Datuk

Pada masyarakat Silungkang yang termasuk daerah Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, kata “datuk” bukan sesuatu yang istimewa. Tidak seperti masyarakat Minangkabau pada umumnya, “datuk” menunjukkan strata terhormat dalam kehidupan masyarakat yang menganut garis ibu ini. Biasanya setelah “datuk” ada kata-kata yang lain, misalnya Datuk Sinaro Panjang, Datuk Rajo Mudo dan sebagainya.

Untuk mendapatkan “datuk”, masyarakat Minangkabau melaksanakan pesta adat. Pemberian “datuk” kepada seorang laki-laki karena dia adalah bangsawan atau ningrat.

Lain halnya dengan masyarakat Silungkang. Pada masyarakat Silungkang, “datuk” tidak memerlukan pesta adat, segala golongan bisa menggunakan. Artinya tidak perlu seorang bangsawan atau keturunannya. Tidak perlu menunggu laki-laki menjadi dewasa.


“DATUK” bukan sesuatu yang istimewa.

Siapapun yang dianggap laki-laki yang dituakan dipanggillah “Datuk”. Misalnya Datuk Denny berusia 20 tahun mempunyai adik bernama Khairi. Khairi memanggil Denny dengan kata pendahulu “Datuk”. Nisa berusia 6 tahun, mempunyai kakak bernama Imran. Nisa memanggil Imran “Datuk Imran”.

Kebebasan penggunaan “datuk” pada masyarakat Silungkang karena hadiah dari Raja Pagaruyung dahulu kala karena pemuka adat asal Silungkang bisa menjawab suatu pertanyaan sulit sang Raja dengan tepat dibandingkan pemuka adat dari kota lain.
Kapan diberi gelar “sungguhan” ? Biasanya saat pernikahan atau resepsi, sesuai dengan gelar yang dimiliki satu garis keturunan.

Inipun tidak terlalu dibesar-besarkan, tidak perlu potong kerbau atau pesta adat. Cukup diberi “Pengumuman” ke khalayak ramai, itupun juga tidak perhatikan. Salah satu contoh saat penyebutan nama …. Rifky Rangkayo Sakti telah menikah dengan bla..bla… blaa….

7 comments ↓

#1 apung on 03.01.07 at 7:40 pm

kalo apung sekarang lagi sakit datuk. mungkin gara2 cuaca yg gak enak yah?? biasanya pake OBH sembuh..

#2 auliahazza on 03.01.07 at 7:51 pm

cepat sembuh datuknya…. :))

rajin2 minum obat ya ;)

#3 apung on 03.01.07 at 7:55 pm

lah cepet banget balesnya?? lagi di warnet yah? eh kapan2 boleh main kan kesana?

#4 auliahazza on 03.02.07 at 12:07 am

iya…. kebetulan lagi buka blog ini sedang ada yang ditambah ;))

boleh banget ;)

#5 cahyo on 03.02.07 at 12:14 am

ingatnya datuk maringgih.. ;-D

#6 auliahazza on 03.02.07 at 11:31 pm

@cahyo : :)

#7 Sejarah Pemberian Panggilan Datuk » diary ku on 03.11.07 at 10:15 pm

[…] Maka para hadirin yang hadir di rumah gadang mengatakan berilah gelar yang tak lekang dipanas dan yang tak lapuk oleh hujan maka gelar tersebut adalah seseorang atau laki-laki yang lahir dipanggil datuk untuk panggilan sehari-hari. […]