Shakhrukh Khan & Islamofobia

Semenjak tragedi WTC 11 September 2001, sebagian masyarakat dunia menjadi fobia terhadap Islam. Serba curiga, ketakutan terhadap orang-orang yang bernama, bertampang dan berkewarganegaraan yang mayoritasnya Islam.

Shah Rukh Khan bintang film India yang beragama Islam mengakui kesulitan masuk London setelah kejadian tersebut.

Awal tahun depan Bollywood akan mengeluarkan film dengan judul “My Name is Khan”.

Kalau Australia fobia terhadap Indonesia semenjak bom Bali yang menewaskan banyak warganya.

Padahal otak bom Bali tersebut orang “tetangga sebelah”, kita yang kena getahnya :P

Tetangga saya yang berasal dari NTT kena fobia tersebut. Dia  menyusul suaminya yang tinggal di Australia. Dengan wajah seperti orang Papua/Ambon/Timor Leste pastilah aman kesana. Tapi setelah dia bercakap menggunakan bahasa Indonesia sewaktu keluar dari pesawat dengan sesama orang Indonesia yang bertemu di pesawat. Langsung dia diamankan oleh petugas disana.

Semua isi tas diperiksa. Dipegangnya isi tas tersebut dengan pegangan jijik. Badannya pun diperiksa. Dia juga ditanya apa tujuan ke Australia tapi petugas tidak percaya.

Cukup lama diperiksanya dan akhirnya setelah puas mengubek-ubek tas dan bawaan tetangga saya yang tidak terbukti apapun. Kakaknya yang menunggu dari tadi diluar sangat gusar.

Semenjak kejadian tersebut, tetangga saya tidak pernah berbicara dalam bahasa Indonesia di tempat umum.

Bagaimana saya yach … ? Menurut teman-teman, wajah saya seperti orang Arab. Setelah kejadian tsunami seperti orang Aceh. Cuma satu-dua orang bilang wajah saya orang Minang. Kemudian saya pake jilbab plus ditambah lagi nama saya, nama Arab. Walah, bakalan ribet :P

Keponakan Bapak saya yang sudah lama tinggal di USA sering mengajak ikutan GreenCard. Sebenarnya mau saja tapi ga punya uang (katanya uang ga usah pake alasan) … suer deh ga punya dan yang lebih penting saya TAKUT. Saya lebih aman tinggal di rumah sendiri, Indonesia.

Menurut Organisasi HAM, perlakuan rasis yang menimpa umat Islam pasca tragedi WTC menyebabkan sekitar 500 orang wisatawan dilarang masuk wilayah AS setiap hari. Dan pelarangan itu bisa saja hanya karena dugaan dan tuduhan yang belum berbukti.

5 comments ↓

#1 almascatie on 10.28.07 at 12:51 pm

karma karena menjadi bangsa indonesia??
arhgghhhh tapi asyik jadi bangsa indonesia kemana2 ditakuti dan pasti dikawal ama isilop2 semua
:lol:

#2 oRiDo on 10.28.07 at 9:47 pm

kapan yah filem nya nyampe endonesia??
udh beredar belum?

#3 auliahazza on 10.28.07 at 11:03 pm

@almascatie : kalau dikawalnya ga pake dipikul sama ditarik-tarik si gpp :D

@Orido : paling-paling juga awal tahun juga

#4 apung on 11.18.07 at 4:17 am

sahabat saya pernah mengalami hal serupa di bandara Soekarno Hatta. Pasalnya cuma karena dia berjanggut, dan bercelana ngatung lantas dia diperiksa secara intensif di bagian “security” bandara. Kemudian setelah itu baru dibebaskan ketika menunjukkan kartu identitas pegawai negeri (KTP tidak diindahkan).

#5 auliahazza on 11.18.07 at 5:25 pm

@Apung : kalau kejadiannya di Indonesia, berarti Indonesia fobia terhadap teroris.

Leave a Comment