Seringkali bahkan terlalu sering, orang tidak bisa membedakan antara huruf O besar, o kecil dengan angka 0 (nol). O itu lebih gemuk ke kanan dan ke kiri. Huruf o itu lebih pendek tapi tetap gemuk ke kanan dan kekiri. Angka 0 (nol) itu lebih langsing ke atas.
Orang Sunda sering bilang P itu adalah F. P itu bilangnya F kali yach. Pernah saya bilang P, dia tekan huruf V.
Jika begini, yang repot dia sendiri dan gurunya jika belajar komputer. Dulu sekali, 1 kelas saya berisi 6 orang Sunda. Dan saya minta untuk ke Format - Font. Kata mereka, dilayar komputer tidak ada Pont, bu ! dengan logat Sundanya.
Loh … saya minta Font, bukan Pont.
“Tapi, bu … catatan saya tulisannya Pont”, kata salah satu dari mereka.
“Kemarin, saya kasih catatan di papan tulis, tulisannya Font, bukan P huruf awalnya tapi F huruf awalnya”.
Begitu sebaliknya. Awal-awal belajar sering terjadi kesalahpahaman. Dan saya mengharapkan kalau awalnya F harus ditulis dan dibaca F. Kalau awalnya P harus ditulis dan dibaca P.
Karena sering terjadi salah tekan tombol dan salah klik perintah, kalau begitu terjadinya pasti tanya “Kok ga ketemu yach ?”






