Pandangan Pertama Dengan Linux

Date Posted : August 19, 2005

Pandangan pertama saya dengan linux sudah lama mungkin sekitar tahun 2000 an. Lihat simaskotnya Pinguin Si Endut… lucu amat, senyum terus … smiling dengan mata jenaka, always ceria … bikin gemes.

Waktu pertama kali baca bukunya bingung. Salah satu kata yaitu distro, apa itu. Kok nama linuxnya banyak banyak banget … yang linux itu jadi yang mana ? dari pada pusing lebih baik tutup buku dan ga jadi beli. Untung di gramedia ada buku contoh, jadi saya ga beli kucing dalam karung.

Tahun 2004, ada pelatihan linux oleh MIFTA, ikutan dech. Akhirnya saya mengerti apa itu distro. Anggap aja Linux itu suatu organisasi dan mempunyai cabang-cabang namanya distro, distro itu bisa macam-macam namanya dan dibuat oleh siapa saja. Itu pemahaman saya, kalau salah … sori menyori dech…

Karena ada sweeping software bajakan dan telah diberlakukan dengan serius UU HKI tahun 2002, saya bersinggung kembali dengan Linux dalam artian sesungguhnya. Pertama-tama coba install Fedora Core 3, gratisannya si RedHat. Pengertian gratisan, software ini boleh dicopy, dipake rame-rame, jadi ga perlu beli CD asli untuk setiap komputer. Tapi murah lho harga perkepingnya, kalau ga salah Fedora Core itu ada 5 CD (sorry kalau salah lagi), 1 keping itu Rp. 20.000/Rp. 25.000. Kalau mau download di internet, banyak, gratis lho ga pake trial-trialan. Beli CDnya di www.gudanglinux.com atau datang ke toko gudang linux di ITC Kuningan, samping Mall Ambasador, lantai dasar, kalau ga ketemu tanya aja sama Satpamnya, mereka tahu semua. Tapi hati-hati lho LINUX ada yang bayar, contoh RedHat, Xandros dll, tanya aja yach ke orang yang paham dilinux

Installnya rada panjang juga. Kalau di Windows kan tinggal next…next. Di Fedora sebenarnya tinggal next aja, trus masukin CD sampai 5 buah, tapi waktu install itu cuma sampai 4 buah aja. Wah, karena rada panjang, saya tanya “ini ga ada yang lebih pendekan lagi. Sayang install Fedora ga sukses di processor VIA, memorinya kayaknya kurang … ga tahu dech … pokoknya ga sukses aja. Trus coba Vector Linux, sukses lho, cepat install tapi tetap aja panjang installnya hee..hee … tapi sayang kalau pake internet lemot banget … wah … berarti memorinya harus gede lagi nich … padahal bukanya ga banyak lho. Vector Linux, distro ringan, bisa dipakai di Pentium 1. Trus coba Lorma Linux katanya buat LTSP … nah yang ini gw ga nyambung … wah, installnya super panjang … trus kalimat yang sama keluar lagi “Ga ada yang pendekan lagi nih …” … aul jadi geli banget nich … Sebagai newbie (orang baru) di Linux … Linux itu ribet installnya … ampun dech …

Waktu install Linux, tempat saya musim hujan, kalau udah ada geledek, petir, tutup warnetnya, maklum udah pernah kena 2 x ama petir, untuk komputernya ga ada yang hangus. Jadi kerjaan rada lama … kasihan sama saudara aul yang ngeset linux padahal dia itu sibuk banget … tapi Thank’s Banget udah aul bikin repot.

Karena ga sukses install Fedora di VIA. Karena saudara saya sukses install Fedora di komputer dia yang pake Intel, untung aja server aul pake Intel, akhirnya, server pindah ke client … wah jadi suasana berantakan .. tapi ga pa pa yang penting pindah ke Linux.

Selama proses pindah ke linux dari bulan Maret, maag saya yang parah kambuh lagi, hampir seminggu lebih ga sembuh-sembuh. Obat maag yang dari dokter, mylanta ga mempan semua. Walaupun ga telat makan tetap ga sembuh-sembuh. Saya paling takut kalau kambuh seperti keram diperut dan susah bernafas, trus akhirnya muntah … sakit luar biasa banget. Akhirnya nyerah pas hari ke 9 (kira-kira), minum kunyit dan madu, alhamdulillah sembuh. Tapi ga berlangsung lama..kambuh lagi, ada pikiran, konflik, susah menerangkan ke bapak yang selalu bertanya “Sudah installnya? … sukses ga ? … ga bisa dimana ? … nanti ga pake harddisk disetiap komputer ? kok bisa ?” … “Komputer Linuxnya ga dipakai ?. Itu aja yang ditanya. Maklum takut ada polisi ingin razia. Walaupun saya bersusah payah untuk menerangkan tetap aja pertanyaan yang sama diulang lagi … dan tetap saya akan menjawab yang sama, pernah belum selesai ngomong … udah punya kalimat sendiri tapi salah … wah … kacau dech. Susah dech ceritanya.

Akhirnya, setelah dinanti-nanti bisa pake Fedora di Server dan semua client pake LTSP. Tapi ada masalah lagi nich ada network cardnya ga bisa ngedetect, akhirnya beli baru network cardnya. Walaupun udah selesai tetap masih susah karena belum bisa baca disket disetiap client, akhirnya repot dech di server melulu. Tapi akhirnya ketemu cara baca disket di setiap client … alhamdulillah

Walau dengan segala kesusahan, kerepotan, stress, pusing, nahan sakit, marah-marah, sewot, kesal. Dengan ketulusan hati senang berkenalan dengan LINUX.

Untuk sementara ini, ga terima Kursus Mie Kocok di tempat aul tapi ke rumah dengan syarat punya komputer di rumah … uuuuhhhhhh, yach gimana MAHAL sich Microsoftnya, trus ribet dech urusannya. Tapi kalau mau belajar OpenOffice boleh, saya terima dengan senang hati.

Pelanggan saya, yang udah pernah coba OpenOffice boleh mencantumkan di Curriculum Vitaenya Pendidikan Informal : Bisa OpenOffice (Writer, Calc), kan udah pernah coba. Hampir sama kan sama Office. Kan keren bisa LINUX, maklum masih jarang yang bisa … kali lho yach ?

Sering-sering aja ke tempat saya, dikasih tahunya gratis lho. Sering-sering tanya aja tapi nyewanya bayar yach … hee.hee….Kalau saya bisa jawab, tapi saya usahakan dijawab tapi maaf yach kalau ada pertanyaannya ga langsung dijawab masalahnya saya cari dulu maklum saya harus belajar dari 0 (nol) kembali tapi ga banyak kok …

Kan ga seperti di Office, yang sudah belajar selama 12 tahun dan sampai sekarang saya merasa selalu kurang dan ga 100% menguasai sampai ke jeroan produk dari Mie Kocok

Tapi gpp kok, belajar itu sampai akhir hayat.

Oh, ya … jangan sampai ada yang bilang ke kamu “HARI GINI GA BISA LINUX !!!”

Trus jangan bangga and sombong kalau pake produk Microsoft jika masih pake BAJAKAN. Jangan sampai ada yang bilang ke kamu “HARI GINI MASIH PAKE BAJAKAN !!!”

Juga jangan sombong n bangga kalau cuma bisa 1 OS. Yang pakar di Linux aja ga Sombong .. masa cuma bisa sedikit aja di software Microsoft aja udah sombong.

0 comments ↓

There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment