Insurance

Akhirnya, selesai juga asuransi kesehatan saya. Sudah lama saya ingin mengasuransikan diri tapi baru tahun ini kesampaian.

Waktu ditawarkan pada usia sekitar 23 tahun, masih murah … hmmm … seingatnya sebulan cuma Rp. 150 ribu, kalau ga salah ingat. Saya sudah dibilangin kalau usia semakin tua semakin mahal nanti bayarnya. Yahhh, ditanggung sendirilah, inilah akibat mikirnya kelamaan padahal sudah tahu dampaknya … hehehe.

Sayangnya saya tidak melewati teman saya karena yang membuat keputusan soal keuangan adalah Bapak saya. Duh, maaf ya teman … but kamu kan sudah jadi manager, jadi ga begitu perlu ya :D ;)

Yang paling saya demen sama asuransi ini adalah ga hilang uangnya, bisa diambil sewaktu-waktu. Jika lagi ga mampu boleh cuti untuk tidak bayar.

Sebelum mendapat kartu asuransinya, harus medical check-up di Rumah Sakit terdekat. Kebetulan yang terdekat RS Pondok Indah, gratis lho, yang bayarin pihak asuransi. Nah, karena saya ga pernah sakit parah, masuk rumah sakit cuma penyakit ringan, dan dilihat berat badan saya yang tidak gemuk, saya tidak pake medical check-up. Horeee … duh senangnya saya ga berurusan sama RS dan dokter. Padahal udah deg-degan, duh paling takut sama jarum suntik.

Sekarang saya tenang kalau masuk rumah sakit semuanya dicover (CMIIW). Keluarga pernah habis-habisan mengeluarkan uang sewaktu bapak 2 kali masuk rumah sakit. Selain habis-habisan soal uang juga habis-habis badan dan pikiran. Habis uangnya ga cuma 1 juta tapi puluhan juta. Rasanya kecewa saja, uang yang terkumpul bertahun-tahun hilang begitu saja, tidak ada yang tersisa. Memang kita punya kas sendiri untuk kesehatan tapi jika uang simpanan yang lain juga diambil, sulitlah awak. Tapi demi orang tua yang tersayang, ya … pasrah saja. Toh bisa dicari lagi :(

Sayangnya, uang yang dicari lagi pun butuh bertahun-tahun untuk mendapatkan kembali apalagi dilihat kondisi ekonomi sekarang ini.

Belajar pengalaman dari orang tua dan saya sendiri yang pernah masuk rumah sakit, terang terang saya dan keluarga merasa terpukul sekali. Perasaan campur baur.

Sayang, keinginan untuk mengasuransikan orang tua tidak bisa karena orang tua sudah agak lanjut. Sebenarnya bukannya tidak bisa, bisa tapi bayarnya lebih mahal, medical check-upnya bisa beberapa kali. Dan kedua orang tua sudah menolak untuk mengasuransikan dirinya.

Sepertinya segitu dulu, nanti kalau kepanjangan bisa dikirain agen asuransi.

Oh, ya … jika saya bunuh diri saya ga dapat asuransinya lho ;)

Kalau saya dibunuh … hmm … saya belum tanya tuh … Tetapi sekarang ada 2 kartu yang harus dibawa kemana-mana yaitu KTP dan kartu asuransi.

3 comments ↓

#1 R'Kurniawan on 04.13.08 at 7:10 am

asuransi?
wah, boleh juga tuh. aku mau asuransiin kelngking trus klo kena piso dapat gak ya??
klo dapat bs kasian juga nih kelingking
heheheheh :)

#2 auliahazza on 04.13.08 at 4:25 pm

@kurniawan : saya tidak tahu. Kalau pisau dapur …. hahaha … asuransinya cuma kasih obat merah dan setoplas. Untuk keterangan lebih lanjut bisa tanya ke agen terdekat :D

#3 agenasuransi on 04.15.08 at 1:57 am

eh iya aku jg dah ampir 3 thn ikut asuransi kesehatan. paling bermanfaat klo periksa gigi Aul. wah gak keitung dah biaya periksa gigiku. harap maklum dulu waktu kecil males sikat gigi he3 :D