Tempat kerja saya, pintunya berkaca. Di kanan dan kiri pintu juga berkaca. Kacanya putih alias bening. Seringkali, bahkan setiap waktu ada saja orang berkaca sambil lewat. Mereka akan secara otomatis menoleh ke arah pintu berkaca.
Mungkin dalam pikiran mereka “Bagaimana tampak saya ? Sudah rapikah ? Sudah necis, ganteng atau cantik ? Warna rambut saya sudah keren ?” Seringkali mereka berkaca sambil tersenyum.
Kita yang didalam bingung, senyum sama siapa ? Saya pernah tes, kalau saya ngaca persis seperti posisi mereka, apakah mereka melihat ada orang didalam ?
Kelihatan, kalau ada orang didalam karena kaca transparant, putih bersih. Tapi permasalahannya, saya suka tidak terlihat dari luar, karena tempat duduk terhalang lemari kayu. Padahal saya sering melihat mereka mengaca.
Pernah juga, ada cowok dengan sengaja berkaca merapikan rambutnya. Kita yang didalam cuma bilang tanpa terdengar oleh dia “Ya.. udah ganteng, udah rapi”
Yang paling parah, tempat kantor saya yang lama, di Bendungan Hilir. Kacanya gelap, jadi kalau melihat dari luar ke dalam tidak terlihat tapi yang dari dalam melihat keluar bisa melihat aktivitas orang-orang.
Kalau hari terik, terang menderang, sering kali orang merapikan rambut, menyisir rambut, melihat jerawat, merapikan pakaian, pas didepan pintu masuk kantor.
Kita (bertiga orang) didalam nyengar-nyengir aja menjurus ketawa ngakak. Kita diamkan saja sampai mereka selesai.
Pernah juga, ada orang yang ngacanya lama banget, akhirnya kita buka pintunya dan berkatalah “Lagi ngapain mas ?”
Dulu, mobil masih diizinkan berkaca gelap. Di belakang masjid Al Azhar pernah seorang anak muda kepergok ngaca. Rupanya ada orang didalam. Lumayan, ngacanya sekitar 5 menit, orang yang didalam mungkin ga tahan kali ya … dibukalah kaca mobil. Tanpa ngomong apa-apa ke pemilik mobil, anak muda tersebut nyengir kuda.
Saya yang melihatnya ketawa geli ….









0 comments ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Leave a Comment