Mbak & Uni

Saya sebenarnya agak keberatan jika dipanggil Uni dan Mbak.

Kalau Uni, di kampung saya, Silungkang tidak mengenal panggilan tersebut. Uni biasanya dipakai oleh masyarakat Minangkabau lainnya.

Biasanya, perempuan yang dianggap dituakan, dipanggil Uwo, Ette, Utiah, Onsu, Uniang, Onga. Ette/Ete, menurut keterangan orang tua bisa dipakai oleh siapa saja dengan posisi nomor urut kelahiran apa saja. Onsu artinya anak paling bungsu. Utiah artinya perempuan yang berkulit putih. Kalau Uwo atau Uniang, biasanya dipakai untuk anak paling pertama … karena sepupu paling pertama dan saya sendiri dipanggil sama keponakan adalah Uwo. Kakak ibu paling tua dipanggil Uniang. Anak kedua perempuan biasanya dipanggil Onga.

Kalau perempuan yang berkulit gelap dipanggil apa ya ? Sepertinya tidak ada, CMIIW. Tapi kalau laki-laki ada yaitu Mamak Itam (Paman Hitam). Inipun tidak tepat karena pada umumnya kulitnya coklat atau sawo matang tidak hitam seperti orang negro.

Jika sudah kehabisan panggilan tapi anaknya masih banyak pada umumnya dipakai kata Ete/Ette.

Untuk dipanggilan Uni dilihat dulu apakah dia umurnya jauh sekali dari kita. Kalau dilihat dari wajahnya atau seperti ibu kita tidak pantas dipanggil Uni. Ada host suatu acara ditelevisi sedang berkunjung ke Bukittingi, belanja nih … penjualnya ibu-ibu, dia panggil Uni juga padahal hostnya sekitar usia 23-an.

Begitu juga Uda, ada penjualnya kakek-kakek, masak dipanggil Uda juga :P

Hahahaha …

****

Kalau di tanah Jawa, panggilan perempuan yang dianggap tua dan paling umum adalah Mbak/Mba. Saya juga sering dipanggil Mbak. Pada umumnya mereka tidak tahu nama saya. Jika pun tahu, mereka tetap memanggil saya Mbak.

Kalau anak-anak SD atau SMP biasanya memanggil saya “Kakak”. Ada juga guru TK, memanggil saya Kakak, padahal tua beliau :D, saya sudah minta ke beliau untuk panggil nama saja, tapi tetap beliau panggil saya kakak … katanya sudah terbiasa … ya sudahlah.

Waktu saya mengajukan keberatan dipanggil Mbak/Mba, banyak yang tidak setuju apalagi saya juga tidak bersedia dipanggil Uni.

Mereka mengerti kalau saya bukan orang Jawa tapi panggil apa dong jadinya, sementara saya lebih tua dari mereka.

Alangkah baiknya panggil nama saja. Tapi mereka juga keberatan dengan alasan tidak menghormati.

Duh, saya tidak diperlu dibegitukan banget.

Jika, akhirnya mereka tetap memanggil saya Uni atau Mbak/Mba … ya sudah, yang penting saya sudah bilang.

2 comments ↓

#1 lani on 03.07.08 at 2:36 pm

org yg aneh…idup di indo,msalah panggilan aja jd problem

#2 auliahazza on 03.08.08 at 12:57 am

@lani : elo yang aneh !! Suka-suka goe. Saya mau nulis apa kek di blog saya, terserah, urusin aja diri kamu sendiri!! :P

Leave a Comment