Kalau lihat berita di televisi dan koran, narkoba semakin hebat saja. Jadi ingat tahun 1991, ditanya sama teman-teman.
Waktu keluar main saat SMA kelas 3, para cewe-cewe ngobrol soal cita-cita. Biasanya saya paling terakhir menjawab pertanyaan.
“Auliah, apa cita-cita kamu kalau lulus SMA ?”
Dengan mantap saya berkata,
“Mau jadi Psikolog, kerja di Komdak bagian obat-obatan terlarang”
“Ahhh .. jadi polisi ?”, kata teman
“Bukan jadi polisi, seru kali yach … Selain kerja di Komdak, buka praktek untuk konsultasi orang-orang yang terkena obat-obat terlarang. Saat saya lulus, pasti yang terkena obat-obat terlarang makin banyak”
“Kok ngedoain sih !!”, kata-teman-teman
Saya cuma bengong and than “Hmm … iya ya …. kok gitu ngomongnya. Duh, padahal ga bermaksud untuk mendoakan sih, kalau saya lulus nanti diperkirakan … menurut saya sudah banyak yang terkena narkoba.”
Pada tahun 1991, penderita narkoba belum seramai sekarang. Dalam 1 sekolah yang kena cuma 1 orang itupun ditutup-tutupin. Pemberitaan soal bahaya narkoba pun belum banyak menghiasi berita-berita dikoran dan televisi negeri kita yaitu TVRI. Efek negatif narkoba saya juga kurang banyak tahu. Dulu, yang terkenal itu ganja.
Dan dulu Psikologi bisa menjadi Psikiater jika ambil S2. Itu seingat saya.







3 comments ↓
narkoba memang kian ‘gencar’ merasuk dan diderita generasi muda (terutama). bandar2nya malah juga dari kalangan mereka…
mau meralat psikologi yang nantinya meneruskan s2 bukan akhirnya menjadi psikiater ya tetep jadi psikolog …
Coz psikolog n psikiater beda disiplin ilmu , psikolog ya dari psikologi , psikiater ya dokter yg mengambil spesialis kejiwaan …
Jadi beda psikolog g punya wewenang bua ngari resep ato obat , mereka pake terapi n omongan …
@amanda : ooo gitu … tq ralatnya …
Leave a Comment