Perempuan itu banyak maunya.
Semua manusia memang harus banyak maunya
![]()
Setiap bercermin, saya selalu bilang ke diri sendiri, “Ach … perempuan”
Ada saja yang ingin diperbaiki, diperbagus dan dikurangi mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Saya sendiri kenal kosmetik dari kecil. Tidak untuk dicoba tapi untuk dicium, diselidiki, ditanya dan dibaca.
Setiap pulang sekolah, setelah makan siang, sholat dan ganti baju, saya punya tugas untuk menggantikan Bapak untuk makan siang.
Paling senang dibagian sabun. Kalau tidak ada orang yang beli, saya suka cium-ciumin. Walaupun dipisahkan dengan bungkusnya, aromanya masih bisa tercium. Kalau bawa adik-adik, saya suruh juga cium semua sabun. Adik-adik senang sih. Karena setiap ke toko begitu kelakuannya, akhirnya saya ditegur sama pegawai Bapak untuk tidak melakukannya lagi
Saya juga tanya soal nama-nama kosmetik untuk make up, sayangnya ga hapal-hapal. Maklumlah saya kan ga makai
Saya juga tanya soal parfum. Dikasih tahunya lengkap, mulai cara memakainya sampai nama-nama parfum murahan dan mahalan.
Pokoknya semua urusan kecantikan perempuan ada di toko Bapak.
Saya pun merasakan sebagai perempuan yang sibuk mempercantik diri saat meningkat remaja yang ingin diperhatikan kaum Adam. Pernah coba luluran yang harus ngedon berjam-jam di kamar mandi. Keseringan menggunakan luluran tersebut, kulit dan kuku kita menjadi kuning serta sering digedor-gedor sama orang rumah “Ngapain aja sih di kamar mandi, lama banget!!”. Memang sih, kelebihannya ada, kulit kita jadi halus sekali. Kalau pake baju longgar jadi melorot terus. Zaman dahulu, belum ada luluran seperti saat ini yang ga usah berlama-lama ria di kamar mandi.
Karena wajah saya jerawatan, mulailah wajah disentuh oleh masker. Yang paling sering masker jambu kelutung. Selanjutnya masker bengkuang atau menggunakan tradisional yaitu air jeruk nipis. Ya … itu hasil penyelidikan dan baca-baca di toko Bapak
Kalau urusan rambut, wooo .. dari kecil malah, mulai minyak cem-ceman, merang, air jeruk nipis sampai minyak urang-aring.
Soal pelembab, sedang SMP kelas 1 kenal lotion untuk melembabkan kulit dan bikin wangi, every day pake lah …
Bau badan … yang ini lupa pake merk apa ya …. ? Ingatnya suka pake punya Bapak, makainya diam-diam … hehehehe.
Yang paling seru jika ada tester lipstik, kutek dll yang sudah rusak tapi masih bisa dipakai dan aman, kita bawa pulang dan cobain deh rame-rame sama adik perempuan. Kalau ibu masuk kamar buru-buru hapus
Waktu sudah kerja, sibuk cari lipstik, lotion masih tetap, luluran sudah ga pernah dijalankan, bedak tidak berubah dari dulu masih pake bedak bayi, beli alat untuk meletikkan bulu mata.
Sekarang, Bapak sudah tidak punya toko kosmetik dan saya sudah agak tidak perduli. Dipikir-pikir kok jadi repot ya ….
Setiap pagi, keponakan perempuan saya (8 tahun) menyemprotkan parfum ayahnya. Hasilnya bau ruangan sangat menyengat dan bikin hidung sakit. Ga tahu berapa liter dikasih ke bajunya.
Dia juga mulai diam-diam menggunakan lipstik karena lipstik saya cepat habis dan belepotan. Bedak padat saya semakin lama semakin tipis. Saya suka mode “curigation” jika dia lama-lama di kamar.
Ups … saya belum lihat lisptik pensil saya, apakah sudah tumpul ? hehehe …
Semakin lama melihat keponakan berkaca ria dan mempercantik menurut versi dia, ingat masa lalu
Dasar perempuan …. ![]()







3 comments ↓
Ah…… Namanya juga manusia pasti banyak maunya. Udah takdirnya manusia nggak pernah ada puasnya. Karena puas adalah suatu kata sifat maka nilainya relatif, sehingga puas pun jadi berbeda nilainya bagi setiap orang.
Tetapi puas itu sendiri dapat memacu orang untuk bisa jadi yg terbaik dan sempurna.
COCOK!!!
Bukankah salah satu kriteria memilih wanita adalah yang menyejukkan pandangan? Yang selalu bersinar wajahnya, seakan berwudhu setiap saat..
Ahhh… Laki-laki.. malah ngelamun..
Dan laki-laki.. juga banyak maunya.. mau yang cantik, yang baik, yang nurut, dan tentunya soleh..
Ahhh.. Laki-laki..
@neotech : betul sekali pak, saya setuju pendapat bapak
@apung : hehehe, yap penting banget baik didalam dan bagus diluar. Udah ketemu ?
Leave a Comment