Entries from November 2006 ↓
November 30th, 2006 — Story
Pernah punya kacamata ? pasti pernah … untuk digunakan dengan berbagai alasan, misalnya untuk ngeceng, sakit mata, ga bisa lihat, takut matanya kena debu, koleksi, supaya ga kelihatan ngelirik atau mau pake aja … ihhh ga jelas gitu.
Saya pernah punya kacamata dengan alasan lihat jauh udah burem. Waktu kelas 2 SMA, suka duduk paling belakang, bukan karena saya bandel, suka aja karena bisa lihat seluruh kelas tanpa membalikkan badan dan bisa langsung lihat kalau ada adegan yang lucu dari teman-teman. Baru kepepet punya kacamata karena diprotes teman dengan nada bersungut, “Auliah, saya udah senyum dari jauh kok kamu ga bales sich !!!”. “Eh .. maaf saya ga lihat kamu senyum, yang kelihatan cuma badan yang burem”. Aduh parah nich …
Akhirnya dengan berat hati bilang ke ortu minta dibeliin kacamata. Rupanya beli kacamata itu ribet lho, saya maunya tetap cantik kalau pake kacamata (ceilee) dan uangnya sesuai dengan yang dimiliki bapak. Tapi bapak saya pengennya beli kacamata fiberglass, kalau saya nyebutnya plastik. Alasannya saya ini cereboh, kata orang padang “concongcadak”, takutnya baru 1 hari pake udah hancur. Trus saya juga alergi sama barang imitasi, karena pernah pake anting imitisi, lubang kuping saya bernanah. Yang dimaksud disini mungkin barang berlogam … gitu kali ye … Waktu dicek kedua mata saya min ¾. Saya juga ga keturunan pake kacamata, katanya kemungkinan bisa sembuh.
Eh, benar. Besok harinya baru ½ hari sekolah, kacamata udah saya dudukin …. Pernah dalam 1 hari, 3 kali jatuh dari kantong baju, pokoknya selama pake begituan, dia itu menderita dech … untung fiberglass. Sebenarnya saya ga pede pake kacamata, apalagi kalau ketemu si doi … aduh malu dech. Tapi pernah kepergok ga pake kacamata, dia malah tanya kacamatanya mana? aul harus sering make untuk supaya cepat sembuh … aduh tersentuhnya saya. Maklum anak dokter mata. Tapi aul ga tahan nich … geli, hidung saya gatal & pusing … nah lho … trus kalau wajah saya berkeringat pasti berembun, kurang canggih nich … Eh.. ga lama si Doi pake kacamata tuh … ga tahu kenapa … ga tanya … ikutan aul kali … ihh geer dech.
Cari akal gimana bisa lihat normal lagi. Akhirnya ketemu dech …minum juice wortel, vitamin A, minyak ikan, jangan baca buku sambil tiduran, lihat yang jauh-jauh, lihat yang hijau-hijau tapi bukan duit lho …. Sebenarnya ga suka ama wortel tapi apa daya untuk mata. Minggu pertama gpp minum juice wortel 1 gelas gede sehari, pas minggu ke 3, seorang teman tanya kenapa kulit & mata aul kuning ? auliah sakit kuning yach ? Wah gawat nich …
Pas pulang ke rumah, bilang ke ande (ibu) supaya takaran wortelnya dikurangi, vitamin udah ga makan, minyak ikan tetap 1 kali sehari .. ngabisin doank. Setelah kurang lebih 2 bulan, saya memberanikan diri buka kacamata … ouiii terang banget … cemerlang … silau ouiii … Semenjak ga pake kacamata suka ditanyain sama kakak kelas yang akrab, biasanya cowok-cowok … “Auliah kacamatanya mana … ?”
Tapi tetap saya harus hati-hati … yang penting jangan baca sambil tiduran, kalau matanya sudah cape baca jangan dipaksakan, berilah istirahat.
Beberapa tahun yang lalu, mungkin sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu, saya merasa ada gangguan dengan mata, akhirnya saya beli lagi kacamata, min masih ¾ … aduh gimana kok sama kayak waktu SMA dulu. Sayang, seribu sayang cuma semangat beli, cuma dipakai sebentar trus disimpan dech … habisannya hidung saya PUSING sich tapi ada untungnya, saya selalu dibuatin sama my mother juice wortel dicampur tomat … enak juga. Dulu saya ga suka wortel … itu lho rasa umbinya, sekarang sayuran favorit banget.
November 30th, 2006 — Uncategorized
Janganlah kecewa
Bila aku mengatakan kau adalah sahabatku
Janganlah marah
Bila ku katakan kau adalah temanku
Aku tidak mau orang lain merampas dari sisiku
Aku tidak mau orang lain berbuat jahat terhadap kita
Aku tidak mau orang bercerita tidak benar tentang kita
Kita tentu tidak tahu berapa banyak yang iri pada kita
Kita tentu tidak tahu berapa banyak orang yang terluka karena kedekatan kita
Maafkan …
Biarlah hanya kita yang tahu
Biarlah Tuhan yang tahu
Orang lain tak boleh tahu
Biarlah mereka mereka-reka
Janganlah marah …
Kau selalu yang tersayang bagi ku
November 30th, 2006 — Story
Menurut saya, dibawah ini adalah doa atau puisi. Didapat dari undangan pernikahan sepupu saya “Mukti Ali Munir”. Maklum baru baca seperti dibawah ini, biasanya kalau ada undangan cuek bebek cuma baca siapa yang nikah. Judulnya CINTA. Berikut isinya :
CINTA
Ya Robbi,
Saat aku menyukai seorang, ingatlah aku bahwa ada sebuah akhir, sehingga aku tetap bersama yang tak pernah berakhir.
Ya Robbi,
Ketika aku merindukan seseorang kekasih, rindukanlah kepada yang rindu cinta sejatimu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi.
Ya Robbi,
Jika aku mencintai seseorang, temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu, agar bertambah kuat cintaku pada-Mu.
Ya Robbi,
Ketika aku sedang jatuh cinta, jagalah cinta itu, agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Robbi,
Ketika aku berucap “Aku Cinta Padamu” biarkanlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu …
Amien 3x Ya Allah ya Robbal ‘Alamin…
November 28th, 2006 — Kesehatan, Komputer
Rasanya mau muntah, jijik kalau keyboard udah dekil, hitam-hitam, ada remah-remah makanan. Mouse lengket, berminyak, berkeringat. Layar monitor banyak sidik jari … merusak pemandangan aja. Biasanya setiap 6 bulan sekali bersih-bersih. Bersih-bersih keyboard, monitor, kabel. Bersih-bersih ini bisa dilakukan sendiri tanpa tukang service komputer dengan syarat punya pembersih khusus komputer (cairan warna biru, biasanya 1 dirijen kecil seharga 20.000 rupiah, bisa ditawar), lap halus, kanebo, kuas ukuran sedang atau kecil (belilah yang berbulu halus), kalau perlu masker untuk penutup mulut dan hidung. Untuk layar monitor dan mouse dibersihkan dengan kanebo setiap pagi hari. Saya tidak tahu apakah diperbolehkan. Yang jelas layar monitor dan mouse saya sampai saat ini tidak apa-apa. Untuk keyboard harus mempunyai waktu khusus karena harus dibongkar tombol-tombolnya. Biasanya mencongkel tombol-tombol itu dengan obeng kecil min dengan hati-hati sekali. Kalaupun akhirnya tergores, biasanya sisi tombol … hmm tapi gpp, jarang terjadi kok dan keyboardpun masih bisa jalan. Susunlah tombol-tombol tersebut sesuai posisinya yang asli ditempat terpisah dan bersihkan dengan cairan khusus untuk komputer. Papan keyboardnya dibersihkan dengan kuas ukuran sedang atau kecil dari kotoran. Untuk mouse, bukalah bautnya, hapalkan posisi papan yang berisi transistor, bersihkan rodanya dengan cairan. Nah, kotoran diroda ini yang suka menghampat laju jalannya mouse. Jadi kalau macet jangan dibanting.
Cara cepat : buka penutup rodanya, lepas bolanya dan bersihkan rodanya dengan kuku setelah itu cucilah tangan Anda. Jika tidak sempat mencuci tangan dan sedang berada di warnet atau rental komputer, jangan menggosok hidung dan mata, makan, memasukan jari ke mulut apalagi cari harta karun dihidung. Setelah bersih tombol-tombol keyboard, lanjutkan ke monitor (cukup diluarnya saja), kabel-kabel atau menurut Anda sudah kotor …. bersihkan. Kalau CPU berwarna putih dan tidak luntur warnanya, bersihkan juga. Untuk mengetes apakah warna cat tidak luntur, cobanya sedikit ditempat yang tidak terlihat. Ups, ada yang ketinggalan. Selama membersihkan komputer jangan terhubung dengan listrik … nanti kesetrum :D. Nah, setelah selesai semua dan menurut Anda sudah bersih, coba perhatikan dan duduk dengan manis didepan komputer …. bagaimana … nyaman bukan ??… dan pasti orang-orang yang melihatnya akan bertanya “Baru beli komputer baru ya ?”
November 28th, 2006 — Story
Paling enak kalau pulang kampung bareng-bareng sama keluarga, saudara-saudara apalagi perginya sama orang sekampung yang tinggal di Jakarta. Seru habis. Seperti 3 tahun lalu, dengan 6 bis besar dan disambut sama Pak Walikota Sawahlunto/Sijunjung dan orang sekampung. Kayak pejabat tinggi.
Kami berangkat hari ke 2 Lebaran. Rame sekali gedung pertemuan kami, dipenuhi sama pengantar dan yang mau pulang. Beraneka ragam penampilan orang dan banyaknya barang yang dibawa. Waktu itu hari masih pagi. Saya dapat bis no. 2. Naik bis Blue Bird, bagus, bersih, ACnya dingin, tempat duduknya enak. Duduk sama ibu separuh baya. Pada saat itu untuk pertama kalinya pulang kampung sendiri, menjawab tantangan Bapak bahwa saya ga berani pulang kampung sendirian. Maklumlah kalau pulang kampung keseringan sama ortu, adik-adik, sepupu-sepupu dari pihak ibu atau keluarga bapak.
Ibu memberi bekal beberapa nasi dibungkus daun pisang yang sudah dipanaskan terlebih dahulu dan diberi minyak goreng agar tidak cepat basi, tidak lupa beberapa bungkus biscuit Roma, rendang, ayam balado, semuanya untuk 2 hari. Saya juga membawa air minum besar 2 botol, sedotan, handuk kecil, 1 buah piring melamin, 1 gelas minuman tupperware, sendok makan dan sendok garpu, sapu tangan, tissue. Timba yang berisi sikat gigi, odol, sabun, selimut besar, 1 bungkus kantong plastik warna hitam, kaos kaki, baju hangat, bantal kecil, sisir, minyak kayu putih, mylanta. Saya memakai pakaian yang enak dipakai, ga ribet dan penting pake sendal jepit. Beberapa lembar uang untuk persediaan untuk membeli nasi bila persediaan sudah habis or udah basi. Untuk baju semuanya ada ditas besar yang sudah ditaruh dibagasi.
Kalau naik mobil pribadi, tambahan bawaannya yaitu 6 bantal besar, pisau, golok, kayu panjang, termos besar, buah-buahan, tikar, kasur besar yang bisa lipat. Hmmm … seperti seisi rumah ingin dibawa kecuali sofa dan tempat tidur .. hehehehe.
Untuk senjata tajam yang dibawa, karena daerah Lahat dan Tebing Tinggi adalah daerah yang sangat berbahaya. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan didaerah tersebut, lewatnya jangan malam hari. Karena perampok, bajing loncat merajalela di malam hari … senjata tajam mereka panjang-panjang. Kalau ada bis atau kendaraan pribadi ditempat yang sepi/gelap berhenti, jangan berhenti, jangan jalan pelan-pelan. Langsung tancap gas, pokoknya kita punya prinsip kalau jalan di Trans Sumatera adalah “I don’t Care”. Walaupun orang yang punya bis atau mobil itu minta bantuan. Jangan-jangan mereka lagi dirampok.
Setelah sampai di tempat pemberhentian untuk istirahat memakan waktu 1 s/d 1.5 jam. Waktu yang cukup lama. Kalau caranya begini bisa sampai dikampung halaman telat alias ga sesuai jadwal. Dan benar sekali, kita nyampenya kemalaman tapi tetap ada yang nyambut. Penyambutannya lama banget … yang pidato ga ada yang dengerin …
Padahal udah capek banget … ngantuk … . Setelah berhai ria dengan saudara-saudara di tempat penyambutan. Saya pulang ke rumah ibu, langsung ke kamar mandi, gosok gigi, cuci muka, ganti baju dan tidur …. Zzzzzzzzzzzzzzz.
Catatan :
Dalam perjalanan ga pernah mandi
… herannya Ga bau … 
Ga pernah sikat gigi …. Hmmmm bau donkkkk …. HHHHHHH
Sebabnya ….
WC GA PERNAH BERSIH
WC kotor … bau … pesing … air tergenang … emas muter-muter … bikin Gw mual ….muntah …. tidak nafsu makan ….
Pak Supir … kalau berhenti … bisa tidak berhenti ditempat yang layak …. misalnya di hotel … losmen … hhmmmm dihutan ada hotel & losmen tidak ???? GA PERNAH LIHAT
Or di mesjid yang bagus banget terus ada fasilitas restaurantnya ….
Cowok kalau pergi bawa makanan donkkkkk
Terus kalau bisa, kalau papasan sama harimau sumatra, biawak gede, monyet, suku Kubu, rusa (kayaknya….), kita foto bersama. Kalau ga berani, minimal kendaraan jalannya pelan-pelan disamping mereka. Ini kalau bisa lho …
November 28th, 2006 — Komputer, OpenOffice
Ini dari teman saya di milist mifta-perjuangan, namanya Bapak Dian.
Rupanya beliau sudah tahu duluan. Beliau nambahin font arabicnya,
silahkan tinggal diklik aja.Buat mempercantik dokumennya, ada beberapa fonta Arab yang dapat
diunduh dari:
http://scripts.sil.org/cms/scripts/page.php?site_id=nrsi&item_id=ArabicFonts
http://www.arabeyes.org/project.php?proj=Khotot
http://www.microsoft.com/typography/fonts/font.aspx?FID=264&FNAME=Traditional+Arabic
Wassalaam,
-Dian-
Mungkin sudah ada yang tahu kalau di OpenOffice, difasilitas
Special Character, penulisan bahasa arab menyambung sendiri
secara otomatis dan bisa ditambah dengan tanda bacanya.
Saya baru ketemu fasilitas tersebut. Biasanya saya menyisipkan
huruf arab dengan 1 huruf dan tidak menyangka Ooo bisa
menyambungnya. Saya mempergunakan Ooo versi 1.1.2 Kalau versi yang lain juga bisa.
Adapun caranya :
- Klik Insert, Special Character
- Pilih font bernama Scheherazade.
Catatan : Untuk font yang lain kurang bagus untuk penyambungan bahasa Arabnya
- Di kotak subset atau kotak yang dibawah cari bahasa Arabnya.
- Biasanya terletak di basic Arabic. Carilah huruf Arab yang ingin Anda gunakan dengan cara menscroll.
- Klik simbol yang ingin digunakan. Misalnya ﺷ
- Untuk memberi tanda baca. pilih tanda bacanya. sehingga menjadi ٌﺷ
- Begitu seterusnya.
- Setelah selesai semua OK.
Bila tidak ada fasilitas arabicnya, coba install languages arabic.
Untuk bahasa Jepang dan China, mungkin sama..
Bagaimana tinggal main klik. Untuk customer yang hanya sewaktu-waktu ngerental bahasa Arab, ini lebih mudah.
Semoga berguna
Catatan :
Jika penulisan bahasa Arabnya terlalu panjang, cobalah untuk memotongnya ditengah kalimat kemudian OK. Simpanlah hasil pekerjaan Anda di harddisk.
Gunakan icon right jika ingin diletakkan di sebelah kanan kertas
Jika hurufnya terlalu kecil, gunakan fasilitas SIZE
November 28th, 2006 — Story
Kalau ada orang yang tanya sesuatu dan takut salah jawab, senjata pamungkasnya 2 kata yaitu GA TAU. Apalagi urusan komputer. Habisannya kalau ga lihat langsung waktu kerusakan/trouble …. aduh … jadi meraba-raba walaupun tuh orang udah kasih keterangan … daripada salah. Adanya juga saya bisa jawab, tapi orang itu tetap ngeyel, pamungkas keluar deh … “Kalau gitu GA TAU deh…”
Ada yang saya tahu jawabannya tapi malas jawab dan ingat pasti kalau dibilangin tetap orangnya bersikukuh … bilang aja GA TAU.
Adanya memang benar-benar saya GA TAU jawabannya.
Waktu SD dulu pernah guru tanya ke saya, jawabnya “GA TAHU bu !!” padahal saya tahu jawabannya. Pertama-tama langsung aul yang ditunjuk .. trus karena keseringan nunjuk dan jawabannya always benar. Pernah suatu hari, saya paling akhir ditunjuk setelah seisi kelas ga bisa jawab. Begitu seterusnya, setiap hari saya paling terakhir ditunjuk .. emangnya ga cape apa .. angkat tangan .. turunin lagi … angkat tangan .. turunin lagi ….. Jadi percuma kalau saya nunjuk pasti belakangan ditunjuk. Akhirnya saya kesel dan udah tahu polanya, saya ga nunjuk dan seperti biasanya semua ga bisa jawab. Pasti giliran saya yang disuruh jawab, karena udah kesel .. saya jawab GA TAHU BU … rasain … 
November 28th, 2006 — Story
Sekitar tahun 1985-1986, ada penjual mie ayam gerobak dorong dengan tulisan Pak Kumis di dekat pasar Tebet Barat, tepatnya disamping Jl. Tebet Barat Dalam VIII (hurufnya lupa). Kalau saya pulang dari pasar, pasti saya melewati penjual tersebut. Waktu itu rumah saya di Jl. Tebet Barat Dalam VIII F dan masih kelas 5 SD. Penjualnya sepasang suami istri dari Jawa. Rasa mie ayamnya sangat enak … bahkan terlalu enak. Seperti mie ayam lainnya, diberi tambahan daging ayam, sawi, pangsit goreng, dan bakso yang juga enak. Dalam 1 - 2 kali dalam seminggu kami sekeluarga membeli mie ayamnya. Harga pada saat itu sekitar Rp. 500,-. Setelah sekian lama mereka berjualan harganya naik bertahap sampai harga menjadi Rp. 1.000,-. Karena sering membeli mie mereka, Ibu dan Pak Kumis sampai hafal dengan saya dan 2 adik yang sering dibawa untuk membeli mie ayam mereka. Kadang-kadang pangsit goreng dan baksonya suka mereka tambahin.
Setelah ramai, mereka pindah ke tempat yang lebih permanen tidak jauh dari lokasi yang lama. Rasanya masih tetap enak. Dan kami tetap dengan pola yang sama, 1 – 2 kali dalam seminggu membeli mie mereka dan kadang-kadang pangsit goreng dan baksonya suka ditambahin oleh mereka.
Tahun 1988, saya pindah rumah ke Bekasi Timur tapi sekolah masih di SMPN 73 Tebet Timur. Saya sudah jarang makan mie ayam Pak Kumis walaupun saya sering lewat didepan kios beliau. Jualannya tambah ramai dan sudah punya motor sendiri. Pernah papasan dengan ibunya atau Pak Kumis dan mengajak saya mampir … hmmm … saya pikir … bolehlah, mengobati kangen … Dan biasanya sambil beliau mengolah mie ayam, saya perhatikan caranya. Beliaupun bertanya “Kenapa jarang makan disini lagi ?”, Kata saya, “Sudah pindah ke Bekasi, tapi sekolah saya masih di sini dan bolak-balik Tebet Bekasi”.
Setelah pindah SMA ke Bekasi. Pada suatu hari, saya main ke Pasar Tebet Barat, menyempatkan mampir ke Mie Ayam Pak Kumis … tetap masih ramai, lebih maju dan ibunya masih tetap kenal sama saya. Beliau senang sekali melihat saya. Katanya saya sudah semakin besar dan sudah ga pernah makan disini lagi. Saat itu tidak melihat Pak Kumis, mungkin sibuk. Saya lupa menanyakan ke mereka apakah sudah punya cabang?. Saya makan disitu tapi sayang sudah tidak ada pangsit goreng dan rasanya sudah tidak seenak dulu, juga baunya aneh. Saya kecewa. Saya membawa 5 bungkus mie ayam ke rumah dan komentar orang rumah sama seperti saya. Sampai saat ini saya dan keluarga belum menemukan mie ayam seenak pertama kali mereka jualan. Saya, adik-adik, orang tua kami kangen dengan rasa itu.
Ibu dan Pak Kumis bisa kah mengembalikan rasa seperti dulu ? Dengan harga berapa pun juga kami akan membeli. Jangan buat rasa mie ayam yang standar tukang mie ayam yang lain. Kalau kami lewat Tebet, yang kami ingat cuma mie ayam Pak Kumis tahun 1985-an. Nyam … nyam … enak … sruup =P~
November 28th, 2006 — Story
Sangat menyebalkan bila semua orang menganggap bahwa saya tidak pernah berbohong alias terlalu jujur, tidak ada tampang jahat, terlalu baik, tidak pernah bandel, dll. Padahal saya sama seperti mereka, punya kenakalan remaja dan luar biasa bandel diwaktu kecil. Manusia itu tidak ada yang sempurna, bukan?
Saya hanya bisa mengernyitkan dahi bila teman-teman berkata seperti. Sebesar apa mereka tahu kehidupan saya dimasa lampau dan pada saat itu ? Memang saya tidak pernah membohongi mereka selama 3 tahun berteman. Dan saya bukan kristal yang selalu dijaga jangan sampai jatuh dan terluka.
Akhirnya ada kesempatan untuk membuktikan bahwa saya bisa berbohong dan nakal. Ada PR Geografi, membuat gambar berwarna lapisan bumi dikertas karton. Pada saat itu saya baru saja dari ruang guru untuk suatu keperluan dan tidak melihat Pak Endang, guru Geografi kami karena pelajaran selanjutnya adalah beliau. Setelah selesai dengan urusan saya, keluar dari ruang guru, saya berpikir tentang suatu rencana mengerjain teman-teman sekelas. Sesampainya didalam kelas – deg-degan, harap-harap cemas –, keluarlah kalimat, “Teman-teman, PR Geografinya dikumpulkan. Kata Pak Endang terlambat masuk”. Dan hebohlah isi kelas, langsung sebagian besar teman-teman buru-buru membereskan PR yang belum selesai. Ada yang minta tolong ini dan itu dengan yang lain, pinjam ini dan itu… Ada yang tanya ulang ke saya, apakah benar dikumpulkan dan Pak Endang udah ada di ruang guru. Saya bilang aja “Telat, sebentar lagi datang, PRnya dikumpulkan”. Pokoknya ribut sekali …. Didepan kelas, saya menahan ketawa – ketahuan ga ya senyumnya – melihat kelakuan sebagian besar teman. Untung saya sudah mengerjakan PR.
Ada 1 teman -laki-laki, mantan ketua kelas, anak paling pintar- yang tahu saya berbohong. Dipanggil saya keluar kelas.
Ex Ketua Kelas : “Auliah, kesini sebentar …”
Auliah : “Ada apa?”
Ex Ketua Kelas :”Mau tanya, sebenarnya Pak Endang itu tidak menyuruh mengumpulkan PR, iya kan?”
Auliah : “Benar, memang dikumpulkan…”
Ex Ketua Kelas : “Saya tahu kamu, kamu tidak pernah bohong dan tidak bisa bohong. Tatap mata saya, auliah. Benar dikumpulkan PRnya ?!!”
Saya tatap matanya. Aduh, ketahuan nih. Dan akhirnya saya tersenyum.
Auliah : “Memang tidak benar dikumpulkan dan Pak Endang tidak menyuruh. Tapi walaupun tidak disuruh, kan kalau beliau datang tetap dikumpulkan, bukan?. Dari pada kelabakan nanti lebih baik kelabakan sekarang. Benar kan?”
Sambil menerangkan, saya sambil tertawa.
Ex Ketua Kelas : “Ga lucu aul …. Tapi tidak boleh aul … doang … aza …!!” -Gemes-
Auliah : “Tapi kamu sudah selesai tidak PRnya?”
Ex Ketua Kelas : “Sudah..”
Auliah : “Ya, udah. Tapi jangan bilang-bilang ke teman-teman. Biarkan saja. OK. Kamu baik deh..
”
Ex Ketua Kelas : “Tapi jangan diulangin lagi”
Sambil tersenyum, saya mengangguk kepala.
Setelah selesai semua. Mereka mengumpulkan PR ke Ketua Kelas dan saya bantuin membawa karton ke ruang guru. Melewati ruang perpustakaan, saya ga tahan untuk ngomong terus terang sama Ketua Kelas.
Auliah : “Sebenarnya, PRnya ga disuruh dikumpulkan dan Pak Endang ga ada”
Ketua Kelas berhenti berjalan dan melihat saya. Dan tiba-tiba dia membuang semua karton ditangannya. Saya kaget.
Auliah : “Kok dibuang, sih …, ambil … ambil …”.
Ketua Kelas : “Kamu ini gimana sih .. ngerjain ya … booong …. Ga mau … Auliah ambil sendiri”
Auliah : “Ambil donk, ga benar disuruh dikumpulkan sama Pak Endang”
Ketua Kelas : “Benar nih … dikumpulin?”
Auliah : “Suer!!”
Saya bantuin ambil karton yang terbuang dan kami berjalan ke arah ruang guru dan Pak Endang sudah ada disitu. Dengan wajah kaget, beliau menatap kami.
Auliah : “Pak, ini PRnya, ditaruh dimana?”
Masih menunjukkan muka kaget, beliau berkata “Dimeja Bapak”.
Ketua Kelas : “Pak, memang PRnya dikumpulkan?”
Auliah : “Iya, kan Pak dikumpulin?”
Pak Endang : “Eh, iya .. iya …, tapi nanti aja, Bapak juga mau ke kelas”
Ooo, kata Ketua kelas. Buru-buru kami keluar dari ruang guru menuju kelas setelah memohon izin pamit. Selama dalam perjalanan, saya bilang ke Ketua Kelas, Pak Endang memang tidak menyuruh dikumpulin PRnya. Ketua Kelas berhenti lagi “Ahhhh, Auliah .. gimana sih … Awas nih kita bilangin ke teman-teman”. Kata saya, “Bilangin aja .. ga takut”. Langsung Ketua Kelas mempercepat jalannya ke kelas yang jaraknya sudah dekat, begitu pun saya. Dan keluarlah suara ‘huuuu’ dari mulut mereka dan saya cuma cengar-cengir. Puas saya dan PUAS. Akhirnya kristalpun cacat.
Beberapa waktu kemudian, ada PR lagi dan saya disuruh Bu guru memberitahukan teman-teman agar pekerjaannya dikumpulkan tapi teman-teman ga percaya lagi sama saya walaupun saya udah pake SUERRRR, AULIAH GA BOOONG , BENARAN nih. Tidak lama kemudian Bu Guru datang dan menanyakan PR apakah sudah dikumpulkan. Dan melihat hanya beberapa buku di mejanya, marahlah beliau dan menanyakan ke saya, apakah sudah dikasih tahu. Saya mengangguk, “Sudah Bu, tapi ga ada percaya”. Dengan nada marah “KUMPULKAN PRNYA !!!!”.
Dan saya tersenyum ke ex ketua kelas dengan penuh arti.
Nah, bisakan diambil hikmahnya …
November 28th, 2006 — Kesehatan
Maag & Obat Antibiotik Sakit itu tidak menyenangkan, menyebalkan dan merepotkan. Apalagi sakit itu sudah sangat parah, terus kita harus hati-hati makan sesuatu. Pantang ini .. Pantang itu.
Saya kena maag waktu kelas 3 SMP. Saya ga tahu kalau telat makan kemudian makan banyak banget menyebabkan perut melilit itu adalah maag. Awal-awal ga begitu parah. Terus waktu kerja, muncul lagi ditambah banyak pikiran. Kata dokter, maag itu ada dua jenis yaitu maag yang disebabkan karena salah makan dan maag karena pikiran. Kalau saya bisa kedua-duanya. Tapi keseringan telat makan dan salah makan juga.
Untuk obat, harus hati-hati meminum obat antibiotik. Pengalaman pribadi saya, obat antibiotik itu membuat mual, mau muntah dan kalaupun terpaksa makan obat tersebut, dokter akan memberikan takaran yang rendah. Alhasilnya lama sembuhnya.
Waktu saya operasi usus buntu, dokter memberitahukan urutan obat yang terlebih dahulu dikonsumsi. Kalau tidak salah ingat antibiotik diurutan terakhir. Kalau tidak sesuai urutan saya akan mual, muntah dan tidak bagus untuk jahitan diperut yang masih basah. Wah.. saya ga mau lagi dijahit dan operasi lagi. Lagi pula ga enak, mual dan ingin muntah, rasa sakit sehabis dioperasi masih terasa.
Waktu kena penyakit tipuspun, saya membutuhkan kesembuhan 3 minggu dan istirahat kurang lebih 3 bulan plus tidak boleh kerja berat, tidak boleh banyak pikiran, kalau perlu ga usah ke kantor. Jadi tidak seperti orang lain, yang sembuhnya cuma seminggu or kurang. Saya diberi obat antibiotik dengan takaran yang rendah. Kalau antibiotik menimbulkan efek sampingnya muntah dan mual, saya harus buru-buru ke dokter untuk mengganti obat antibiotik dengan merk lain sampai ketemu antibiotik yang ramah dengan lambung saya.
Saya pernah baca juga, maag yang parah bisa komplikasi ke organ yang lain, misalnya jantung. Bahkan bisa meninggal dunia.
Jadi kalau sakit, saya takut.
Segitu dulu. Sakit itu memang tidak menyenangkan … Jadi jangan telat makan. Sehat itu sangat berharga.
November 28th, 2006 — Kesehatan
3 tahun yang lalu saya pernah kena tipus dan menurut dokter bahwa penyakit tipus timbul bukan karena kecapean. Saya terkena penyakit tersebut karena daya tahan tubuh pada saat itu sangat menurun dan makan makanan yang tidak terjamin kebersihannya. Jadi kalau lagi musim tipus, jangan jajan sembarangan, cuci tangan yang bersih, kalau ada binatang yang sudah mencicipi makanan kita buang saja dan tutuplah makanan bila kita belum mau memakannya. Walaupun ga musim tipus, tetap jangan jajan sembarangan dan jaga kebersihan makanan.
Dibawah ini keterangan penyakit tersebut yang diambil dari majalah Sedap Sekejap Edisi 4/III/2002 di bagian Konsultasi Gizi oleh Sitawati, D.cn.
Salam sejahtera Ibu Sita,
Ibu Sita yang baik, saya baru saja sembuh dari sakit tipus dan sekarang dalam masa penyembuhan. Sejak sakit sampai sekarang, selera makan saya turun dratis sekali. Saya cepat sekali menjadi lelah dan tidak bertenaga jika melakukan kegiatan. Padahal sebelum sakit, saya dijuluki “power girl”. Saya sekarang berumur 29 tahun dan tinggi badan 155 cm dan berat 35 kg, kurus sekali, kan, Bu ?
Yang ingin saya tanyakan, makanan dan minuman yang bagaimana yang cocok dan makanan apa pula yang harus saya pantangi untuk mengembalikan nafsu makan saya sehingga menjadi gemuk dan sehat ? Apakah minum susu full cream + madu (tanpa gula) sebelum tidur cepat mengembalikan berat badan saya? Apakah tipus bisa kambuh lagi jika pola makan saya salah? Mohon penjelasan dari Ibu.
Oh ya, saya punya riwayat sakit asma sewaktu kecil dan kadang-kadang kambuh jika udara penuh asap kabut sewaktu kemarau seperti waktu-waktu lalu. Syukur tidak parah sampai perlu dirawat di rumah sakit. Selain asma, saya juga menderita tukak lambung yang sering kambuh jika saya stres dan kelelahan.
Demikian surat saya dan atas perhatian Ibu saya ucapkan terima kasih.
Grace S.N., S. Hut
Grace yang baik,
Semoga dapat segera kembali ke kondisi semula sebelum sakit. Di bawah ini saya akan mencoba menjelaskan sedikit tentang penyakit tifoid. Tifoid atau biasa disebut dengan demam tifoid adalah suatu infeksi bakterial yang mencakup seluruh tubuh, terutama pada usus halus.
Penyakit ini menular melalui air dan makanan yang tercemar oleh air seni dan kotoran penderita tifoid. Ada penderita yang sudah mendapat pengobatan, tetapi di dalam air seni dan kotorannya masih mengandung bakteri. Penderita ini disebut sebagai pembawa (carrier) dan dapat menularkan penyakit pada orang lain, atau melalui lalat, kecoa, juga tikus.
Penyakit tipus mempunyai gejala antara lain :
* Demam yang meningkat, sementara penderita merasa dingin
* Tidak ada nafsu makan
* Sakit kepala, batuk
* Sukar buang air besar
* Mengigau
* Sangat lemah dan berat badan menurun
* Perut bengkak dan sakit
Penderita tipus dapat mengalami komplikasi perdarahan pada usus halus dan usus halus berlubang, infeksi paru, infeksi empedu. Malangnya pula penyakit ini dapat kambuh sesudah 2 minggu pemberian antibiotik.
Pencegahan :
* Makanlah makanan dan minuman yang sudah dimasak
* Lindungi makanan dari lalat, kecoa dan tikus
* Cucilah tangan dengan sabun setelah ke WC
* Hindari jajan ditempat yang kurang bersih
Grace, rasa lelah dan tidak bertenaga dapat disebabkan oleh selera makan yang turun drastis sekali, kurang masukkan makanan/zat-zat gizi yang diperlukan tubuh. Dengan berat badan 35 kg Anda akan tampak turun sekali. Cobalah untuk sedikit memaksakan diri untuk makan agar kebutuhan tubuh akan zat-zat gizi dapat terpenuhi. Tentu memang sedikit susah, tetapi cobalah makan dengan porsi kecil dengan frekwensi yang sedikit sering. Pilihlah makan yang tidak merangsang (pedas, asam) hindari makanan terlalu berlemak (tart, jeroan, usus, babat, dll), makanan yang bergas (nangka, nanas, ubi, ketan dsb).
Minum susu sebelum tidur boleh saja, tetapi untuk mengembalikan berat badan yang penting adalah meningkat nafsu makan. Karena meskipun minum susu sebelum tidur, tetapi jika tidak makan dengan teratur, berat badan Anda tidak akan bertambah.
Dengan pola makan yang tidak teratur dan menyantap makanan yang kurang bersih, tentunya dapat memunculkan tipus kembali.
Jumlah BM sehari yang dapat dikonsumsi kurang lebih 2500 kal.
Bahan makanan yang baik dikonsumsi :
Beras, tepung beras, sagu, ayam, ikan, telur, daging, susu, tahu, tempe, pepaya, pisang, bayam, wortel, labu siam dll
Hindari :
Singkong, ubi, kentang, dendeng, corned, sardines (makanan awetan), tape, nanas, nangka, daun singkong dll yang bertekstur kasar.
November 28th, 2006 — Story
Kenal kata hati ? Percaya kah ? Kalau saya antara percaya dan tidak tapi herannya kata hati selalu benar. Ketahuannya bila terbukti. Yang paling sederhana adalah menjawab soal pilihan ganda. Waktu masih sekolah sering sekali kata hati harus pilih A tapi otak bilang C. Saya pilih C. Buktinya benar jawabannya A. Menyesal sekali. Berulang kali terjadi tapi saya tetap ga nurut sama kata hati. Tinggal menyesal saja “Kenapa ga pilih A, ya”
Tapi untuk perbuatan baik dan buruk, saya menurut. Iya …lah mana ada sih tidak melakukan sesuatu yang jelas-jelas itu buruk dan melakukan bahwa itu jelas-jelas baik. Dan otak pun sinkron dengan kata hati. Yang berabe kan otak dan kata hati bertolak belakang, itu yang repot.
Untuk jodoh, pernah kata hati saya “inilah orangnya yang saya cari …” Tapi berjalannya waktu … ga sreg … Sampai saat ini kata hati saya tidak pernah bilang apa-apa lagi. Menyedihkan.
Yang paling seru, kata hati bilang ada sesuatu yang tidak beres dengan si A, secara tiba-tiba muncul perasaan tidak enak dan kata hati bilang “telepon, itu ada wartel … telepon … ada sesuatu yang tidak beres dengan si A”. Tapi otak bilang “engga ahh, baru nelepon, ga ada apa-apa”. Tapi kata hati ini bawel terus sampai akhirnya si A telepon pada malam harinya “Bapak saya meninggal. Saya ada di Bandar”. Saya terkejut tapi bukan karena bapaknya meninggal tapi karena benar kata hati.
Untuk kesekian kali kata hati benar. Terlalu banyak kata hati berbicara. Terlalu banyak kebenaran. Apakah 1 kali kata hati berkata saya akan langsung menurutinya ? Apakah perlu kata hati memukul saya sehingga mengerti dan tidak perlu diulang-ulang perkataannya ? Maaf, kalau saya tidak menurut …
November 28th, 2006 — Story
Gampang. Kalau mau ulangan, dihapalinnya jauh-jauh hari. Misalnya guru ngasih pengumuman hari Jum’at, jumlah halaman yang harus dihapal 10 halaman dan ulangannya 1 minggu kemudian. Malam harinya, kita belajar untuk yang besok hari, setelah selesai semua berberes, kita hapalin halaman 1 pelajaran yang minggu depan mau ulangan, sampai hapal. Besok harinya halaman 1 diulang lagi baru halaman ke 2, sampai hapal. Lusanya halaman 1 & 2 diulang lagi kemudian ke halaman 3 sampai hapal. Begitu seterusnya sampai hari ke 6. Alhasil pas hari Hnya, ngelotok deh dan dijamin semua pertanyaan soal ulangan pasti terjawab semua. Kalau jumlah halamannya banyak, bagi sendiri aja ya .. berapa halaman dalam 1 hari untuk dihapal.
Resep yang diatas atas saran dari teman sebangku, katanya dia lemah dihapalan dan menurut saya jago dihitungan. Waktu dia tanya “Auliah udah hapalan pelajaran A, tidak?, saya sudah donk, tapi halaman 1 saja”. Bangga lho dia. Saya kaget terus saya bilang “Kan ulangannya baru minggu depan, hapalinnya nanti aja”. Kata dia lagi, “Lebih baik hapalin sekarang, dicicil, jadi pas dekat harinya kita ga kelabakan”. Hmm .. saya pikir benar juga, hapalannya juga banyak banget. Untuk hapalan hitung-hitungan, caranya sama untuk menghapal rumus tapi untuk prosedur harus sering latihan dengan cara mengganti angka-angka. Tapi untuk hitung-hitungan tetap saya ga gape, cuma hapal rumusnya, lain dikit aja .. udah bingung.
Hasilnya ulangannya bagus terus dan saya dapat rangking 3 dengan nilai rata-rata 8.25. Lumayan .. coba saya jago juga di ilmu eksakta .. rangking 1 kali ya …. Seingat saya, waktu itu rangking 1 nilainya rata-rata 9,8; 2 orang rata-rata 9 untuk rangking 2 dan rangking 3 ada 3 orang.
Kalau PR, saya selalu mengerjakan sehabis pulang sekolah, habis sholat, makan, gantiin bapak di toko. Apakah PRnya untuk lusa, 3 hari lagi, minggu depan apalagi untuk esok harinya pasti langsung dikerjakan. Jadi ga buru-buru … mikirnya lebih tenang dan hasilnya lebih bagus. Setelah selesai semua PR .. BEBAS … Itu peraturan baku ortu kalau ga dijalanin dimarahin.
Kelihatannya seperti berkutat terus dengan buku ya .. Tapi saya gaul kok .. saya punya kehidupan sosial juga, juga suka main ke rumah teman … Percuma kalau kita belajar melulu kalau ga gaul .. ihhh makhluk apa itu ….
Nah, yang diatas waktu SMP. Gimana SMA ?… amburadul sekali .. kebetulan saya ga mau sekolah disitu … saya ogah-ogahan … tapi saya bisa dikasih 3 pilihan .. mau masuk IPA, IPS or Sastra, waktu itu rata2 7. Saya ga suka semua .. kalau pun suka cuma 1 or 2 pelajaran. Akhirnya saya pilih IPS, karena jarang ketemu matematika -gurunya galak- tapi ketemu akuntansi…. gpp .. udah biasa .. alhasil saya belajar akuntansi 5 tahun, 3 tahun di SMP dan 2 tahun di SMA tapi tetap aja ga mudeng, bisanya uang keluar dan keluar masuk, lagipula uangnya ga ada … coba ada, jadi semangat deh belajarnya .. hehehehehe. Kalau pilih IPA, ketemu matematika, hapalan bahasa latin dan operasi binatang .. ihhh bauu amis. Kalau sastra, saya ga suka terlalu sering ketemu pelajaran BAHASA. Ketemu Perancis di IPS seminggu 5 kali udah bete apalagi 6 hari dan 1 hari bisa 2 kali ketemu. Beberapa mata pelajaran bisa ulangannya bisa setiap hari, sialnya soalnya rata-rata cuma 2 buah.
Saya jarang menerapkan cara yang diSMP, ½ males, ½ ga konsentrasi … udah ga minat sama rangking tapi tetap minat naik kelas … Tapi saya tetap kalau buat PR buatnya jauh-jauh hari. Yang jelas STTB saya bagus, pas angka 7
November 28th, 2006 — Promosi
Luas tanah 265 m2
Luas toko kurang lebih 120 m2
Sertifikat HGB
Tempat Strategis
Peruntukan Usaha & Perkantoran
Di Jl. Bendungan Hilir Raya No. 33, Jakarta Pusat
Keterangan lebih lanjut hub. Auliah Azza
auliahazza@yahoo.com, auliahazza@gmail.com
November 28th, 2006 — Story
Paling menyebalkan kalau janji dengan memakai kata pagi, malam, siang, sore karena jamnya ga pasti. pasti saya akan bertanya lagi, sorenya jam berapa ? sore itu kan dari 3 sampai dengan 6. Malam dari jam 6 s/d menjelang subuh. begitu seterusnya. Uh.. mengesalkan. ada temannya saya kalau janji pasti memakai kata diatas. Kalau saya tanya lagi jam berapa ? kata dia pokoknya sore dech, atau pagi dech. kalau sudah begitu saya cuek aja, mau datang kek ga datang memangnya gue pikiran. Paling-paling saya jawab lagi “iya dech sore or iya dech malam” or “terserah” dstnya or saya diam aja. Kalau pas dia datang tapi saya lagi sibuk … biarin aja dia nunggu salah sendiri kenapa ga pakai waktu angka, jadi saya kan bisa membagi waktu dan diplanning.
Saya juga tidak suka kalau memakai kata ba’da. Pernah saya janji denganteman. Katanya akan datang habis ba’da zuhur, janji disuatu tempat. Padahal saya bedug zuhur belum pulang kerja akhirnya minta izin. Sepengetahuan saya kalau ba’da itu habis bedug langsung sholat. Rupanya dia datang sekitar jam setengah 3, hampir menjelang ashar. katanya kalau ba’da itu ya setelah saya sholat, waktu sholatnya jam berapa terserah saya. Gondok gue …
Tau tidak kalau saya sudah minta izin pulang duluan dari tempat kerjaan, nunggu sampai 2 jam lebih. untungnya saya bisa cari kesibukan. sebenarnya pengin ditinggalin aja, tapi ga tega sich ….
Semenjak itu dan sampai sekarang saya tidak akan pernah janjian dengan memakai kata ba’da, sore, malam, pagi siang .. GA JELAS. Pake angka .. 1 … 2 … 3 aja. Ga apa-apa kalau nanti telat atau tidak sesuai dengan angkanya …. yang penting ada kepastian.