Komponen printer Canon paling panjang umurnya 2 tahun atau tepatnya pelan-pelan setelah keluar printer seri terbaru, spare part produk lama perlahan menghilang. Makin ke sana jangan harap bisa menemukan sparepart baru. Kalaupun ada pasti mencarinya sangat susah, biaya servicenya bisa sama dengan harga printer baru Canon. Jika rusak setelah 2 tahun, pasti kita disuruh beli baru.
Kalau dipasar gelap .. hmm … males deh… ya itu nanti … jangan-jangan bisa lebih dalam meronggoh saku.
Saya punya 2 printer Canon i255, printer pertama dibeli 3 tahun yang lalu. Setelah 1 tahun dia bekerja keras, headnya rusak. Menurut dugaan saya, headnya rusak karena sering kali kertas nyangkut. Tapi saya malas bertanya kenapa headnya bisa rusak ke pihak Canonnya. Harga headnya sekitar Rp. 300 ribu. Setelah dipikir masak-masak, kita beli baru, nanti kalau ada uangnya beli headnya. Harga Canon i255 yang kedua yaitu Rp. 495 ribu sudah termasuk pajak.
Selama 1 tahun menggunakan Canon i255 yang pertama, kita memakai tinta asli. Mahal ya… Setiap 6 bulan sekali atau sudah penuh penampung tinta, kita service.
Setelah printer pertama dimasukkan ke kardusnya, kita menggunakan printer kedua. Printer kedua ini menggunakan tinta non original dengan merk Inktec. Lumayan murah dan gampang naruhnya. 8 bulan menggunakan Inktec, kita tertarik menggunakan tinta suntik. Masalah timbul lagi, headnya rusak. Lagi-lagi bukan karena pake tinta non ori tapi karena kertasnya nyangkut lagi.
Terpaksa kita ganti head untuk printer ke 2 dan sekaligus untuk printer yang pertama.
Mengganti printer dengan nomor seri terbaru atau merk lain agak sulit jika kita pengguna Linux. Seharusnya, rusaknya head, kita lebih baik membeli printer seri terbaru. Saat itu mencari driver printer merk Canon nomor seri terbaru untuk Fedora/Linux sangat susah. Tidak ada pilihan, dari pada pusing, ngubek-ngubek, teriak-teriak di milist atau ngirim surat ke Canon pusat dan jawabannya “sampai sekarang Canon seri “anu” tidak support di Linux”
Setelah si 2 printer ini bekerja keras kembali akhirnya rusaknya tambah parah perbaiki ke tempat lain sama juga no good … ke tempat service yang lain lagi … sama juga … baiknya cuma sebentar
Dari pada habis uang dan waktu … dengan sangat terpaksa beli baru dan sibuk “teriak-teriak” and then “ngubek-ngubek” di internet … tanya “Canon seri “anu” ….. support ke Linux ga ???!!”
Uggghhhh …. menyebalkan …..
Seandainya, printer Canon bisa ada sparepart seumur hidup seperti TV Sharp … printer seri terbaru ga laku kali ya…
Kalau merk lain begitu juga ga ya ??? *mode mikir”
Dipikir-pikir … pintar juga cara dagangnya ….







6 comments ↓
saya punya pengalaman yang sama dengan canon. intinya printer canon sux !!
aku pake HP 1020 (maksudnya apa pung? gak tau.. gak jelas.. aduh.. mode error: on)
@cahyo.. sux ya…
Mau kan setiap barang elektronik itu awetnya seumur hidup ya.. sama spare partnya ada terus …. 

@apung :
Lagi banyak pikiran ya…
hehehe… ketauan yah.. :p
setahuku barang elektronik emang masa pakenya segitu….pa lagi produk jepang….wong mobil aja di desain ga melebihi umur 10 thn kok…:D
tapi klo printer yang gede ato plotter umur bisa 10 tahunan
@her :
Gpp kalau umurnya 10 tahun, tapi 2 tahun.. sepertinya saya ga terima deh..
Jadi jagoan TV saya yang bisa tahan 10 tahun.
Berarti mereka memang sengaja membuat barang elektronik itu umurnya pendek. Orang Jepang jago juga ya.. dagangnya..
Leave a Comment