Buka Aja Jilbabnya

Sekitar seminggu yang lalu pergi ke daerah Ceger. Sudah waktunya sholat Ashar, saya cari musholla. Akhirnya ketemu atas pemberitahuan seseorang.
Mushollanya cukup besar, banyak kaca, lingkungannya tidak nyaman. Disekelilingnya banyak rumah, seperti untuk santri karena dilihat banyak sekali anak-anak muda berpeci, memakai sarung, jemuran melintang dimana-mana.

Saya datang ke sana, sholat Ashar berjamaahnya rupanya sudah selesai.

Ada lelaki tua, umurnya sekitar 60-an, keluar dari pintu musholla dan bertanyalah saya.

“Assalamu’alaikum Wr. Wb., Permisi, Pak, saya mau sholat, tempat berwudhu untuk wanita dimana ?”

Saya bertanya seperti itu karena tidak ada tanda-tanda berwudhu wanita yang tertutup, hanya tempat berwudhu dengan empat keran yang terlihat oleh umum.

“Disana, mbak, berwudhunya.” bapak itu menunjukkan tempat berwudhu yang terbuka dengan empat keran.

Dengan tergagap serta terkejut.

“Pak, saya perempuan … saya pake jilbab, dimana untuk perempuan ?” tanya saya kembali.

“Hmm, coba lewat pintu itu, dibaliknya ada kamar mandi…”

Saya berjalan ke arah yang ditunjuk. Dengan melewati tempat berwudhu laki-laki, saya buka pintu yang sudah rewot … wah gelap. Saya lihat ruangan tanpa pintu, gelap dan kering, tidak ada tanda-tanda air. Padahal saya melihat ada beberapa perempuan sholat di musholla tersebut. Kemana mereka berwudhu ?
Kembali lagi saya ke tempat Bapak tersebut berdiri dan dia masih memperhatikan saya.

“Maaf, Pak … disana pak ?”, tanya saya ragu-ragu.

“Iya, disana …”, kata Bapak itu dengan nada santai.

“Tidak ada tempat yang lain ?”, tanya saya kembali.

“Disana …”, sambil berkata dia menunjuk ulang tempat berwudhu super terbuka.

“Saya perempuan, Pak”, saya ulang lagi pernyataan saya.

“Buka saja, jilbabnya”, kata Bapak itu.

“Ooooo … “, kata saya bunder.

“Kalau begitu, saya permisi dan terima kasih”,

Dengan gusar, saya berjalan keluar pekarangan musholla. Dengan ujung mata, saya melihat pria dan wanita berdiri menatap kepergian saya.

2 comments ↓

#1 phie2t on 01.25.07 at 7:08 pm

emang suka bt klo ga ada tempat wudhu buat ce tapi klo kepepet ya udah wudhu di situ ajah deh yg tempat nya terbuka. hehehe dasar pi2t…

tapi pit salut ma aul yg lgsg pergi secara tempat wudhu nya mang ga ada

#2 auliahazza on 01.25.07 at 8:57 pm

Tq piet.

Pikiran saya waktu itu, mungkin disekitar situ ada musholla/masjid yang menyediakan berwudhu perempuan.