Harddisk-ku yang nilainya 10 Giga, webnya masih menggunakan Firefox versi 1.0.xxx. Kelemahan versi ini, tiba-tiba ketutup sendiri. Tidak tahu kenapa sebabnya. Kalau udah ketutup tiba-tiba, dia ga simpan web terakhir yang dilihat, jadi harus mengulang kembali webnya. Kalau harddisk yang 80 giga sudah versi Firefox terbaru. Yang 80 giga isinya Edubuntu yang berada di VmWare. Karena belum sempurna saya tidak menggunakannya. Jadi saya lebih banyak menggunakan harddisk yang 10 giga.
Kalau menggunakan Firefox versi terkini, kalau tertutup atau kita paksa tutup, klik icon Firefox, nanti ada kotak message, kita pilih restore saja. Saya juga ingin tabnya warna warni dan ingin juga ada Adblock. Iklan itu menganggu kecepatan
Saya ketempat download firefox. Selesai proses install di server tapi di client masih firefox yang lama. Saya tidak tahu caranya kalau client. Tapi ya .. sudah nanti saja dipikirin.
Lama kelamaan, servernya suka penuh. Duh ….. user-user suka download gede-gede sih.
Malam harinya, saya hapus Firefox versi 1.00xxx. Saya lihat ada dua folder yang isinya sama yaitu file-file firefox versi terbaru. Memang saya pernah melakukan install 2 kali firefoxnya. Rupanya mereka itu buat juga folder sendiri. Sebelumnya saya sudah membuat manual folder dengan nama folder firefox2. Karena tidak perlu salah satunya, saya hapus salah satu folder yaitu folder firefox2.
Tapi ……… dua folder itu kehapus semua … OMG!!! Saya panik. Saya diam sebentar, oh iya, saya masih punya Firefox di Edubuntu, jadi saya download ulang dan transfer ke Fedora yang terletak di harddisk 10 giga.
Untung cepat, karena saya sudah pernah melakukannya. Sekarang urusan client. Sambil duduk di kursi client, sambil menunggu proses log in, mikir gimana caranya, ga mungkin saya harus install satu-satu firefoxnya, wong di client ga ada harddisk. Harddisk utamanya sudah ada firefoxnya. Hmm … tinggg … saya tahu caranya
Saya ingat di blog Bhina, mungkin begitu caranya. Saya hapus icon web browser yang lama, kemudian saya ganti dengan icon si rubah merah, klik mouse kanan di icon rubah merah, properties, command, browse, cari letak file firefox di folder firefox yang terletak di server dan done …. berhasil … bisa jalan. Begitu seterusnya untuk client selanjutnya. Untuk tab warna dan adblock, satu-satu dikerjakan setiap client.
Saya tidak tahu apakah prosedurnya benar, yang penting … “bisa jalan”.
Sudah malam, jam 11.00. Karena saya menghapus folder firefox jam 9.30 malam … hahaha … juga sambil jalan-jalan di dunia maya juga.
Besok paginya, saya lihat user buka youtube.com, ga keliatan videonya. Saya buka youtube.com di server, iya ga bisa lihat videonya. Katanya flash player belum diupdate. Jadi saya update, saya pilih pake rpm, tinggal double klik file rpmnya. Sayangnya ga ada reaksi waktu lihat youtube padahal sudah matikan firefoxnya. Akhirnya saya download ulang dengan memilih file tar.gz, saya extract, copy 2 file pluginnya dan taruh di folder plugin yang terletak di folder firefox. Dan muncullah ….
Saya hapus semua file mentah dan file yang ga perlu agar harddisk saya cukup buat file-file user.
Sekarang, karena kerajinan blok iklan di beberapa website -kerajinannya ngasal sih-. Ada yang forum yang button reply, new threadsnya hilang. Saya cari di ablock belum ketemu. Sekarang kalau mau comment, saya buka Konqueror :(. Saya lebih suka pakai firefox.
Ya, sudah nanti pasti ketemu … ![]()







2 comments ↓
saya suka pake opera…. opera nyaman dan yang terpenting adalah wuzzz
@Anang : saya pernah pake opera …. tapi kok super lelet ya dibandingkan sama firefox ?
Leave a Comment