Entries from April 2008 ↓
April 28th, 2008 — Bisnis
Kemarin pagi, saya belanja sendiri untuk sarapan pagi. Kebetulah tadi ibu tidak buat sarapan pagi.
Ingin beli bihun dan mie goreng yang paling enak di pasar dekat rumah, sudah lama banget ga beli, jadi kangen. Saya mau beli Rp. 2.500. Saya lihat takarannya, wooww …. dikit sekali. Ini mah sama aja beli Rp. 1.000,- 3 bulan yang lalu
Hari ini, iseng beli ketoprak, enak lho ;). Lokasinya sama di pasar dekat rumah.
Saya tanya dulu, seporsi harganya Rp. 4.500,-. Dia ulek-ulek cabe rawit 3 buah, 1 siung bawang putih dan sedikit garam kemudian tambah gula merah secukupnya, baru kacang yang telah digiling halus. Setelah itu air deh untuk mengentalkan.
Setelah bumbu selesai, dia ambil bihun kemudian toge selanjutnya tahu … yaaa … dikit amat. Kemudian dia ambil lontong. Lho kok lontong ? Saya pun tanya, “Pak, kok lontong ? ga ketupat ? biasanya ketupat ?”. Kata penjual ketoprak, “Pertama kali jualan, memang saya pakai ketupat. Kemudian ibu-ibu pada protes, inginnya pakai lontong, ya saya ikutin kata ibu-ibu”. Sambil bapaknya motong-motong lontong yang panjangnya kecil, saya mikir dan memandang wajah penjual ketoprak yang keliatan cuma sebelah kiri dari posisi berdiri saya, “Ini penjual ketoprak yang biasa ga ya ? Kok jadi lupa sama wajahnya ? Kayaknya wajahnya ga familiar banget ? Seingat saya, kulitnya coklat, lebih periang dan ramah dan udah bapak-bapak. Yang ini lebih bersih, putih dan lebih kecil. Nah, lho salah beli nih”. Saya berusaha keras untuk mengingat wajah tukang ketoprak. Duh, ga dapat raut wajahnya.
Saya lihat sekeliling, ada penjual pangsit. Agak jauh dari penjual pangsit ada penjual bakso. Iya, benar ga ada penjual ketoprak selain bapak ini !
Penjual ketoprak telah selesai memotong lontongnya …. wah … sedikit sekali :(. Proses selanjutnya saya sudah tidak memperhatikan aktifitasnya, saya sibuk mikir kembali, “Ini tukang ketoprak yang biasa ga sih ? Kok pake lontong ? Seingat saya dulu pake ketupat ?”
“Sudah, Neng,” katanya. “Oh, ya …. Ini uangnya Pak, 4500. Terima kasih ya Pak,” kata saya. “Iya …. terima kasih juga,” katanya.
Duh, ada beda yang lain, biasanya bapak penjual ketoprak pasti ngajakin saya ngomong. Sambil ngulek dan menyusun bahan, beliau ngomong terus, ada aja yang diomongin.
Bertanyaan soal lontong kembali jadi pertanyaan. Ga habis pikir kenapa pake lontong, ga lazim deh. Dan seingat saya, bapak penjual ketoprak selalu pakai ketupat, apakah dengan mengunakan daun kelapa atau dari plastik. Pas sampai di rumah, saya buka bungkusan ketoprak, saya aduk-aduk sama kerupuk … dikit sekali … banyakan kerupuknya ! Sampai saya selesai makan ketoprak, saya ga ngerasa lontongnya
Dan saya bilang ke ibu, “Tukang ketopraknya pake lontong ? Kenapa ga pake ketupat ya ?!!”
… salah tempat bertanya …
Ibu saya cuma geleng-geleng kepala kemudian bilang, “Enak ga ? Bagi ibu donk, dikit banget porsinya !”
Saya lihat, bolu kukus di atas meja, mungil sekali. Saya tanya ke ibu harganya Rp. 600,-. Padahal sebelum kenaikan segala kebutuhan hidup, cuma Rp. 500,- dengan ukuran jauh lebih besar.
Kata ibu, di pasar memang begitu, setiap hari harga belanjaan naik. Hari ini dan besok harganya bisa lain untuk barang yang sama. Misalnya hari ini tempe harganya 2000 rupiah, besok bisa 3000 rupiah. Udah mahal, ukurannya kecil sekali.
Jadi jangan kaget … kalau ibu minta uang belanja tambahan
… setiap hari juga pusing kepala nih mikirin harga barang segalanya naik dengan ukuran sedikit.
April 24th, 2008 — Sosial
Perempuan itu banyak maunya.
Semua manusia memang harus banyak maunya
Setiap bercermin, saya selalu bilang ke diri sendiri, “Ach … perempuan”
Ada saja yang ingin diperbaiki, diperbagus dan dikurangi mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Saya sendiri kenal kosmetik dari kecil. Tidak untuk dicoba tapi untuk dicium, diselidiki, ditanya dan dibaca.
Setiap pulang sekolah, setelah makan siang, sholat dan ganti baju, saya punya tugas untuk menggantikan Bapak untuk makan siang.
Paling senang dibagian sabun. Kalau tidak ada orang yang beli, saya suka cium-ciumin. Walaupun dipisahkan dengan bungkusnya, aromanya masih bisa tercium. Kalau bawa adik-adik, saya suruh juga cium semua sabun. Adik-adik senang sih. Karena setiap ke toko begitu kelakuannya, akhirnya saya ditegur sama pegawai Bapak untuk tidak melakukannya lagi
Saya juga tanya soal nama-nama kosmetik untuk make up, sayangnya ga hapal-hapal. Maklumlah saya kan ga makai
Saya juga tanya soal parfum. Dikasih tahunya lengkap, mulai cara memakainya sampai nama-nama parfum murahan dan mahalan.
Pokoknya semua urusan kecantikan perempuan ada di toko Bapak.
Saya pun merasakan sebagai perempuan yang sibuk mempercantik diri saat meningkat remaja yang ingin diperhatikan kaum Adam. Pernah coba luluran yang harus ngedon berjam-jam di kamar mandi. Keseringan menggunakan luluran tersebut, kulit dan kuku kita menjadi kuning serta sering digedor-gedor sama orang rumah “Ngapain aja sih di kamar mandi, lama banget!!”. Memang sih, kelebihannya ada, kulit kita jadi halus sekali. Kalau pake baju longgar jadi melorot terus. Zaman dahulu, belum ada luluran seperti saat ini yang ga usah berlama-lama ria di kamar mandi.
Karena wajah saya jerawatan, mulailah wajah disentuh oleh masker. Yang paling sering masker jambu kelutung. Selanjutnya masker bengkuang atau menggunakan tradisional yaitu air jeruk nipis. Ya … itu hasil penyelidikan dan baca-baca di toko Bapak
Kalau urusan rambut, wooo .. dari kecil malah, mulai minyak cem-ceman, merang, air jeruk nipis sampai minyak urang-aring.
Soal pelembab, sedang SMP kelas 1 kenal lotion untuk melembabkan kulit dan bikin wangi, every day pake lah …
Bau badan … yang ini lupa pake merk apa ya …. ? Ingatnya suka pake punya Bapak, makainya diam-diam … hehehehe.
Yang paling seru jika ada tester lipstik, kutek dll yang sudah rusak tapi masih bisa dipakai dan aman, kita bawa pulang dan cobain deh rame-rame sama adik perempuan. Kalau ibu masuk kamar buru-buru hapus
Waktu sudah kerja, sibuk cari lipstik, lotion masih tetap, luluran sudah ga pernah dijalankan, bedak tidak berubah dari dulu masih pake bedak bayi, beli alat untuk meletikkan bulu mata.
Sekarang, Bapak sudah tidak punya toko kosmetik dan saya sudah agak tidak perduli. Dipikir-pikir kok jadi repot ya ….
Setiap pagi, keponakan perempuan saya (8 tahun) menyemprotkan parfum ayahnya. Hasilnya bau ruangan sangat menyengat dan bikin hidung sakit. Ga tahu berapa liter dikasih ke bajunya.
Dia juga mulai diam-diam menggunakan lipstik karena lipstik saya cepat habis dan belepotan. Bedak padat saya semakin lama semakin tipis. Saya suka mode “curigation” jika dia lama-lama di kamar.
Ups … saya belum lihat lisptik pensil saya, apakah sudah tumpul ? hehehe …
Semakin lama melihat keponakan berkaca ria dan mempercantik menurut versi dia, ingat masa lalu
Dasar perempuan …. 
April 21st, 2008 — Politik
Dapat tabloid buatan anak nagari Silungkang, Kotamadya Sawahlunto, ada berita bahwa putra asal Silungkang jadi menteri disana. Jabatannya Menteri Perancangan Ekonomi.
Pak Menteri bernama Datuk Amirsham A. Aziz, FIBM, seorang Bankir. Orang tuanya asli Silungkang, Bapaknya dari kampung Patopang, ibunya dari kampung Melawas (Malowe), suku Payabadar.
Secara pribadi .. hehehehe keren aja dan yaaaaaaaaa
tahu kan maksud dari ya
Walaupun begitu kita doain aja semoga lancar selalu pekerjaannya dan dapat menunaikan tugasnya dengan baik.
Sebagai generasi muda Silungkang diharapkan bisa menjadi motivasi yang bagus.
Untuk Pak Amirsham, jangan lupa sama kampuang halaman, jangan malu-maluin dan sering-sering lihat situs kita.
Untuk tahu siapa Pak Datuk Amirsham, bisa klik disini
Sumber : Tabloid Suara Silungkang, April Edisi Kesepuluh 2008
April 17th, 2008 — Jokes, Movie
Pemain figuran sudah biasa di sinetron atau film. Biasanya pemain figuran bayarannya lebih rendah daripada pemain utamanya dan pembantu.
Pemain figuran untuk menambah warna dalam media tersebut dan juga merupakan bagian terpenting dalam sinetron atau film. Beberapa sinetron kadang-kadang saya lihat pemain figuran yang tidak lazim. Dia biasa berjalan dengan sangat santai atau tiba-tiba muncul atau dengan sangat nyantainya melakukan ritual mandi. Kadang-kadang juga dia juga matanya menghadap kamera dan melihat orang-orang disana, yang jelas dia melihat sambil duduk dengan takzim bahkan dengan penuh tanya.
Sayangnya pemain figuran yang tidak lazim ini, jarang yang cantik, tubuhnya awut-awutan, kurus kering. Kadang-kadang juga berwajah senduh dan kuyuh. Apakah ga makan 2 hari 2 malam ya … ?
Kami sekeluarga, jika pemain figuran tak lazim muncul di televisi, langsung heboh dan lebih terfokus sama pemain figuran tak lazim seseru apapun sinetron atau film yang lagi ditonton. Komentarnya bisa macam-macam, misalnya “Weahhh, ada yang lewat … !”, “Dibayar berapa tuh ?”, “Duh, gimana nih, merusak pemandangan saja !!”, “Ada cewe cakep lewat … !! (padahal belum tentu pemain figuran tak lazim itu cewe), dll deh …. 
hmmm … tapi kita tahu kok mana yang cewe dan cowo …. 
Sangat pasti pemain figuran tak lazim ga ada dalam skenario, kok tidak di cut ya … kan merusak pemandangan dan menghilangkan keseruan.
Kecuali filmnya memang film binatang dan membutuhkan banyak figuran non manusia, bahkan sah saja figuran tak lazim dan tidak dibayar berbentuk binatang tiba-tiba nonggol.
April 17th, 2008 — Kesehatan, Story
“Salah bantal” alias leher tegang selama berjam-jam saat tidur, sakit juga ya …..
Baru ngerasain Senin pagi (14/4/08), waktu bangun …. duh …. ga bisa diangkat kepalanya. Pelan-pelan tapi pasti akhirnya keangkat juga nih kepala.
Karena menganggu aktivitas dan sakit banget, dengan cepat saya minta diantar ke tukang urut. Tukang urut pertama ga ada di rumahnya. Jadi kita ke tukang urut ke dua. Kalau bapak sih ga rekomendasikan yang kedua, tapi gimana ya … saya ga tahu obatnya dan baru kali ini kena “salah bantal”. Saya juga ga mau diurut karena ga suka diurut.
Urutan pertama, membuat leher saya tambah sakit. Kata tukang urutnya kembali saja sore hari, karena belum selesai. Tidak sampai sore, siangnya saya kembali lagi karena sakitnya tambah menjadi-jadi. Katanya memang sakit tapi nanti beberapa hari sembuh kok. Beliau bilang, jangan lupa kasih koyo yang putih.
Glekk … duh …. pake koyo … hiiik hikkk, saya kenalnya koyo cabe. Dulu, pernah pake koyo cabe, ga sampai 10 menit, langsung dilepas, panaaasss rek … dan ngelepasinya harus menahan sakit karena kecabut juga bulu-bulu halus.
Ke toko obat beli koyo, nah di toko obat ditawarin koyo dari tulang macan (akhirnya tahu di rumah). Bapaknya ngasih tahu cara menggunakan koyo tersebut. Saya setuju untuk menggunakannya. Pokoknya apa aja deh buat sembuhin leher saya.
Sampai di rumah, saya baca, duh dari tulang macan. Kan saya pecinta the big cat and small cat. Yang membuat saya terheran-heran dan ketawa geli, bahan-bahan yang digunakan ga sesuai sama judul koyonya ! Ga ada tulisan dari tulang macan malah ada kata dari 3 macam ular. Bahasa tulisannya campuran bahasa Indonesia tempo dulu dan sekarang.
Bahan obatnya dibikinnja dari 36 daon-daonan, 75 matjem obat akar-akaran jang berfaedah, 5 matjem minyak, 3 matjem uler, lantas dimasak dan kerdjaken dalem tempo 3 hari 3 malem baru siap dan dijadilah ini obat (Koyo).
Saya panggang nih, tapi sayang nempelnya ga lama, katanya kulit saya berkeringat. Tapi boros ya .. kalau ga nempel, harus ke api untuk dipanggang. Saya saja dalam 30 menit sudah 5 kali koyonya dipanggang.
Akhirnya beli salonpas. Salonpas ga panas, padahal 3 lembar ditempel ke leher … 2 jam kemudian dicabut. Waktu tidur malam hari, saya pasang lagi salonpas, akhirnya panas juga tapi saya ga bisa tidur. Karena ga bisa tidur, jam 3 malam saya buka saja salonpasnya, akhirnya bisa tidur juga walaupun sebentar.
Pagi harinya, saya ga bisa buka mulut, susah nelan, susah makan dan minum, leher dan pundak sebelah kiri tambah sakit, malah sakitnya sampai ke kepala. Saya juga jemur bantal. Dokter gigi saya SMS pagi-pagi memberitahukan memajukan jadwal kontrol tanggal 20 April 2008, sayang saya ga bisa, nunggu sembuh dulu lehernya. Nanti ga jelas mana sakit karena urusan gigi atau sakit leher dan kepala yang tiba-tiba datang. Biasanya dokter gigi saya, kalau saya merasa sakit, beliau berhenti dulu. Wah, kalau berhenti terus lama donk selesainya.
Untuk bekerja di depan komputer saya ga sanggup untuk lama-lama. Cari di google, ketemu obat masa kini, namanya Neuropyron-V yang terdiri dari Methampyron 500 mg, Vitamin B1 50 mg, Vitamin B6 100 mg, Vitamin B12 100 mcg, minumnya 3 kali dalam sehari sesudah makan. Alhamdulillah, bisa tidur ….
Besok harinya, sepanjang waktu, saya oleskan counterpain dan seperti biasanya saya ga bisa bertahan lama di depan komputer. Malam hari, obatnya ga manjur, saya kembali ga bisa tidur.
Hari Kamis di malam hari, ga kuat juga dan disarankan oleh para pelanggan dan teman-teman di dunia maya, saya pergi ke dokter. Dan dokter memberi obat yang sejenis dengan Neuropyron-V tapi agak lebih keras dan ramah dengan lambung saya. Juga dikasih obat untuk merilekkan otot dan penenang.
Malam hari, bisa tidur :). Pagi harinya, lumayan tidak begitu sakit, kepala saya juga ga seperti ditarik, sudah mudah makan, nelan ludah, minum. Kata dokter, boleh saja diurut tapi harus pelan dan sembuhnya sekitar kurang dari 2 minggu. Dan jangan lupa masih diolesin balsem atau counterpain atau kompres dengan air hangat sering-sering.
Mudah-mudahan cepat sembuh, benar-benar tersiksa, sampai-sampai bales email, ngaco tulisannya :))
April 13th, 2008 — Kesehatan
Akhirnya, selesai juga asuransi kesehatan saya. Sudah lama saya ingin mengasuransikan diri tapi baru tahun ini kesampaian.
Waktu ditawarkan pada usia sekitar 23 tahun, masih murah … hmmm … seingatnya sebulan cuma Rp. 150 ribu, kalau ga salah ingat. Saya sudah dibilangin kalau usia semakin tua semakin mahal nanti bayarnya. Yahhh, ditanggung sendirilah, inilah akibat mikirnya kelamaan padahal sudah tahu dampaknya … hehehe.
Sayangnya saya tidak melewati teman saya karena yang membuat keputusan soal keuangan adalah Bapak saya. Duh, maaf ya teman … but kamu kan sudah jadi manager, jadi ga begitu perlu ya
Yang paling saya demen sama asuransi ini adalah ga hilang uangnya, bisa diambil sewaktu-waktu. Jika lagi ga mampu boleh cuti untuk tidak bayar.
Sebelum mendapat kartu asuransinya, harus medical check-up di Rumah Sakit terdekat. Kebetulan yang terdekat RS Pondok Indah, gratis lho, yang bayarin pihak asuransi. Nah, karena saya ga pernah sakit parah, masuk rumah sakit cuma penyakit ringan, dan dilihat berat badan saya yang tidak gemuk, saya tidak pake medical check-up. Horeee … duh senangnya saya ga berurusan sama RS dan dokter. Padahal udah deg-degan, duh paling takut sama jarum suntik.
Sekarang saya tenang kalau masuk rumah sakit semuanya dicover (CMIIW). Keluarga pernah habis-habisan mengeluarkan uang sewaktu bapak 2 kali masuk rumah sakit. Selain habis-habisan soal uang juga habis-habis badan dan pikiran. Habis uangnya ga cuma 1 juta tapi puluhan juta. Rasanya kecewa saja, uang yang terkumpul bertahun-tahun hilang begitu saja, tidak ada yang tersisa. Memang kita punya kas sendiri untuk kesehatan tapi jika uang simpanan yang lain juga diambil, sulitlah awak. Tapi demi orang tua yang tersayang, ya … pasrah saja. Toh bisa dicari lagi
Sayangnya, uang yang dicari lagi pun butuh bertahun-tahun untuk mendapatkan kembali apalagi dilihat kondisi ekonomi sekarang ini.
Belajar pengalaman dari orang tua dan saya sendiri yang pernah masuk rumah sakit, terang terang saya dan keluarga merasa terpukul sekali. Perasaan campur baur.
Sayang, keinginan untuk mengasuransikan orang tua tidak bisa karena orang tua sudah agak lanjut. Sebenarnya bukannya tidak bisa, bisa tapi bayarnya lebih mahal, medical check-upnya bisa beberapa kali. Dan kedua orang tua sudah menolak untuk mengasuransikan dirinya.
Sepertinya segitu dulu, nanti kalau kepanjangan bisa dikirain agen asuransi.
Oh, ya … jika saya bunuh diri saya ga dapat asuransinya lho
Kalau saya dibunuh … hmm … saya belum tanya tuh … Tetapi sekarang ada 2 kartu yang harus dibawa kemana-mana yaitu KTP dan kartu asuransi.
April 12th, 2008 — Politik
Akhirnya selesai juga tugas saya sebagai warga negara yang baik yaitu ikutan PILKADA Jawa Barat. Saya berubah pikiran untuk tidak menjadi golput. Tapi tetap saja ngasal siapa yang dipilih. Yang penting nyoblos kan
Datang ke TPS pagi hari, sekitar jam 7.45. Kalau pagi-pagi masih sepi, jadi cepat ngantrinya. Buka TPSnya mulai jam 7.00. TPSnya di sekolah SD dan SMP Kristen Mater Dei. Saya belum pernah masuk ke dalam sekolah tersebut, paling sering lewat doang.
Kalau pagi hari, terlihat banyakan panitianya daripada yang nyoblos. Untuk acara ini dua kelas dibuka sekatnya. Ada kipas angin, kue-kue, minuman galon, kotak coblos dan teman-temannya. Seperti biasanya setelah selesai nyoblos, kelingking kita dicelupin tinta. Setelah itu langsung pulang deh.
Adik saya ga ikutan milih, karena RTnya berbeda tapi masih satu Kelurahan. Adik kalau siang ga pernah di rumahnya jadi ga dapat kartu pemilih. Sebenarnya sih, panitia Pilkada bisa datang ke rumah orang tua karena siangnya dia memang ada di rumah ortu. Waktu pilkada Depok, panitianya datang ke rumah ortu. Panitia ‘kan para tetangganya disana dan mereka tahu siapa dan dimana ortu adik saya. Jadi ga alasan kan untuk didata.
Menurut keterangan adik, banyak kok tidak menggunakan hak pilihnya dan juga banyak tidak kenal serta tidak tahu sama sekali sama kandidatnya. User saya juga gitu kok.
Walaupun begitu, saya harap nanti hasil akhir dari Pilkada Jawa Barat tidak ribut seperti daerah lain. Berisik dan seperti anak kecil. Kalau kalah ya kalah aja, terima dengan lapang dada. Kalau menang … ya syukur … amanah yang berat ‘kan. Kalau merasa ada yang ga beres, jalan keluarnya bukan ngerusakin fasilitas dan ngamuk, malu …. sama badan yang udah gede tuh …!!!
Kalau untuk Siskamling masih jalan, minggu depan Bapak saya giliran jaga lagi.
April 8th, 2008 — Komputer, Sosial
Lihat Sigi di liputan6.com yang sedang meliput situs-situs begituan. Ditampilan layarnya ada situs exoticazza.com. Saya tidak tertarik sama kata exoticanya tapi dengan “azza” karena kata tersebut adalah nama belakang saya.
Continue reading →
April 8th, 2008 — Sosial
Jika nomor telepon rumah dan HP adalah privacy, jangan diberitahu di dunia maya !.
Jika alamat rumah, kantor, vila adalah privacy, jangan diberitahu di dunia maya !
Jika tempat kerja adalah privacy, jangan diberitahu di dunia maya !
JIka dimana bersekolah/kuliah, gelar adalah privacy, jangan diberitahu di dunia maya !
JIka segala aktivitas di dunia nyata adalah privacy, jangan diberitahu di dunia maya !
JIka ikutan milist dan forum ini dan itu adalah privacy, jangan diberitahu di dunia maya !
Kalau itu segala sesuatu yang dianggap adalah privacy sudah diletakkan/diumumkan di dunia maya kemudian keseringan bertanya “Tahu dari mana ?” dan akhirnya marah-marah.
Menjengkelkan…. tauuuu !!
April 5th, 2008 — Story
Tahun 1988, Bekasi dianggap “jauh” sekali. Kalau kesana lewat jalan tol dengan bis Mayasari yang butut dan tidak ber-AC, berhenti di UKI kemudian naik bis lagi untuk turun di Gelael Tebet. Jalan kaki, naik bis super cepaaaaaat yaitu Metromini S60.
Teman-teman saya bilang, “Auliah tinggal di tempat jin buang anak!!”. Kalau saya nyebutnya “tinggal nun jauh disana”.
Perkembangan Bekasi termasuk paling cepat. Dari bis Mayasari butut tanpa AC sampai Mayasari AC berbody biru dan putih, dengan tempat duduk nyaman dan bisa tidur. Dari berhenti di UKI, pelan-pelan tapi pasti sudah berhenti disegala terminal di ibukota.
Dulu komplek saya, gersang, banyak debu, banjirnya cuma didepan komplek, persisnya dekat jalan protokol kota Bekasi.
Pelan-pelan tapi pasti mulai dari tidak ada telepon dan angkot, akhirnya ada angkot berhenti depan rumah, Indomart pas sebelah rumah, ada show room kecil-kecilan tapi ramai, pas disebelah rumah juga. Ada televisi dan internet kabel, gas, PAM, harga rumah yang tinggi karena berada di segitiga emasnya kota Bekasi. Musim kemarau, daun Akasia berguguran, hujan datang, rimbun kembali. Tapi tetap debunya ga tahan, banjirnya semakin lama sudah sampai melewati rumah saya. Tinggi air bisa sampai betis. Pemerintah kota Bekasi telah berusaha untuk memperbaiki gorong-gorong di bawah jalan Ir. H. Juanda tapi tetap banjir. Kalau ke mall tinggal jalan kaki, tinggal pilih mau ke arah terminal atau ke Mangunsarkoro. Kalau mau sembako murah, ada Pasar Baru Bekasi, tinggal jalan kaki atau naik angkot, cuma 10 menit.
Bekasi macet, iya macet kalau jam pagi dan sore hari sampai di depan rumah saya. Serunya, Mayasari, kendaraan paling setia, supir dan keneknya hapal muka kita, lewat juga di depan rumah. Asyikkk .. Maklumlah, kami pelanggan mereka dari tahun 1988, dari kami yang masih malu-malu sampai berpakaian blazer, hak tinggi dan bergincu. Sayangnya, mereka belum bisa merubah hidupnya.
Bekasi sudah bukan “Tempat Jin Buang Anak”
Sekarang, sudah 4 tahun tinggal di lain tempat dan kembali kata-kata “Tempat Jin Buang Anak” terdengar. “Tempat Jin Buang Anak” bukan sembarangan diucapkan. Kemarin, beberapa tetangga cerita memang benar banyak setannya bukan jin. Saya dikasih tahu beberapa titik yang perlu diwaspadai jika malam hari. Saya pernah ke salah satu titik tersebut pada siang hari, agak lama, duduk-duduk. Tempatnya nyaman dapat hembusan angin dari pohon bambu dan suara gesekannya jadi ingin tidur. Kalau malam hari, memang didaerah tersebut kurang pencahayaan.
Pernah, heboh color hijau santer terdengar, seluruh isi komplek waspada tapi tidak terlihat panik. Waktu itu color hijau baru nyatronin perumahan tetangga. Untungnya si color hijau menjauh dari komplek.
Memang, daerah yang sekarang ditempati, lambat sekali pertumbuhannya dibandingkan dengan Bekasi. Komplek tersebut sudah ada sebelum tahun 1985. Semenjak ada angkot, waktu operasinya cuma sampai jam 5 sore. Kalau ke Jakarta berat diongkos dan “lebih cepat tua dijalan”. Kalau ke mall harus ke Bintaro, BSD, Pondok Indah atau Town Square. Bedanya, udara sangat segar, airnya dingin, dan petirnya ga kuukuuu. Bagus untuk tempat istirahat, olahraga, cuci mata lihat yang hijau.
April 2nd, 2008 — Komputer, Sosial
Datang yaaaaa……..
Dari blog Riyo :
“Dengan sangat senang, yang disebut ‘Dialog Terbuka’ adalah diskusi secara nyata dan bertanggung jawab,” kata Roy Suryo dalam pesan singkatnya kepada okezone, Selasa (1/4/2008).
Roy memastikan siap hadir dalam acara itu secara profesional seperti layaknya acara seminar. “Tolong mereka menyiapkan tempat umum yang ilmiah seperti kampus, diliput media, dan hadir secara nyata. Saya tidak melayani diskusi maya,” tegas dosen UGM Yogyakarta itu.
sumber: Okezone
Untuk menanggapi kutipan berita diatas, saya dengan ini mengundang secara resmi Sdr. Roy Suryo untuk hadir dalam acara Dialog Terbuka yang akan membahas tema isu seputar blogger terkait dengan statemen-statemennya yang telah dikeluarkannya di media massa.
Acara akan diselenggarakan pada:

| Hari / Tanggal |
: |
Jumat, 15 18 11 April 2008 |
| Tempat |
: |
Universitas Budi Luhur Pusat Jakarta |
| Waktu |
: |
10.00 13.00 09.00 - 11.00 WIB |
| Acara |
: |
Dialog terbuka antara Riyogarta & Roy Suryo dengan tema seperti yang telah diutarakan diatas. |
Fasilitas:
Pendaftaran dilakukan di Universitas Budi Luhur Pusat Jakarta 2 jam sebelum acara dimulai (08.00 - 10.00 09.00 - 13.00 07.00 - 09.00 WIB). Pendaftaran tidak dipungut biaya.
Bagi pembicara dan moderator disediakan transportasi didalam kota dari dan ke Universitas Budi Luhur Pusat Jakarta.
DICARI:
Seorang sukarelawan yang bersedia menjadi moderator dalam acara dialog terbuka ini. Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi moderator adalah:
- Mengerti dunia teknologi informasi beserta perkembangannya.
- Mampu menempatkan dirinya sebagai seorang yang netral
- Diutamakan mereka yang berprofesi sebagai pengajar di perguruan tinggi (optional).
Karena keterbatasan dana yang dimiliki panitia, mohon maaf kami tidak menyediakan honor bagi pembicara dan moderator.
Terimakasih kepada:
Salam,
Riyogarta
Website: www.riyogarta.com
Email: me at riyogarta.com
Telp: 0855-100-7204
Kepada teman-teman blogger, wartawan maupun masyarakat luas yang kebetulan mengunjungi blog ini, mohon kiranya bisa turut membantu saya menyebarluaskan undangan ini dengan cara:
- Copy-paste posting ini pada blog masing-masing dengan menyertakan sumbernya.
- Menyalin link dari posting ini untuk disebarkan melalui blog masing-masing atau email.
- Mendownload versi PDF dari posting ini untuk disebarluaskan.
Insya Allah apa yang saya lakukan ini bermanfaat bagi kemajuan blogger di tanah air.
Dowload Undangan Dialog Terbuka Untuk Sdr. Roy Suryo
Berita terkait:
Surat Terbuka: Ajakan Dialog Terbuka Dengan Sdr. Roy Suryo
Setelah 2 Hari Lebih Surat Terbuka Kepada Roy Suryo Berkelana
Blogger Tunggu Roy Suryo Sampai Siap Dialog
Roy Suryo Konfirm Datang
Roy Suryo Konfirm Datang (Service Pack 1)
April 2nd, 2008 — Jokes, Komputer, Sosial
Berhubung nanti ada blokir-blokiran yang berbau p**o. Dan berhubung di postingan blog saya ada kata p***o-nya, jadi sibuk merapikan dan sekaligus memikirkan pengganti kata berbau begituan minimal kata slanknya.
Hmmm … atau kata gantinya “BEGITUAN” aja yach …
Saya sering menggantikan kata yang menjurus-jurus dengan kata “BEGITUAN” …
“Tadi ada orang yang pake baju BEGITUAN di televisi, n***s tralala deh”
HIDUP BEGITUAN … !!!!
Kira-kira selain diganti simbol * (bintang), kata slanknya P***N, S*** beserta teman-temannya apa ya ….
*mode mikir **
Kasih ide yaaa ……….