Every Time …. Every Day …. Every Year ….

Orang sering mengatakan Office di Microsoft itu adalah Windows. Kalau sudah begitu saya harus mengerti maksud mereka jika ada pertanyaan “Mbak, ketikan saya bisa dibuka di Windows kan ?”. Kalau lagi peduli saya ralat “Bisa dibuka di Officenya Microsoft”. Dengan menatap matanya, saya melihat keterkejutan atau kebingungan. Biasanya saya diamkan. Kecuali dia bertanya lebih lanjut dan biasanya akan diulang pertanyaan tadi. Saya tetap menjawab dengan kalimat yang sama. Jika ada penambahan kalimat dari saya adalah “Perhatikan filenya ada titik doc kan ?, Pasti bisa dibuka di Word Microsoft”Bagi saya Windows beda dengan Office, itu pasti … :D. Windows ya … Windows, Office ya … Office. Tapi ya … sudahlah …

Waktu menggunakan Windows, seringkali orang berkata “Mbak, saya mau ngetik di Windows!”

Ok, saya buka WordPad. Katanya bukan itu. Lha iyalah.. bukan itu … saya tahu kok, sengaja !!

Seharusnya bilangnya “Mbak, saya mau ngetik di Word!”

Saya sudah terbiasa mendengar kata yang salah penyampaiannya bahkan bisa membuat saya salah paham bahkan sakit hati menjurus mengelus dada.

Seringkali perkataan mereka membuat saya seperti tertuduh, sepertinya saya yang melakukan perbuatan yang salah atas dokumen mereka atau situs yang dibuka. Misalnya mereka mengganti font Times New Roman ke font yang lain. Berubahlah tata letaknya. Perlu diketahui antara font satu dengan font yang lain tinggi dan lebarnya tidak sama. Tinggi dan lebar Times New Roman dengan size 12 tidak sama dengan font Arial size 12. Saya tidak melakukan apapun di dokumen mereka, saya juga yang disalahkan.

Soal website yang mereka buka juga pun sepertinya saya yang dianggap telah melakukan sesuatu yang buruk terhadap situs padahal tidak. Misalnya tidak bisa diakses atau kesalahan mereka dalam pengetikan data sehingga ada pesan-pesan dalam bahasa Inggris yang seharusnya mereka tahu artinya karena ditulis dalam bahasa Inggris sederhana. Jangan apa-apa saya yang disalahkan karena (saya tekankan) BUKAN SAYA YANG PUNYA ITU SITUS atau YANG NGERUSAKIN TUH SITUS.

Seringkali pula yang datang ingin minta print, sayapun meminta disket tapi mereka menyodorkan kertas.Print atau mencetak di kertas berarti harus ada dulu datanya yang sudah diketik. Tidak diprint baru diketik. Seharusnya perkataan yang benar menurut saya adalah “Mbak, saya minta diketikan, ini konsepnya atau tulisannya” Tidak benar print dulu baru diketik.

Ada juga ingin print tapi tidak bilang diedit dulu. Pas dibuka filenya baru bicara mau diedit dulu. Kalau print ya print no edit. Apapun tampilan di dokumen tidak usah diedit, tidak usah ditambahkan atau dikurangi jadi tinggal print. Kalau diedit dulu, itu sudah lain cerita dan harus ada tambahan biaya. Kita pun jangan keberatan dikenakan biaya karena pengeditan itu sudah memakan waktu dan menggunakan keahlian orang lain.

Jika ada yang membuat pernyataan “Mbak, saya mau ngetik !” Pasti saya akan bertanya “Mau diketikan atau ketik sendiri ?” Saya ingin langsung kalimatnya, contohnya “Mbak, saya mau ngetik sendiri !”, atau “Mbak, saya mau minta diketikan!”.

Ada juga pernyataan : “Mbak, saya mau komputer!”

Karena ditempat saya ada 2 jasa untuk urusan komputer, pasti saya akan bertanya lagi “Mau internet atau ngetik sendiri ?”

Syukur kalau jawabannya “Mau internet” atau “Mau ngetik sendiri”

Ada juga diulang lagi pertanyaan pertama dan dengan pasti saya akan mengulang pertanyaan yang sama pula.

Sama seperti kalau bertanya asal usul daerah seseorang. Pasti akan saya tanya lagi dan tanya lagi. Contohnya : “Mbak, dari mana ?,” kata saya
“Dari, Jawa”
Pasti saya tanya kembali karena Jawa itu luas.
Jawanya mana ? Kalau dari Jawa Barat, yang sebelah mana dan seterusnya. Seharusnya, langsung saja menjawabnya “dari Geger Kalong, Bandung” pada pertanyaan pertama. Selesaikan ! Tidak usah berpanjang-panjang untuk bertanya.

Ada lagi penyampaiannya salah (menurut saya lho ;) ) untuk pernyataan “Mbak, saya mau rental !” padahal tidak mau rental.
OK, saya hidupkan komputer. Saya duduk kembali ke tempat duduk saya.

“Tapi Mbak, saya maunya mbak yang ngetikin”

*gdubrak …*

Seharusnya bilangnya “Mbak, saya minta tolong diketikan donk”

Rental itu berarti ngetik sendiri.

Nah, lumayankan selama 4 tahun menghadapi semua itu.

6 comments ↓

#1 cahyo on 01.29.07 at 6:14 pm

Mbak…saya mau ngeblog..bisa diketikin… ;-D

#2 auliahazza on 01.30.07 at 2:54 am

bisa, tapi saya terima konsep kemudian diketik. jangan suruh saya yang ngarang ya…;)

#3 artja on 01.30.07 at 5:44 pm

agak menyedihkan memang, ketika sebagian teman-teman kita masih keliru seperti itu, apalagi (mayoritas masyarakat kita) masih memakai software bajakan. Sudah mbajak, eh… masih nggak maksimal pula pemahamannya.

#4 auliahazza on 01.31.07 at 6:02 am

@Artja : saya pernah tuh mendapatkan seorang siswa yang ngetik ke tempat saya begitu ngototnya padahal salah, katanya guru komputer yang ngasih tahu.

Sama kasus dengan OpenOffice, jika tampilannya berantakan pastilah disalahkan OpenOffice padahal kalau dilihat di Word memang cara mengetiknya yang sudah salah. Jika tidak mau berantakan di OpenOffice berarti kalau ngetik di Word harus benar sesuai dengan peraturan berlaku di Word. Jadi pas pindah ke OpenOffice tidak terlalu besar berantakannya.

#5 Please, Tutup Pintunya Donk …. » diary ku on 02.11.07 at 8:00 pm

[…] Ini termasuk kegiatan “Every time … Every day … Every year …” […]

#6 Windowsku Malang — diary ku on 11.15.08 at 11:38 pm

[…] Open Source oleh Mie Kocok Mau Dapat Uang Hingga USD 1 Juta ? Tinggal Sentuh PDF di OpenOffice Every Time …. Every Day …. Every Year …. Filenya Bervirus Menentukan Sewa Warnet Membuat Nomor Urut di Calc Searching Secara Cepat Pandangan […]

Leave a Comment