau tinggal disini …?” tanyanya.
Aku diam dan menatapnya senang.

Kami keluar dari situ.
“Pintu itu isinya apa ?” sambil menunjuk ke sisi kanan
“Neraka” katanya. “Mau lihat ?”
Aku bergidik, ingat gambaran neraka. Dengan berat, aku menggangguk. Dibukanya pintu. Oiii …. Api … lidah api, saya langsung mundur. Saya maju perlahan. Menyeramkan sekali, merah, panas, saya lihat orang disiksa. Aduh menyeramkan sekali. Aku mundur tak sanggup untuk melihatnya. Aku menatapnya ngeri. Dia menutup pintu kembali seiring saya mundur menjauh dari pintu itu.

Kami berjalan sebentar. Saya sudah bisa melihat para dokter menjalankan tugasnya
“Auliah, kamu ingin disini atau disana ?”
Aku bingung dengan pertanyaan itu.
“Kalau kamu memilih ikut dengan saya, kamu tidak pernah bertemu dengan mereka lagi” katanya kembali. “Kamu tidak pernah punya beban lagi, selalu gembira”

Aku bingung, menatapnya bingung.
“Waktumu cuma sebentar … pilih Auliah!”
Aku ingat Ande (ibu), bagaimana beliau yach ?

“Auliah pilih ke sana!” sambil menunjuk ke arah dokter-dokter tersebut.
“Baik. Berbuatlah baik didunia, tambahlah pahala sebanyak mungkin. Saya antar …” katanya. Saya akhirnya tiba diruang operasi. Kami berdiri tidak jauh dari kesibukan dokter-dokter.
“Ingat … tambahlah pahala sebanyak mungkin bila engkau ingin ke surga. Pergilah auliah …”
Saya pergi.

“Dokter …. Dokter saya sadar … saya sadar”
Saya berhasil memegang suatu anggota tubuh manusia, entah siapa. Tapi yang punya badan memberi perintah “Pegang dia, kasih bius kembali … Anatesi !”

Tangan saya sakit … saya kembali tidak sadarkan diri.

Setelah terbangun dan kesadaran saya pulih, bapakpun bertanya, “Tadi suster panik waktu operasi, kenapa ?”
“Saya tidak tahu”
Saya pun tersenyum kecil.

Jangan Beritahu Aku

Tanggal Posting :

1/19/2005

Aku mohon jangan beritahu aku …
Aku mohon …

Ibu itu bercerita tentang anaknya yang terbaring koma. Anaknya ditabrak oleh mobil pada pagi hari. Saat itu hari minggu, anaknya dan teman-temannya pulang dari olah raga di Senayan. Mereka menyeberang jalan ke arah TVRI, saat itu jalanan sepi, tiba-tiba ada mobil melaju sangat kencang menabrak anaknya, mobil itu kabur.

Anaknya mengalami komplikasi. Kandung kemih & ginjal rusak, gegar otak parah, koma. Mengingat lukanya cukup parah seharusnya ditempatkan di ICU tapi karena tidak ada biaya, anaknya ditempatkan dikelas III. Dokter sudah menyarankan, apa daya tak sanggup.

Sambil beliau bercerita, dalam hati saya berkata “Anak ibu tidak bisa bertahan lama, besok dia mati”. Berulang kali ucapan itu terus didalam hati saya … aduh … mengingat luka yang sangat parah dan hampir seminggu anaknya di rumah sakit tidak sadarkan diri. Saya berdoa semoga anak itu cepat “diambil”.

“Doain anak ibu yach, nak …, semoga cepat sembuh, cepat sadar”. Mulut saya berkata “Ibu sabar yach, mudah-mudahan cepat sadar …”

Kata hati saya, “Tidak mungkin … dia akan meninggal, sebentar lagi dia meninggal, ibu tidak boleh berharap banyak …”. Aduh …kalimat itu mengganggu saya … Waktu saya menghampiri tempat tidur anak itu kemarin, hati saya berkata “Kamu tidak bertahan lama, sudah lama kamu menderita”.

Besok harinya anak itu meninggalkan dunia, setelah kurang lebih seminggu terbaring di rumah sakit dan hatiku tenang.

***
Seminggu sebelum kematian suami dari kakak ibu saya, Pak Onga. Saya bermimpi pulang kampung, Onga (istri Pak Onga) memberitahukan letak kuburan Pak Onga yang berada disamping makam Ongku (kakek dari pihak ibu).

***
Eksa, meninggal dalam usia muda, kelas V SD. Saya baru tahu sekitar umur 25 tahun. Selama 1 tahun dalam pertanyaan, hati saya berkata dia sudah tidak ada tapi saya tidak percaya. Sekeras apapun saya menyakinkan bahwa ia masih hidup bersama itu pula hati saya berkata keras “dia sudah tidak ada”

***
Jakarta saat itu membara, merah, kalut, marah, takut, mencekam. Saya pulang dengan mobil warna merah penuh ketakutan. Berkali-kali mimpi itu datang. Peristiwa ini akhirnya terjadi : kerusuhan Mei.

***
Yang belum terjadi dan mudah-mudah tidak terjadi
Tol Cikampek, retak, terbelah, saya berjalan kaki, menginap di sisi jalan tol dengan beberapa orang. Baru beberapa hari saya sampai di rumah.

Rumah saya (Bekasi) porak poranda, seperti kena bom. Saya cari kemana anggota keluargaku yang lain. Akhirnya ketemu, dibalik puing suatu rumah, mereka selamat. Tapi siapa laki-laki itu (akhirnya ketahuan suami Ruri, Mas Yanto). Jakarta, Bekasi saat itu kacau balau. Kami mengungsi, saya tidak tahu nama tempatnya.

Aku mohon … aku sangat memohon …
Jangan beritahu aku …
Aku capek …
Aku ga bisa tidur …

Bapak Seismologi Dunia

Tanggal Posting : 1/13/2005

Mungkin kita belum begitu kenal dengan bapak yang satu ini, tapi kita sering sekali mendengar nama belakangnya bila terjadi gempa. Untuk membaca riwayat hidup bapak yang satu ini, silahkan klik disini

Hint/Tips Menghadapi Bahaya Alam

Posting tanggal :

1/11/2005

Hints / tips menghadapi bahaya tsunami, air bah dan kebakaran hutan

Berikut ini artikel dalam Homepage : “Kiky Online” : http://kiky.colibri.tk/, berisi antara lain hints / tips untuk menghadapi bahaya-bahaya seperti tsunami, kebakaran hutan dll. Kiranya bermanfa’at untuk menambah pengetahuan.

Di pantai
Selalu kita terpesona melihat keindahan pantai, tapi cermatilah, dimana permukaan pantai yang lebih tinggi atau ada bukitnya. Tekstur pantai yang rata seperti di Pulau Phi-phi Thailand Selatan memang sangat membahayakan, berbeda dengan Pulau Sabang Aceh yang berbukit.

Korban di Meulaboh dan Pantai Lhok Nga Aceh terbanyak diduga karena mereka turun ke tepi laut pada saat permukaan laut surut mendadak hingga beberapa kilometer karena “panen ikan”. Jika ditemukan hal tersebut, berlari lah secepatnya kearah daratan yang tinggi, jangan pikirkan harta yang tertinggal, karena harta merupakan daki dunia.

Hembusan angin yang sangat kencang tapi mendadak, disertai bau garam/air laut yang tajam menandakan sedang terjadi proses di tengah laut, berbagai kemungkinan penyebab; Tsunami atau Taifun.

Jika anda merasakan gempa di pantai, jangan tunggu apapun lagi, pergi secepatnya dari tempat itu. Beritahukan orang terdekat.

Jika anda sedang berperahu ditengah laut, dan mendengar ada gempa di sekitarnya (biasanya orang menggunakan radio di perahu), maka jangan dekatkan perahu ke daratan, tetap di tengah laut, efek Tsunami dipermukaan laut jauh dari pantai hanya sekitar 0,3 - 1 meter saja. (National Geographic News, 27 Dec. 2004).

Menjauhlah dari tepi laut jika anda mendengar suara dentuman seperti meriam dari dasar laut atau mendengar suara drum band sangat banyak dengan irama yang sangat cepat) (National Geographic News, 27 Dec. 2004).

Di tengah Laut
Hal yang terjadi di lautan adalah Badai/ Taifun / Cyclone, sebesar apa kapal pun dapat dipecahkannya, maka jalan terbaik adala pantau terus radio, dan carilah pulau terdekat. Teluk relative lebih aman untuk melepas jangkar ketimbang di tepi laut terbuka. Putar haluan jika anda meilhat awan hitam di tepi khatulistiwa.

Di Aliran Sungai
Jika anda ditepi sungai yang sangat jernih, dan melihat bahwa pasir didasar sungai bergerak sangat cepat ke arah hilir, maka menjauhlah dari tepi sungai dan carilah tempat yang tinggi, dipastikan bahwa sedang terjadi air bah di hulu.

Jika anda melihat awan hitam di arah hulu sungai, sebaiknya urungkan niat ke sungai tersebut, dan coba juga menjauh dari atas jembatan.

Anda mendengar suara riuh-rendah bagaikan dentuman, bantingan dari arah hulu sungai, menjauhlah dan beritahu setiap orang yang anda jumpai (Bohorok, Langkat, Sumatera Utara 2003)

Di Hutan
Tidak ada Tsunami dan air bah didalam hutan, lalu ? Kebakaran adalah bencana dalam hutan.

Jika anda terkepung api di dalam hutan, maka carilah anak sungai (Creek) dan masuklah kedalamnya hingga kebakaran berakhir, jika anda keluar dari sungai, ingatlah suhu udara bisa lebih 100°C di permukaan tanah.

Lebih baik anda berjalan di lahan yang telah terbakar daripada tanah yang belum terbakar karena permukaan tanah yang terbakar lebih kering dan kemungkinan terbakar lagi sangat kecil dibanding tanah yang belum terbakar (FEMA Bulletin)

Di malam hari pada saat bulan tidak bersinar / bukan purnama, anda melihat kaki langit sangat terang, maka menjauhlah, pasti terjadi kebakaran toh di Indonesia tidak ada Aurora Australis dan Borealis yang fenomenal itu.

Tingkah Laku Hewan
Pada saat menjelang datangnya Banjir Bandang Bahorok (Langkat, Sumatera Utara 2003) Orang-utan menunjukkan tingkah laku yang extreme, mereka sangat gelisah dan berteriak-teriak, karena gejala ini tim jagawana melepaskan mereka sehingga mereka selamat.

Pada saat terjadi gempa di Sumatera, Gajah-gajah di Phuket, Thailand Gelisah dan menjerit. Menjelang datangnya tsunami mereka melepaskan sendiri belenggu mereka dan menggiring turis dan pawang mereka ke tempat yang aman, ombak Tsunami berhenti hanya beberapa meter dari gajah-gajah itu berdiri.(TVRI, 03 Jan. ‘05 pkl 21.15 dan Kompas, 01 Jan. ‘05 hal 1.)

Burung berterbangan. Seorang perwira TNI-AD Kodam I- Iskandar Muda selamat dari Tsunami di Banda Aceh karena melihat burung berwarna putih sangat banyak terbang ke daratan dari laut, ia memerintahkan staffnya untuk memutar arah kembali padahal saat itu ia menuju pelabuhan.

Jika anda melihat ular, tikus, kecoa keluar secara tiba-tiba dari dalam got sangat banyaknya, maka segeralah waspada, terjadi sesuatu di bawah tanah. Jika anda disekitar pegunungan dan melihat semua hewan berlari, maka segera juga ikuti mereka, jangan takut mereka memakan, menerkam atau menggigit anda, karena naluri mereka saat itu hanya satu : selamatkan diri… pertanda gunung akan meletus.

Musim Duren Pun Tiba

1/9/2005

Ini musim duren betulan lho, bukan musim duren yang lain :)Bulan Desember, di pasar Ciputat sudah banyak pedagang berjualan duren … hmmmm baunya bisa tercium seantero pasar. Duren berbuah sekitar bulan November sampai dengan Januari. Bahkan bisa ada sebelum November dan setelah Februari.

Kepengen banget nich …

9 Januari 2005, kesampean juga makan duren … Ada orang yang jualan dipinggir jalan Pondok Petir Raya menuju rumah Ruri (adik). Beli 3 buah dengan total harga Rp. 10.000,- dengan ukuran sedang … lumayan.

Sorenya, saya makan duren. Dagingnya sedikit, ukurannya kecil tapi lumayanlah dari pada ga makan duren. Sebenarnya saya takut makan duren. Saya dilarang makan duren karena sakit maag. Duren bisa membuat lambung saya panas, kadar gas di lambung akan meningkat. Buktinya beberapa menit saya makan sudah sendawa, panas, dada saya kayak sakit sedikit. Supaya tidak terjadi yang tidak diinginkan dan tidak mau mendengar kalimat “Apa Bapak bilang …” saya minum obat maag yang diberi dokter Masril. Ande nyuruh saya minum norit tapi ga mau karena ga suka makan obat banyak-banyak. Saya sudah sendawa 4 kali … alhamdulillah.

Sampai pukul 7.16 malam status aman tapi deg-degan … kambuh ga yach …

Kalau diingat-ingat, aul ga pernah lagi ketemu duren seperti di kebun keluarga bapak – Silungkang – bagus banget, dagingnya gemuk, kuning, wangi, gede, makan 1 biji puas dech. Terbayar dengan perjalanan menuju kebun keluarga bapak yang susah, mendaki, jalan licin, lewati jurang, jalan setapak, pas nyampe dikejauhan kita disambut harimau Sumatera yang sudah jarang populasinya, juga monyet – ga tau jenisnya apa -. Pokoknya ngos-ngosan … benar-benar haiking. 1 buah duren habis sama aul.

Benar-benar enak dech … duren di kebun keluarga bapak.

Sang Ratu Senja

Tanggal Posting : 1/3/2005

Ratu Senja cepatlah turun …
Lihatlah langit tlah ada kapas hitam
Sebentar lagi ‘kan menangisRatu Senja cepatlah turun …
Biarkan langit tersenyum lebar
Jangan engkau biarkan langit membara
Walaupun warnamu sangat indah

Ratu Senja cepatlah turun …
Bila engkau tak sanggup
Merubah warnamu

Rau Senja cepatlah turun …
Sang Raja Malam ‘kan datang
Bermahkotakan bulan
Bersematkan bintang

Turunlah …

Hati Selembut Sutra

Tanggal Posting : 1/2/2005

Kita sangat besar, mempunyai ratusan pulau, selat, teluk, sungai, gunung, rakyat dll. Semua orang tahu itu. Seluruh dunia tahu itu.Kita juga punya hati selembut sutra. Kita tidak sejahat yang diperkirakan orang. Orang yang suka ngebom bukan rakyat kami, mereka orang lain yang mempunyai label Indonesia, mereka BUKAN rakyat Indonesia. Yang ngebom tidak punya hati seluas samudera, seperti luasnya samudera kita.

Kata orang negara kita termasuk miskin, tapi kita tidak miskin harta untuk yang tersayang, saudara2 kita di NAD dan Sumatera Utara. Apapun yang kita miliki, jiwa raga, harta benda kita sumbangkan ke saudara2 kita diujung barat Indonesia.

Bantuan menumpuk, menggunung, berton-ton membuktikan betapa kita peduli atas penderitaan, kesengsaraan salah satu darah daging kami yang sedang terluka.

Kita bersatu menjadi kekuatan yang tiada terkira. Takutlah wahai orang-orang yg ingin merampas, menjajah. Jangan sentuh kami dengan kekerasan, manupulasi, campur tangan, saran2 gila kalian. Kami marah besar murkalah jagad raya. Sabar itu ada batasnya.

Setelah ini jangan ada satupun dari kami mengeluarkan kata “KAMI INGIN MERDEKA!!”, sakit hati kami mendengarnya, kata2 itu melukai seluruh anak negeri.

Dan setelah ini, Insya Allah kami akan bantu sebisa kami, sekuat kami dan doakan kami selalu banyak rezeki untuk siapapun dinegeri seindah surga dunia. Dan maafkan kami bila ada salah dimasa lalu dan kita perbaiki semuanya bersama-sama, bahu-membahu untuk Indonesia tercinta.

Alloh Yang Tersayang, beribu-ribu maaf kami memohon ampun atas kesalahan yang kami lakukan kepada semua ciptaanmu. Dan terima kasih atas karunia, rahmat dan peringatan yang diberikan kepada bangsa ini.