Entries from September 2008 ↓
September 21st, 2008 — Sosial
Duh, saya kaget waktu dengar berita dari saudara bahwa kalau bayar penghulu nikah itu dikenakan biaya 1 juta Rupiah. Tapi kalau nikahnya di rumah bayarnya cuma 500 ribu saja :p
Muahhhaaalll kali … !!!!
Padahal penghulunya minta dijemput dari PDK ke tempat hajatan saudara saya di Cinere.
Ada saudara saya yang lain, bayarnya 500 ribu, 10 bulan yang lalu. Ada juga yang bayar 250 ribu, 10 tahun yang lalu. Ga jelas buat apa saja, tahunya diserahkan ke Penghulunya.
Kan ngomongnya cuma nasehat pernikahan, bilang sah … sah, menuntun mempelai baca idab kabul, tanda tangan.
Cuma itu kan ya tugasnya ? Ada yang berat ?
Hmm … jangan-jangan karena nikahnya di tempat elit jadi bayarnya mahal banget.
Bayangkan, jika dalam 1 hari ada 5 orang yang nikah, berapa tuh duit yang masuk kantong.
Bagaimana dengan orang yang tidak punya uang tapi ingin menikah ? Pinjam
atau nunggu ada pernikahan massal
Memang sebenarnya berapa ya bayar penghulu dari aturan pemerintah ?
September 15th, 2008 — Sosial
Ada keluarga yang masih utuh orang tuanya. Ibunya sebagai ibu rumah tangga biasa. Salah satu tugas si ibu mengurusin anak-anaknya yang berjumlah 5 orang yang masih kecil-kecil. Suaminya kerja semrawutan, penghasilan tidak tetap. Sering kali penghasilannya hanya bisa membeli beras. Seringkali anaknya hanya menjilati garam yang diletakkannya di telapak tangan sepanjang hari karena tidak ada yang bisa dimakan. Jika esok hari bapaknya tidak membawa uang, garam pun masih dijilati dan dinikmati dengan tekun. Rumahnya saling dempet dengan yang lain. Ruangan sempit dan tidur pun berjejal. Air got sangat bau tercium di udara, warnanya abu-abu dan hitam.
Kemarin Minggu, 14 September 2008. Saat itu sehabis hujan mengguyur panasnya Jakarta membuat suasana Semper Barat, Kec. Cilincing menjadi lebih sejuk. Karena tahu akan berada di udara panas pantai, saya menggunakan pakaian agak tipis. Tapi udara saat itu sangat bersahabat. Walaupun bau got sangat menyengat sempat mampir di hidung, sebentar-sebentar angin pantai berhembus, sehingga baunya cepat dibawa arus angin. Kalau dipikir, paling enak jika kita berleha-leha menikmatinya.
Tempat yang saya dan teman-teman kunjungi berada agak di belakang Islamic Center yang berdiri sangat megah. Disebelah kanan, banyak sekali orang yang berjualan, tempatnya jualan jangan ditanya, saya ga minat untuk membelinya. Sepertinya pasar, ramai sekali dengan orang nongkrong, lalu lalang mobil dan kontainer. Di belakang Islamic Center banyak berdiri dengan lesu rumah-rumah jelek, sepetak-petak, penghuninya berjejal jika tidur. Ada juga rumah-rumah yang layak huni. Pokoknya lingkungan khas daerah kumuh. Jalannya ditutup dengan batu koral, rupanya mau di aspal.
Di dekat got yang baunya sangat, berdiri Puskesmas. Wah, keren Puskesmasnya. Tidak seperti Puskesmas di dekat rumah saya yang berdiri seadanya, bangunan tidak bertingkat, tidak rapi, kotor, cat putih yang sudah kusam disana sini, genteng model kuno. Puskesmas di Semper bergedung megah, bertingkat, tangga berjenjang, pagarnya stainless, keramik dan banyak sekali pohon-pohon yang sedang berbunga. Tanah parkirnya di bata block. Rata-rata dindingnya berkeramik. Saya dan teman-teman mengira itu gedung Kecamatan. Saya terkagum-kagum gedung pemerintah ini. Sayang, saya tidak masuk ke dalam untuk menyelidiki lebih lanjut karena sudah telat.
Menuju ke rumah ibu RW, pemandangan yang sama, rumah kecil-kecil, jalan yang sempit, banyak orang, aroma yang tidak enak yang berasal dari got. Satu atau dua rumah, membuka usaha makanan, baju-baju sekolah atau kebutuhan pokok.
Setelah sampai di depan rumah ibu RW, sudah banyak orang menanti. Kebanyakan nenek-nenek dan kakek-kakek lanjut usia. Menurut keterangan ibu RW, mereka sudah duduk di terasnya dari jam 1 siang. Kita sampainya 3 sore. Memang pertemuannya jam segitu. Wajah-wajah sabar menyambut kedatangan kami. Barang-barang sembako sedang dimasukkan ke dalam rumah Ibu RW. Banyak sekali.
Di depannya ada pemandangan yang sangat kontras dibandingkan dengan rumah-rumah sekitarnya. Rumah yang lebih cocok berada di lingkungan elit. Besar, megah, angkuh menjulang tinggi dan luar biasa keren. Saya tertegun melihatnya. Menurut keterangan Pak Hansip, yang punya memang orang kaya, punya toko di Pasar Koja, punya banyak kontrakan. Mudah-mudahan orang kaya ini baik hati, berderma karena sepanjang mata memandang membuat hati teriris.
Menurut ibu RW, wilayahnya ada 17 RT. RT 17 adalah yang paling parah ekonominya. Waktu ada pembagian BLT ada 238 kepala keluarga yang berhak untuk menerimanya. Karena sangking banyaknya yang harus dikasih BLT, Panitia BLT terkaget-kaget dan harus mensurvey kembali sendirian. Data yang dikasih ibu RW memang benar adanya. Memang rata-rata di wilayah Ibu RW banyak sekali kaum super miskin, dhuafa dan yatim piatu.
Setelah pembagian sembako, susu, vitamin, baju, uang Rp. 100.000 dan alat sholat selesai dengan rapi dan tertib. Tidak pakai acara desak-desakan dan korban jiwa seperti di Pasuruan. Sembako masih banyak berlebih, untungnya semua yang didaftar telah terima semua. Menurut Panitia, sisa sembako dan lain-lainnya untuk orang miskin yang di RT 17. Kebetulan acara ini hanya ditujukan bagi para manula dan anak yatim piatu.
Keluar dari rumah ibu RW, saya kembali melihat rumah megah tersebut. Saya menghela nafas panjang. Semua orang berhak mempunyai sesuatu yang wah. Tapi yang ini terlalu kontras. Mudah-mudahan yang punya rumah, orangnya baik hati, penuh kasih sayang dengan sesama, banyak berderma, penyumbang yang sangat banyak dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya.
Melihat gedung Puskesmas dan Islamic Center kembali, saya berharap, banyak gunanya untuk kesejahteraan umat. Rasanya sedih sekali jika gedung yang dibangun dengan sangat megah, angkuh di tengah-tengah kemiskinan tidak ada manfaat dan meningkatkan perekonomian keluarga disana.
Keluar dari Semper untuk pergi mencari makanan berbuka puasa. Jalan tol mulus dilewati, kanan kiri mobil mewah, gedung-gedung mencakar langit. Kami terdiam mengingat keluarga yang hampir setiap harinya menjilati garam. Mudah-mudahan keluarga tersebut bisa tabah, tegar dan mendapat bantuan agar bisa hidup layak dan berkecukupan. Mudah-mudahan kami dijauhi dari murka Allah SWT. Ampuni kami ….
September 4th, 2008 — Komputer
Beberapa hari lalu, ada teman yang punya warnet di Cilegon kena razia. Di daerah Cilegon memang lagi getol-getolnya razia. Nah, wilayah propinsi Banten sudah ada perjanjian sama BSA dan Polisi untuk razia.
Ceritanya, ada 1 user maksaian operator warnet itu menginstall CorelDraw bajakan. Operator itu kan ga tegaan jadinya, diinstall CorelDraw yang dibawa oleh tuh user. Ga lama kemudian datang polisi. Kenalah warnet tersebut karena telah menginstal software bajakan.
Pelajaran yang diambil :
Untuk operator : jangan mau disuruh-suruh install software bajakan. Walaupun usernya bilang itu bukan bajakan. Kalau ga ngerti juga usernya, marahin aja. Biarin aja dia tersinggung, ruginya ga seberapa kok. Kalau kita setujui menginstall software bajakan, ruginya terlalu besar yaitu komputer server diangkut atau semua komputer disegel, ditutup warnetnya, bolak balik ke kantor polisi, kena denda ratusan juta, kalau polisi nakal atau kasus kita berat bisa dihukum penjara.
Untuk user : mbok ya ngerti toh, kalau sudah dibilangin. User harus bertanggung jawab juga karena telah mencelakakan dan merugikan orang lain.
Untuk polisi : kalau ini adalah kasus akal-akalan, dih jijay banget deh caranya. Memangnya polisi juga pake software asli ?
Menurut teman-teman di warnet jika terjadi hal tersebut di atas.
Kalau polisi melakukan penggerebekan harus disertai surat perintah penggerebekan. Santai saja menghadapi mereka. Sering-sering dibaca soal UU ITE karena masih ada celah dan bisa membantu kita jika terjadi hal tersebut
September 2nd, 2008 — Politik, Sosial
Rupanya tak sia-sia pembuatan UU ITE. Salah satu moderator milist di tanah air dipanggil polisi Polda Metro Jaya Unit Cyber Crime dengan tuduhan yang tercantum pada UU ITE pasal 27 ayat 3, denda hukuman 6 tahun penjara dan Rp miliar sekian, maksimum.
Isi pasal tersebut kurang lebih kasus pencemaran nama baik di Internet dan milis FPK.
Duh, cuma bisa nyengir
…
Menurut saya, moderator itu hanya sebagai penonton diskusi, tapi moderator boleh ikutan diskusi karena dia juga sebagai anggota milist tersebut. Ada juga moderator tugasnya “bersih-bersih”.
Moderator memang menyortir email-email yang masuk. Tapi ada juga milist yang tidak dimoderator. Penilaian seseorang belum tentu sama dengan orang lain. Misalnya diskusi A menurut pandangan sang moderator masih dalam tahap aman. Tapi menurut si moderator B sudah tidak bagus. Tapi kalau semua moderator menganggap diskusi masih berjalan sesuai aturan yang berlaku dimilist tersebut, masih dilanjutkan. Bagaimana kalau ada satu anggota tidak suka jalannya diskusi tapi ada 1000 anggota tidak mempermasalahkan
… susah donk
Lama-lama … takut juga nih, kembali ke zaman orba donk
Oh ya … maaf … isi emailnya ga bisa ditaruh disini, takut kena pasal
…
Nanti juga orang-orang pada forward kok dimilist-milist yang Anda ikuti …
Cheers …
Update dari detikinet.com
Milis Pembaca, Pers atau Bukan?
Jakarta - Apakah sebuah mailing list (milis) pembaca media tertentu bisa dikategorikan sebagai pers? Hal itu yang menjadi pertanyaan penyidik dalam kasus pencemaran nama baik di milis. Tepatnya, milis Forum Pembaca Kompas (FPK).
Moderator Milis Forum Pembaca Kompas, Agus Hamonangan pada Kamis (4/9/2008) diperiksa oleh Satuan Kriminal Khusus Cybercrime, Polda Metro Jaya. Agus diberi 12 pertanyaan terkait postingan artikel dari Narliswandi Piliang alias Iwan Piliang di milis FPK.
Salah satunya adalah apakah milis yang dia buat tersebut merupakan bagian dari pers atau bukan. “Saya diperiksa seputar tanggung jawab moderator dalam milis dan prosedur pengiriman e-mail,” ujar Moderator Milis Forum Pembaca Kompas, Agus Hamonangan, saat ditemui di Jakarta, Kamis (04/09/08).
Agus, yang didampingi oleh kuasa hukumnya, Nurhidayat, juga menerangkan pemeriksaan terhadap dirinya sebagai saksi dikonfrontir seputar tanggung jawab konten serta milis tersebut bagian dari pers atau bukan. Agus menjelaskan bahwa tanggung jawab konten bukan tanggung jawabnya, namun hal tersebut merupakan tanggung jawab dari pengirim.
Agus juga membeberkan bahwa milis yang dibentuknya sejak Juni 2004 tidak ada kaitannya dengan pers sama sekali. Bahkan Agus sendiri, profesinya sehari-hari adalah sebagai wiraswasta.
“Ini murni forum untuk pembaca Kompas, siapapun boleh bersuara di sana, asal tidak menyinggung soal SARA,” ujar pria berkaca mata itu.
Tulisan Iwan Piliang dalam milis pada 20 juni 2008 lalu menimbulkan gugatan dari Alvin Lie. Dalam tulisannya tersebut, Iwan menuliskan: PAN meminta uang sebesar Rp 2 Triliun kepada Adaro agar DPR tidak lakukan hak angket yang akan menghambat IPO Adaro. Bahkan Alvin Lie datang ke Kantor Adaro temui Teddy P Rahmat. Menurut Sumber, Alvin meminta uang sebesar Rp 6 Triliun, terakhir Rp 1 Miliar untuk dirinya.
Atas tulisan yang menuding dirinya tersebut, Alvin Lie pada 14 Juli 2008 lalu melaporkan Iwan Piliang ke Polda Metro Jaya. Anggota DPR Komisi VII, Fraksi PAN ini merasa tercemarkan nama baiknya. Iwan Piliang sendiri belum ditetapkan jadi tersangka.
September 1st, 2008 — Promosi
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Segala puji kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Nabi Muhammad SAW serta seluruh ninik mamak, bundo kanduang, saudara, saudari, anak cucu, kemenakan, anak buah dan bako dimano sajo barado semoga sehat selalu.
Bersama dengan ini, kami keluarga Besar Suku Supanjang mengundang seluruh ninik mamak, bundo kandung, saudara, saudari, anak cucu, kemenakan, anak buah dan bako dari Suku Supanjang untuk menghadiri acara : Babuko Basamo dan Acara Adat Penggantian Penghulu Panungkek Suku Supanjang pada :
Hari / Tanggal : Minggu, 7 September 2008
Jam : 16.30 WIB s/d Selesai
Tempat : Gedung PKS Ciledung, Gotong Royong, Jakarta
Makanan : Disediakan
Acara Pertama : Adat Penggantian Penghulu Panungkek Suku Supanjang
Kami mengharapkan kedatangan/kehadiran para ninik mamak, bundo kandung, saudara, saudari, anak cucu, kemenakan, anak buah dan bako dari Suku Supanjang untuk menghadiri acara penting tersebut dan kami minta bantuannya untuk disampaikan ke yang lainnya.
Dan tulisan ini merupakan undangan resmi dari Suku Supanjang.
Tarimo kasiah ateh perhatiannyo.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Atas nama Suku Supanjang
Irland Yohannes Muhammad
September 1st, 2008 — Komputer
Karena lama ga update blog - hmm padahal cuma beberapa bulan ga update. -
Lama ga berkunjung dan meninggal jejak di blog teman-teman - hmm padahal cuma beberapa bulan ga jalan-jalan -
Blog ini turun peringkat di Pagerank. Yang dulunya peringkat 4 sekarang jadi nomor 3.
Duh, padahal ke peringkat 4 itu pake perjuangan agak lama
Rasanya saya telah membuang perjuangan selama ini …
Kapok nih jadi orang pemalas,ga punya ide
Kalau dipikir-pikir, ga begitu penting pagerank tapi gimana gitu ada rasa bangga juga kalau bisa Peringkat 4 ke atas. Tertantang juga untuk bisa meraih peringkat 4 ke atas.
But biarkan yang sudah menjadi bubur, saya harus semangat lagi
…. disempat-sempatkan …
Semangat
:D