Kecelakaan di Depan Rumah

Baru tiga tahun menempati rumah di Pondok Petir, Sawangan Depok sudah banyak kecelakaan kendaraan bermotor atau orang di depan rumah. Selama tinggal disana, kalau dihitung-hitung, kendaraan bermotor itu 7 kali, kalau orang ada 10 lebih :(

Lumayan kan untuk ukuran jalan tidak ramai, kecil, di pemukiman lagi.

Jalan di depan rumah tidak terlalu besar. 2 mobil dua arah aja ga bisa lewat, harus satu mobil lewat dulu baru mobil yang lainnya kecuali mobilnya kecil. Itupun empet-empetan. Parkir aja susah. Kalau jalan di depan rumah lama di Margahayu Bekasi lebih besar 2 kali lipat, tapi tidak pernah ada kecelakaan baik dalam keadaan beraspal mulus sekali atau banyak lobang “kerbaunya”. Rumah lama padat lalu lintasnya sebagai alternatif jalan untuk menghindari macet di Bulak Kapal.

Rumah yang baru ini, aspal jalannya rada kasar. Lalulintasnya tidak begitu ramai. Ramainya kalau pagi-pagi karena rumah saya dekat pasar. Itupun tidak seramai rumah saya yang dulu. Tidak jauh dari rumah saya, cuma beda 1 rumah ada perempat jalan. Orang-orang disana sering sekali mengendarai sepeda motornya super ngebut, ga pagi, ga siang, ga malam.

Disamping jalan itu, tepatnya diseberang rumah saya ada got yang dalamnya 1 meter lebih. Dulu tinggi batasan antara jalan ke got cuma 10 cm. Sekarang sudah ada batasan beton tapi tetap aja ga ngaruh.

Menurut keterangan orang lama dan tukang ojek, memang jalan pas depan rumah saya sampai rumah tetangga sering sekali kecelakaan, kadang-kadang ga tahu apa penyebab kecelakaan. Dulu pernah ada mobil terperosok ke got, kata orang tepatnya “nyemplung”. Dari nada bicaranya si info “rada ekstrim” jatuh tuh mobil ke got. Kata si info lagi, nariknya aja susah… walah…. Berarti parah. Kata yang punya mobil, ga tahu kenapa bisa ke terperosok, padahal mobilnya ok-ok saja. Pokoknya banyak deh kecelakaannya, kita ada terbengong-bengong.

Kalau anak-anak suka berjalan bertitian seperti jalan diatas seutas tali, bedanya tali itu ‘kan lebarnya tipis tapi yang ini lebarnya 15 cm atau selebar sepatu olah raga. Kalau ga konsentrasi jalannya pasti tergelincir. Dulu melihat kelakuan anak-anak tersebut … biasa saja, tapi semenjak ada yang tergelincir, kita larang. Ada juga anak-anak main lompat-lompatan, untungnya ga pernah meleset tapi kalau kelihatan sama kita, pasti dilarang.

Ada anak naik sepeda berdua terus becanda, didorong temannya yang dekat got, jatuhlah dia. Atau tanpa ada alasan jelas, jatuh ke got :( Ada juga tukang ojek stangnya belum diamankan. Jadi ya… oleng deh, tapi si penumpangnya jatuh ke got … Menurut si tukang ojek si remnya. Tapi pas dicek gpp remnya.

Ada yang jatuh tanpa alasan ga jelas juga – banyak ga jelasnya - padahal nyetir motornya nyantai. Ada yang keluar dari perempatan ga pake klason atau berhenti lihat kanan kiri langsung bamblas, terjadilah kecelakaan. Terus ada ibu membawa anak bayi pake motor, kata si ibu.. anak terlepas dari gendongan, jatuhnya kena pot yang sudah karatan, retak dimana-mana, kena daun telinga, terseboklah …. sst.. potnya bukan punya aul lho, punya tetangga depan. Dan masih banyak lagi, hasil kecelakaan ini pada umumnya yang kena kepala sampai berdarah-darah.

Kemarin sore (5/3/07), setelah hujan selesai… ada kecelakaan didepan rumah … kecelakaan hebat menurut ukuran jalan komplek ….. kali ini pas di depan pintu masuk … :D

Aduh kecelakaan lagi …..

Salah siapa ?

Hmm… saya lihat pas kejadian tersebut dari dalam ruangan. Kebetulan saya sebentar-sebentar melihat suasana luar, padahal saat itu lagi ngetik… ditungguin sama orangnya. Orangnya lagi ngedikte. Pokoknya saya saat itu pengen lihat keluar. Benar-benar lagi ga konsentrasi.

Jadi kejadiannya, si anak muda lewat dari sebelah kanan si gadis, padahal yang kanan itu sempit sudah diambil si anak gadis itu. Si anak muda ini, melajukan motornya sangat kencang. Menurut keterangan si anak muda, si gadis ini tidak pake lampu mau belok. Tapi saya lihat, si anak muda mengendarai motornya terlalu kencang. Ga pas sama jalan dipemukiman.

Atas kejadian ini, baju si gadis sebelah kanannya kotor, untungnya dia pake baju dan celana panjang. Motor varionya cuma retak didepan. Kalau saya sih, untungnya si gadis ga pecah kepalanya karena ga pake helm mengingat benturannya sangat keras. Yang cowok, saya lihat tidak apa-apa tapi motornya ga tahu deh…..

Jalanannya, ada bekas tabrakannya, cukup dalam juga sih …

Tidak berapa lama, tempat saya ramai sama orang, macet pula, si anak gadis manggil orang tuanya. Si anak gadis dan si anak muda saling minta ganti rugi serta main salah-salahan.

Nah… what’s next …

Apakah perlu diruwat atau apalahnamanya … jalanan dan got didepan rumah sering menjadi tempat kecelakaan …. sekali lagi, ‘kan cuma jalananan komplek dan got tersebut sudah diberi batas.

*mode on “geleng-geleng kepala”

0 comments ↓

There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment