Kursus Gratis

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan atau saya sering menyebut pada saat ini adalah Diknas. Diknas cabang Provinsi Jawa Barat baru-baru ini memberikan dana segar untuk membiayai siswa-siswi atau orang-orang yang tidak mampu untuk kursus gratis. Kursunya bisa komputer, salon dan sebagainya.
Setelah tujuh bulan sibuk dengan prosedur yang harus dilakukan, bulan kemarin kursus gratis dimulai.

Prosedur yang dilaksanakan seperti model dadakan dan terburu-buru. Penilik Diknas Kecamatan datang, memberitahukan sesuatu harus selesai besok, katanya data-datanya mau diantar ke Bandung. Begitu terus. Ada juga yang kita tidak tahu apa bentuk dan isi proposal, disuruh bikin. Akhirnya kita minta Penilik yang cari contoh nanti kita ketik dan dirubah disana sini. Maklum kita kan baru pertama kali.

Herannya dengan model dadakan dan seperti orang terburu-buru, dana yang sampai ke lembaga kursus yang ditunjuk tidak terburu-buru dan tidak segera sampai. Bahkan setelah tandatangan MOU, itupun uang tidak segera sampai ke rekening lembaga kursus. Kira-kira 1-2 bulan setelah MOU ditandatangani baru masuk ke rekening, itupun harus ditelepon ke Diknas Depok untuk menanyakan kenapa uangnya belum sampai. Kalau belum sampai, tidak akan dimulai kursusnya. Kalau kita sih, tidak jadi gpp, jadi … yach syukur.

Lembaga kursus yang ditunjuk oleh Diknas Jawa Barat sebanyak kurang lebih 75 lembaga. Uang yang diberikan dari Diknas Jawa Barat untuk biaya operasional dan ongkos anak-anak yang kursus.

Enakkan, sudah dibiayai oleh pemerintah Jawa Barat, udah dapat ilmu gratis, plus dapat ongkos setiap kedatangan … lumayan.

Kalau ditempat kami, software yang diajarkan adalah OpenOffice yaitu Writer dan Calc. Hal ini sudah disetujui oleh Diknas Jawa Barat dengan bukti tidak ada komplain dari departemen tersebut dan proposal disetujui. Padahal dalam buku panduannya, bahwa software yang diajarkan dan ujian negara menggunakan Microsoft Word dan Microsoft Excel.

Menurut Penilik dan Ketua Organisasi Lembaga Kursus Cabang Depok mengatakan tidak apa-apa, tidak ada bedanya.

Padahal ada beberapa perbedaan jika dilakukan ujian negara. Contohnya untuk format kertas, kalau di Word adalah File kemudian Page Setup. Kalau di OpenOffice adalah Format kemudian Page. Yang lebih parah, mungkin akan menyebabkan frustasi pada murid-murid jika membuat tabel. Kalau di OpenOffice menghitung tinggal ketik = (sama dengan) kemudian klik kolom yang ingin dihitung kemudian enter. Lebih gampang prosedurnya daripada di Microsft Word. Untuk mailmerge bedanya jauh banget. Sisip gambar, wuiiih beda juga. Kalau di Calc, saat di rumus Vlookup harus pake tombol shift + F4 untuk memunculkan tanda $ diantara range tabel Vlookup sedangkan di Excel cukup F4 saja.

Untuk mengatasi hal tersebut, disaat mengajar saya sering mengatakan bahwa kalau di Word caranya begini, kalau di Writer caranya begini. Entahlah mereka ingat atau tidak.

Menurut pengalaman saya, murid yang baru bisa Office akan mengalami kebingungan dan rasa frustasi jika yang dilihat berbeda dengan yang diajarkan sehari-hari. Itu baru lihat layar kerjanya, bagaimana waktu mengerjakannya. Sudah stress sama kata “ujian” ditambahkan perbedaan tampilan. Jangan yang baru belajar, orang yang sudah sering mengetik di Office dengan versi tertentu kemudian pindah ke versi yang lain dengan bentuk agak lain sedikit saja masih bingung.

Yang penting bagi saya, Penilik, Ketua Organisasi, Diknas Jawa Barat dan Diknas Depok sudah dibilangin bahwa kami mengajarkan OpenOffice. Kata mereka tidak apa-apa yach .. wish lah …

Sekarang mereka sedang menunggu sms untuk mengambil sertifikat ujian lokal. Banyak yang bagus nilainya. Mudahan-mudahan ilmu berguna.

Rencananya tahun depan ada lagi. Hmmm … tapi kita mau cari sendiri murid-muridnya. Sudah mengerti caranya. Yang penting tidak ada KKN dan hasilnya memang bersih.

3 comments ↓

#1 Suwito on 12.24.07 at 10:24 pm

Mba Aul…?!?!? gantii dunks link ke blog saya.

#2 andriansah on 12.25.07 at 9:48 pm

Wah selamat mbak atas keberhasilan kursusnya

#3 auliahazza on 12.26.07 at 4:38 am

@Andriansah : yap terima kasih banyak

Leave a Comment