Tabungan Qurban

RW tetangga …, maksudnya warga RW di luar komplek perumahan saya. Sekitar 15 tahun ini telah mengadakan tabungan Qurban. Idenya dari salah satu pemuka agama di sana. Tujuannya, agar kita (masyarakat yang beragama Islam) membiasakan diri untuk berqurban. Qurban itu penting, tidak usah nunggu uang berlimpah, kata beliau.

Tiga tahun lalu, Bapak yang punya ide ini sering ke tempat saya untuk mengetik tabungan qurban. Beliau tidak nawarin, tapi karena sering bolak-balik ngurusin qurban dari orang-orang, saya akhirnya tertarik untuk bertanya dan pernah ikutan sekali. Malu juga si, masak ga bisa berqurban.

Kalau saya, kalau berqurban pasti pikirannya sama sapi, padahal bisa dengan kambing. Kalau kambing dijamin ga ada yang makan, dan saya kasihan sama orang-orang yang saya kasih, takut sakit. Kita tidak tahu apakah sipenerima qurban ini, cocok atau tidak dengan kambing. Pernah sih niatan pake model ditanya dulu, misalnya “Pak, Bu, apakah punya penyakit darah tinggi ?” hehehe …

Kalau berqurban sapi, wah … 7 juta rupiah, duh … kalau sendiri, belum mampu. Dengar angkanya saja udah “Woouuwww”. Bapak ini modelnya sebagai berikut 1 sapi buat 7 orang (misalnya). Setiap bulan nabung Rp. 85.000,-. Waktu tiga tahun lalu Rp. 50.000,- per bulan, dengan harga sapi kurang dari 7 juta. Jadi angka nabungnya sesuai dengan harga sapi.

Kalau kambing, juga memakai sistem nabung. Nabungnya sesuai dengan harga kambing, biasanya 1 kambing untuk 1 orang.

Beliau juga menyediakan kartu tabungan, pokoknya Bapak ini rapi banget. Ada kalung yang isinya nama-nama orang yang berqurban, ada surat undangan, surat ucapan terima kasih dsbnya. Bapak ini ga digaji lho ;) kerjanya sukarela.

Dengan sistem menabung, lumayan banyak yang ikutan dan kita yang nabung tidak berat.

Kalau ada kelebihan uang tabungan, dihibahkan ke masjid sebagai bekal di dunia sana.

7 comments ↓

#1 ummu raisah on 12.18.07 at 3:31 pm

“hehe…bagus bagus…berilah Qurban yang terbaik….tapi kalo makan kambing sedikit ga sakit kok….tapi lagi…ya..biasanya yang sakit ga bisa makan kambing bukan orang-orang yang dapet kategori fakir dan fakir miskin niy…..biasanya loh…..ga tau hare gene ^_^ Met Lebaran….mohon maaf lahir batin…”

#2 Adis™ on 12.18.07 at 4:34 pm

Alhamdulillah tahun ini sayah ikut korban yang 1/7 ituh…

#3 auliahazza on 12.18.07 at 6:45 pm

@Adis : selamat nih ikut berbagi, saya dapat ga ;)
Met idul adha, mohon maaf lahir dan batin
@Ummu : bagaimana kalau darah tinggi disebabkan karena keseringan makan ikan asin. Kalau ga salah ingat kambing itu bisa meningkat tekanan darah hmmm, ituloh penyakit darah tinggi. Selamat lebaran, mohon maaf lahir dan batin

#4 ummu raisah on 12.20.07 at 7:05 pm

ya….terserah pendapat ukhti saja……^_^

#5 auliahazza on 12.20.07 at 8:16 pm

@Ummu : iya deh … hehehe …

#6 snba1992 on 01.02.08 at 8:24 pm

Assalamu’alaikum,
Untuk mengisi tabungan akhirat, mari bersedekah, bisa melalui http://snba1992.wordpress.com yang Insya Allah amanahnya akan disalurkan ke Yatim Piatu 61 orang, dalam waktu dekat, Insya Allah program santunan SPP akan dijalankan..

untuk lebih jelasnya mohon kunjungi blog kami,

Wassalam Wr. Wb.
SNBA’92

#7 Agus Ramada Setiadi on 03.05.08 at 11:45 am

Assalammualaikum Wr. Wb.

Silahkan akses Blog
http://www.dombagarut.blogspot.com
Untuk Kurban Tahun 2008:-)

Hatur Nuhun.

Agus Ramada S

Leave a Comment