Pernahkah teman-teman karya ciptanya dibajak ? Merasa tidak dihargai ? Kalau pernah bagaimana rasanya ? Marah ? Kesal ? Murka ? Atau perasaan lainnya ?
Pertama kali pikiran saya dibajak sewaktu SMP. Teman menyontek buah pikiran saya. Sebenarnya salah saya sih, kenapa memberi PR PSPB saya ke dia. Saat itu, saya sudah bilang ke dia bahwa jangan menyontek mentah-mentah PR PSPB saya itu, dia harus merubahnya disana sini. Tapi sayang dia tidak melakukannya. Saya sangat kecewa berat.
Salah satu cara guru PSPB saya menilai hasil pekerjaan murid-muridnya dengan memberikan pertanyaan dan kita harus memberi pendapat sebagus mungkin.
Waktu giliran menjelaskan hasil pekerjaan dengan cara berdiri di tempatnya masing-masing dan membaca apa pendapat kita kemudian langsung dinilai. Saya dan dia termasuk berdiri. Guru PSPB menunjuk teman saya terlebih dahulu. Kaget saya, karena kata demi kata persis seperti PR saya. Dia pun mendapat nilai 8.
Setelah itu giliran saya, dengan terpaksa mengulang kata demi kata seperti teman saya. Saya mendapat nilai 7 dengan bonus tatapan curiga guru.
Setelah selesai pelajaran PSPB, saya sangat marah dan besok-besoknya tidak akan memberi PR kepada siapapun. Saya tidak takut dikatain “Auliah, Pelit!”
Semenjak itu, saya berusaha memperbaiki pandangan guru PSPB kepada saya selama sisa 1 semester dan berhasil. Saya mendapat nilai rata-rata 8 ke atas dan teman saya itu ga jauh dari angka 7 bahkan sering kali tidak diterima pendapatnya.
Lain cerita tentang guru Seni Rupa SMP saya yang orang Bali. Masak beliau tidak bisa membedakan warna dari spidol dan cat air.
Saat itu, ada PR kreasi warna. Saya mencampurkan warna-warna yang terkenal sekarang dengan istilah warna “soft”. 2 teman saya memberi lukisannya dengan warna mendekati warna di lukisan saya. Warna lukisan dibuat dari spidol mendapat nilai 8 dengan bonus mendapat pujian. PRnya dikerjakan hari itu juga. Saya mengerjakan dengan cat air dengan warna ciptaan sendiri mendapat nilai 7 dengan bonus cibiran. Lama pengerjaan seminggu. Saya hanya mendapat pujian dari teman-teman yang lain “Wah, warna-warnanya bagus”.
Lain waktu lain tugas, saya diberi komentar “Yang mengerjakan kakak kamu ya ?”
Kata saya, “Bukan pak, saya anak sulung, ga punya kakak ! Orang tua tidak pernah mengerjakan PR saya ! Saya mengerjakan sendiri !”
Rasanya pengen bilang “Pekerjaannya saya ukir pak ! Ngerjain hati-hati !”
Waktu yang lain “Cat airnya keluar dari garis !” Gw sih cuma bengong. Tapi it’s ok deh. Kritikan yang membangun walaupun saya lihat cat air ga keluar dari garis.
Lama-lama menyebalkan.
“Ngapain bagus-bagus mengerjakan PR Seni Rupa kalau hasilnya ga sepantasnya”
Padahal Seni Rupa itu pelajaran terfavorit. Gw ingin sekolah Pelukis. Gw mau sekolah di IKJ. Gw suka Melukis.
Tapi sampai sekarang ada tanda tanya yang belum terjawab “Apakah mungkin, orang Bali ga bisa membedakan warna dari spidol!!!”
Jawab saya sementara, “Ga Mungkin!! Pasti mereka bisa membedakan warna berasal dari spidol dan cat air”
Semenjak saya tahu bahwa selama mengenal Windows sejak tahun 1990-an, rupanya sudah menggunakan bajakan.
Waktu itu tahun 1997-an, saya tahunya dari tukang service langganan di kantor. Saya bertanya kenapa sampul-sampul CD dengan software yang sama bisa berbeda warnanya. Ada warnanya yang jelek, ga jelas, miring dan ada yang bagus, padahal mereka perusahaan besar, masak bikin kemasan CD aja amburadul. Kata tukang service “Ini kan CD bajakan, CD Mangga Dua. Harganya cuma 10 ribu-an rupiah. Kalau yang asli bagus banget tempatnya dan ratusan rupiah harganya. Orang Indonesia pada umumnya pake bajakan!!”
Dengar seperti itu langsung bilang ke bos “Kita pakai bajakan!!”. Kagetlah bos gue
Langsung konfirmasi ke tukang service.
Nah, sekarang ….
Saya punya blog dan website. Kalau saya menyimpan hasil karya orang sebagai arsip, saya sebutkan sumbernya. Kalau tidak tahu sumbernya, saya katakan tidak tahu atau dapatnya dari si A, di sini …
Pernah jalan-jalan di dunia maya, ketemu pendapat saya persis seperti diutarakan di suatu milist tapi yang menyampaikan bukan saya. Orang tersebut tidak mencantumkan sumber. Dan ada beberapa lagi …
Dan akhirnya ….
Saya tahu bagaimana perasaan Om Bill Gates.
*mode … menghela nafas …







11 comments ↓
hmmm …
*summon wadehel.wordpress.com*
pak luthfi, artinya summon itu apa ?
http://www.thefreedictionary.com/summon
ooo. tak kirain bahasa jawa. lihat di kamus bahasa inggris. Karangan bapak Prof. Drs. S. Wojowasito - W.I.S Poerwadarminta edisi 1985. Summon artinya mengundang, menuntut, memanggil, mengerahkan, menyuruh datang
Agak ngga ‘apple to apple’ ya kalau membandingkannya dengan Bill Gates. Bill bikin software untuk dijual, anda (dan saya) menulis (di milis atau blog) bukan untuk kepentingan komersial.
Soal bajak-membajak, Bill juga bukan orang ‘bersih’. MS meniru user interface Macintosh, lalu sekarang nuduh Macintosh nyuri desainnya. Lho aneh
Soal karya diaku milik orang, saya juga pernah. Sebel? Banget. Saya menulis untuk kepentingan sosial, dia pakai untuk meningkatkan citra diri, sebagai promosi atas MLM yang dia jalankan.
Manusia memang harus belajar tak henti untuk selalu menghargai karya orang lain. Dan semoga kita terhindar dari melakukan apa yang kita tidak suka orang lain lakukan ya. Misalnya dari ‘membajak’ secara tidak sengaja.
Salam kenal dari blog pisang
Saya tidak tahu kalau om bill juga nyontek. Berarti om bill kualat dunk ;))
Sepertinya didunia ini ga lepas dari nyontek-menyontek ;))
Dalam seumur hidup kita pasti kita pernah menyontek.
Terlepas apakah blog dibuat komersial atau tidak, ambil data tanpa disebutkan sumbernya sesuatu yang menyakitkan.
Apalagi data punya Lita yang dikomersialkan. Saya pun bisa jadi ga sengaja, lupa mencantumkan sumbernya.
Mohon dimaafkan …
Lita, linknya blognya dimana ? jadi saya bisa bertamu …
Setuju..
Pekerjaan membajak hanya membuat bodoh. Si pembajak malas bikin sendiri. Toh sudah ada dan tinggal copy.
Si terbajak juga lama-lama malas berkarya karena tak ada penghargaan yang diperoleh (serta keuntungan finansial).
Salam kenal.. teruskan karyamu. Semoga sukses selalu.
salam kenal risanuri …. :). Setuju banget. Terus berkarya juga buat risanuri
Wah iya kelewat
Maaf, aku sering tidak mengaktifkan javascript.
ok, Lita. tukaran link yuukkk
Maap, ngga punya blogroll jadi ngga bisa ‘tukeran’ :p
Leave a Comment