Kemarin siang ada user laki-laki, rambutnya panjangnya sampai diatas pundak, hmmm ganteng juga. Si user itu duduk dikomputer no. 3 yang kebetulan bersebelahan dengan server. Antara server dengan client no. 3 disekat. Keponakan aul berdiri melihat orang tersebut … hmm cukup lama juga sih berdiri depannya.Akhirnya keponakan aul tanya ke saya dan masih berdiri depan user itu ….
“Uwo… dia itu laki-laki atau perempuan ?”
Karena saya mengerti siapa yang dia maksud, saya bilang “Laki-laki”
“Kok rambutnya panjang ?” kata keponakan
“Coba tanya ke dia, kenapa rambutnya panjang …” kata saya
Dengan muka malu-malu, keponakan aul menggeleng … artinya ga mau …
Dan saya pun tertawa dalam hati …
Sayangnya saya ga tahu reaksi muka tuh cowok. Untungnya, saat itu warnet lagi sepi, cuma 2 user. Kalau lagi rame, tuh cowok pasti malu …
Kalau saya jadi tuh cowok, habis dari warnet … potong rambut …
Hmm … Kalau cewek potongan rambutnya cowok tapi pake rok… keponakan aul tanya juga ga …?
Kayaknya ditanya juga .. masalahan dia orang pengen tauuuuuuuu aja …
Pasti tanyanya kayak gini dan pasti juga didepan orangnya :
“Uwo… dia itu perempuan atau laki-laki ?”
“Perempuan” kata saya
“Kok rambutnya pendek ?” kata keponakan aul
hahaahahahahaaaa
Tiga hari kemudian ada 3 anak, sepertinya masih sekolah, 2 perempuan dan 1 laki-laki (?). Kok aneh ya…
Besoknya mereka datang lagi. Yang laki-laki selalu memakai celana yang panjangnya sampai lutut. Dua hari kemudian, mereka datang lagi.
Keponakan saya yang duduk disamping saya melihat mereka, kemudian bertanya kepada saya ….
“Uwo, dia itu perempuan atau laki-laki ?”
Sambil berbicara begitu dia menunjuk ke salah satu dari mereka yang menggunakan celana yang panjangnya sampai lutut alias celana 3/4, rambut dipotong gaya laki-laki. Saya melihat dengan mata menyelidik dari atas sampai bawah …
“Memang kenapa ?”, tanya saya ke keponakan
“Dia itu perempuan !”, kata keponakan
“Perempuan …?”
Belum habis keterkejutan saya, keponakan sudah lari keluar ruangan.
Padahal saya mau tanya ke dia “Tahu dari mana?”
Masalahnya saya menganggapnya laki-laki, cuma rada aneh gitu … tumben ada laki-laki digerombolan perempuan.
Sampai selesai mereka ada dihadapan, saya menatapnya dengan pandangan menyelidiki
Hmm … perempuan ya… ??
Kali ini, keponakan membuat saya terheran-heran
Catatan :
Uwo = panggilan anak tertua pada masyarakat Minangkabau









2 comments ↓
lho, kalau uni apaaan?
Pak Cahyo, kalau daerah saya (Silungkang) tidak mengenal panggilan Uni. Sepengetahuan saya, Uni dipanggil untuk perempuan yang dianggap kakak walaupun dia anak bungsu.
Kalau daerah saya, bebas. Kadang-kadang anak tertua dipanggil berdasarkan warna kulit, misalnya warna kulitnya putih jadi panggilannya utiah. Kalau hitam jadi dipanggil Mamak Hitam (Paman berkulit hitam). Begitu juga untuk anak tengah, bungsu, sepertinya suka-suka. Tapi pada umumnya si bungsu dipanggil onsu. Kalau tante saya yang tengah dipanggilnya ette.
Jadi kesimpulannya, semua panggilan itu hasil kompromi. Begitu saya, ditawarkan mau dipanggil apa ? yang jelas sama tidak mau dipanggil si hitam karena kulit saya sawo matang ;))
Nah, kalau laki-laki yang dianggap dituakan dipanggil “Datuk” untuk segala umur. Jadi saya tidak mengenal kata “Uda”.
Leave a Comment