Akhirnya gigi geraham yang posisinya miring diangkat juga setelah sekian lama berjongkol diujung belakang mulut sebelah kanan. Saudaranya yang disebelah kiri dengan posisi yang sama sudah diangkat sekitar umur 22 tahun.
Gigi ini menganggu bila makanan keselip, ingin membuang makanan tersebut tidak cukup menggosok gigi, yaaa terpaksa dicongkel pake jarum jahit. Merepotkan, membahayakan dan tidak boleh dengan cara itu. Lagipula gigi yang miring itu tidak ada fungsinya.
Gigi yang diangkat ini sudah patah sebagian. Kapan dan makan apa sehingga terjadi patah, aul ga tahu … udah ketelan kali giginya :D. Aul lihat dikaca, gigi sebelum patah ini sudah hitam dan benar waktu diangkat giginya hitam.
Lama kelamaan, kalau kumur-kumur terasa ngilu dan rasa sakit sampai kemata, kepala pusing. Pernah saya tekan rahang yang sebelah kanan, wadaoo sakit …. Takutnya kalau didiamkan akan merembet ke gigi didepannya yang mengakibatkan gigi berlubang kalau kita tidak bisa menjaganya dengan baik. Contoh sepupu saya dengan kasus yang sama, karena didiamkan, gigi tetangganya menjadi berlubang, harus diangkat, ditambal.
Ga ada kamus tuh dikeluarga aul, gigi ditambal-tambal. Dan tidak ada dikamus keluarga aul sakit gigi.
Gigi geraham yang miring harus diangkat dengan operasi kecil, ongkosnya di UIN Rp. 900.000, kalau di drg. Indro (Mayor Laut Purn, mantan drg di RSAL Mintohardjo) ongkosnya Rp. 1.800.000,- kalau didiscount cuma bayar Rp. 1.500.000 -an.
Lucunya di UIN. Waktu datang kesana, dokternya bilang operasi sekarang … wah… kaget aul, ga mau deh operasi saat itu … ga siap mental lagi … aul takut jarum suntik. Lagipula giginya masih ngilu. Juga takut kalau terjadi apa-apa seperti istri paman dan sepupu saya yang lain. Dokternya pede ama lagi…. Kenapa ? karena saya sudah makan obat yang diberikan oleh drg. Indro, aul ga tahu fungsinya tapi obat itu sudah dianggap cukup oleh dokter mengambil tindakan pencabutan.
Kalau istri paman sakit stroke karena habis dicabut gigi. Yang ini ceritanya ga jelas, paman bilang, waktu dicabut sebelumnya ga dirontgen dulu main cabut aja, mungkin karena stress setelah dicabut atau memang ada darah tinggi, ga jelas deh … tapi anak-anak bilang strokenya gara-gara habis cabut gigi.
Kalau sepupu saya yang lain. Giginya dipatahin sama dokter, jadi giginya sekarang tingginya sejajar sama gusi… jadi kalau mau dicabut tuh gigi, gusinya harus dibelek dan sampai sekarang sepupu ga berani cabut giginya karena trauma ke dokter gigi. Terus dia ke dokter gigi yang lain, nah yang ini ga tahu ceritanya gimana tapi berkasus juga.
Kalau aul bertahan tidak mencabut gigi geraham yang kanan melihat kasus istri paman. Padahal soal cabut-mencabut gigi udah pernah dan ga pa pa tapi tetap aja takut booo.
Operasi sukses, dicabut ga terasa, pake bius lokal, disuntik di dua tempat. Sekarang statusnya, aul ga boleh terlalu banyak bicara kalau perlu ga bicara sama sekali. Ga boleh makan yang panas-panas, bolehnya minum dingin/es krim, makan bubur. Hari Sabtu, tanggal 11 Februari 2006, buka jahitan. Kondisi kembali benar-benar normal sebulan
Bius hilangnya 1 jam kemudian, sakitnya ga begitu terasa karena dikasih obat penahan sakit.
Aul disuruh minum susu tapi yang non fat. Kalau instan, full cream aul ga mau karena setiap minum susu tersebut jerawat langsung muncul dan sudah terbukti kalau ga minum susu jenis itu jerawatnya ga muncul. Aul diindikasikan kekurangan kalsium karena giginya patah
TQ dokter … lama ya … nyabutnya …:D … hmm cuma 15 menit kira-kira
Kapan-kapan bersihin gigi ya… 1 keluarga nich…. ada 5 orang … ga cape kan…:)






