Jam 13.00, Bapak saya bilang tukang koran keliling komplek perumahan untuk mempromosikan isi koran tentang guru men-smack down muridnya…
Rupanya guru ga mau ketinggalan trend ya….
Dan hari ini, tanggal 21 Desember 2006, sekolah tersebut ramai…
Saya cari beritanya .. ketemu deh… di Monitor Depok, rupanya kejadiannya sudah lama.. ketinggalan berita nih, padahal sekolahnya satu komplek sama rumah Aul… kok gw ga tahu ya… :))
Maklum, jarang ngegosip same tetangge
Berikut beritanya …
SAWANGAN, MONDE: Barangkali terpengaruh tayangan smack down, seorang guru Sekolah Dasar Islam Nurul Hidayah di Kel. Pondok Petir, Kec. Sawangan, NH, dilaporkan ke Polsek Sawangan.
NH dilaporkan telah menendang perut Hari (12), siswa sekolah itu. NH bukannya dilaporkan Hari atau keluarganya, tapi justru oleh sesama guru di sekolah itu, Alimin. Pelaporan ini bertujuan agar kekerasan semacam itu tak terulang lagi.
Di kantor Polsek Sawangan, Alimin mengemukakan, peristiwa itu terjadi di tempat ibadah milik sekolah, 29 November 2006. Namun kejadian itu, katanya, tidak dilihatnya secara langsung lantaran pada saat itu tengah melaksanakan sholat Dzuhur.
Namun, menurut saksi mata, yang juga rekan korban di SDI Nurul Hidayah, kata Alimin, disebutkan bahwa kejadian kekerasan itu memang terjadi.
Korban, menurut saksi mata, ditendang oleh NH karena dianggap tak disiplin. “Kejadian itu sebelum sholat,” kata Alimin mengutip saksi mata. Tentu saja, kata Alimin, korban kesakitan. Saat itu, katanya, korban masih melakukan sholat Dzuhur.
Seusai sholat korban mengalami kejang-kejang.
“Jadi saya melaporkannya [ke polisi], didampingi saksi yaitu rekan korban,” tutur Alimin.
Saat melapor ke kantor Polsek Sawangan Alimin didampingi Liestyati Sugeng Haryono, warga setempat, Chairul Pasaribu yang mengaku ikut mendirikan sekolah Nurul Hidayah, dan Rini Sriandi, orang tua siswa.
Kepala Pengawas Sentra Pelayanan Masyarakat (SPK) Polsek Sawangan Aiptu Iksan menyebutkan laporan tentang guru tercatat dengan nomor polisi 425/K/XII/2006/Swg.
Mengomentari peristiwa tersebut, Liestyati Sugeng Haryono mengatakan, peristiwa ini tidak bisa dibiarkan dan harus diproses secara hukum sehingga ada efek jera bagi pelaku. Sebab, lanjut dia, dalam dunia pendidikan jika anak tidak disiplin, tidak harus diperlakukan seperti itu.
“Ini sama juga smack down,” ujar Liestyati yang duduk di LSM Perhimpunan Orang Tua Murid Indonesia (POMI) pusat.
Sementara itu Rini Sriandi, orang tua siswa di sekolah tersebut, minta kepada pihak sekolah untuk memberikan sanksi kepada pelaku agar nantinya kejadian serupa tidak terulang. “Saya minta kepada pihak sekolah memberikan sanksi kepada pelaku,” ujarnya.
Chairul Pasaribu yang mengaku sebagai pendiri dan pembina sekolah itu menambahkan, sehari setelah peristiwa ditendangnya siswa SDI kelas VI Nurul Hidayah itu, dia bersama Bimas dan kepolisian setempat datang ke sekolah untuk mengetahui peristiwa yang sebenarnya.
Tapi saat itu, belum ada penjelasan secara langsung dari guru itu (NH), namun istrinya mengaku bahwa persoalan itu sudah dimusyawarahkan.
Sementara itu saat Monde menghubungi sekolah itu beberapa kali melalui telepon untuk mendapat konfirmasi mengenai persoalan ini, nomor yang dituju tidak ada yang mengangkat.(sud)









6 comments ↓
korban ’smack down’ bertambah lagi niy… btw disiplin nya dalam hal apa yak? klo ga disiplin yah cukup ditegor ajah gitu ga usah pake ’smack down” segala…
saya pikir penendangan guru thd murid tidak tepat disebut smack down. menurut saya lebih cocok jika disebut kungfu
tampilannya berubah ya?
soal smackdown udah emang nggak bener dech..
To phie2th : memang ga boleh gitu kalau ingin menerapkan disiplin, kan bisa cara lain. tapi masih untung tuh murid, cuma perut.. ada lagi tapi bukan smackdown : guru di Jawa, nyambit pake batu ke anak muridnya hingga tewas. guru itu melakukannya karena kesal sekali sama murid2nya yang sudah dibilangin beberapa kali ga ngerti juga bahwa bola voli jangan dipakai bola sepak. Tuh batu kena kepala muridnya. Polisi memutuskan bahwa tindakan guru tersebut cuma “kecelakaan”
To Apung : memang gurunya jago bela diri
To Agus Syafii : iya, tampilannya berubah, karena bbrp waktu lalu data hilang dan blog tidak bisa diakses. Tapi untungnya di archieve. Masih ada postingan yang belum masuk ke blog ini. Nanti aja ..
wah… gak kasian tuh guru ma anak didiknya
To Ario Dipoyono :
Muridnya pas difisum tidak ada apa-apa, hasilnya negatif. Gurunya tidak sengaja sih.. Murid dan guru itu adalah pelatih dan murid Karate… Tapi kasusnya jadi panjang sampai ke DPRD Depok, sampai Komnas HAM …cckkkk
Leave a Comment