Si Gede dan Si Kecil

Si Gede

Dia menangis keras ditaman dekat rumah. Tangisnya membuat bising udara. Wajah cantiknya menarik perhatian saya. Waktu saya dekatin, tangisnya semakin keras. Sayang, saya tidak mengerti arti tatapannya. Saya cuma mengerti kalau dia terpisah dari ibunya dan kelaparan. Saya angkat. Saya dekap agar hangat, tangisnya rada mereda. Sambil berjalan ke arah rumah, saya berusaha mendiamkan agar tangis berhenti … hmm … tidak berhasil.

Sesampainya dirumah, saya membuat susu hangat untuk dia. Dia meminumnya dengan cepat. Ups … hati-hati nanti keselek. Lapar sekali dia. 2 gelas susu habis dengan cepat. Tak berapa lama, dia sudah dimandikan dengan wangi shampoo orang dewasa. Akhirnya dia tertidur dengan nyenyaknya. Ahhh … wajahnya terlihat tenang. Cukup lama dia tertidur. Dia beri nama si Kuning karena bulunya kuning dengan ekor pendek.

Beberapa bulan kemudian.

Dia tambah ganteng, cantik, lincah, lucu, manja, pintar, bandel, sangat sayang sama saya. Kadang-kadang saya kasihan lihat dia bermain sendiri apalagi kalau saya sibuk dan capek sepulang kerja, tidak bisa main bersama.

Dia perlu teman sepantaran minimal umurnya tidak terlalu jauh ….

Si Kecil

Tak lama kemudian di taman yang sama (taman itu kayaknya tempat pembuangan) terdengar tangisan yang menyayat hati. Wah, again … saya cari dimana datangnya suara itu. Ketemu … ada disuatu sudut … cantik sekali, matanya meruncing ke atas, saya baru lihat mata seperti itu. Warna bola matanya orange. Dia ini lebih bandel … takut-takut dia menghampiri saya. Saya dekap dan bawa pulang ke rumah. Saya beri susu hangat, dimandikan dan dia tidur. Dia beri nama si Putih karena bulunya putih dan berekor pendek.

Gede tidak keberatan ada makhluk baru dan mereka bermain bersama.

Akhirnya saya mengganti nama mereka untuk si kuning adalah Gede dan si putih dengan nama si Kecil.

To Continued …. kalau sempat :D