Dekat kok …

Kemarin malam ke ITC BSD mau beli lagi printer Canon iP1700 untuk cadangan. Sudah tanya sana sini lewat telepon, Canon iP1700 rupanya sudah discontinue.

Tidak puas lewat telepon, menurut informasi tetangga, katanya di Carrefour ITC BSD ada iP1300. Kita pikir mungkin aja ada iP1700. Kebetulan juga mau tahu ITC BSD itu kayak apa. Kata para tetangga, jarak rumah sama tempat tersebut “dekat”. Buktinya …. Enggak tuh, jaraknya sekitar 6 km. Melewati jalan rusak. Terus jalan yang kurang lampu penerangan. Banyak sekali truk-truk besar, container, mobil pribadi dan motor sepi. Takut juga sih, karena pake motor.
Kata para tetangga, kalau mau beli flashdisk, komputer dan “teman-temannya” beli aja di ITC BSD, dekat kok. Tapi … cuma kurang dari 5 toko komputer, 1 toko jualan khusus laptop. Kebanyakan jualan mainan, CD Game bajakan, baju-baju, counter hp, makanan, counter majalah. Kalau mau dibilangin lengkap cuma Carrefour aja. Memang disana ada iP1300.

Toko-toko ITC BSD kalau malam banyak yang udah tutup atau memang belum ada yang ngisi ? Di Junsen (tau deh tulisannya gimana) cuma ada pameran komputer yang sepi pengunjung. Yang rame cuma Carrefour doang.

Soal “dekat” rupanya bukan monopoli orang desa saja. Saya pernah bertanya letak jalan Kemandoran I kepada bapak penjual es kelapa yang jualannya ditrotoar Percetakan Gramedia, Palmerah Selatan. Beliau bilang, “dekat kok, adik tinggal lurus aja, nah, dari sini keliatan tuh gangnya”. Sudah panas terik, saya harus berjalan kaki sekitar 30 menit. Kalau lihat lurus ya … memang “dekat”.

Kalau ke daerah, dekat itu artinya “berkilo-kilo meter”. Sewaktu tersesat di jalan di propinsi Jawa Timur, Om saya bertanya ke penduduk setempat. Saat itu, malam hari. Om menanyakan jalan ke arah Mojokerto. Sudah selesai bertanya, Om pun bilang ke kami yang ada di mobil “Katanya sudah dekat”. “Iya, dekat, paling-paling 1/2 hari lagi”, kata Tante. Iya, memang setengah hari :P
Ke Malimping juga gitu. Setelah perut kita “mual” karena banyak banget jalan berliku dan ga nyampe-nyampe ke tempat tujuan, akhirnya bertanyalah. Kata penduduk setempat lokasi tujuan “dekat kok” habis belokan itu nyampe deh. Rupanya masih jauuuuhhhhh, di “ujung dunia”.

Sebenarnya saya sudah punya kuncinya, kalau bertanya ke penduduk setempat, sebaiknya dengan pertanyaan “Kalau jalan kaki, lama tidak ?” Biasanya mereka akan bilang “lama” atau “sebentar”. Kemudian bertanya lagi, “Kira-kira berapa lama ?”

Nah, atas jawabannya mereka, kita bisa menentukan suatu keputusan. Apakah keputusan tersebut mempunyai dampak “menyengsarakan” atau “mempermudah” diri kita.