Pagi-pagi, seisi rumah heboh karena ibu sehabis pulang dari pasar dipatuk ayam. Dengan sangat marah, bapak membawa kayu tebal panjang langsung mengejar ayam yang berjenis kelamin jantan itu sampai terjatuh-jatuh. Alhasil, ayam tersebut terkapar sementara. Setelah 5 menit dengan gagahnya dibangkit kembali. Bapak saya lecet-lecet dibagian kaki dan siku. Si pemilik tidak melakukan apapun terhadap insiden tersebut, hanya bisa melihat saja. Minta maaf kek… dasar gelo …
Ayam jantan itu kepunyaan tetangga sebelah. Sudah banyak korban yang dipatuk. Saya sering diceritain setahun yang lalu sama keponakan tapi tidak percaya karena setiap melewati ayam tersebut tidak pernah dipatuk. Berarti dia takut sama gw donk :p
Menurut keponakan saya, dia suka matuk manusia berjenis kelamin perempuan dan anak-anak tanpa mengenal jenis kelamin. Kalau bencong ? .. dipatuk juga ga ya …. :)). Keponakan dan adik perempuan saya sudah pernah kena.
Saya lihat dengan mata kepala sendiri. Pagi hari, beberapa hari lalu, ada seorang ibu habis berbelanja, didepan rumah saya tuh ayam sibuk matukin kaki si ibu sampai belanjaannya jatuh. Saya sih cuma bisa bengong …
Nah, anak Pak RT juga pernah dirawat di rumah sakit karena dipatuk ayam sialan itu, kakinya sampai biru-biru dan menggigil. Kalau tahu pemiliknya, teman-teman anak Pak RT akan membuat perhitungan. Untuk si ayam jika ketemu katanya mau dibunuh atau ditabrak sampai mati. Menurut keterangan anak Pak RT yang jadi korban sampai sekarang, sakitnya masih terasa.
Menurut bapak, tetangga lain sudah kesal sama ayam tersebut apalagi sama pemiliknya. Pemiliknya sangat bangga atas kelebihan ayamnya. Tetangga saya itu punya 2 ayam perempuan dan 1 ayam jantan yang bebas perkeliaran.
Kalau saya, sebelnya semenjak flu burung sedang beraksi hebat-hebatan, tidak ada tindakan apapun dari pemiliknya, tuh ayam masih bebas berkeliaran dan tidak dipotong. Malah pernah meninggalkan jejak di lantai rumah lagi. Sebel…..
Atas kejadian tadi pagi, ibu segera dibawa ke puskesmas dan melapor ke Pak RT serta Pak Lurah agar diberi sanksi bagi si pemilik. Karena Pak RT sudah tahu pemiliknya atas laporan bapak, nanti sore akan melakukan tindakan tegas …. sepertinya bakalan ramai nih..
Kalau saya sih, maunya tuh ayam dipotong … musim flu burung sudah memakan korban kembali.
Kalau ibu saya kena flu burung, saya minta dibayar nyawa. Kalau masuk rumah sakit minta ganti rugi pengobatan. Makanya kalau bertetangga itu arif bijaksana, jangan mau seenak udelnya donk !!









2 comments ↓
saya pernah punya pengalaman yang mirip sama. tapi yang jadi subyeknya anjing. lebih mengerikan kan?
sama-sama mengerikan. Kalau anjing ada obatnya tapi flu burung masih mencari-cari.
saya baca koran di internet.. ada pemilik anjing malah rusak berat mukanya alias mukanya bisa dikatan rata karena dicakar sama anjingnya. sampai dia harus operasi plastik.
Gimana orang yang melihara si “big cat” ? KO deh…
Memangnya pak Cahyo diapakan sama anjingnya ?
Leave a Comment