Kecoa Panik

Malam kemarin, pukul 21.00 tiba-tiba terdengar suara gaduh diluar, antara kaca dan rolling door. 2 menit saya biarkan, lama-lama … saya berdiri dan melihat …

Wah … apa yang mereka lakukan ? Mereka seperti panik, berusaha masuk ke dalam ruangan, mondar-mandir ga tentu arah. Saya hitung… ada 10 ekor kecoa. Tumben, pada keluar semua. Biasanya tidak begini.

Saya berdiri 5 menit, berpikir cepat. Akhirnya, saya pegang meja … tidak bergetar. Saya lihat sekeliling ruangan. It’s OK. Saya melihat kembali gerombolan kecoa yang masih panik.

Kesimpulannya :
Saya menyelesaikan pekerjaan di komputer, matikan komputer, buka pintu ke arah rumah. Sambil menunggu komputer mati, saya bereskan meja, masukkan 2 handphone di kantong celana, ambil segepok kunci, kunci laci. Jalan kebelakang rumah, lihat ke luar …. hmmm, tidak ada kecoa. Kembali ke komputer.

Rupanya sudah mati komputernya, kemudian mati powersupply, cabut colokan, matikan lampu 1 kemudian lampu ke 2 dan tutup pintu kemudian menguncinya.

Sekarang, giliran ke luar rumah.

Waduh, sudah dikunci, saya ambil kunci. Saya keluar dan melihat rolling door. Kecoanya kemana ? udah ga ada. Saya lihat sekitar …. tidak ada apa-apa.

Pagi ini, pukul 6.00 WIB, baca koran online Suara Pembaharuan.com. dengan berita Aktivitas Seismik Meningkat, Masyarakat Diminta Siaga. Menurut D. Chandrasekharam, profesor senior di bagian ilmu bumi dari Institut Teknologi India di Mumbai, India mengatakan telah terjadi aktivitas seismik sepanjang wilayah Jawa, Sumatera, dan Andaman, Asia Tenggara sebulan terakhir ini. Masyarakat yang dilewati lempengan tersebut diminta waspada.

Keterangan profesor itu dikuatkan oleh BMG tapi tidak berani mengatakan akan terjadi bencana besar.

Saya pasrah … setelah mengasuransikan rumah untuk bencana alam. Tinggal banyak berdoa, menyusun strategi yang disimpan di kepala.

Sayangnya, rumah saya keamanannya berlapis, padahal rumah bukan jenis elit. Kalau gempa terjadi pasti sibuk nyari kunci, buka kunci, buka gembok :(

Waktu anak krakatau berulah, saya sekeluarga sudah menyiapkan ransel yang berisi pakaian seadanya, biskuit, minuman botol, ditaruh disamping tempat tidur. Kita tahu dimana surat-surat berharga ditaruh.

Setelah anak krakatau diam, tiga bulan kemudian kita sudah mengembalikan barang-barang yang diransel. Tapi tetap surat-surat berharga ditempat yang terjangkau untuk diraih.

Sekarang …. saya melakukan hal yang sama ? hmm … belum tahu. Sekarang hanya bisa berdoa. Hidup saya ditanganNya. Yang penting kita sudah berusaha.

2 comments ↓

#1 Faishal on 01.13.08 at 6:35 am

Racun Lalat Juga Membunuh Kecoa dan Semut

Saya baru mendapat emai dari Pak Wahidi, Jember, Jawa Timur.
Banyak kecoa dan semut bisa mati karena…selengkapnya baca di http://flybuster.blogspot.com.

Salam

Faishal Djunaidy

#2 auliahazza on 01.13.08 at 6:37 pm

TQ atas informasinya