Beberapa hari ini banyak orderan pengetikan untuk mengisi formulir menjadi anggota DPRD.
Kursinya sih sedikit - lupa berapa kursi, tadi sih dikasih tahu
- hmmm … 14 kursi atau 7 kursi ya …
Yang ingatnya sih, calegnya sejibun untuk memperebutkan kursi tersebut.
Menurut informasi, para caleg ini bisa mengeluarkan uang banyak untuk berebut jadi anggota Dewan Terhormat Sejagat Depok. Ya .. mulai dari foto copy segala tetek bengek, pengetikan, foto-foto … hmmm …… saya ga tahu apakah nanti kampanye mereka juga ikutan kampanye dan mengeluarkan duit untuk promosi ?
Kalaupun keluar uang, hmmm …. kalau ga dari uang pribadi — ccckkk …. banyak duit ya …. — dari sponsor atau dari partai … hmm dari partai … saya ga tau …
Memangnya enak ya jadi anggota DPRD/DPR/MPR, kok pada berbondong-bondong jadi anggota terhormat ?
Ingat saya sih, kalau jadi anggota DPRD/DPR/MPR duitnya banyak :D. Kemudian bisa jalan-jalan dari dalam kota, luar kota sampai keluar negeri.
Kerjanya rapat dan rapat. Sering lihat ditelevisi, kalau rapat suka ngantuk, baca koran, teriak-teriak, berantema atau ada yang duduk dengan takzim.
Tapi ada juga rapat yang menghasilkan Undang-Undang, Keputusan ini dan itu. Ada juga yang mendengarkan aspirasi rakyat, menyelesaikan beberapa masalah dll.
Kalau saya …. sepertinya untuk saat ini — ccieeeee — ga mau jadi anggota dewan terhormat.
Engga deh, daripada stress, walaupun disodorkan uang puluhan gepok ![]()









2 comments ↓
kalau saya tak berharap bahwa perubahan harus dilakukan dari kursi dewan, ataupun ulil amri… tapi tetap ada satu yang sifatnya everlasting dan harus dalam dewan, yakni regulasi, undang-undang…
tapi bisa juga dengan cara lain yakni, pendesakan budaya terhadap regulasi, artinya regulasi berubah karena ada trend yg berubah di masyarakat.
tapi kenapa semua orang berebut mau jadi anggota dewan ya???
mungkin dilihat gajinya gede dan tunjangannya banyak
Leave a Comment