Entries from November 2006 ↓
November 30th, 2006 — OpenOffice
Date Posted :
Office di linux disebut OpenOffice, untuk seterusnya saya singkat dengan OO. Office buatan M$ (Microsoft) terdiri dari Word, Excel, PowerPoint, Access, FrontPage, Microsoft Outlook dsbnya (kalau masih ada yang lain boleh ditambah, maklum udah ga begitu hapal lagi). Kalau di OpenOffice ada Writer (Word), Calc (Excel), Impress (PowerPoint), Draw, FrontPage (HTML Document).
Nah, saya akan bicara tentang Writer & Calc yang sering dipakai. Caranya semuanya sama dengan di Word dan Excel di M$. Cuma peletakkannya beda. Kalau Page Setup di Office M$ ada di File, tapi di OpenOffice adanya di Format, Page.
Di Writer, yang berhubungan dengan halaman (Page) ada di Format, Page, misalnya ukuran kertas, header n footer, border, margin kanan kiri, atas bawah, dll. Yang berhubungan dengan huruf ada di Character, contoh font, subscript n superscript di position dst. Yang berhubungan dengan Paragraf ada di Paragraph, misalnya spasi, tab, drops cap, dst.
Untuk Calc, yang berhubungan dengan kolom dan baris ada di Cell. Berhubungan dengan ukuran kertas, margin kanan kiri, atas bawah ada di Page.
Sisanya cari sendiri yach, tinggal klik aja kok, kalau ga ketemu minta sama Help aja. Kalau ga bisa baca di help, buka aja kamus. Saya aja kalau ada kata yang ga tahu artinya lihat kamus. Kalau ga bisa juga tanya sama yang udah bisa …
Perlu diketahui, kalau mengetik di OO dan Office harus mengetik dengan baik dan benar kalau tidak berantakan. Pengertian baik dan benar, misalnya mengetengahkan judul pake icon center jangan pake tab, spasi dll. Keliatan sih memang rapi tapi kalau dipindahkan ke OO, jadi ga tengah. Begitu juga kalau di OO mengetengahkan judul pake tab, spasi, indent, kelihatan sih rapi, pas dipindahi ke word yang tidak tengah. Jangan menyalahi LINUX, salah sendiri kenapa ngetiknya tidak sesuai tatanan.
Oh, ya sementara ini, LINUX tidak mengenal virus, yang bikin virus belum bisa cara membobol LINUX. Mudah-mudahan mereka ga bisa membobol LINUX sampai kapanpun juga.
Udah dulu … capek ngetik nich
November 30th, 2006 — Story
Pernah punya kacamata ? pasti pernah … untuk digunakan dengan berbagai alasan, misalnya untuk ngeceng, sakit mata, ga bisa lihat, takut matanya kena debu, koleksi, supaya ga kelihatan ngelirik atau mau pake aja … ihhh ga jelas gitu.
Saya pernah punya kacamata dengan alasan lihat jauh udah burem. Waktu kelas 2 SMA, suka duduk paling belakang, bukan karena saya bandel, suka aja karena bisa lihat seluruh kelas tanpa membalikkan badan dan bisa langsung lihat kalau ada adegan yang lucu dari teman-teman. Baru kepepet punya kacamata karena diprotes teman dengan nada bersungut, “Auliah, saya udah senyum dari jauh kok kamu ga bales sich !!!”. “Eh .. maaf saya ga lihat kamu senyum, yang kelihatan cuma badan yang burem”. Aduh parah nich …
Akhirnya dengan berat hati bilang ke ortu minta dibeliin kacamata. Rupanya beli kacamata itu ribet lho, saya maunya tetap cantik kalau pake kacamata (ceilee) dan uangnya sesuai dengan yang dimiliki bapak. Tapi bapak saya pengennya beli kacamata fiberglass, kalau saya nyebutnya plastik. Alasannya saya ini cereboh, kata orang padang “concongcadak”, takutnya baru 1 hari pake udah hancur. Trus saya juga alergi sama barang imitasi, karena pernah pake anting imitisi, lubang kuping saya bernanah. Yang dimaksud disini mungkin barang berlogam … gitu kali ye … Waktu dicek kedua mata saya min ¾. Saya juga ga keturunan pake kacamata, katanya kemungkinan bisa sembuh.
Eh, benar. Besok harinya baru ½ hari sekolah, kacamata udah saya dudukin …. Pernah dalam 1 hari, 3 kali jatuh dari kantong baju, pokoknya selama pake begituan, dia itu menderita dech … untung fiberglass. Sebenarnya saya ga pede pake kacamata, apalagi kalau ketemu si doi … aduh malu dech. Tapi pernah kepergok ga pake kacamata, dia malah tanya kacamatanya mana? aul harus sering make untuk supaya cepat sembuh … aduh tersentuhnya saya. Maklum anak dokter mata. Tapi aul ga tahan nich … geli, hidung saya gatal & pusing … nah lho … trus kalau wajah saya berkeringat pasti berembun, kurang canggih nich … Eh.. ga lama si Doi pake kacamata tuh … ga tahu kenapa … ga tanya … ikutan aul kali … ihh geer dech.
Cari akal gimana bisa lihat normal lagi. Akhirnya ketemu dech …minum juice wortel, vitamin A, minyak ikan, jangan baca buku sambil tiduran, lihat yang jauh-jauh, lihat yang hijau-hijau tapi bukan duit lho …. Sebenarnya ga suka ama wortel tapi apa daya untuk mata. Minggu pertama gpp minum juice wortel 1 gelas gede sehari, pas minggu ke 3, seorang teman tanya kenapa kulit & mata aul kuning ? auliah sakit kuning yach ? Wah gawat nich …
Pas pulang ke rumah, bilang ke ande (ibu) supaya takaran wortelnya dikurangi, vitamin udah ga makan, minyak ikan tetap 1 kali sehari .. ngabisin doank. Setelah kurang lebih 2 bulan, saya memberanikan diri buka kacamata … ouiii terang banget … cemerlang … silau ouiii … Semenjak ga pake kacamata suka ditanyain sama kakak kelas yang akrab, biasanya cowok-cowok … “Auliah kacamatanya mana … ?”
Tapi tetap saya harus hati-hati … yang penting jangan baca sambil tiduran, kalau matanya sudah cape baca jangan dipaksakan, berilah istirahat.
Beberapa tahun yang lalu, mungkin sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu, saya merasa ada gangguan dengan mata, akhirnya saya beli lagi kacamata, min masih ¾ … aduh gimana kok sama kayak waktu SMA dulu. Sayang, seribu sayang cuma semangat beli, cuma dipakai sebentar trus disimpan dech … habisannya hidung saya PUSING sich tapi ada untungnya, saya selalu dibuatin sama my mother juice wortel dicampur tomat … enak juga. Dulu saya ga suka wortel … itu lho rasa umbinya, sekarang sayuran favorit banget.
November 30th, 2006 — Komputer
Pandangan pertama saya dengan linux sudah lama mungkin sekitar tahun 2000 an. Lihat simaskotnya Pinguin Si Endut… lucu amat, senyum terus … smiling dengan mata jenaka, always ceria … bikin gemes.
Waktu pertama kali baca bukunya bingung. Salah satu kata yaitu distro, apa itu. Kok nama linuxnya banyak banyak banget … yang linux itu jadi yang mana ? dari pada pusing lebih baik tutup buku dan ga jadi beli. Untung di gramedia ada buku contoh, jadi saya ga beli kucing dalam karung.
Tahun 2004, ada pelatihan linux oleh MIFTA, ikutan dech. Akhirnya saya mengerti apa itu distro. Anggap aja Linux itu suatu organisasi dan mempunyai cabang-cabang namanya distro, distro itu bisa macam-macam namanya dan dibuat oleh siapa saja. Itu pemahaman saya, kalau salah … sori menyori dech…
Karena ada sweeping software bajakan dan telah diberlakukan dengan serius UU HKI tahun 2002, saya bersinggung kembali dengan Linux dalam artian sesungguhnya. Pertama-tama coba install Fedora Core 3, gratisannya si RedHat. Pengertian gratisan, software ini boleh dicopy, dipake rame-rame, jadi ga perlu beli CD asli untuk setiap komputer. Tapi murah lho harga perkepingnya, kalau ga salah Fedora Core itu ada 5 CD (sorry kalau salah lagi), 1 keping itu Rp. 20.000/Rp. 25.000. Kalau mau download di internet, banyak, gratis lho ga pake trial-trialan. Beli CDnya di www.gudanglinux.com atau datang ke toko gudang linux di ITC Kuningan, samping Mall Ambasador, lantai dasar, kalau ga ketemu tanya aja sama Satpamnya, mereka tahu semua. Tapi hati-hati lho LINUX ada yang bayar, contoh RedHat, Xandros dll, tanya aja yach ke orang yang paham dilinux
Installnya rada panjang juga. Kalau di Windows kan tinggal next…next. Di Fedora sebenarnya tinggal next aja, trus masukin CD sampai 5 buah, tapi waktu install itu cuma sampai 4 buah aja. Wah, karena rada panjang, saya tanya “ini ga ada yang lebih pendekan lagi. Sayang install Fedora ga sukses di processor VIA, memorinya kayaknya kurang … ga tahu dech … pokoknya ga sukses aja. Trus coba Vector Linux, sukses lho, cepat install tapi tetap aja panjang installnya hee..hee … tapi sayang kalau pake internet lemot banget … wah … berarti memorinya harus gede lagi nich … padahal bukanya ga banyak lho. Vector Linux, distro ringan, bisa dipakai di Pentium 1. Trus coba Lorma Linux katanya buat LTSP … nah yang ini gw ga nyambung … wah, installnya super panjang … trus kalimat yang sama keluar lagi “Ga ada yang pendekan lagi nih …” … aul jadi geli banget nich … Sebagai newbie (orang baru) di Linux … Linux itu ribet installnya … ampun dech …
Waktu install Linux, tempat saya musim hujan, kalau udah ada geledek, petir, tutup warnetnya, maklum udah pernah kena 2 x ama petir, untuk komputernya ga ada yang hangus. Jadi kerjaan rada lama … kasihan sama saudara aul yang ngeset linux padahal dia itu sibuk banget … tapi Thank’s Banget udah aul bikin repot.
Karena ga sukses install Fedora di VIA. Karena saudara saya sukses install Fedora di komputer dia yang pake Intel, untung aja server aul pake Intel, akhirnya, server pindah ke client … wah jadi suasana berantakan .. tapi ga pa pa yang penting pindah ke Linux.
Selama proses pindah ke linux dari bulan Maret, maag saya yang parah kambuh lagi, hampir seminggu lebih ga sembuh-sembuh. Obat maag yang dari dokter, mylanta ga mempan semua. Walaupun ga telat makan tetap ga sembuh-sembuh. Saya paling takut kalau kambuh seperti keram diperut dan susah bernafas, trus akhirnya muntah … sakit luar biasa banget. Akhirnya nyerah pas hari ke 9 (kira-kira), minum kunyit dan madu, alhamdulillah sembuh. Tapi ga berlangsung lama..kambuh lagi, ada pikiran, konflik, susah menerangkan ke bapak yang selalu bertanya “Sudah installnya? … sukses ga ? … ga bisa dimana ? … nanti ga pake harddisk disetiap komputer ? kok bisa ?” … “Komputer Linuxnya ga dipakai ?. Itu aja yang ditanya. Maklum takut ada polisi ingin razia. Walaupun saya bersusah payah untuk menerangkan tetap aja pertanyaan yang sama diulang lagi … dan tetap saya akan menjawab yang sama, pernah belum selesai ngomong … udah punya kalimat sendiri tapi salah … wah … kacau dech. Susah dech ceritanya.
Akhirnya, setelah dinanti-nanti bisa pake Fedora di Server dan semua client pake LTSP. Tapi ada masalah lagi nich ada network cardnya ga bisa ngedetect, akhirnya beli baru network cardnya. Walaupun udah selesai tetap masih susah karena belum bisa baca disket disetiap client, akhirnya repot dech di server melulu. Tapi akhirnya ketemu cara baca disket di setiap client … alhamdulillah
Walau dengan segala kesusahan, kerepotan, stress, pusing, nahan sakit, marah-marah, sewot, kesal. Dengan ketulusan hati senang berkenalan dengan LINUX.
Untuk sementara ini, ga terima Kursus Mie Kocok di tempat aul tapi ke rumah dengan syarat punya komputer di rumah … uuuuhhhhhh, yach gimana MAHAL sich Microsoftnya, trus ribet dech urusannya. Tapi kalau mau belajar OpenOffice boleh, saya terima dengan senang hati.
Pelanggan saya, yang udah pernah coba OpenOffice boleh mencantumkan di Curriculum Vitaenya Pendidikan Informal : Bisa OpenOffice (Writer, Calc), kan udah pernah coba. Hampir sama kan sama Office. Kan keren bisa LINUX, maklum masih jarang yang bisa … kali lho yach ?
Sering-sering aja ke tempat saya, dikasih tahunya gratis lho. Sering-sering tanya aja tapi nyewanya bayar yach … hee.hee….Kalau saya bisa jawab, tapi saya usahakan dijawab tapi maaf yach kalau ada pertanyaannya ga langsung dijawab masalahnya saya cari dulu maklum saya harus belajar dari 0 (nol) kembali tapi ga banyak kok …
Kan ga seperti di Office, yang sudah belajar selama 12 tahun dan sampai sekarang saya merasa selalu kurang dan ga 100% menguasai sampai ke jeroan produk dari Mie Kocok
Tapi gpp kok, belajar itu sampai akhir hayat.
Oh, ya … jangan sampai ada yang bilang ke kamu “HARI GINI GA BISA LINUX !!!”
Trus jangan bangga and sombong kalau pake produk Microsoft jika masih pake BAJAKAN. Jangan sampai ada yang bilang ke kamu “HARI GINI MASIH PAKE BAJAKAN !!!”
Juga jangan sombong n bangga kalau cuma bisa 1 OS. Yang pakar di Linux aja ga Sombong .. masa cuma bisa sedikit aja di software Microsoft aja udah sombong.
November 30th, 2006 — Komputer
Date Posted : August 19, 2005
Kenapa kalau nyimpan disket dirumah bisa menyimpan data dll tapi pas dibawa ke komputer lain ga bisa baca. Saya sudah tanya ke orang lain yang lebih pintar dalam perkomputeran, katanya “berarti disketnya cuma bisa dibaca di komputer dia ga bisa dibaca ke komputer orang lain”. Katanya “coba suruh dia ke rental lain, bisa tidak ? Lagipula maklum aja namanya disket ….”
Saya juga heran sama orang-orang yang suka menggeser … apa yach namanya … itu lho tutupan untuk menutupi piringan hitam disket … kan kalau lama-lama digeser-geser jadi longgar, kalau udah longgar, nyangkut dech ke dalam drive. Saya sering tuh drive floppy ga bisa dimasukin disket karena ada lempengan itu … nyangkut … terpaksa saya bongkar drivenya … kan bikin susah. Apa sich fungsinya digeser-geser … toh kalau ga bisa baca … yach ga bisa aja … ga ada hubungannya sama yang digeser-geser. Kalaupun akhirnya bisa … kebetulan aja.
Trus, disket kalau dibaca di driver floppy kedengaran suara kencang … ih menyeramkan … wah kalau dipaksain jebol dech drivenya .. kalau ada 1 hari ada 10 disket begitu bunyinya … bahaya … Pernah drive floppy saya dipaksa untuk dibaca akhirnya headnya kena … beli lagi dech yang baru karena di disk cleaner ga bisa juga ngebaca …
Disket baru beli belum diformat ? yach namanya buatan pabrik pasti ada yang kelewat … baju aja ada yang reject. Kalau tuh disket minta format, format aja lagi … Saya pernah lho beli 10 box disket merek “V”, 1 kotak kan isinya 10 buah, 7 buah disuruh format. Wah, gimana tuh … jadi saya yang kena komplain padahal bukan saya yang buat disket “V” lho …
Nah, sekarang udah tahu kan gimana tuh disket … jadi jangan percaya sama disket. Kalau ada data yang penting, backup aja banyak-banyak alias copy file itu dimana aja … OK …
November 30th, 2006 — Story
Date Posted :
Si Gede
Dia menangis keras ditaman dekat rumah. Tangisnya membuat bising udara. Wajah cantiknya menarik perhatian saya. Waktu saya dekatin, tangisnya semakin keras. Sayang, saya tidak mengerti arti tatapannya. Saya cuma mengerti kalau dia terpisah dari ibunya dan kelaparan. Saya angkat. Saya dekap agar hangat, tangisnya rada mereda. Sambil berjalan ke arah rumah, saya berusaha mendiamkan agar tangis berhenti … hmm … tidak berhasil.
Sesampainya dirumah, saya membuat susu hangat untuk dia. Dia meminumnya dengan cepat. Ups … hati-hati nanti keselek. Lapar sekali dia. 2 gelas susu habis dengan cepat. Tak berapa lama, dia sudah dimandikan dengan wangi shampoo orang dewasa. Akhirnya dia tertidur dengan nyenyaknya. Ahhh … wajahnya terlihat tenang. Cukup lama dia tertidur. Dia beri nama si Kuning karena bulunya kuning dengan ekor pendek.
Beberapa bulan kemudian.
Dia tambah ganteng, cantik, lincah, lucu, manja, pintar, bandel, sangat sayang sama saya. Kadang-kadang saya kasihan lihat dia bermain sendiri apalagi kalau saya sibuk dan capek sepulang kerja, tidak bisa main bersama.
Dia perlu teman sepantaran minimal umurnya tidak terlalu jauh ….
Si Kecil
Tak lama kemudian di taman yang sama (taman itu kayaknya tempat pembuangan) terdengar tangisan yang menyayat hati. Wah, again … saya cari dimana datangnya suara itu. Ketemu … ada disuatu sudut … cantik sekali, matanya meruncing ke atas, saya baru lihat mata seperti itu. Warna bola matanya orange. Dia ini lebih bandel … takut-takut dia menghampiri saya. Saya dekap dan bawa pulang ke rumah. Saya beri susu hangat, dimandikan dan dia tidur. Dia beri nama si Putih karena bulunya putih dan berekor pendek.
Gede tidak keberatan ada makhluk baru dan mereka bermain bersama.
Akhirnya saya mengganti nama mereka untuk si kuning adalah Gede dan si putih dengan nama si Kecil.
To Continued …. kalau sempat
November 30th, 2006 — Story
Date Posted :
Merupakan kebahagian melihat gunung dari kejauhan, warna biru ditimpali warna putihnya awan. Bila berdiri pagi hari antara pukul 5.30 WIB s/d 6.30 WIB ditrotoar Jl. Ki Mangunsarkoro, Margahayu, Bekasi Timur akan terlihat puncak gunung yang terletak di Bogor tapi dengan syarat cuaca cerah ceria. Dan bisa juga terlihat jajaran gunung dari jalan tol layang Cawang … hmm tapi tidak setiap hari bisa melihat gunung tersebut … yahhh tergantung situasi alam digunung itu.
Kalau di Villa Pamulang dan Perum. Bumi Mentari, Pondok Petir Sawangan Depok. Gunung akan terlihat besar. Tanggal 23 Januari 2006, dipagi hari sekitar jam 7 pagi, sengaja melewati daerah tersebut akan nampak sebagian gunung diliputi awan putih tebal, sebagian lagi menampak diri dengan warna biru, saat itu langit cerah ceria disinari matahari pagi yang hangat.
Norak selanjutnya adalah KERETA API. Pernah sengaja menunggu kereta api lewat setelah terdengar bunyi bahwa kereta api datang. Walaupun belum terlihat di ujung pandangan, saya akan menanti dengan setia. Setelah muncul, saya senang sekali dan akan saya lihat sampai tidak terlihat lagi di ujung pandangan.
Saya tidak masalah bila macet karena menunggu kereta api lewat, merupakan sesuatu kebahagian melihat benda yang panjang itu melintas dihadapan.
Hal tersebut diatas terjadi sebelum saya naik kereta api. Setelah merasakan naik kereta api, saya tidak pernah lagi menanti kereta api yang lewat, kapok. Naik benda yang panjang itu tidak menyenangkan, mandi keringat, empet-empetan, jorok, kumuh itu (kalau kelas ekonomi). Kalau mau turun di stasiun yang diinginkan harus menengok keluar “sudah sampai manakah kita?” juga jika mau turun, bingung deh turun dari sisi kanan or kiri … solusinya saya ikutin orang yang didepan terus jalannya harus cepat karena setiap stasiun berhentinya cuma sebentar. Masuk pun begitu … pokoknya naik kereta api itu tidak lebih dari pada naik bus.
Itulah 2 norak yang sudah terpenuhi. Gunung adalah norak yang menyenangkan dan kereta api sudah tidak menyenangkan lagi.
November 30th, 2006 — Uncategorized
Janganlah kecewa
Bila aku mengatakan kau adalah sahabatku
Janganlah marah
Bila ku katakan kau adalah temanku
Aku tidak mau orang lain merampas dari sisiku
Aku tidak mau orang lain berbuat jahat terhadap kita
Aku tidak mau orang bercerita tidak benar tentang kita
Kita tentu tidak tahu berapa banyak yang iri pada kita
Kita tentu tidak tahu berapa banyak orang yang terluka karena kedekatan kita
Maafkan …
Biarlah hanya kita yang tahu
Biarlah Tuhan yang tahu
Orang lain tak boleh tahu
Biarlah mereka mereka-reka
Janganlah marah …
Kau selalu yang tersayang bagi ku
November 30th, 2006 — Story
Menurut saya, dibawah ini adalah doa atau puisi. Didapat dari undangan pernikahan sepupu saya “Mukti Ali Munir”. Maklum baru baca seperti dibawah ini, biasanya kalau ada undangan cuek bebek cuma baca siapa yang nikah. Judulnya CINTA. Berikut isinya :
CINTA
Ya Robbi,
Saat aku menyukai seorang, ingatlah aku bahwa ada sebuah akhir, sehingga aku tetap bersama yang tak pernah berakhir.
Ya Robbi,
Ketika aku merindukan seseorang kekasih, rindukanlah kepada yang rindu cinta sejatimu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi.
Ya Robbi,
Jika aku mencintai seseorang, temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu, agar bertambah kuat cintaku pada-Mu.
Ya Robbi,
Ketika aku sedang jatuh cinta, jagalah cinta itu, agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Robbi,
Ketika aku berucap “Aku Cinta Padamu” biarkanlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu …
Amien 3x Ya Allah ya Robbal ‘Alamin…
November 28th, 2006 — Artikel
Date Posted : February 12, 2006
Tanggal 14 Februari seluruh dunia merayakan hari “Valentine”. Gambar hati, cupid, warna pink sebagai simbol Valentine ada dimana-mana. Tahukah Anda sejarah lahirnya Valentine ? Coba klik disini
November 28th, 2006 — Kesehatan
Date Posted : February 07, 2006
Aul senang deh ada peraturan dilarang merokok ditempat umum. Perokok itu egois. Ga mikirin kesehatan orang lain. Perokok itu ga beradab, ga punya sopan santun … tidak menghargai orang … tidak menghargai diri sendiri … tidak menghargai hasil jerih payah sendiri… uang kok dibakar …!!!! Mereka bisa disamakan menghisap narkoba…
Udah mulut perokok bau… super bau … baunya itu lho bikin kepala pusing banget , ga sembuh pusing kepalanya walaupun udah minum obat pusing, malah pusingnya berlanjut sampai keesokan harinya.
Udah bau asapnya bikin baju aul jadi bau rokok.
Kalau Aul sakit gara-gara menghisap asap rokok.. aul tuntut …
Hidup Bang Yos…
November 28th, 2006 — Promosi, Story
Date Posted : February 07, 2006
Paling menyenangkan mencoba resep masakan. Banyak lucunya, kesel, gagal, berhasil, ribet, berantakan.
Yang paling ingat aja aul ceritain …
Paling ingat bikin donat untuk pertama kalinya. Wah cape bikin adonannya, berkeringat, tangan pegel. Maunya sih pake mixer yang adukannya untuk roti, tapi kayaknya ga tega deh sama adukannya … takut patah. Pake alat tradisional aja yaitu tangan, cape …cape deh. Sambil kerja mikir aja, “lama banget kalisnya”. Sebentar-bentar tanya ke ibu “udah belum…” Pasti jawabnya belum. Akhirnya sudah ga lengket “Alhamdulillah” … wah kayak olah raga aja .. udah turun berapa kilo … ha ha haha. Giliran membulatkannya juga tidak bagus-bagus banget. Waktu pake cetakan, pas dilepas dari cetakan masih lengket, bodo ahh yang penting udah jadi. 2 kali didiamkan… asyik donatnya gede. Senang deh, ibuku juga senang karena ibu ga pernah bikin segede gitu. Dari ukuran kecil bisa 2 kali lipat :P. Terus hasilnya empuk banget terus dapatnya banyak.
Nah, kebiasan jelek keluarga gw, kalau sekali berhasil minta terus dibuatin :D. Beberapa hari kemudian sewaktu pulang kerja, baru aja buka pintu pagar. Ibu langsung menyambut dan berkata “Auliah, bikin donat, udah ada kentang, sudah disediakan semua bahan, tinggal ditimbang, buatnya setelah makan, sholat ya …”. Wah … :=)) … lemes deh :)). Tapi gpp bisa ada sarapan pagi tambahan dari pada beli roti. Tapi yang jelas, Auliah ga mau buat donat terus-terusan cape nih … bisa turun berapa kilo :)). Tapi tetap aja sebulan kemudian disuruh buat lagi :=)).
Buat empek-empek. Suksesnya dikuahnya. Kalau di empek-empeknya … amis banget, padahal udah direndam berjam-jam pake jeruk nipis dan cuka sampai tuh ikan pucat. Menurut Mia, ikannya sudah tidak segar. Masalahnya ikan tenggiri itu memang susah didapat di Pasar Baru Bekasi dan Pasar Margahayu, terus kalau ada harganya mahal dan kurang bagus. Karena saya tanyain terus ikan Tenggiri/Belida akhirnya beliau terpaksa beli.
Kalau bikin Mie Bakso, sukses sih kalau ditambah mecin. Kalau ga pake mecin banyakin bumbunya (jamin enak ga ya ??!! … hmmm) dan baksonya harus yang segar/bagus kalau perlu bikin sendiri. Begitu juga mie ayam kalau mau enak tambahkan mecin dan yang penting mie yang bagus punya … saya lupa merk mie yang enak. Dijamin seperti yang dijual. … mabok .. mabok deh makan mecin melulu … sakit tau rasa loo.
Kalau Sate Padang, bumbunya ditakarin 2 kali lipat aja dari resep. Pedesen aja kalau diresep cabenya kurang atau tidak ada tambahan lada. Kalau pake lidah, harga sate mahal karena lidah itu juga mahal, tapi kalau campuran jeroan … untungnya juga gede karena hasilnya banyak.
Kalau bikin serabi, kalau diresepnya : diamkan selama 1 jam, jangan diikutkan .. diamkan aja 5 jam. Pernah saya ikutin, hasilnya tidak bagus. Kata ibu, kalau zaman dulu, bikin sore paginya baru dimasak. Saya coba lagi diamkan lama dan memang berhasil.
Kalau bikin bolu kukus, ini sempat diprotes sama ibu .. again. Kukusannya bisa muat 20 cetakan, tapi saya isinya cuma 5. Kata ibu “Gimana cepat selesai kalau isinya 5 biji dan sama juga ngabisin minyak tanah, kalau dijual rugi bandar” :)). Saya sih ngikutin yang ditulis diresep, katanya “Jangan diisi banyak-banyak supaya mekarnya bagus”, begituloh… Akhirnya saya taruh 10 biji, hasilnya tetap bagus.
Nah, segitu dulu .. suka duka didapur … hmmm ada yang ga bisa hapal sampai sekarang yaitu bumbu masakan padang … sebenarnya sama semua jenis masakannya, cuma masakan A bumbu ada yang dikurangi, kalau masak masakan B bumbunya ada yang dilebihkan … kayaknya harus dicatat dan ditimbang versi masakan ibu ….
November 28th, 2006 — Kesehatan, Komputer, Promosi, Story
Date Posted : 2/11/2006
Klinik ini terletak di samping mesjid UIN. Merupakan bagian dari Universitas Syarif Hidayatullah. Kesan pertama masuk, tempatnya kecil tapi padat. Bersih banget dan semua orang disana ramah-ramah. Perempuannya semua pake jilbab. Teratur dan rapi.
Ada tempat yang menjual kacamata, apotik, ruang rontgennya ada dua buah. Tempat pendaftaran pasien baru dan lama yang ingin berobat. Ada UGD. Laboratorium. Ada kotak saran. Ruang Customer service. Beberapa TV, beberapa kursi roda, ada mobil ambulance dll…
Oh.. ya ada Cowok berwajah Timur Tengah keluar masuk UGD… ganteng juga … bisa bahasa Indonesia lho… 
Di Klinik UIN ada beberapa Poli. Yang sangat ingat aja ya … Poli Gigi, Poli Kulit & Penyakit Kelamin, Poli Anak, Poli Mata, Poli … dll deh …. lupa …. ke sana aja … gimana … 
Untuk ukuran klinik .. rame banget … kayak rumah sakit …
Disana ada rawat inap tidak ya ? Kalau rumah sakit bersalin ada tapi tempat terpisah. Kalau mau lihat petanya ada di bagian tempat pendaftaran
Hmm…. disana komputernya pake OS Linux. Sayangnya pegawainya tidak tahu pake distro apa …
Untuk WC .. nah yang ini penting banget bagi aul … WCnya wangi kamper dan bersih banget ….
November 28th, 2006 — Kesehatan, Story
Akhirnya gigi geraham yang posisinya miring diangkat juga setelah sekian lama berjongkol diujung belakang mulut sebelah kanan. Saudaranya yang disebelah kiri dengan posisi yang sama sudah diangkat sekitar umur 22 tahun.
Gigi ini menganggu bila makanan keselip, ingin membuang makanan tersebut tidak cukup menggosok gigi, yaaa terpaksa dicongkel pake jarum jahit. Merepotkan, membahayakan dan tidak boleh dengan cara itu. Lagipula gigi yang miring itu tidak ada fungsinya.
Gigi yang diangkat ini sudah patah sebagian. Kapan dan makan apa sehingga terjadi patah, aul ga tahu … udah ketelan kali giginya :D. Aul lihat dikaca, gigi sebelum patah ini sudah hitam dan benar waktu diangkat giginya hitam.
Lama kelamaan, kalau kumur-kumur terasa ngilu dan rasa sakit sampai kemata, kepala pusing. Pernah saya tekan rahang yang sebelah kanan, wadaoo sakit …. Takutnya kalau didiamkan akan merembet ke gigi didepannya yang mengakibatkan gigi berlubang kalau kita tidak bisa menjaganya dengan baik. Contoh sepupu saya dengan kasus yang sama, karena didiamkan, gigi tetangganya menjadi berlubang, harus diangkat, ditambal.
Ga ada kamus tuh dikeluarga aul, gigi ditambal-tambal. Dan tidak ada dikamus keluarga aul sakit gigi.
Gigi geraham yang miring harus diangkat dengan operasi kecil, ongkosnya di UIN Rp. 900.000, kalau di drg. Indro (Mayor Laut Purn, mantan drg di RSAL Mintohardjo) ongkosnya Rp. 1.800.000,- kalau didiscount cuma bayar Rp. 1.500.000 -an.
Lucunya di UIN. Waktu datang kesana, dokternya bilang operasi sekarang … wah… kaget aul, ga mau deh operasi saat itu … ga siap mental lagi … aul takut jarum suntik. Lagipula giginya masih ngilu. Juga takut kalau terjadi apa-apa seperti istri paman dan sepupu saya yang lain. Dokternya pede ama lagi…. Kenapa ? karena saya sudah makan obat yang diberikan oleh drg. Indro, aul ga tahu fungsinya tapi obat itu sudah dianggap cukup oleh dokter mengambil tindakan pencabutan.
Kalau istri paman sakit stroke karena habis dicabut gigi. Yang ini ceritanya ga jelas, paman bilang, waktu dicabut sebelumnya ga dirontgen dulu main cabut aja, mungkin karena stress setelah dicabut atau memang ada darah tinggi, ga jelas deh … tapi anak-anak bilang strokenya gara-gara habis cabut gigi.
Kalau sepupu saya yang lain. Giginya dipatahin sama dokter, jadi giginya sekarang tingginya sejajar sama gusi… jadi kalau mau dicabut tuh gigi, gusinya harus dibelek dan sampai sekarang sepupu ga berani cabut giginya karena trauma ke dokter gigi. Terus dia ke dokter gigi yang lain, nah yang ini ga tahu ceritanya gimana tapi berkasus juga.
Kalau aul bertahan tidak mencabut gigi geraham yang kanan melihat kasus istri paman. Padahal soal cabut-mencabut gigi udah pernah dan ga pa pa tapi tetap aja takut booo.
Operasi sukses, dicabut ga terasa, pake bius lokal, disuntik di dua tempat. Sekarang statusnya, aul ga boleh terlalu banyak bicara kalau perlu ga bicara sama sekali. Ga boleh makan yang panas-panas, bolehnya minum dingin/es krim, makan bubur. Hari Sabtu, tanggal 11 Februari 2006, buka jahitan. Kondisi kembali benar-benar normal sebulan
Bius hilangnya 1 jam kemudian, sakitnya ga begitu terasa karena dikasih obat penahan sakit.
Aul disuruh minum susu tapi yang non fat. Kalau instan, full cream aul ga mau karena setiap minum susu tersebut jerawat langsung muncul dan sudah terbukti kalau ga minum susu jenis itu jerawatnya ga muncul. Aul diindikasikan kekurangan kalsium karena giginya patah
TQ dokter … lama ya … nyabutnya …:D … hmm cuma 15 menit kira-kira
Kapan-kapan bersihin gigi ya… 1 keluarga nich…. ada 5 orang … ga cape kan…:)
November 28th, 2006 — Story
Date Posted : 2/2/2006
Tante saya sepupu dari Bapak yang paling bungsu, trauma BANJIR. Tahun 2002, hampir semua wilayah kota Jakarta terkena banjir begitu juga Bendungan Hilir kediaman Tante. Tante punya usaha LPK Komputer. Alhamdulillah, CPU, Monitor, semua buku-buku, diktat dll tidak kena banjir karena sudah diletakkan dilemari paling atas. Sisanya dibawa kerumah Kakaknya yang tidak terlalu jauh dari tempat kerja. Di rumah kakaknya lantai dasar yang terkena itupun cuma sedikit.
Setiap lewat kali sungai Ciliwung pasti beliau kasih komentar “Airnya deras sekali”, “Tinggi sekali airnya”. Kalau mendung, hujan .. raut wajahnya cemas.
Kalau saya sendiri sama geledek, kilat. Pernah makan siomay di bawah mesjid Al Azhar, sore-sore, langit mendung, angin kencang, buru-buru makannya, bentar-bentar lihat langit. Ga peduli diliat orang. Kebetulan dikanan saya berdiri mantan Ketum Yisc Al Azhar (Ahmad Maksum) tau deh ngeliati ga ya … malu kan … kalau cara makannya kayak dikejar setan. I don’t care … cari aman, udah bayar, langsung kabur ke sekre, duduk didepan TV …. aman deh .. ga lama kemudian hujan disertai geledek, kilat walaupun ga gede-gede banget. Ups .. lupa nonton dekat dengan TV .. kalau TVnya kena petir gimana ya .. langsung saya mundur agak jauh … ups lupa lagi … kan Jakarta masih lebih aman dari pada Pondok Petir. Mesjid Al Azhar itu ada penangkal petirnya ga ya ?
Mau pulang ke rumah telepon dulu .. dirumah ada hujan ? Or udah selesai ga hujannya, udah ga ada geledek tidak ? Kalau udah aman .. baru pulang … tapi kalau di jalan masih hujan … terjang aja … berani mati … hmm gimana kalau hujannya ga selesai sampai besok pagi lagi … ? gimana tuh … bisa-bisa tidur dijalan.
Naik bis, mikirnya .. kalau kesamber petir gimana ya ? … ada kilat … kaget gw … mau berusaha lebih nyantai … diusahakan sih … tapi … kalau tidur dibis .. aul ga biasa tidur di BIANGLALA … keamanan tidak terjamin, kalau di bis MAYASARI BHAKTI jurusan BEKASI berani donk untuk tidur nyenyak … maklum ga ada halte di jalan tol dan makhluk pada jelas semua.
Jadi kalau di luar rumah, ada geledek, ada kilat kebanyakan takut, sebentar-bentar kaget, ga berani pake payung … aduh .. please deh … AULIAH … sampai kapan … GA TAU deh …
PARNO …PARNO …
November 28th, 2006 — Artikel
Tanggal Posting : 12/27/2005
Dari milist Anak Ngopi
Pengirim : Retny
Tanggal : 27 Desember 2005Dear All,
Jangan terlalu percaya memberikan nomor2 id pribadi anda kepada orang yang baru dikenal agar tidak ada sheila-sheila lain yang mengalami hal di bawah ini……
Sheila sedang asyik bercengkerama dengan rekan-rekannya di salah satu chat room Yahoo Messenger ketika salah seorang chatter bertanya dimana lokasi tempat dia chat. Dengan santainya dia menjawab bahwa ia berada di sebuah internet café di satu daerah di Jakarta.
Tiba-tiba satu window private message menyapanya dan menebak dengan tepat lokasi tempatnya online. Sheila tidak mengindahkan dan dia tetap asyik melanjutkan gurauannya dengan rekan-rekannya yang lain di chatroom.
“BUZZ” !! Suara itu mengagetkannya dan memancing perhatiannya untuk beralih lagi ke window private message tadi. Orang di seberang sana mengatakan akan segera meluncur ke tempatnya, tapi “ahh…buat apa? Gue lagi nggak pengen ketemu siapa-siapa!” jawab Sheila cepat. Sheila tidak sadar bahwa dengan jawabannya itu dia sudah dengan secara tidak langsung membenarkan perkiraan
lokasi tempatnya biasa bermain internet. And then, “pokoknya tunggu yah, gue sebentar lagi sampai di sana!” kata si pengirim message dan ketika Sheila mengetikkan jawaban “Nggak ah!” si pengirim pesan sudah offline.
About a half an hour, someone came to her and “Sheila?” katanya. “Yes? Siapa ya?” jawab Sheila dengan lugu. “Gue yang tadi message loe. Nick gue surya” Dan Sheila hanya bisa terbengong sambil tertawa karena secepat itu orang yang baru saja bicara dengannya di online chat sudah berdiri di hadapannya.
Sheila memang orang yang cepat beradaptasi dan mudah bergaul. Dia disukai banyak teman-temannya karena sifatnya yang suka menolong dan murah hati. Dia juga selalu menjadi penyegar suasana ketika berkumpul dengan teman-temannya. Sangatlah mudah bagi Sheila untuk masuk ke dalam suatu percakapan akrab
dengan orang yang baru saja dikenalnya. Sheila menganggap bahwa teman bisa didapatkan dimana saja, virtual maupun dalam kehidupan di sekitarnya. Dan dengan teman barunya inipun Sheila cepat menjadi akrab hanya dalam hitungan menit.
“Ayo deh kita jalan, temenin gue makan” ajak Surya.
“Ah, gue dah makan, lagian kita mau jalan kemana sih?” Sheila menolak dengan halus. “Yah, kemana aja, yang penting gue mau makan dan gue pengen ada temen buat cerita” kata Surya lagi.
Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Sheila setuju. Sheila bahkan sempat mengajak Surya untuk mengintip web camnya dan menunjukkan kepada salah seorang sahabatnya dengan siapa dia akan pergi.
Di perjalanan, melalui beberapa percakapan, Sheila mengetahui kalau Surya ternyata sudah menikah dan ia sedang bermasalah dengan istrinya. Sheila dengan manis mendengarkan keluh kesah Surya dan sesekali memberikan komentar atas ceritanya. Sheila berusaha menahan perasaannya walaupun dalam hatinya dia menyesal telah menyetujui pergi dengan seorang “suami” yang sedang bermasalah dengan istrinya. Sheila menjadi pendengar yang baik dan memberikan sedikit masukan kepada Surya agar lebih bersabar menghadapi istrinya.
“Terus, kenapa thingy loe lagi berantem sama istri loe malah jalan sama gue?” Tanya Sheila.
“Gue lagi perlu temen buat cerita, gue tertekan setiap kali istri gue bicara kasar sama gue, dan memperlakukan gue tidak sebagai suaminya” kata Surya sedih.
“Yah, gue turut prihatin, tapi sebaiknya loe pulang dan berbaikan lagi karena mungkin dia hanya sedang emosi aja” bujuk Sheila.
Surya kelihatannya baik, kata Sheila dalam hati. Sheila benar-benar bisa melihat kegalauan perasaan Surya ketika bicara dengannya. Surya adalah laki-laki yang lembut di mata Sheila ketika itu. Dan ketika Surya mengeluarkan kartu namanya, secara spontan Sheila pun mengeluarkan kartu namanya tanpa prasangka buruk apapun. Baginya, teman adalah teman, dan teman harus saling menolong di saat yang paling sulit sekalipun. Ah Sheila….betapa polosnya kamu.
Surya mengantar Sheila sampai di depan tempat kosnya. Sebuah pertemuan yang manis dan tidak ada suatu kejadian pun yang membuat Sheila berfikir buruk akan sesuatu yang akan terjadi di kemudian hari.
Keesokan harinya, seperti biasa Sheila sibuk dengan aktifitas kerjanya di kantor. Tiba-tiba handphone nya berdering dan dilihatnya nomor telephone Surya di layar handphonenya.
“Hallo…….” sapanya dengan manis.
Tapi sebuah jawaban yang sama sekali tidak diduganya seketika itu juga membuat Sheila kaget setengah mati.
“Siapa loe??? Kenapa nomor telephone loe ada di handphone suami gue??” bentak seorang wanita di seberang sana.
Sheila shock! Tapi dia dengan cepat bisa mengatasi suasana hatinya dan menjawab dengan santai “Lho, kenapa anda tidak bertanya pada suami anda? Dan kenapa tiba-tiba telephone saya dengan marah-marah?”.
Wanita itu menjawab, “Ahh…loe pasti janjian sama suami gue ya??? Ngapain loe sama suami gue??” bentak wanita itu lagi.
Masih dengan perasaan kaget Sheila menjawab, “Sebaiknya anda tanyakan kepada suami anda kenapa nomor telephone saya bisa ada di situ, dan maaf saya sedang bekerja, telinga saya sakit mendengar anda teriak-teriak di telephone, maaf sekali lagi, saya matikan ya?”
Dan klik, Sheila memutuskan pembicaraan telephone tadi masih dengan terheran-heran. What the the devils playground is going on?, katanya dalam hati.
Handphonenya berdering lagi. Nomor telephone Surya kembali muncul di layar handphone nya. Sheila memasukkan handphonenya ke laci meja kerjanya. Tapi handphone nya tidak berhenti berdering. Akhirnya dengan perasaan berat dia menjawab telephone itu. Dan caci maki kembali terdengar di seberang sana. Sheila mematikan handphonenya dan mendiamkannya selama beberapa menit.
Dihelanya nafas panjang. “Salah makan apa ya orang itu sampai begitu?” pikirnya dengan santai.
Setelah setengah jam, dinyalakannya kembali handphone nya. Dan kembali handphonenya berdering. Nomor telephone Surya kembali muncul. Tapi kali ini Sheila tidak sabar lagi. Dia tidak mau orang memaki-maki dia tanpa kesalahan yang dia buat. Sheila bersiap-siap membalas apabila yang didengarnya hanya caci maki lagi. But then yang didengarnya…
“Sheila, maaf ya tadi kalau istri gue bicara kasar sama loe, gue jadi nggak enak, tolong dimaafin ya” suara Surya terdengar lemah di seberang sana.
Sheila yang sudah bersiap-siap marah menjadi iba. Dan dijawabnya dengan lembut “It’s ok Sur, mungkin dia mood nya sedang jelek sekali, ya udah nggak apa-apa”
“Thanks ya Sheil, sekali lagi maaf” kata Surya makinlemah.
“OK Sur, no problem. But are you ok?” Sheila hanya memastikan sesuatu tidak terjadi di sana. And the word “are you ok” did not mean anything but her concern as a friend.
Tapi tiba-tiba di seberang sana seseorang kembali berteriak. “Mau ngapain loe nanya-nanya suami gue OK apa nggak hah?? Dasar gatel loe!!”
Sheila kembali kaget. poopie! It was a conference call! darn! What the the devils playground is going on with these people? Pikirnya dalam hati. Tapi yang keluar dari mulutnya saat itu adalah, “Oh maaf saya tidak ada maksud apa-apa, saya tutup ya telephone nya? Saya harus kerja lagi. Bye..”
Kali ini Sheila benar-benar tidak habis pikir. Disenderkannya punggungnya ke kursi kerjanya dan Sheila terdiam beberapa saat. Sheila hanya bisa tersenyum kecut mendapatkan sumpah serapah yang baru saja didengarnya. Tapi Sheila tetap bersikap tenang karena dia tidak merasa melakukan kesalahan apapun. I didn’t do anything wrong! Katanya berkali-kali dalam hati.
Sejak itu, masa-masa tenangnya terganggu. Seringkali di saat weekend time yang dilaluinya bersama keluarga, dia mendapatkan sms-sms kasar yang isinya mencaci maki dan mengancamnya. Padahal dia sudah sangat ingin melupakan bahwa dia pernah berkenalan dengan seorang bernama Surya. Dia tidak pernah
menanggapi ataupun membalas sms-sms tersebut. Sampai suatu ketika datang sms yang benar-benar memancing emosinya.
“Awas ya kalo loe masih ganggu suami gue, gue siram muka loe pake air keras! Gue udah tau loe kerja dimana dan gue akan bikin heboh di kantor loe karena loe gangguin suami orang! Dasar perek!”
Dan Sheila akhirnya membalas sms tersebut. Pertahanannya untuk tidak menanggapi sms-sms kasar apapun yang didapatnya akhirnya runtuh. “Saya tidak pernah mengganggu suami anda. Sebaiknya anda selesaikan masalah anda berdua tidak melibatkan saya. Dan kalau sampai terjadi sesuatu dengan saya, sms anda ini akan saya jadikan bukti bahwa anda pernah mengancam saya.” Klik! Sending….
Dan balasannya? “Ahhh dasar perempuan murahan! Cari duit yang halal thing! Jangan morotin suami orang! Gue gak takut! Gue udah pernah dipenjara 3 kali dengan kasus terhormat!”
Hm….kasus terhormat? Dan Sheila membalas lagi, “Yah…mungkin ini nanti akan menjadi kasus pertama anda masuk penjara dengan tidak terhormat”
Dan di seberang sana semakin panas mendapat jawaban Sheila. Makin banyak kata-kata kasar dan sumpah serapah yang “melibatkan” anggota tubuh paling vital dari seorang wanita ataupun pria. Sheila menahan emosinya sambil berkaca-kaca. I didn’t do anything! Why is this woman keep abusing me with
these? desahnya dalam hati.
Ketika Sheila tak dapat menahan emosinya, dikirimnya sms “Kita selesaikan masalah ini, saya capek ngetik sms, silakan angkat telephone saya, dan kita bicara”
Sheila menghubungi nomor handphone Surya. Ringing. No answer. It was connected but no one answered the phone. She tried again. Still no answer. Sheila berfikir mungkin orang ini sedang tidak ada di dekat handphonenya. Tetapi beberapa detik kemudian, masuk lagi sms yang isinya sama kasarnya dengan sebelumnya. Dicobanya lagi menghubungi nomor tersebut. Still no answer. Beberapa saat kemudian masuk lagi sms. Dia coba telephone lagi. Tetap tidak dijawab! darn! What does she want? Tidak mau bicara di
telephone? Kalau memang penasaran dengan saya kenapa telephone saya tidak dijawab? It’s weird! Aneh! pikir Sheila.
And a thought across her mind. Jangan-jangan…hm… apakah ini permainan Surya sendiri? Seorang wanita yang bisa menghubungi dia hanya untuk memaki-maki, tidak mau menjawab telephone? Impossible! Then maybe it’s Surya himself who sent me those sms? Ahh… Sheila jadi pusing. Dimatikannya handphonenya dan kembali berkonsentrasi kepada pekerjaannya.
Dan semuanya tidak berhenti sampai di situ. Sheila mendapat terror telephone dari nomor Surya yang ketika diangkatnya selalu mati. Dan ketika diangkat Surya selalu mengulang bicara kalimat yang sama “Sheila, jangan pernah telephone-telephone saya lagi ya, saya nggak bisa berhubungan dengan kamu lagi” What the… ??? Emosi Sheila tak terbendung lagi. Siapa juga yang selalu menghubungi. Sheila never called Surya! Surya was the one who tried
to call her so many times!
Sheila tak mau peduli lagi. Sheila tak pernah mau menjawab telephone Surya. Sampai suatu ketika, telephone di ruang kerjanya berdering dan seperti biasa Sheila menjawab semua telephone dengan ramah. Surya ternyata si penelepon itu. Dan katanya “Sheila, gue cuma mau menegaskan bahwa sebelumnya kita tidak pernah saling mengenal, dan sekarang anggap saja kita tidak saling
kenal satu sama lain. Loe nggak perlu ganti nomor handphone dan menghindari telephone gue. Cuma kalau nanti terjadi sesuatu di belakang hari, gak ada hubungannya dengan gue ya!”
Arghhh….Sheila sudah lelah dengan semua itu. Dia malas bicara dengan orang gila ini. Sheila tidak pernah menelephone Surya dan setiap kali, Surya entah apa yang ada di sekitarnya, selalu memutarbalikkan seolah-olah Sheila adalah wanita yang selalu mengejar-ngejar Surya. Come on Surya, get real man! You’re not even my type! ejek Sheila dalam hati.
1 minggu berlalu. Keadaan tenang tanpa sms caci maki ataupun
telephone-telephone dari nomor yang sengaja di “hidden”. Sampai suatu pagi, Sheila kaget melihat begitu banyak sms di inbox nya. Full! Ketika dibuka, Sheila got no idea what the people said in their sms. Mostly mereka bertanya dengan sopan. Ada juga yang secara vulgar menanyakan bagaimana bisa memuaskan nafsu Sheila.
Sheila terbengong-bengong membaca sms-sms yang masuk. Dan ketika ada sms yang kelihatannya ramah, dia membalas bahwa dia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh orang-orang yang mengirim sms kepadanya. Telephone masuk dari nomor-nomor yang tidak dikenalnya juga membuat handphonenya tidak berhenti
berdering.
Dan ternyata….
Dari salah seorang penelepon yang ramah dan sopan, Sheila mengetahui bahwa identitas nya telah dimasukkan oleh seseorang yang tidak dikenal ke dalam mailing list esek-esek. Lengkap dengan cerita palsu tentang petualangan seks dan nomor telephone Sheila. Parahnya lagi, orang ini memasukkan nomor telephone kantor Sheila!
Sheila hanya bisa menghela nafas. Sama sekali tidak pernah terfikir olehnya bahwa kejadiannya akan demikian complicated. Hanya satu yang ada dipikirannya, “kenapa orang ini begitu niat menghancurkan saya?” pikirnya sedih.
Sejak itu, Sheila tidak pernah lagi menjawab telephone-telephone dari nomor yang tidak dikenalnya. Juga tidak membalas sms-sms yang masuk. Inboxnya full dengan pesan-pesan dari orang-orang yang ingin mengajaknya kencan. Tetapi banyak juga yang baik dan sopan menanyakan kebenaran dari semua itu. Tapi Sheila tak ada keinginan untuk membalas pesan mereka. Sampai Sheila akhirnya
memutuskan untuk bergabung dengan mailing list tersebut dan mengklarifikasi semuanya.
Sheila menulis dengan rendah hati dan tidak emosi dan meminta maaf kepada para pengirim sms ataupun penelephone karena dia tidak akan menjawab satupun sms atau telephone dari mereka.
Sejak itu, ajakan-ajakan ataupun sms agak berkurang. Sampai suatu saat telephone di kantornya berdering. Seseorang me-reconfirm appointmentnya dengan Sheila di kantornya. Sheila kaget. Menurut orang ini, Sheila dan dia bicara agak lama di telephone dan mereka janjian untuk kencan. darn!!!
Sheila hanya menjelaskan kepada orang ini bahwa seseorang telah berpura-pura menjadi dirinya dan berniat merusak nama baiknya. Si penelepon mengerti dan meminta maaf. Dia bahkan ikut prihatin dengan kejadian yang dialami Sheila.
Jam dua, sesaat setelah makan siang, 2 orang tamu mencari Sheila di kantor. Kedua orang ini juga katanya ada janji dengan Sheila. Astagfirullah…. Niat banget sih nih orang ngerjain sampai kaya gini? Teriak Sheila dalam hati. Sheila tidak menemui mereka karena Sheila merasa tidak punya janji dengan mereka. Seorang tamunya memaksa bicara dengan Sheila di telephone yang ada
di meja satpam dan yakin bahwa dia ada janji dengan Sheila. Tapi Sheila menolak. Sheila tidak pernah membuat janji dengan siapapun pada jam kerja untuk urusan diluar urusan pekerjaan!
Dan malamnya, orang inipun memaki-maki Sheila di sms dengan tuduhan bahwa Sheila telah mengingkari janji. Sheila tidak membalas. Semua sms seperti itu langsung dihapusnya.
Minggu berikutnya, pagi ini Sheila merasa badannya tidak fit. Temperaturnya tinggi sekali. Dia memutuskan untuk tidak masuk kerja. Sheila juga stress dengan telephone-telephone dari pria-pria iseng dari mailing list itu yang merasa tidak berhasil menghubungi lewat handphone dan mencoba menghubunginya di kantor.
Sheila jatuh sakit. Sahabatnya yang dokter segera datang menengoknya dan memeriksa. Aning teman yang baik. Dia selalu ada kapanpun Sheila membutuhkannya. Aning is always reliable. Hanya kepada Aning Sheila bisa menceritakan semua kejadian awal dari terror-teror yang diterimanya selama ini.
Ketika keesokan harinya Sheila merasa agak baikan, dia memutuskan untuk masuk kerja. Dilangkahkannya kakinya ke kantor tanpa firasat buruk apapun. Disapanya teman-teman sekantor dengan senyum manisnya. Sheila disenangi teman-temannya dan dia sangat menyukai lingkungan kerjanya yang sekarang.
Tiba-tiba, “Sheila, can we talk?” bossnya memanggil. Wajah bossnya terlihat tidak menyenangkan pagi ini. Sheila berfikir mungkin karena dia tidak masuk kemarin dan banyak pekerjaan yang terpending.
But then…
“Sheila, I want you to read this fax. I didn’t understand what’s in there because it’s in Indonesian, then I asked Pak Bimo to translate it for me. And I got surprised about it. I don’t think it’s appropriate for this company. You are one of the important member of the team in our big projects. And your name is always attached to mine. This kind of stuff can destroy company image and myself. And that person has used company’s property to send you a fax like that. I don’t think you can work in this office anymore. So what do you say if you resign and we will give you couple months of severance payment?”
What a horrible morning!!! Sheila kaget setengah mati. Tangannya gemetar memegang fax yang isinya sangat tidak pantas dibaca oleh siapapun di perusahaan tempatnya bekerja. Sheila berusaha menjelaskan bahwa semua itu tidak benar dan ada seseorang yang berusaha menghancurkan nama baiknya. Orang gila ini telah benar-benar menghancurkan karir dan nama baiknya di
kantor!!! Tega sekali!!!
But then again…
“I don’t wanna know your personal problem, but this isn’t acceptable in this company. So what do you say? You can take my offer?” bossnya menjawab.
Well, Sheila bukan seseorang yang senang mengemis. Dengan tegar dijawabnya, ‘Well, if that what I have to take, I’ll resign. I’m sorry for the trouble. When do you want me to leave?” tanyanya lagi.
And her boss said, “Now, today”
Gosh! Sheila hanya bisa tersenyum sedih. Dan dia menjawab “OK, I’ll get my things and leave this company as soon as possible this morning. Thanks for the opportunity working with you.”
Dan dia pun menyalami bossnya. Sedih. Sakit. Tapi Sheila tak mampu menangis di hadapan orang yang tidak dekat dengannya. Sheila berusaha tersenyum. Dia masuk ke ruang kerjanya dan segera membereskan barang-barangnya. Didatanginya bagian personalia dan ditulisnya surat pengunduran dirinya. Diserahkannya kembali ID Card dan segala property milik perusahaan yang ada padanya. Sheila berusaha tersenyum ketika rekan-rekan kerjanya menyapa
dirinya seperti biasa walaupun hatinya sangat hancur. Sheila tak berpamitan dengan rekan-rekan yang dicintainya di perusahaan tempatnya bekerja. Pagi itu juga Sheila bukan lagi karyawan di perusahaan itu. Dia harus melupakan impiannya untuk meraih karir di situ. Tak ada lagi yang harus dipertahankan di situ. Dia sangat mengerti bahwa posisinya adalah posisi kritikal yang sangat menentukan image seorang Pimpinan Perusahaan. Dilangkahkannya kaki meninggalkan tempat yang selama 9 bulan ini menjadi tempat kerja barunya.
Sheila hanya bisa menangis dalam hati. Tanpa pernah bisa berbuat sesuatu untuk membalas apapun. Sheila tidak menyangka bahwa chat bisa begitu berbahaya bagi karir dan hidupnya ketika dia bertemu dengan seorang psikopat. Dan Sheila tidak ingin membalas dendam.
Masih banyak yang harus dibenahi di depan sana. Sheila tetap yakin bahwa dunia tidak akan runtuh baginya hanya dengan kejadian seperti ini. Sheila tetap yakin bahwa dia akan bisa meraih masa depan yang lebih baik di depan sana. Seperti Aning bilang, “Berlian walaupun jatuh ke dalam lumpur dia akan tetap menjadi Berlian” dan Sheila selalu tersenyum tiap kali mengingat kalimat itu.
Sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi Sheila untuk lebih berhati-hati menjalani kehidupannya. Kejadian pahit selalu membuat seseorang lebih dewasa, dan Sheila yakin itu. Tuhan tidak akan memberikan cobaan kepada orang yang dianggap tidak kuat. Mungkin Sheila masih akan dicoba lagi sampai suatu saat dia sudah tidak kuat lagi. Dan Sheila yakin, hanya dengan ijinNya semua bisa terjadi. Mungkin ini adalah jalan terbaik dariNya bagi Sheila untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Amien….
Viena
LoveMeOrDie!