Tadi malam, tanggal 2 Juli 2007, sekitar jam 23.50, lahirlah keponakan saya kedua. Jenis kelaminnya perempuan dengan berat 3.8 kg dan panjang 50 cm. Tangisnya sangat keras. Keluar dari perut ibu, nangisnya keras, dimandikan nangis keras, di bawa ke tempat tidur bayi, nangis keras. Seisi rumah sakit pada bangun kali ya … habisannya kenceng banget.
Menurut dokter, kelahirannya tanggal 30 Juni 2007. Pas tanggal tersebut sang Kakek sudah menaruh tas bayi di motornya. Pokoknya seksi repot. Mulai menanyakan “Apakah kartunya berobat sudah ada di tas, nomor telepon teman si menantu jika menantu tidak ada ditempat, air minum, pulsa, apakah baju-baju cucu pertamanya sudah dibereskan dan sebagainya”. Suaminya sih tenang-tenang aja.
Tanggal 30 Juli 2007, pagi harinya adik mulai mules tapi cuma sebentar. Dia cek ke rumah sakit. Disuruh balik ke rumah karena belum terjadi apa-apa, sorenya disuruh balik lagi. Rupanya sudah pembukaan 1. Diputuskan menginap di rumah sakit.
Karena tidak ada tanda-tanda yang berarti lagi, minta pulang siangnya.
Selasanya, subuh-subuh, air ketubannya sudah pecah. Katanya kayak air pipis. Paniklah isi rumah. Adik yang rumahnya tidak jauh dari rumah ortu, disuruh ke rumah beliau. Kemudian ke rumah sakit … hebatnya naik motor euuuuiiii …
Masuk kamar bersalin, masih pembukaan 2. Jam 10 malam masih pembukaan 5. Katanya sih sampai pembukaan 10.
Nah, soal pembukaan ini saya ga ngerti lho, kok tebal banget ya … Kayak acara pembuka acara aja ![]()
Menurut orang-orang yang cerita, kalau anak kedua dan seterusnya lebih cepat dan gampang. Tapi adik saya sepertinya tidak, mungkin sudah terlalu lama tidak melahirkan ya … Beda antara anak pertama kedua ini adalah 8 tahun.
Nunggu sampai pembukaan 10, wuiih lama banget, bisa besok pagi, tapi ga jelas paginya jam berapa. Baru pembukaan 5 saja, adik sudah ga kuat, sudah pucat, air ketubannya sudah ga ada. Akhirnya diputuskan operasi caesar.
Sewaktu periksa selama kehamilan, si adik bayi sehat, dan dokter telah menyatakan akan melahirkan normal. Soal ukuran berat badan, memang sih si ibu harus mengurangi makan, perbanyak makan buah dan sayur. Karena waktu kehamilan menginjak usia 8 bulan, beratnya sudah pas. Kalau makannya ga direm bisa 4 kg lebih.
Operasi caesar itu mahal ya … padahal tinggal ngebelek. Sstt, tapi resikonya gedeeee banget. Operasi caesar di rumah sakit dekat rumah Rp. 8 juta. 1 hari, kamarnya yang kelas 1 itu Rp. 150 ribu. Saat operasi, dokternya ada 3 dan beberapa asisten. Lamanya operasi cuma 30 menit. Total jenderal, keluarga si ibu ini harus mengeluarkan 11 juta rupiah. Duh … gimana orang ga punya uang ya …
Untungnya si ibu ini sehat, ga ada sakit berat.
Kalau saya nih, biasanya tanya dulu. Contohnya waktu saya operasi usus buntu. Kelas 1 berapa ongkos operasinya, kelas 2 berapa ongkosnya, kelas 3 juga berapa. Saya pilih kelas 3 karena operasinya Rp. 1.5 juta. Naik kelas 2 lagi, tambahin aja Rp. 500 ribu. Tanya ke dokter, berapa hari saya menginap, biaya obat bius lokal berapa, dan kalau bius semuanya berapa. Kalau bius saya pilih seluruh badan dengan harga lebih mahal. Tapi gpp, masalah saya takut. Untungnya usus buntu saya ga parah kok.
Sepupu saya bilang, kalau operasi usus buntu di RS. Fatmawati pada saat ini Rp. 5 juta ya … ccckkkkk … mahal euiii … Benar juga yach …. kalimat “Orang miskin dilarang sakit”.
Itu kan operasinya diplaning, kalau dadakan … yach tetap prosedurnya begitu tapi gerak cepat, mikirnya juga cepat. Kalau uangnya ga cukup tapi nyawa taruhannya. Soal uang dipikirin entar ![]()
Sebenarnya ibu-ibu hamil dan suaminya bisa tanya dulu yach berapa biaya caesar sesuai dengan harga kamar selama pemeriksaan kehamilan. Walaupun dokter telah memperkirakan akan bersalin normal. Tapi ‘kan Tuhan yang punya planing. Jadi siap-siaplah ibu-ibu hamil untuk menyediakan uang untuk caesar.







11 comments ↓
Sewaktu Istri saya melahirkan anak kami yg kedua juga Caesar, hanuya 3 hari saja di rumah sakit, selanjutnya dipindah ke Puskesmas pembantu yang lebih dekat rumah dan biayanya terjangkau.
Di Bekasi, saat itu (2005) biaya nett 5 jt. Entahyah kalau sekarang
Saya kira kesehatan sang ibu dan anak lebih urgent, soal biaya mungkin bisa ada alternatifnya.
hayyooo nabung, siapin anggaran bersalin wkkkk
Iya pak Bisot. Kata tetangga-tetangga saya, rumah sakit yang dimasukkan adik itu memang mahal soal caesar. Kita baru tahu kalau ada yang murah yaitu 5 juta. Tapi nasi telah menjadi bubur, menjadi pelajaran berharga saja.
Soal alternatif ada. Suaminya dikantor harus ikutan asuransi perusahaan tersebut, walaupun cuma dicover 4.5 juta, tapi gpp. Terus ‘kan sisa 5 juta lagi. 2.5 Juta boleh dicicil, 2.5 juta lagi cash. Dana talangan 5 juta itu, sepenuhnya dari perusahaan. Baik ya perusahaannya.
Usul yang lain, sebaiknya kita ikutan asuransi kesehatan aja ya ….
Alhamdulillah,syukurlah sudah lahir dengan selamat.Tapi etek Helennya belum sempat lihat nih:) insya allah secepatnya ya.
Yang perlu dijaga setelah operasi caesar,agar si ibu tidak mengangkat beban berat/terlalu berat. Dan mulai olah raga secepat mungkin agar perut kita kembali kebentuk yg bagus:) jangan seperti tek len, setelah melahirkan gak pernah olah raga,walhasil badan jadi melar dan jelek deh:(
Benar juga apa kata aul,agar setiap ibu2 hamil dari awal kehamilan mulai menyisihkan biaya utk operasi(kalau2 harus operasi) jadi tidak kaget sewaktu diperlukan.
@helen :
Senang, helen mampir ke blog auliah. Nanti auliah sampai ke Ruri. Ga usah buru-buru Len, bayinya lagi hobi tidur, setiap saat terus suka senyum-senyum sendiri saat tidur.
Operasi caesar seperti operasi usus buntu ya .. ga boleh angkat berat-berat.
Soal melar, ga keliatan … ;)) Tapi helen masih cakep kok.
Link blognya ga diisi ya ?
Alhamdulilah lahir, aku baru membaca di beberapa situs bahwa ternyata operasi Caesar mengganggu pernapasan pd bayi. Dan nasi telah menjadi bubur, anakku meninggal. Mungkin penyebabnya bukan pada operasi caesarnya, tapi setidaknya kalau sebelum op aku sudah tahu ttg ini tentunya aq sudah prepare, dan cari 2nd opinion. Saranku uibu2 lain, pelajari dulu sejelas-jelasnya berbagai info sebelum kita mengambil suatu tindakan.
@Rika : Saya cuma bisa bilang turut berduka cita. Sekarang Rika udah ada anak di “sana”
operasi caesar di RS. Hermina jati negara sekarang harganya Rp. 8.150.000 ( untuk biaya operasi + kamar 5 hari kelas 3) belum termasuk obat - obatan, biaya visit dokter, sehari sebelum operasi periksa darah dilab Rp.2.27000, konsultasi Dokter Anastesi Rp. 117.000 hanya beberapa menit ga tau deh kalo sejam berapa? mau masuk harus deposit Rp. 6.500.000
biaya operasi caesar di RSIA. HERMINA jatinegara di bagian informasi tertulis untuk kls 3 Rp. 8.150.000, blm termasuk obat, visit dokter, sarung tangan para medis diruang operasi, masker, gelang identitas totalnya Rp. 9.607.654 blm termasuk biaya lab sebelum operasi klo ditotal semua sekitar Rp. 10.000.000
@m. baqir : sarung tangan juga dibebankan ke pasien yach
tadinya setelah browsing di internet utk mencari biaya operasi caesar di internet, aku berpikiran mahal sekali ya biaya caesar,untung setelah ketemu dengan dokter spesialis d Rs.Boedi kemuliaan, akhirnya aku di tawari untuk operasi di Rs.Patria IKKT d daerah slipi dengan biaya hanya 4.5 jt bersih termasuk sewa kamar 1 hr d rumh sakit dan 2 hari di klinik si dokter,..mngkin jika ada rekan rekan yg mencari alternatif murah dengn pelayanan cukup memuaskan,bisa email ke saya,..ini berdasarkan pengalaman pribadi aku yg barusan saja melahirakn dengn bantuan dokter tersebut,semoga bermanfaat bagi rekan rekan yg laen.
deddy
@dey : terima kasih banyak informasinya
Leave a Comment