Entries from August 2005 ↓

OpenOffice, Office di Linux

Office di linux disebut OpenOffice, untuk seterusnya saya singkat dengan OO. Office buatan M$ (Microsoft) terdiri dari Word, Excel, PowerPoint, Access, FrontPage, Microsoft Outlook dsbnya (kalau masih ada yang lain boleh ditambah, maklum udah ga begitu hapal lagi). Kalau di OpenOffice ada Writer (Word), Calc (Excel), Impress (PowerPoint), Draw, FrontPage (HTML Document).

Nah, saya akan bicara tentang Writer & Calc yang sering dipakai. Caranya semuanya sama dengan di Word dan Excel di M$. Cuma peletakkannya beda. Kalau Page Setup di Office M$ ada di File, tapi di OpenOffice adanya di Format, Page.

Di Writer, yang berhubungan dengan halaman (Page) ada di Format, Page, misalnya ukuran kertas, header n footer, border, margin kanan kiri, atas bawah, dll. Yang berhubungan dengan huruf ada di Character, contoh font, subscript n superscript di position dst. Yang berhubungan dengan Paragraf ada di Paragraph, misalnya spasi, tab, drops cap, dst.

Untuk Calc, yang berhubungan dengan kolom dan baris ada di Cell. Berhubungan dengan ukuran kertas, margin kanan kiri, atas bawah ada di Page.

Sisanya cari sendiri yach, tinggal klik aja kok, kalau ga ketemu minta sama Help aja. Kalau ga bisa baca di help, buka aja kamus. Saya aja kalau ada kata yang ga tahu artinya lihat kamus. Kalau ga bisa juga tanya sama yang udah bisa …

Perlu diketahui, kalau mengetik di OO dan Office harus mengetik dengan baik dan benar kalau tidak berantakan. Pengertian baik dan benar, misalnya mengetengahkan judul pake icon center jangan pake tab, spasi dll. Keliatan sih memang rapi tapi kalau dipindahkan ke OO, jadi ga tengah. Begitu juga kalau di OO mengetengahkan judul pake tab, spasi, indent, kelihatan sih rapi, pas dipindahi ke word yang tidak tengah. Jangan menyalahi LINUX, salah sendiri kenapa ngetiknya tidak sesuai tatanan.

Oh, ya sementara ini, LINUX tidak mengenal virus, yang bikin virus belum bisa cara membobol LINUX. Mudah-mudahan mereka ga bisa membobol LINUX sampai kapanpun juga.

Udah dulu … capek ngetik nich

Pandangan Pertama Dengan Linux

Pandangan pertama saya dengan linux sudah lama mungkin sekitar tahun 2000 an. Lihat simaskotnya Pinguin Si Endut… lucu amat, senyum terus … smiling dengan mata jenaka, always ceria … bikin gemes.

Waktu pertama kali baca bukunya bingung. Salah satu kata yaitu distro, apa itu. Kok nama linuxnya banyak banyak banget … yang linux itu jadi yang mana ? dari pada pusing lebih baik tutup buku dan ga jadi beli. Untung di gramedia ada buku contoh, jadi saya ga beli kucing dalam karung.

Tahun 2004, ada pelatihan linux oleh MIFTA, ikutan dech. Akhirnya saya mengerti apa itu distro. Anggap aja Linux itu suatu organisasi dan mempunyai cabang-cabang namanya distro, distro itu bisa macam-macam namanya dan dibuat oleh siapa saja. Itu pemahaman saya, kalau salah … sori menyori dech…

Karena ada sweeping software bajakan dan telah diberlakukan dengan serius UU HKI tahun 2002, saya bersinggung kembali dengan Linux dalam artian sesungguhnya. Pertama-tama coba install Fedora Core 3, gratisannya si RedHat. Pengertian gratisan, software ini boleh dicopy, dipake rame-rame, jadi ga perlu beli CD asli untuk setiap komputer. Tapi murah lho harga perkepingnya, kalau ga salah Fedora Core itu ada 5 CD (sorry kalau salah lagi), 1 keping itu Rp. 20.000/Rp. 25.000. Kalau mau download di internet, banyak, gratis lho ga pake trial-trialan. Beli CDnya di www.gudanglinux.com atau datang ke toko gudang linux di ITC Kuningan, samping Mall Ambasador, lantai dasar, kalau ga ketemu tanya aja sama Satpamnya, mereka tahu semua. Tapi hati-hati lho LINUX ada yang bayar, contoh RedHat, Xandros dll, tanya aja yach ke orang yang paham dilinux

Installnya rada panjang juga. Kalau di Windows kan tinggal next…next. Di Fedora sebenarnya tinggal next aja, trus masukin CD sampai 5 buah, tapi waktu install itu cuma sampai 4 buah aja. Wah, karena rada panjang, saya tanya “ini ga ada yang lebih pendekan lagi. Sayang install Fedora ga sukses di processor VIA, memorinya kayaknya kurang … ga tahu dech … pokoknya ga sukses aja. Trus coba Vector Linux, sukses lho, cepat install tapi tetap aja panjang installnya hee..hee … tapi sayang kalau pake internet lemot banget … wah … berarti memorinya harus gede lagi nich … padahal bukanya ga banyak lho. Vector Linux, distro ringan, bisa dipakai di Pentium 1. Trus coba Lorma Linux katanya buat LTSP … nah yang ini gw ga nyambung … wah, installnya super panjang … trus kalimat yang sama keluar lagi “Ga ada yang pendekan lagi nih …” … aul jadi geli banget nich … Sebagai newbie (orang baru) di Linux … Linux itu ribet installnya … ampun dech …

Waktu install Linux, tempat saya musim hujan, kalau udah ada geledek, petir, tutup warnetnya, maklum udah pernah kena 2 x ama petir, untuk komputernya ga ada yang hangus. Jadi kerjaan rada lama … kasihan sama saudara aul yang ngeset linux padahal dia itu sibuk banget … tapi Thank’s Banget udah aul bikin repot.

Karena ga sukses install Fedora di VIA. Karena saudara saya sukses install Fedora di komputer dia yang pake Intel, untung aja server aul pake Intel, akhirnya, server pindah ke client … wah jadi suasana berantakan .. tapi ga pa pa yang penting pindah ke Linux.

Selama proses pindah ke linux dari bulan Maret, maag saya yang parah kambuh lagi, hampir seminggu lebih ga sembuh-sembuh. Obat maag yang dari dokter, mylanta ga mempan semua. Walaupun ga telat makan tetap ga sembuh-sembuh. Saya paling takut kalau kambuh seperti keram diperut dan susah bernafas, trus akhirnya muntah … sakit luar biasa banget. Akhirnya nyerah pas hari ke 9 (kira-kira), minum kunyit dan madu, alhamdulillah sembuh. Tapi ga berlangsung lama..kambuh lagi, ada pikiran, konflik, susah menerangkan ke bapak yang selalu bertanya “Sudah installnya? … sukses ga ? … ga bisa dimana ? … nanti ga pake harddisk disetiap komputer ? kok bisa ?” … “Komputer Linuxnya ga dipakai ?. Itu aja yang ditanya. Maklum takut ada polisi ingin razia. Walaupun saya bersusah payah untuk menerangkan tetap aja pertanyaan yang sama diulang lagi … dan tetap saya akan menjawab yang sama, pernah belum selesai ngomong … udah punya kalimat sendiri tapi salah … wah … kacau dech. Susah dech ceritanya.

Akhirnya, setelah dinanti-nanti bisa pake Fedora di Server dan semua client pake LTSP. Tapi ada masalah lagi nich ada network cardnya ga bisa ngedetect, akhirnya beli baru network cardnya. Walaupun udah selesai tetap masih susah karena belum bisa baca disket disetiap client, akhirnya repot dech di server melulu. Tapi akhirnya ketemu cara baca disket di setiap client … alhamdulillah

Walau dengan segala kesusahan, kerepotan, stress, pusing, nahan sakit, marah-marah, sewot, kesal. Dengan ketulusan hati senang berkenalan dengan LINUX.

Untuk sementara ini, ga terima Kursus Mie Kocok di tempat aul tapi ke rumah dengan syarat punya komputer di rumah … uuuuhhhhhh, yach gimana MAHAL sich Microsoftnya, trus ribet dech urusannya. Tapi kalau mau belajar OpenOffice boleh, saya terima dengan senang hati.

Pelanggan saya, yang udah pernah coba OpenOffice boleh mencantumkan di Curriculum Vitaenya Pendidikan Informal : Bisa OpenOffice (Writer, Calc), kan udah pernah coba. Hampir sama kan sama Office. Kan keren bisa LINUX, maklum masih jarang yang bisa … kali lho yach ?

Sering-sering aja ke tempat saya, dikasih tahunya gratis lho. Sering-sering tanya aja tapi nyewanya bayar yach … hee.hee….Kalau saya bisa jawab, tapi saya usahakan dijawab tapi maaf yach kalau ada pertanyaannya ga langsung dijawab masalahnya saya cari dulu maklum saya harus belajar dari 0 (nol) kembali tapi ga banyak kok …

Kan ga seperti di Office, yang sudah belajar selama 12 tahun dan sampai sekarang saya merasa selalu kurang dan ga 100% menguasai sampai ke jeroan produk dari Mie Kocok

Tapi gpp kok, belajar itu sampai akhir hayat.

Oh, ya … jangan sampai ada yang bilang ke kamu “HARI GINI GA BISA LINUX !!!”

Trus jangan bangga and sombong kalau pake produk Microsoft jika masih pake BAJAKAN. Jangan sampai ada yang bilang ke kamu “HARI GINI MASIH PAKE BAJAKAN !!!”

Juga jangan sombong n bangga kalau cuma bisa 1 OS. Yang pakar di Linux aja ga Sombong .. masa cuma bisa sedikit aja di software Microsoft aja udah sombong.

dISkEt

Date Posted : August 19, 2005

Kenapa kalau nyimpan disket dirumah bisa menyimpan data dll tapi pas dibawa ke komputer lain ga bisa baca. Saya sudah tanya ke orang lain yang lebih pintar dalam perkomputeran, katanya “berarti disketnya cuma bisa dibaca di komputer dia ga bisa dibaca ke komputer orang lain”. Katanya “coba suruh dia ke rental lain, bisa tidak ? Lagipula maklum aja namanya disket ….”

Saya juga heran sama orang-orang yang suka menggeser … apa yach namanya … itu lho tutupan untuk menutupi piringan hitam disket … kan kalau lama-lama digeser-geser jadi longgar, kalau udah longgar, nyangkut dech ke dalam drive. Saya sering tuh drive floppy ga bisa dimasukin disket karena ada lempengan itu … nyangkut … terpaksa saya bongkar drivenya … kan bikin susah. Apa sich fungsinya digeser-geser … toh kalau ga bisa baca … yach ga bisa aja … ga ada hubungannya sama yang digeser-geser. Kalaupun akhirnya bisa … kebetulan aja.

Trus, disket kalau dibaca di driver floppy kedengaran suara kencang … ih menyeramkan … wah kalau dipaksain jebol dech drivenya .. kalau ada 1 hari ada 10 disket begitu bunyinya … bahaya … Pernah drive floppy saya dipaksa untuk dibaca akhirnya headnya kena … beli lagi dech yang baru karena di disk cleaner ga bisa juga ngebaca …

Disket baru beli belum diformat ? yach namanya buatan pabrik pasti ada yang kelewat … baju aja ada yang reject. Kalau tuh disket minta format, format aja lagi … Saya pernah lho beli 10 box disket merek “V”, 1 kotak kan isinya 10 buah, 7 buah disuruh format. Wah, gimana tuh … jadi saya yang kena komplain padahal bukan saya yang buat disket “V” lho …

Nah, sekarang udah tahu kan gimana tuh disket … jadi jangan percaya sama disket. Kalau ada data yang penting, backup aja banyak-banyak alias copy file itu dimana aja … OK …

Be Legal, Keadilan & Kemunafikan

Tanggal Posting : 8/12/2005

Hampir sebagian masyarakat Indonesia menggunakan software bajakan. Indonesia menduduki no. 3 seluruh dunia soal bajak membajak. Tanggal 17 agustus akan mulai sweeping pemakaian software bajakan. Untuk sementara ini, pihak kepolisian mengincar warnet dan rental komputer.Pada saat launching IGOS (Indonesia Go Open Source) di BPPT beberapa waktu yang lalu, Kapolri menanyakan kapan sweeping akan dilaksanakan kepada Menristek. Menristek menanyakan ke Ketua Presidum Awari, Ibu Judith dan anggota yang pada saat itu hadir. Akhirnya sepakat tanggal tersebut warnet akan “merdeka” dari penggunaan bajakan. Jadi semua software yang mempunyai EULA harus beli asli, kalau tidak mampu membeli software yang asli, pakailah Linux.

Fatwa MUI juga menyatakan bahwa menggunakan barang bajakan dikategorikan haram. Sebenarnya dalam hati kecil kami, sebagai rakyat Indonesia tidak mau mempergunakan software bajakan, mau menghargai hak karya orang lain, tapi apa daya ga sanggup untuk belinya. Juga karena ketidak tahuan akan alternatif software OS yang lain. Suatu dilema.

Waktu saya dengar ada UU HKI tahun 2002, bingung saya, isi secara lengkap saja saya tidak tahu. Saat itu saya masih mengajar komputer. Apakah beli 1 software yang asli boleh dipake rame atau 1 software 1 komputer ? atau bagaimana ? Bagaimana dengan Linux ? Saya baca bukunya saat itu bingung saya … dan tidak ada satu orang pun yang menanyakan kursus Linux. Dan setiap pertemuan microsoft tidak secara tegas/tidak menerangkan bagaimana UU HKI tersebut atau saya tidak tahu tapi seingat saya tidak pernah dengar. Udah dech main tebak-tebakan. Berjalannya waktu… kita lupa tuh UU nya. Sampai saya keluar dari pekerjaan saya 2 tahun yang lalu, tidak ada sosialisai terhadap UU HKI tersebut.

Sekitar bulan Maret 2005, ribut soal software bajakan. Saya cepat-cepat panggil saudara saya yang bisa Linux, minta tolong settingin ke Linux, prosesnya melelahkan, penuh emosi, stress, ketakutan. Masalahnya dendanya Rp. 50 juta dan masuk ke kantong aparat. Rupanya tidak gampang untuk migrasi.

Banyak orang yang bertanya dan ingin tahu, apakah aparat/pemerintah/BSA/dephukum masih memakai software bajakan?. Apakah setelah semua warnet dan rental memakai software asli, aparat masih memakai bajakan ? Apakah semua komputer yang dipergunakan seluruh Indonesia baik dirumah, kantor-kantor besar akan disweeping juga ? Kalau hanya warnet saja yang disweeping, ADIL kah … Trus untuk membeli software mie kocok alias Microsoft pemerintah jangan pake APBN. Kalau ada yang murah dan bagus kenapa beli yang mahal !!

Setelah kita LEGAL semua, mereka akan mencari celah kesalahan kita, yang ga ada akan diadakan. misalnya izin usaha, izin keramaian, izin pariwisata, razia cybercrime, razia cyberp***n, razia mp3, dll. So What gitu lho … Ada yang sudah LEGAL tetap dirazia/disegel/kena denda dan mereka (aparat) saling lempar tanggung jawab.

Beberapa customer saya bilang, tetangga-tetangga saya yang aparat juga buka situs p***o. Bisa tidak bedain mp3 dari CD dan mp3 download dari internet? bisa tidak ?!!!

Polsek di Pamulang masih pake software bajakan, informasi ini saya dapat dari orang yang install komputer mereka.
Dari sekian kerepotan .. apakah ini cuma hangat-hangat tai ayam, akal-akalan pejabat kita

Dari sekian kerepotan … saya senang mengenal OS alternatif, karena saya sudah lama ingin belajar Linux, ga tahu belajar dimana, kalaupun sudah tahu belajar dimana .. ga punya waktu dan terlupakan.

Ah .. sudah … MEREKA MENYEBALKAN … MUNAFIK … BERANI SAMA YANG KECIL … SO WHAT GITU LHO …

Selamat ……….

Tanggal Posting :

8/6/2005

Selamat Deni, diterima di Farmasi UI, semoga sukses. Ete doain supaya bisa buka apotik sendiri. Trus kalau minta saran-saran obat apa yang bagus…. gratis donk …. becanda kok Deni. Dan kasih tahu yach kalau obat yang dikasih dokter ada yang mahal… kita pengin sich yang murah-murah tapi tokcer.

Deni, keponakan saya dari sepupu saya yang pertama. Dia senang banget waktu tahu diterima di Farmasi UI.

Sekali lagi SELAMAT dech …..