Entries from October 2007 ↓

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H


Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)

Setelah 5 Bulan Pake Speedy

Tidak terasa sudah 5 bulan menggunakan Speedy Warnet. Kesulitan cuma diawal penyetinggan saja karena orang Telkomnya tidak bisa menggunakan Linux.

Tidak pernah putus. Kalaupun ga bisa connect itu karena cardnya kesenggol saat saya membersihkan lantai yang tertutup sama kabel-kabel yang nyolok di CPU.

Jalannya lelet ? Tidak juga, walaupun dipakai 9 komputer masih cepat jalannya. Pernah sih lelet itu pun mungkin ada gangguan jaringan tapi tidak lama.

Karena cepat, ada beberapa orang yang hobinya ke tempat saya download. Kalau ramai saya bilangin jangan terlalu banyak yang didownload, maximal 1 file. Untungnya mereka mengerti.

Kebetulan ditempat saya belum pake manajement BW. Yah, nungguin yang bisa setting di Linux :D

Menurut teman saya jika ada orang men-attachment terlalu gede (1 Mb keatas) semua client ga bisa jalan. Kalau dibawah itu, membuat koneksi internet menjadi lebih lambat. Hal ini tidak saya dapatkan saat memakai ISP yang lain.

Berhubung belum pernah ada gangguan cuaca misalnya hujan, saya tidak tahu efeknya. Masalahnya daerah saya rada-rada sih …. rada-rada aneh.

Tapi yang saya harapkan dan harapan semua orang Indonesia, bayar per bulannya jangan MAHAL-MAHAL donk.

Soal Customer Service, bagus kok, cepat tanggap. Tapi kenapa yah kok sampai ada 2 orang yang menanyakan yang sama yaitu, “Mba, ada masalah dengan Speedy ?”

Harusnya 1 orang saja, terus jangan-jangan sering-sering telepon dengan pertanyaan dan pernyataan yang sama.

Walaupun begitu, kita mengucapkan terima kasih banyak sama Speedy. Mudahan-mudahan bagus seterusnya.

Pulang Kampung

daniel photoOrang-orang pada pulang kampung lebaran nanti. Senang ya … apalagi kalau kampungnya dekat, misalnya di daerah pulau Jawa, cuma beberapa jam. Kecuali kalau ke Jawa Timur ujung yang jarak tempuhnya sama ke Sumatera Barat, bisa 2 hari 1 malam. Kalau jalan di Jawa mulus, banyak lampu, keamanan terjamin. Tapi kalau pulang ke Sumatera, wuihh deg-degan, penuh petualangan, pengaturan time yang tepat agar tidak masuk ke wilayah yang banyak bajing lompatnya. Kalau menurut Auliah, paling seru kalau ketemu monyet yang jenisnya baru dilihat di kebun binatang, ketemu babi hutan, harimau, kadal raksasa, suku Badui, lihat pohon sawit, pohon duku dan durian plus sama buahnya. Memandang dan berharap kapan kita lihat laut. Saking rindunya, pernah langit biru diujung mata dikiranya laut, berarti sudah sampai Merak. Atau kalau sudah dijalan mulus dan lurus berarti sudah sampai kampung halaman. Itu namanya seru habis …

Nah, itu kalau pake kendaraan. Kalau pake pesawat terbang, cepat, ga cape, murah. Sepupu Auliah dapat tiket Rp. 100.000 … hmm … aman ga ya … cuma segitu harganya :(

of006010.jpgApapun kendaraannya, yang penting pulang kampung. Kalau sudah sampai di kampung halaman. Kita muter-muter ke seluruh Minangkabau. Pemandangannya ga bakalan bosan untuk dilihat apalagi makanannya. Dimana-mana makanannya enak semua. Walaupun di Jakarta juga ada restoran Minang tetapi rasa makanan di kampung lain banget, … pokoknya lebih enak. Sebentar-bentar kita makan dan makan. Pernah Auliah di kampung cuma 7 hari naik 5 kilo …….. hahahahahaha ….

Duh, jadi kangen sama kampung halaman, pulang kampung yuuukkkk …. rame-rame lebih seru ….

Sumber foto pada paragraf pertama : Daniel

Foto yang kedua : Corbis

Haus

Pergi jalan keluar dari rumah saat puasa dan sinar matahari sangat terik membuat cepat haus.

Minggu kemarin, saya pergi ke toko buku Gramedia di Blok M. Siang yang sangat panas tapi ada angin yang berhembus. Jalan menuju ke Blok M lumayan lancar, macet sedikit di Pondok Cabe.

Sesampainya di Blok M, wuiih banyak sekali orang-orang belanja di Ramayana, Matahari sampai di toko-toko penampungan sementara pedagang yang terkena kebakaran.

Kakilima yang jualan tas dan sepatu super murah dengan kualitas Ok deh, juga dipadatin pembeli. Jalan saja susah minta ampun, saya sampai harus mendorong pantat orang dengan tas.

Saya dehidrasi, haus sekali, tenggorakan kering sekali sampai tersekat. Beberapa orang saya lihat pada beli minuman es kelapa, teh botol, makan bakso didepan umum.

Asyik sekali ya … tapi saya tahan agar ga buka, tahan sakit kepala karena kena sinar matahari yang terlalu menyengat, yah anggap saja ini cobaan dibulan puasa.

Rencananya mau ke Kota juga tapi lihat pembelian tiket busway tidak bergerak, super panas, kemudian pas dihaltenya antrian juga panjang baget akhirnya dibatalkan daripada nanti kenapa-kenapa ya …

Pas buka puasa, saya langsung minum sebanyak-banyaknya.

Kalau sebulan saja seperti ini, ga minum-minum, koit kali ya …