Rupanya kejadian aneh seperti di sinetron “Takdir Ilahi” or apapun yang jenisnya sama di Televisi memang benar ya… Saya kira bohongan, maklum belum pernah melihat atau menjumpai orang menjelang ajal atau mayat belum masuk ke liang lahat menimbulkan kejadian aneh.
Menurut berita koran online pikiran rakyat, sebelum datang mayat Alda, liang lahatnya tiba-tiba longsor, terpaksa tukang penggali tanah menggali kembali. Berikut isi berita lengkapnya …
KEANEHAN mengiringi pemakaman jenazah penyanyi Alda Risma Elfariani (24) di TPU Blender, Kel. Kebon Pedes, Kec. Tanah Sareal Kota Bogor, Rabu (13/12). Sebelum jenazah tiba di TPU Blender, tiba-tiba saja tanah kuburan yang bersebelahan dengan liang lahat yang dipersiapkan untuk jenazah Alda, longsor dan menutup liang lahat yang telah dipersiapkan. “Kami terpaksa menggali kembali,” ujar Ujang (40), salah seorang penggali kubur.
Ketika jenazah diturunkan ke liang lahat dan tali pocong dibuka serta wajah Alda terlihat dengan jelas, ibu almarhumah, Halimah histeris seperti orang kesurupan, sehingga diamankan ke sebuah pos hansip. “Keluarga memang sangat terpukul dengan kematian Alda dan kita berharap agar masalah ini segera diungkap,” kata Fahmi, adik kandung Alda.
Kematian pelantun tembang “Aku Tak Biasa” itu, membuat keluarga dan masyarakat tersentak. Alda Risma Elfariani binti A. Farid, demikian nama lengkapnya, ditemukan tewas di kamar 432 Hotel Grand Menteng, Jakarta, Selasa (12/12) malam. Saat itu, perempuan kelahiran Bogor, 23 November 1982 ini, ditemukan bersama teman lelakinya. Upaya penyelamatan dengan membawanya ke RS Mitra Internasional, sempat terhambat karena pihak rumah sakit menolak. Ia pun dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Saat itu, mulutnya sudah mengeluarkan busa. Ia mengembuskan napas terakhir sekira pukul 19.30 WIB. “Ketika petugas tiba di kamar korban, Alda sedang bersama teman lelakinya. Dialah yang memberi tahu petugas keamanan Hotel Grand Menteng bahwa Alda dalam kondisi sekarat. Sekarang, pria itu sedang diburu polisi,” kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol. Robinson Manurung.
Kesimpulan sementara polisi, Alda meninggal akibat overdosis. Di tempat kejadian, polisi menemukan beberapa barang bukti yang menguatkan kesimpulan tersebut.
Di TKP, polisi menemukan beberapa jarum suntik. Berdasarkan pemeriksaan tim forensik dari RSCM, di tubuh Alda juga ditemukan adanya lebam di tangan dan telapak kanan. Selain itu, di urat nadi tangan kanan Alda terdapat bekas jarum suntik. Kepala Pelayanan Masyarakat Forensik RSCM dr. Zulhasmar Samsu mengatakan, korban meninggal karena ada indikasi pemakaian zat psikotropika berlebihan.
“Salah satu zat itu memang ada metamphetamine. Tapi untuk kepastiannya harus diteliti lebih dalam lagi. Kira-kira seminggu lagi baru bisa ditentukan apa jenisnya,” kata Zulhasmar, yang memaparkan sedikitnya ada 20-25 titik tusukan jarum suntik di tubuh Alda.
Ditambahkan, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada diri korban. Adanya lebam biru pada tubuh korban, menurut dia, merupakan lebam mayat. Lebam mayat adalah kondisi mayat setelah kematian somatis.
Alda pernah mengalami overdosis pada 8 November 2005 di sebuah hotel ternama di Jakarta Pusat. Namun, dalam kejadian tersebut, jiwanya dapat tertolong. Tudingan kematian Alda disebabkan karena overdosis dibantah pihak keluarga. “Alda tidak pernah menggunakan obat-obatan,” kata Fahmi, adik kandung Alda.
Histeris
Kedatangan jenazah Alda di rumah kakeknya, Dedi Suwardi (55) di Jln. Sukasari 1 RT 02/2 Kel. Sukasari Kec. Bogor Timur, Rabu (13/12) sekira pukul 6.30 WIB, disambut isak tangis pihak keluarga.
Alda Risma dikebumikan Rabu (13/12) sekira pukul 9.15 WIB. Kedua adik Alda, Nur dan Dinda beberapa kali pingsan. Tak cuma itu, Halimah sempat pingsan saat jenazah diberangkatkan ke TPU sehingga prosesi pemakaman tertunda menunggu Halimah siuman.
Tampak hadir di pemakaman, artis Yuni Shara, mantan manajer Alda, Del, dan produser Alda, Iwan Sastrawijaya dari EMI Indonesia.
Yuni Shara mengaku kaget ketika tahu Alda meninggal. Itu sebabnya ketika mendapat telefon dari seorang teman dan ibunya, Yuni langsung berangkat ke Bogor.
Karier menyanyi Alda terbilang biasa-biasa saja. Ia pernah mengeluarkan album bertajuk ” Kupilih Yang Mana” namun kurang sukses. Barulah di tahun 1998, namanya dikenal setelah lagunya “Aku Tak Biasa” sempat booming dan memperoleh penghargaan sebagai Penyanyi Pop Terbaik versi AMI Award 1998. Alda pun pernah membintangi sinetron “Kesucian Prasasti”.
Pada tahun 2007 , ada rencana Alda comeback ke dunia nyanyi. ” Alda masih menyisakan enam sampai tujuh album , tetapi mau apa lagi, sekarang Alda sudah tiada,” kata Iwan.
Dijemput polisi
Di tengah duka yang dialami keluarga Alda, sekira pukul 17.45 WIB, Tim Reserse Polsekta Bogor Selatan menjemput Halimah. Ternyata, selama dua tahun ini, Halimah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polsek Bogor Selatan dalam kasus penggelapan. Pada tahun 2004, Halimah diduga telah melakukan penggelapan surat-surat mobil milik korban bernama Epi Supriatna dari salah satu perusahaan rental di Bogor Selatan. (Suhirlan/Feby/Anton R/”PR”/A. Arief)***







11 comments ↓
hanya Allah yg Maha Tahu
Yap… kalau pikiran aul .. mungkin nih.. mungkin karena musim hujan … jadi tuh tanah gampang longsor
ALDA…,,, CANTIK.., BERBAKAT…, TAPI.. KNP HARUS BERAKHIR SEPERTI INI…,
HANYA ALLAH YANG TAHU.., JADI KAWAN2 NGAK USAH TERLALU KOMEN YANG ANEH2 YACH…..
mas Didit, fans beratnya Alda ya… ?
mmm…. dapat beritanya dari mana neh??
Untuk Arul :
Coba klik pada kata “online pikiran rakyat …” saya sudah link-kan.
Apapun yang kita rasakan sekarang bisa jadi itu adalah perbuatan kita dimasa yang lalu,.lagi2 Allah yang maha mengetahui,..
mgkin iya?tp hanya alda dan tuhan yg tau wallahu alam amin.
yaCh.. mGkn tNah LnGSOr iTu KbEtuLn aDja!
oh noooooooooooooooooooooooooooooooo
alda adalah favoritQ,moga alda dtrma & dtmpatkn ALLAH d ssix.aminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Leave a Comment