Saya mengajukan popcorn untuk dijual ke warung sebelah rumah. Warung tersebut menyediakan jasa Playstation (PS). Saya lihat banyak anak-anak sekolah dan orang dewasa. Warung tersebut berjualan makanan kecil yang bungkusnya gede, bagus tapi isinya secuil.
Saya tawarkan ke penjual tersebut dan bersedia mau dijualin dengan sistem konsinasi. Dengan harga Rp 1.000 dengan berat 5 gram dengan rasa manis dan asin, saya rasa sudah cukup puas anak-anak untuk makan popcorn tersebut. Bahan-bahannya pun aman dikonsumsi bagi anak-anak.
Satu minggu berlalu, saya cek ke penjual tersebut. Alamak … cuma laku 1 buah. Saya tanya kenapa ga laku ? Menurut keterangan penjual tersebut, “Kata anak-anak : kemahalan”.
Saya hanya bisa bengong.
Memang makanan kecil di sana, rata-rata dijual Rp 500. Paling mahal minuman. Paling mahal itu roti. Tapi kan bungkusnya yang gede, isinya secuil dan dari bahan-bahan yang meragukan untuk kesehatan. Popcorn saya dibuat dari gula asli, gulanya banyak lagi, mentega asli, minyak bukan pake minyak babi. Lagipula dengan ukuran popcorn segitu, sudah cukup kenyang kok.
Waktu saya minta popcorn. Si penjual itu mengambilnya ditempat yang tidak semestinya yaitu didalam lemari yang tertutup.
Saya terkejut kembali.
Ok … lah kalau alasannya kemahalan, tapi kok jualan saya ditaruh ditempat tersembunyi, bukan dipajang !! Kalau ga suka sama jualan saya dari awal bilang saja ga bisa gitu dijual ditempatnya !!
Ini bukan jualan popcorn pertama saya dan bukan penjualan snack yang pertama pula. Waktu SMA saya pernah jualan popcorn ke orang Cina. Di toko tersebut jualan kelontong. Dipajang dalam seminggu laku 10 buah, lumayanlah. Dan orang Cinanya punya saran ke saya, kalau yang asin cepat lembek tapi yang manis lebih tahan lama garingnya. Jadi saya disarankan jualan yang manis saja. Memang sih yang lebih banyak laku yang manis.
Bandingkan jualan di toko kelontong sama jualan di PS yang banyak anak-anak dan orang dewasanya. Saya kan sudah survey cukup lama bagaimana prospeknya. Di PS itu bukan anak-anak saja yang main, orang-orang dewasa juga ada. Bukanya aja sampai jam 2 malam. Anak-anak sekarang uang jajannya gede-gede.
Coba yang si penjual jasa PS itu memajangkan popcorn saya, pasti lakunya banyak, jangan pake alasan anak-anak dan kemahalan …. ![]()









4 comments ↓
ya udah .. .klo gitu kamu buka usaha ps sendiri
trus nanti popcornya dipasang sesuka kamu dimana
heheh…
@funkshit : maunya begitu tapi belum ada yang bantuiin.
@ M Fahmi Aulia :
kalao di PS, uangnya kan buat bayar sewa bu, jadi gk kuat beli popkorn
Leave a Comment