FlashDisk

Saya tidak tahu sebabnya, kenapa flashdisk bisa membuat usb saya hang.

Biasanya, flashdisk dicolokin ke usb terus di terminal ketik lsusb kemudian tekan enter. Jika mentok di kata lsusb, no moving, berarti usb saya hang. Nah, kalau begitu saya ga bisa print. Saya ga tahu cara lain untuk menormalkan usb yang hang selain di restart ulang. Parahnya kalau sedang full tempat saya. Ya, jadi saya nungguin habis semua, baru restart dulu. Rugi ya .. menolak untuk print. Ya .. gimana lagi printer saya pake usb, terus usbnya masih hang.

Ngomong-ngomong ada yang tahu caranya selain direstart ? Kalau direstart ulang tampilan dilayar ada tulisan mount 2 : … busy, unmount : …. busy. See, si flashdisk masih meninggalkan jejak di usb saya dan masih berstatus super sibuk.

Ada sih cara yang lain, saya harus mengupgrade LTSP dengan versi terbaru agar bisa mengakses flashdisk dan CD di komputer client. Tapi saya belum bisa LTSP

Seringkali yang punya flashdisk bersikeras untuk memindahkan ke colokan usb yang lain. Saya punya colokan usb ada 8. Ok, saya setuju saya pindahkan, tapi tetap lho. Iyalah ‘kan lsusb yang tadi ga jalan-jalan. Malah, pernah berdebat …. Saya kan jadi marah “Kalau ga bisa ya ga bisa … jangan maksa donk .. cari tempat lain aja !”

Kata mereka di rumah bisa kok. Mereka rata-rata memang pake Windows. Sering kali ga kedetect, cabut, colokin lagi, ga detect, cabut, colokin lagi. Gitu aja terus.

Ada yang punya flashdisk, di rumah memang begitu mbak, nanti lama kelamaan nonggol juga. Woowww, duh komputer (?) saya ga bisa digituin.

Tapi ada juga, usbnya it’s ok kalau di lsusb tapi lambang usbnya ga muncul di desktop. Ditungguin juga ga muncul-muncul. Ga tahu deh kenapa tuh.

Flashdisk yang bagus menurut software di komputer saya, jika dicolokin di usb langsung nonggol lambang kotaknya.

Terus ada pengaruhnya ga ya .. kalau di flashdisknya mempunyai virus yang membahayakan, terus virusnya berusaha masuk ke Fedora (Linux). Nah, karena ga bisa masuk lebih dalam lagi ke Fedora, mereka pada ngumpul di usb yang mengakibatkan hang ?

Uangku Jelek !!

Uang RI kenapa jarang yang cakep ya … jika sudah beredar dari tangan ke tangan. Dari bank, mulus, bagus, ga lecek, bersih tapi sudah pindah tangan ada saja yang berubah.

Parahnya uang RI yang sobek terus disambung menggunakan silotip sedemikian rupa masih bisa jadi alat pembayaran.

Bukan sobek saja, ada yang sengaja disundut dengan rokok, bekas steples, ada tulisan “I love Dian”, “Wayang orang”, “Fuck you”. So what gitu lho … !!! Rupanya kita memang hobi “meninggalkan jejak” selain di pohon, di dinding gua, di batu, tembok rumah.

Ada juga robekan dipinggir uang.

Duh, kalau ga teliti dan diterima sahlah menjadi pembayaran transaksi pembelian/penjualan.

Sudah 3 bulan saya menerima uang yang diselotip. Jadi saya harus mencek bolak balik. Kalau ada sobekan, disilotip, saya ga terima. Terus ada uang sudah “Dekil of de kumel”. Ihhh …. jijik kalau megangnya. Kalau di mikroskop udah berapa juta bakteri yang ngendon disana. Apalagi uangnya untuk nutupin mulut jika batuk atau bersin. Yeaakkk ….

Kalau uang Rp. 100.000 model plastik saya ga terima kalau sudah disteples apalagi ada bekas sobekan ditengah.

Kita punya kebiasan meremek (apa ya istilahnya) atau membuat kusut, dibuntel-buntelin, dilipat-lipat. Duh …

Belum lagi kita harus hati-hati, jika ada uang besar, apakah uangnya palsu atau tidak ?

Coba pemerintah kita punya Undang-Undang yang mengatur uang yang dipergunakan sebagai transaksi jual beli harus rapi, bersih, tidak boleh dilipat, dilecekin, diremek-remek, sobek, dibolongin, dicoret-coret, dll deh.

Kalau ketahuan dengan sengaja memperlakukan uang RI dengan tidak hormat dipenjara 20 tahun.