Kemarin, kami sekeluarga kedatangan tamu. Sepupu dan anak-anaknya dari pihak Bapak saya alias tante dan anak-anaknya.
Iseng tanya, kapan nih Silungkang pulang kampuang basamo ? Katanya tahun 2008.
Tahun 2002 pernah pulang kampuang basamo dengan menyewa mobil Bigbird AC 54 duduk sebanyak 5 buah (?) plus kendaraan pribadi kurang lebih 200 yang sudah pulang duluan dengan ukuran dan merk beraneka ragam. Rata-rata dengan mobil keren-keren.
Berhubung kalau lewat darat itu capek, ngabisin piti (uang), melewati medan berat, dan lama. Bagaimana kita semua pada acara Pulang Basamo 2008 nyewa PESAWAT TERBANG. Isinya kita-kita aja, satu kampung. Kalau ga muat 1 pesawat terbang yahh sewa 1 lagi. Jangan lupa yang besar pesawat terbangnya …
Tapi jangan pesawat yang digunakan oleh ABRI untuk ngangkutin barang
Pesawatnya jangan yang ancur, tidak punya history jatuh …. hmm .. ada ga ya …
Pesan tiketnya saat ada promosi murah
kira-kira 5 bulan sebelum lebaran. Nanti di sisi kanan dan kiri badan pesawat, ada spanduk atau stiker gede tertulis “Pulang Basamo Silungkang 2008″ plus sepanjangan perjalanan muncul asap di ekor pesawat dengan tulisan yang sama.
Keren ga ….
Pas turun di Bandara Minangkabau, Bis Bigbird AC sudah tersedia untuk mengantarkan kami ke kampung halaman dan raun-raun (jalan-jalan) Sumatera Barat.
Keren …. ![]()







12 comments ↓
hehee enak lagi mbak naek herculesss serasa naek apolo
@Pandi : nanti ada yang bilang kita pengungsi
keren
iya mungkin jatuhnya lebih murah dengan transporatsi masal udara, sesuatu yang perlu dipikirkan juga oleh pemerintah bagaimana mengatur transportasi massal mudik. Seperti mudik dengan motor ke jawa juga rentan bahaya, banyak yang celaka dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Ngomong ngomong kenapa memakai nama Bandara Minangkabau ? ( satu satunya bandara di yang memakai nama etnis ), lucu juga kalau di bandung memakai Bandara Sunda, di Jogja Bandara jawa. Sempat baca di majalah / koran lupa,..kenapa nggak memakai nama pahlawan asal Minang seperti Sutan Syharir, Tan Malaka, dsb
hi..mba auliah…. nice blog…
tukar link yuk ???
@Iman : Hmm .. saya tidak tahu alasan apa menggunakan kata MInangkabau
Tapi menurut pendapat pribadi :
Itu menurut pendapat saya pak …
@Parker : Sudah ditaruh linknya dan kita tunggu kabarnya dari pemerintah daerah Ambon soal lagu rasa sayange
@Iman : sudah dapat sedikit informasi. Menurut mlist Rantaunet. Dulu di milist Rantaunet pernah diadakan polling untuk penamaan bandara baru, kebanyakan memilih “Minangkabau”. Sumatera Barat rencananya akan mengganti nama provinsi menjadi Minangkabau
Auliah ! Nama Bandara Minangkabau sudah final dan telah di declare keseluruh dunia dan telah pula dapat pengakuan dari dunia penerbangan seperti ICAO dan IATA . Wacana untuk merubah nama bandara tersebut seperti yang muncul dimilist rantaunet adalah pekerjaan yang sia - sia . coba klik :
http://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara_Minangkabau
salam : zulamry piliang .
@Zul Amri Piliang : tidak ada yang mau merubah nama bandara Minangkabau. Saya dan Pak Iman cuma tanya alasan pemberian nama tersebut, tidak ada maksud untuk merubah nama tersebut !
Cuma itu saja kok dan bagi saya juga sudah terjawab pertanyaannya sudah beberapa minggu lalu. Kalau akhirnya keluar jalur dari pertanyaan saya, salah siapa ?
mbak aulia ak setuju bgt.. good idea
klo bsa semua org padang d adakan pulang basamo..itu pesawat kita sewain khusus..
@farah :
TQ. iya .. sewa pesawat yang terjamin keselamatannya
Salam kenal ya,, saya pendatang baru,,,!