Gempa Sumatra

Rabu kemarin, gempa melanda Bengkulu, Sumatra Barat, Jambi, Sumatera Selatan dan sekitarnya bahkan sampai negara tetangga. Pusat Gempa di Bengkulu dengan kekuatan 7.9 Skala Richter pada pukul 18.10 WIB. BMG memberikan peringatan tsunami tapi sudah dicabut.

Saat itu, saya sedang menonton siaran berita dari ANTV. Penyiar berita saat itu mengumumkan bahwa di studionya terasa guncangan. Saya lihat layar televisi bergerak tapi penyiarnya tetap siaran, tidak beranjak dari tempatnya.

Loyalitas terhadap pekerjaan dan pemirsanya … hebat ya … nyawa taruhannya. Dia terus siaran sampai gempa reda. Cukup lama juga.

Yang nonton aja panik lihat layar televisi bergerak tak tentu arahnya. Mukanya saya lihat ketakutan tapi “jalan” terus siarannya …

Saya sendiri ga terasa gempa tapi adik laki-laki saya terasa karena dia duduk di lantai. Kalau saya duduk dikursi. Hmm … biasanya terasa sih … tapi ga tahu kenapa tidak terasa.

Sepupu, suaminya, anak-anaknya dan ibu sepupu saya yang tinggal di kota Padang ketakutan sekali. Rabu, mati lampu. Karena sering gempa, mereka tidur diluar rumah.

Tadi pagi, 5 Pagi (Jum’at, 14/9/2007), saya nonton berita di MetroTV bahwa gunung Talang sudah gempa 400 kali. Saya harap ke mereka untuk pulang ke Silungkang. Kalau sampai Gunung Talang meletus, terus ada gempa besar dan tsunami mereka tidak bisa pulang ke Silungkang. Untuk lewat Silungkang harus melewati Solok (Gunung Talang).

Menurut keterangan sepupu saya, hari Jum’at sudah hidup lampu, rumahnya tidak ada yang rusak. Banyak saudara dari pihak suami yang tinggal di rumah mereka karena letaknya lebih tinggi. Bantuan sudah datang, sudah ada yang memberi instruksi cara menyelematkan diri dari Tsunami.

Menurut wawancara kemarin pagi di MetroTV dengan ahli geologi BPPT bahwa kita menunggu gempa kekuatan 9 Skala Richter. Bapak tersebut mengharapkan bahwa gempa yang terjadi saat ini dicicil sehingga tidak terjadi yang 9.

Tapi beliau tidak tahu apakah ini gempa cicilan atau nanti ada yang 9. Beliau tidak tahu kapan yang besarnya.

Tapi saya harap ga terjadi yang 9. Duh …

Gempa di Bengkulu dan Sumbar akan terjadi dalam 2 pekan dengan skala lebih dari 5, menurut BMG.

Video : CNN

News : Yahoo, Liputan6.com, Are We Ready for Another Tsunami

Photo : AFP, Reuters

captda10709131055indonesia_earthquake_da107.jpg

An Indonesian girl kisses her cat near her collapsed house in Lais, Bengkulu, Sumatra island, Indonesia, Thursday, Sept. 13, 2007. Three powerful earthquakes jolted Indonesia in less than 24 hours, triggering tsunami warnings, damaging hundreds of houses and sending panicked residents fleeing to high ground. Rescuers feared some victims were trapped beneath the rubble. (AP Photo/Dita Alangkara).

r1287889489.jpg

An Indonesian rescue team removes a body from a damaged building in Padang of West Sumatra province September 13, 2007. Indonesia’s Sumatra island was pounded by aftershocks on Thursday after the world’s most powerful earthquake so far this year killed at least six people and buried many more under buildings. REUTERS/Singgalang- Muhammad Fitrah (INDONESIA).

captsgeuhg04140907053405photo03photodefault-403x512.jpg

A motorist passes cracks in a damaged road at Air Besi in North Bengkulu, 13 September, a day after a massive 8.4 magnitude earthquake shook the region. Huge aftershocks rumbled across Indonesia’s Sumatra island on Thursday but officials said the damage from a massive earthquake that killed 10 people was not as bad as feared.(AFP/Adek Berry)

r902173160.jpg

A mother holds her son as he is treated by a doctor at makeshift tent hospital in Bengkulu September 13, 2007. Indonesia’s Sumatra island was pounded by aftershocks on Thursday after the world’s most powerful earthquake so far this year killed at least six people and buried many more under buildings. REUTERS/Beawiharta (INDONESIA)

r1677147513.jpg

Hospital patients stay at a makeshift tent after an earthquake, in the Indonesian city of Bengkulu, September 13, 2007. Indonesia’s Sumatra island was pounded by aftershocks on Thursday after the world’s most powerful earthquake so far this year killed at least six people and buried many more under buildings. REUTERS/Beawiharta (INDONESIA)

1 comment so far ↓

#1 Seandainya Dia Datang » diary ku on 09.21.07 at 6:29 am

[…] yang pertama saya dengar itu dari wawancara MetroTV dengan ahli geologi BPPT. BPPT dan BMG sudah memperkirakan setahun yang lalu bahwa gempa di […]

Leave a Comment