Entries from April 2007 ↓
April 30th, 2007 — Komputer, Story

Akhirnya saya bisa masuk ke situs Tintin. Aduh senangnya. Flash itu cepat banget ya perbaharuannya.
Flash terakhir itu versi 9. Tintin pun ikutan Flash 9 juga. Nanti kalau Flash versi 10 begitu lagi … saya harus update manual.
Sepertinya merepotkan kalau setiap versi terbaru Flash tidak otomatis update di Fedora. Jadi saya harus download dulu kemudian install ke Firefox.
Walaupun begitu, senang sih bisa lihat Snowy, gemes. Apalagi mampir ke Tintin dengan versi bahasa Perancis. Sekalian belajar lagi bahasa yang menurut saya “bahasa mengumpulkan ludah di mulut”
Sedikit ngerti sih karena di SMA, pelajaran bahasanya bahasa Perancis. Kalau ga tahu artinya, gampangkan tinggal buka kamus
Sumber foto :
www.bonniercarlsen.se/Blandat/Tintin/album.htm
April 28th, 2007 — Artikel, Komputer, Sosial, Story
Pernahkah teman-teman karya ciptanya dibajak ? Merasa tidak dihargai ? Kalau pernah bagaimana rasanya ? Marah ? Kesal ? Murka ? Atau perasaan lainnya ?
Pertama kali pikiran saya dibajak sewaktu SMP. Teman menyontek buah pikiran saya. Sebenarnya salah saya sih, kenapa memberi PR PSPB saya ke dia. Saat itu, saya sudah bilang ke dia bahwa jangan menyontek mentah-mentah PR PSPB saya itu, dia harus merubahnya disana sini. Tapi sayang dia tidak melakukannya. Saya sangat kecewa berat.
Salah satu cara guru PSPB saya menilai hasil pekerjaan murid-muridnya dengan memberikan pertanyaan dan kita harus memberi pendapat sebagus mungkin.
Waktu giliran menjelaskan hasil pekerjaan dengan cara berdiri di tempatnya masing-masing dan membaca apa pendapat kita kemudian langsung dinilai. Saya dan dia termasuk berdiri. Guru PSPB menunjuk teman saya terlebih dahulu. Kaget saya, karena kata demi kata persis seperti PR saya. Dia pun mendapat nilai 8.
Setelah itu giliran saya, dengan terpaksa mengulang kata demi kata seperti teman saya. Saya mendapat nilai 7 dengan bonus tatapan curiga guru.
Setelah selesai pelajaran PSPB, saya sangat marah dan besok-besoknya tidak akan memberi PR kepada siapapun. Saya tidak takut dikatain “Auliah, Pelit!”
Semenjak itu, saya berusaha memperbaiki pandangan guru PSPB kepada saya selama sisa 1 semester dan berhasil. Saya mendapat nilai rata-rata 8 ke atas dan teman saya itu ga jauh dari angka 7 bahkan sering kali tidak diterima pendapatnya.
Lain cerita tentang guru Seni Rupa SMP saya yang orang Bali. Masak beliau tidak bisa membedakan warna dari spidol dan cat air.
Saat itu, ada PR kreasi warna. Saya mencampurkan warna-warna yang terkenal sekarang dengan istilah warna “soft”. 2 teman saya memberi lukisannya dengan warna mendekati warna di lukisan saya. Warna lukisan dibuat dari spidol mendapat nilai 8 dengan bonus mendapat pujian. PRnya dikerjakan hari itu juga. Saya mengerjakan dengan cat air dengan warna ciptaan sendiri mendapat nilai 7 dengan bonus cibiran. Lama pengerjaan seminggu. Saya hanya mendapat pujian dari teman-teman yang lain “Wah, warna-warnanya bagus”.
Lain waktu lain tugas, saya diberi komentar “Yang mengerjakan kakak kamu ya ?”
Kata saya, “Bukan pak, saya anak sulung, ga punya kakak ! Orang tua tidak pernah mengerjakan PR saya ! Saya mengerjakan sendiri !”
Rasanya pengen bilang “Pekerjaannya saya ukir pak ! Ngerjain hati-hati !”
Waktu yang lain “Cat airnya keluar dari garis !” Gw sih cuma bengong. Tapi it’s ok deh. Kritikan yang membangun walaupun saya lihat cat air ga keluar dari garis.
Lama-lama menyebalkan.
“Ngapain bagus-bagus mengerjakan PR Seni Rupa kalau hasilnya ga sepantasnya”
Padahal Seni Rupa itu pelajaran terfavorit. Gw ingin sekolah Pelukis. Gw mau sekolah di IKJ. Gw suka Melukis.
Tapi sampai sekarang ada tanda tanya yang belum terjawab “Apakah mungkin, orang Bali ga bisa membedakan warna dari spidol!!!”
Jawab saya sementara, “Ga Mungkin!! Pasti mereka bisa membedakan warna berasal dari spidol dan cat air”
Semenjak saya tahu bahwa selama mengenal Windows sejak tahun 1990-an, rupanya sudah menggunakan bajakan.
Waktu itu tahun 1997-an, saya tahunya dari tukang service langganan di kantor. Saya bertanya kenapa sampul-sampul CD dengan software yang sama bisa berbeda warnanya. Ada warnanya yang jelek, ga jelas, miring dan ada yang bagus, padahal mereka perusahaan besar, masak bikin kemasan CD aja amburadul. Kata tukang service “Ini kan CD bajakan, CD Mangga Dua. Harganya cuma 10 ribu-an rupiah. Kalau yang asli bagus banget tempatnya dan ratusan rupiah harganya. Orang Indonesia pada umumnya pake bajakan!!”
Dengar seperti itu langsung bilang ke bos “Kita pakai bajakan!!”. Kagetlah bos gue
Langsung konfirmasi ke tukang service.
Nah, sekarang ….
Saya punya blog dan website. Kalau saya menyimpan hasil karya orang sebagai arsip, saya sebutkan sumbernya. Kalau tidak tahu sumbernya, saya katakan tidak tahu atau dapatnya dari si A, di sini …
Pernah jalan-jalan di dunia maya, ketemu pendapat saya persis seperti diutarakan di suatu milist tapi yang menyampaikan bukan saya. Orang tersebut tidak mencantumkan sumber. Dan ada beberapa lagi …
Dan akhirnya ….
Saya tahu bagaimana perasaan Om Bill Gates.
*mode … menghela nafas …
April 26th, 2007 — Komputer
Sekitar 2 mingguan yang lalu, saya iseng melihat-lihat OpenPrinting. Cari Canon Pixma iP1700, kali aja udah support di my Fedora. Rupanya sudah perfectly.
Cari drivernya, belum ketemu. Keliatan ada kalimat Recommended driver : iP2200. Cari lagi dimana letak drivernya. Udah pusing muter-muter ga ketemu drivernya, tanya achh ke dalam. Jawabannya “Lihat di iP2200″
Lah, iyalah, kan saya udah dari situ…” =))
Singkat cerita, puyeng … ingat kalau mencetak di turboprint ga bagus spesial di warna (dulu kan terpaksa). Saya tanya aja ke milist asosiasi warnet dan dijawab oleh :
slashdotfx@gmail.com
Menurut informasi beliau ada di :
http://software.canon-europe.com/software/0024301.asp?model=
Download file keduanya.
Hasilnya mencetak lebih tajam warnanya. Terima kasih banyak Pak Slashdotfx
April 20th, 2007 — Komputer
Wah … akhirnya muncul juga masalah yang udah dibilangin oleh yang ngeset speedy ADSL di Linux aul. Dia sih bilangnya karena saya menggunakan 3Com hub (saya ga tahu jenis 3Comnya) yang cuma 1 jalur, kalau full, nanti ada bentrokan atau apalah namanya …
Dan terbuktilah salah satu kemungkinannya yaitu ga bisa attach banyak-banyak dan filenya gede-gede.
*gdubrak
Jika ada yang attach diatas 0.5 mb dijamin user yang aktif ga bisa internet, kecuali yang lagi ngettach
Ping di root terlihat melonjak sangat tinggi sekitar 10000 sampai 14000 ms
Kalau udah ga attach/upload, turun lagi jadi 100-an ms.
Kemungkinan kedua, menurut teman aul yang akrab sama Speedy. Katanya “Itulah speedy …”
Jadi saya diminta untuk menggunakan management bandwidth, jadi yang lain bisa internet. Katanya rada repot ngeset management bandwidthnya.
Iya… apalagi saya menggunakan Linux dengan fasilitas LTSP plus saya pake Firehol atau Firewall (mode “mikir”). Jarang yang bisa ya ? (mode *mikir)
Tapi salah satu jalan keluarnya, saya coba dulu aja ganti Hub. Sewaktu make yang lama tidak masalah orang mau ngettach/upload banyak-banyak atau segede apa, it’s ok.
Dulu hubnya colokannya cuma 8, saya mau beli 24 atau 16 (pokoknya bisa muat banyak) dengan merk yang sama.
April 16th, 2007 — Kesehatan, Politik, Sosial, Story
Sebenarnya saya paling sebel kalau berurusan dengan birokrasi pemerintahan harus nyebutin “saya itu saudaranya pejabat si anu dan anu”.
Pelajaran pertama dengan menyebutkan “saudaranya si anu dan anu” sewaktu Bapak saya masuk rumah sakit di bilangan Bendungan Hilir.
Bapak saya sih cerita sama suster atau dokter di sana kalau beliau itu dari masa remajanya memang main di lapangan sepak bola Rumah Sakit itu, kenal si A dan si B. Memang sih, si A dan si B atau sampai si Z kerja dan menjadi orang terpandang di rumah sakit tersebut. Terus beberapa mantan murid saya adalah pegawai rumah sakit tersebut plus saya lahir di sana juga.
Gw aja dengernya sebel banget. Apa hubungannya ?!!
Nah, itu awal nginap di rumah sakit tersebut. Setelah ada masalah dengan kelamaan Bapak saya nginap di rumah sakit tersebut dipanggillah saudara yang jadi dokter di rumah sakit bilangan Grogol.
Gw aja ditegur sama saudara, “Auliah kenapa sih tidak bilang kalau kita itu saudara si Anu dan anu, Kepala Rumah sakit ini masih saudara kita ?!”
Gw tanya, “Apa hubungannya ?”
“Minimal kita diperhitungkan dan mereka harus bersikap hati-hati”
“Oh …,” bulat kata gw
Lima tahun kemudian, Bapak saya nginap lagi di rumah sakit itu dan langsung dibilangin ke gw sebagai anak tertua.
“Auliah, kita punya saudara yang sekarang jadi orang nomor satu di negeri ini dan dokternya pribadinya juga orang sini”
“Oh …,” kata gw bulat. Dan seperti biasa gw ga ngomong tuh sama seantero rumah sakit dan yang ngomong orang lain :p
Nah, tahun 2007, adik aul punya masalah dengan pihak kepolisian Bintaro alias dipersulit. Surat pemblokiran atas kasus pencurian sepeda motornya belum keluar juga padahal itu untuk ngurusin asuransi.
Akhirnya dengan sangat terpaksa, keluarga gw pake jurus pamungkas …
“Kita itu punya ipar orang Brimob, ada yang Brigjen, ada yang Kapten … dan lain-lain …, mau main-main sama anak kolong !!”
*gedubrak*
April 15th, 2007 — Sosial, Story
Subuh tadi, ada seorang ibu sedang berolahraga di dekat got depan rumah.
Segar ya.. olahraganya… tapi sayang wajah dan pakaiannya kumuh alias dekil of the kumel.
Dia adalah orang GILA.
Orang ga waras yang lain, seorang pria suka lalu lalang di depan rumah setiap hari sepanjang waktu. Kadang-kadang dia berhenti dan melihat ke arah dalam rumah. Wajah dan pakaiannya bersih.
Orang ga waras yang lain, rada seram. Seorang laki-laki separuh baya bersarung dengan kasar menadahkan tangannya minta uang dengan paksa.
Waduh, rekor ya… di tempat tinggal baru saya ini, udah ketemu 3 orang GILA.
Tempat tinggal yang lama, di jalan strategis yang menghubungi jalan protokol kota Bekasi dan jalan menuju tol Bekasi Timur baru ketemu 1 orang gila ….
Hmm…. kalau ke Jakarta pernah lihat orang gila sebanyak 5 orang … dengan berbagai gaya, fashion beraneka ragam, make up yang amburadul … lengkap deh …
Kasihan ya….
April 14th, 2007 — Artikel, Kesehatan, Sosial, Story
Ada seorang bapak yang datang ke tempat saya dan membaca tulisan “DILARANG MEROKOK”. Berujarlah beliau kepada saya,
Dulu, kalau membaca “DILARANG MEROKOK”, saya sedih sekali karena tidak boleh merokok. Tapi sekarang, saya senang sekali ada tulisan seperti itu karena untuk kesehatan kita bersama. Si aktif juga kena penyakit bahkan yang pasif lebih parah lagi efeknya. Apalagi saya punya anak-anak harus dijaga kesehatan demi masa depan mereka.”
Suaranya mula-mula senang tapi pas diakhir kalimatnya berubah sendu.
Saya menaruh himbauan “DILARANG MEROKOK” di dinding bukan tanpa alasan. Kita pasti sudah tahu semua bahayanya merokok baik bagi si pasif dan si aktif. Saya tidak setuju kalau disediakan ruangan khusus untuk siperokok. Kalau pun ada pasti saya buatkan ruangan super tertutup tanpa kipas pembuang. Biar nyaho.
Dulu, sewaktu pulang pergi dari Bekasi ke Tebet Timur untuk sekolah SMP, pagi hari yang segar, matahari masih malu-malu, banyak sekali orang kerja membakar tembakau di dalam bis yang padat. Orang-orang seperti kumpulan ikan Sarden di dalam kaleng. Saya suka sekali bau cigarette sewaktu disulutkan pertama kali oleh api. Baunya itu lho sangat harum. Kadang-kadang saya menghirup sangat dalam tanpa sepengetahuan si empunya. Waktu tiga bulan sangatlah menyenangkan dengan bau itu.
Saya tersentak kaget ketika salah seorang teman wanita satu kelas memberitahukan bahkan menjurus menuduh “Auliah, kamu merokok ya ?”. Langsung saya jawab, “Tidak ! Kenapa ?”. “Baju kamu bau rokok !”, katanya lagi. Saya cium baju, iya benar bau rokok. Baunya membuat hidung saya sakit. Pikir-pikir asal bau rokok ini darimana ya ? Padahal dari rumah sudah wangi dan segar. Aha, saya ingat ! Tadi di bis ada beberapa laki-laki merokok, hmm asapnya yang menempel ke baju. Waduh, gawat … Saya katakan ke teman saya “Tadi ada beberapa laki-laki merokok di bis”. “Ohh …,” kata teman saya bulat.
Semenjak pemberitahuan itu, sesekali saya mencium baju saya sampai berada di rumah. Percuma donk kalau dari rumah wangi tapi ga sampai 5 menit udah bau rokok.
Aku benci asap rokok !!!
Nah, cerita diatas tidak begitu besar kali ya efeknya, cuma saya setiap hari ditanyain terus sama teman saya itu “Auliah, bajunya masih bau rokok ya ?” Lama kelamaan teman-teman satu kelas tahu semua bahwa baju Auliah setiap hari bau rokok.
Email dibawah ini dampak efek berat dari merokok. Yang terkena si pasif. Subject email tersebut “True Story” dari Aris di milist femaleafterhours tertanggal Wed Sep 29, 2004
*Adakabar menggemparkan di kantorku belakangan ini. Tiba-tiba saja Ibu Manajer Produksi kami divonis menderita kanker Paru-paru stadium 3B dengan masa hidup diperkirakan 5 bulan lagi.*
*Sekitar 3 minggu yang lalu, Beliau memeriksakan diri ke poliklinik Kantor karena mengeluh sesak nafas. Awalnya sesak nafas hanya terjadi pada saat berbaring untuk tidur di malam hari, yang dipikir karena kecapekan. Lama kelamaan, sesak nafas juga terasa ketika berkerja di kantor. Karena itulah akhirnya memutuskan untuk ke poliklinik. Dokter poliklinik bilang tidak apa-apa, tapi Mira W pengarang yang juga dokter menyarankan beliau untuk foto X. *
*Hasil foto tersebut cukup mengagetkan karena ada bercak di paru-paru. Ternyata ada 1 liter air di dalam paru-paru, yang disebut terkena paru-paru basah.*
*Sejauh yang banyak orang ketahui, paru-paru basah biasanya disebabkan karena sering berpergian pada malam hari, sering bertelanjang dada apalagi tersorot langsung kipas angin. Tapi Beliau ini tidak pernah begitu.*
*TERNYATA menurut dokter, penyebabnya adalah kerena beliau adalah PEROKOK PASIF.*
*Beliau tidak merokok, suami dan anak juga tidak (lingkungan rumah tidak ada asap rokok), tapi … Memang di kantor selama bertahun-tahun, beliau terpaksa menghirup asap rokok dari teman-teman kantor apalagi kantor ber-AC.*
*Sampai saat ini, beliau sendiri tidak merasa ada penyakit fisik yang berarti. Setelah disedot itu, bahkan merasa bernafas lebih lega.*
*Tapi ternyata, setelah dilakukan citiscan, dokter menyuruh untuk melakukan sedotan lagi, dan hasilnya keluar lagi cairan sebanyak 1,4 lt.*
*Katanya, Kanker paru-paru memang seperti PENCURI yang benar-benar tidak terlihat gejala-gejala apapun, tau-tau udah PARAH banget.*
*Bayangkan saja sudah stadium 3B, Beliau tidak merasa sakit serius?!*
*Kita semua ingin Tidak Percaya dengan diagnosis dokter, apalagi melihat penderita kok sepertinya sehat2 saja.*
*Tapi sayangnya, beliau sudah tanyakan ke beberapa teman dokternya, dan jawabannya sama.*
*Dan, semoga sharing ini bisa menggugah teman2 yang merokok untuk STOP SMOKING atau setidaknya mulai sekarang punya kesadaran untuk TIDAK MENCELAKAKAN ORANG LAIN, yang mungkin saja adalah salah satu dari ibu, anak, adik, kakak atau teman Anda. ;)*
Terima kasih.
Trims,
Aris ga pake H
Ada satu lagi “True Story”. Seorang penjaga Wartel, juga kena kanker paru-paru stadium 4. Sama seperti cerita di atas. Dia dan keluarganya tidak merokok tapi para pelanggan Wartel lah yang merokok. Padahal Wartelnya ada AC. Saya ga tahu ya.. kenapa orang Indonesia di ruangan ber AC tetap merokok !!! Padahal mereka tahu kalau di ruangan ber AC dilarang merokok. Kita yang buta mata dan hati atau kita memang bego atau kita memang suka mencelakakan orang lain atau tidak punya rasa perikemanusiaan ?!!!
Si penjaga Wartel ini, makan aja susah apalagi untuk berobat untuk penyakit yang tunggu mati. Dia tidak bisa minta pertanggung jawaban dari para pelanggan karena yang menggunakan Wartel suka ganti-ganti. Dan dia tidak tahu efek dari rokok sebegitu besarnya. Maklum dia orang kecil yang jarang membaca, mendengarkan televisi, cari-cari informasi.
Tapi nasi telah menjadi bubur kan !!??
Sebelum nasi menjadi bubur. Cobalah para perokok dengan sekuat tenaga untuk menghentikan merokok. Kalau ga bisa pelan-pelan. Coba dicamkan dalam pikiran, bayangkan wajah-wajah orang tercinta. Kalau merokok yang paling parah terkena adalah orang-orang tersayang. Toh, uang yang dikeluarkan untuk berobat tidak sebanding dengan kenikmatan merokok yang sesaat. Bahkan nyawa taruhannya.
Dulu Bapak saya perokok berat. Semenjak menikah dengan ibu saya yang kebetulan tidak suka sama asap rokok, Bapak berusaha tidak merokok di dalam rumah dan sekitarnya.
Semenjak mempunyai anak, Bapak saya dengan tekad bulat berhasil menghentikan merokoknya. Kata beliau demi anak-anak dan istrinya. Uangnya bisa buat makan lagipula ga kenyang kok kalau merokok.
Berita terkait :
Perokok Second Hand
Banyak Alasan Untuk Berhenti Merokok
Sakit Kok Ngajak-Ngajak
April 13th, 2007 — Komputer
Lagi baca wikipedia software Antivir, saya klik kata Free di fasilitas tersebut.
Nah, pas ketemu kalimat dibawah ini :
Freeware is gratis and refers to zero cost
=))
Yang buat kalimat tersebut, apakah orang Indonesia ??

April 8th, 2007 — Story
Kemarin malam, (8/4/07) jam 8 malam, motor adik hilang di jalan Kesehatan, Bintaro. Cicilan motornya belum lunas lagi 
Dia hanya mengunci stang, ditinggal main game di warnet di Jl. Kesehatan. Adik aul diajarkan bapak pake kunci di roda juga, saat itu ga tahu kenapa dia lalai.
Hari gini semua orang butuh uang, kemiskinan dimana, banyak orang gelap mata.
Dia telepon ke rumah, udah deh bapak sibuk lihat asuransi motor yang dikeluarkan Adira. Akhirnya yang repot kan bapak juga.
Pas adik pulang pukul 12.00 malam, langsung dimarahin sama ortu.
Pagi ini, ke Mampang sama Bapak, memberi laporan ke Adira untuk mengurusi asuransi. Tau deh, apakah gol. Kalau gol berapa lama ?
Atas kejadian ini, ada pelajaran yang paling penting … Kalau barang kita hilang atau dicuri pasti ada hak orang yang belum dikasih atau ada berbuat salah sama orang apalagi sama ortu.
Semoga pelajaran ini sangat berguna.
Dari gw :
Makanya hati-hati ….
Berita terbaru :
Alhamdullillah, Adira mengganti 100% kalau masa cicilan mendekati pelunasan motor. Kalau baru berjalan 11 bulan, jika cicilan sebulan Rp. 400 ribu-an berarti diganti hanya 1.4 juta-an
April 4th, 2007 — Bisnis, Politik, Sosial
Dear Friend,
Daripada serius terus jadi pusing, mending baca ini dulu
Regards,
Stefanus
HUMOR ANGGOTA DPR DAN LAPTOP
Anggota DPR: “Mba, laptopnya salah.”
Customer Service: “Salah gimana pak?”
Anggota DPR: “Laptopnya nggak mau hidup.”
CS: “Sudah tekan tombol power pak?”
Anggota DPR: “Tombol powernya sebelah mana mba?”
****
Anggota DPR: “Mba, saya mau konek ke internet nggak bisa, kenapa ya?”
Customer service: “Nggak bisanya kenapa?”
Anggota DPR: “Saya ketik www.playboy. com, gambarnya nggak keluar.”
Customer service: “Pesan errornya apa pak?”
Anggota DPR: “Nggak ada pesan error, pokoknya saya ketik playboy.com diaddressnya, nggak muncul gambar sama sekali.”
Customer service: “Bapak koneksi internetnya pakai apa, dial up, hotspot?”
Anggota DPR: “Pakai gambar yang ada tulisan e (maksudnya internet explorer).”
Customer service: “Maksudku, bapak langganan internetnya pakai ISP apa, lalu cara koneksi internetnya pakai dial-up atau hotspot, mungkin settingnya ada yang salah.”
Anggota DPR: “ISP itu apa sih mba?”
Customer service: “Wah ini sih 50 x 2 pak..”
Anggota DPR: “Apa tuh mba?”
Customer service: “CAPE’ DEH!!”
******
Anggota DPR: “Mba’ saya ingin daftar account di yahoo.com kok nggak bisa ya?”
Customer service: “Nggak bisa kenapa pak?”
Anggota DPR: “Ada tulisan, paswort is nat long inof, suld bi mor ten 8 karakter”
Customer service: “Itu maksudnya, password bapak minimal 8 huruf.”
Anggota DPR: “Oooo…oke deh.., saya coba dulu.”
Anggota DPR: “Mba password minimal delapan huruf itu delapannya pakai angka 8 atau ejaan delapan?”
Customer service: “Maksudnya?”
Anggota DPR: “Saya suda tulis di kolom password minimal 8 huruf, tapi bingung mau tulis delapannya, pakai angka delapan atau ejaan huruf ‘delapan’.”
Customer service: “Ketik ini aja pak..C Spasi D.”
Anggota DPR: “Apa tuh?”
Customer service: “CAPE’ DEH !!!”
****
Anggota DPR: “Mba’ kalau muter film di laptop, gimana caranya ya?
CS: “Ada dvd playernya kan pak?”
Anggota DPR: “Sebelah mana tuh mba?”
CS: “Disamping kanan, pak. kalau di tekan tombolnya nanti, piringan discnya keluar.”
Anggota DPR: “Ooooo…. yang keluar itu, piringan disc ya? Udah patah tuh kemarin.”
CS: “Kok bisa patah?”
Anggota DPR: “Saya kira tempat buat naruh gelas minuman.”
******
Anggota DPR: “Komputer saya rasanya kena virus”
CS: “Virus apa tuh pak?”
Anggota DPR: “Kurang tahu juga, setiap mau cetak ke printer, selalu ada tulisan kennot fain printer.”
CS: “Itu mungkin salah setting pak.”
Anggota DPR: “Settingnya udah bener kok, kemarin aja bisa nyetak, tapi sekarang nggak bisa. Saya sudah tunjukkin printernya di depan laptop, tetap aja dia terus-terusan “searchng printer not found.” Kayanya webcamnya rusak, nggak bisa lihat printer.”
CS: “Mendadak laper nih Pak, ingin makan tape..”
Anggota DPR: “Lho..kok begitu?”
CS: “TAPE DEH !!!!”
********
Anggota DPR: “Mba, kalau mau baca blognya si artist anu dimana ya?”
CS: “Bapak cari aja di google.”
Anggota DPR: “Tapi si artist anu nggak kerja di google kok mba, saya tahu persis.”
Capeeek deeehhh….. ……… …. !!!!
From me : =))
From : Stefanus, DataScript
Pak Stefanus dari temannya..
April 3rd, 2007 — Komputer, Story
Karena tertarik iklan di harian Republika beberapa waktu lalu dan sudah dari pertengahan bulan Maret di milist-milist ramai membicarakan tentang penurunan tarif unlimited speedy untuk warnet, dengan rasa ketar-ketir saya mendaftarkan diri ke telkom Cimanggis.
Maklum, sekitar 80% banyak keluhannya
Sebenarnya saya mau sih, unlimited itu Rp. 500 ribu sebulan tapi ya.. udah… terima aja dulu Rp. 1.750.000,- sebulan sampai bulan September. Dengan perjanjian HARUS CEPAT boooo !!
Mudahan-mudahan sih seterusnya harganya segitu ya Om Telkom
Waktu ke Telkom Cimanggis, saya sudah bilang komputer yang digunakan pakai Fedora + LTSP. Tapi dari ucapan ibu di Telkom seperti tidak tahu Fedora. Jadi saya bilang “Saya pakai Linux!”
“Oh, pake Linux”, katanya Oooo
Saya tanya lagi, saya minta orang Speedynya yang bisa Linux. Kata beliau, nanti tanya orang lapangannya.
Hmm… dijamin pasti kelimpungan deh…
Nah, benar kan… pas orang Speedynya datang tanggal 2 April 2007, saya tanyakan bisa Linux, dan dia menjawab dengan sangat jujur belum bisa Linux …
Tapi, beliau ingin coba. Setelah dicoba cari sana cari sini 10 menit, saya telepon Irwin Day yang setengah sembuh dari sakit cacar. Orang Speedynya dituntut via telepon …
Singkat cerita setelah dipandu lewat telepon, setting untuk Speedynya bisa jalan tapi belum bisa ke situs. Karena belum bisa, orang Speedy berjanji akan mencarikan temannya yang bisa Linux.
OK, deh.. saya juga cari tahu ke teman-teman Mifta-Cidepoks.
Susah juga kalau dipandu lewat telepon, apalagi saya newbien. Saya aja kalau ditelepon orang untuk yang sederhana saja dengan urusan komputer … ya.. gitu deh.. kan kita ga lihat komputernya.
Maaf, Iwin sudah merepotkan …
but TQ berat banget deh. Iwin top deh..
Tanggal 3 April 2007, saya telepon ke Pak Toosa, Ketua Mifta-Cidepoks, juga orang Nurul Fikri, katanya ada yang bisa setting ADSL Speedy dan bisa datang ke warnet Aul yang “Nun Jauh Disana”
Wah, asyikk nih …
Datangnya hari itu juga, dengan wajah mendung di langit Pondok Petir yang bersiap-siap menerima kedatangan sang “Putra Gundala”, akhirnya selesai juga settingan Speedy plus LTSPnya, yang saya lihat cukup rumit banget.
Thank’s buat Pak Toosa dan Toto.
Pagi ini, tanggal 4 April 2007, pas hidupin komputer … wah ga jalan … hahaha …
Saya lihat petunjuknya yang dikasih sama Toto (yang nyettingin ADSL), tidak ada perubahan … mungkin perlu beberapa menit untuk connect ke Speedy.
Dan akhirnya ….. bisa ….. yang penting cepat …
Alhamdulillah deh … selesailah kepusingan saya …
Sekali lagi terima kasih banyak pada semua pihak, Irwin, Pak Toosa, Nurul Fikri, Toto, and Harry Sufehmi.