Entries from December 2008 ↓

Tahun Baru, Bakar-bakaran

Tahun baru Masehi dan Islam sudah dekat. Tahun baru Islam tanggal 29 Desember dan tahun baru Masehi … biasalah tanggal 1 Januari.

Waktu cepat berlalu ya …

Liburan bulan ini banyak dan saling berdekatan. Pasti sudah ada planning liburan tahun baru atau bahkan sudah pada liburan semua.

Tidak seperti tahun baru kemarin, tahun baru kali ini tanggal 1 Januarinya, siang-siang, adik mau ngadain bakar-bakaran.

Sttsssttt … bukan bakar rumah lho, tapi bakar ayam dan ikan :D

Coba bakarannya pas malam pergantian tahun baru … wow seru tuh. RT tetangga bikin acara kembang api, kan enak …

Tapi gpp deh … saya bisa nonton televisi sepuasnya, maklum jarang nonton televisi :(

Selamat tahun baru …. selamat bertambah umurnya :)

update : acaranya ga jadi :(

Imunisasi Kaki Gajah Gratis

Hari Sabtu, tanggal 20 Desember 2008, jam 16.00 sampai dengan 19.00 WIB, pemerintah kota Depok mengadakan imunisasi kaki gajah.

Menurut edaran kantor Kelurahan, warga yang terkena kaki gajah di wilayah Depok sudah 30 orang atau 10%. Di komplek saya terdengar baru 1 orang di wilayah RW 7. Sedangkan tetangga kita yaitu Tangerang sudah banyak yang kena tapi angka pastinya belum jelas.

Imunisasi gratis ini diberikan dari usia 2 tahun sampai dengan 70 tahun. Tidak boleh diberikan kepada orang yang mempunyai penyakit kronis atau berbahaya, salah satunya darah tinggi, ginjal dan lain-lain. Tapi Bapak saya yang punya darah tinggi akut masih bisa minum, sampai sekarang tidak apa-apa.

Obatnya ada 5 butir, harus dimakan semuanya saat itu. Imunisasi dilakukan 1 kali selama 5 tahun. Jadi tahun depan imunisasi lagi tanggal 20 November 2009. Menurut dokter, minumnya harus malam karena salah satu efeknya mengantuk. Kalau tetangga ada yang bilang setelah makan obat tersebut pusing kepala dan mual-mual.

Karena hari Sabtu, saya pergi dan pulangnya malam hari, esok harinya obatnya dianter sama ibu PKK.

Jadi, sampai ketemu lagi tahun depan :)

Setelah 20 tahun

Waktu lebaran haji beberapa hari yang lalu, masjid dekat rumah banyak sekali menerima sapi yaitu 11 ekor. Menurut laporan yang disampaikan pengurus masjid, setelah 20 tahun berdiri yang “tersengal-sengal berjalan”, baru kali ini ada sapi 11 ekor di halaman masjid, biasanya kalau tidak 1 ya 2 ekor.

Wow, prestasi yang luar biasa menurut saya. Jarang-jarang lho ada sapi 11 ekor saya lihat saat hari raya qurban, kebanyakannya kambing.

Sebelum hari raya, malam harinya salah satu pengurus masjid yang kebetulan tetangga saya, membagikan kupon qurban. Bingung kita menerimanya. Tapi tidak apa-apa, nanti pasti bertemu orang yang tepat.

Sewaktu saya bertemu tetangga yang lain RT dan blok mereka juga dapat kupon. Menurut keterangan pengurus masjid yang disampaikan sebelum sholat Idul Adha, daging qurban sangat cukup.

Sebenarnya memang sapi itu harus banyak bukan satu atau dua ekor terus setiap tahun. Ini bisa dilihat kondisi ekonomi komplek saya yaitu rumahnya besar-besar, mobil mewah-mewah, kerjaan penghuninya rata-rata OK semua, rata-rata punya komputer canggih dan bahkan mampu sewa internet speedy limited, punya motor banyak, satu orang bisa punya 2 atau 3 handphone model terkini, ada yang pake esia, flexi dan lain-lain. Nah, kurang apa hayooo ….

Masjidnya juga lambat sekali pembangunannya. Sejak saya SD kelas 6 (1986) belum tinggal di komplek tersebut sampai tahun 2007, setelah 4.5 tahun saya tinggal, nambahnya sedikit doang malah bisa dikatakan tidak “bergerak”. Baru penggantian pengurus, pembangunan masjid itu sangat pesat sekali. Saya tidak tahu salahnya dimana.

Suksesnya pengurus masjid mengumpulkan 11 ekor sapi adalah kerja keras semua pihak. Kemungkinan hal itu terjadi karena aktifnya pengurus untuk menawarkan berkorban di masjid dekat rumah, tingkat kepercayaan masyarakat komplek kepada pengurus masjid, pengurus masjid memberitahukan bahwa berkorban dengan Rp. 1.100.000 untuk 1 orang bisa mendapatkan qurban sapi, tidak harus beli 1 sapi untuk 1 orang, bisa jadi kesadaran dan pemahaman umat Islam di komplek tersebut sudah meningkat.

Kalau di luar komplek ada program tabungan qurban. Jadi mencicil Rp. 85.000 setiap bulannya sampai seharga Rp. 1.020.000 untuk sapi. Jika harga sapi sewaktu mendekati hari Idul Adha naik, peserta tabungan harus siap menambah koceknya. Tidak seberapa kok nambahnya ;)

Sedangkan di organisasi kampung saya, 14 ekor sapi qurban setiap tahun adalah sesuatu biasa. Sewaktu saya dengar tahun kemarin, terkaget-kaget. Begitu juga teman saya di Minangkabau, 14 ekor sapi dan hanya 2 ekor kambing.

Sebenarnya seru juga lho kita ikut berqurban, suasananya itu lho - apa ya susah untuk dijelaskan -, bisa bertemu sama tetangga, bisa bantu orang, melihat orang motong-motong daging, bisa lihat daging sudah dikuliti masih bergerak, juga terharu melihat sapi dan kambing dipotong (duh kasihan), bisa ngecengen sapi dan kambing, bisa foto-foto dan masih banyak lagi keseruannya.

SMPN 73 Pindah Tempat & Bazar Perpisahan

Dalam rangka perpisahan dengan gedung yang lama, para guru, siswa/siswi dan alumni keluarga besar SMPN 73 Tebet Timur akan mengadakan Bazar pada tanggal 20 Desember 2008 di SMPN 73, Jl. Tebet Timur I F No. 14.

SMPN 73 akan pindah awal Januari di belakang lapangan sepakbola PSPT.

Yang mau ngisi bazar bisa klik di sini

atau ke email an_ilman@yahoo.co.id

Milist :

alumni 73

Facebook :
SMPN 73 angkatan 86 - SMAN 26 angkatan 92

SMPN 73 - Jakarta<

SMP Negeri 73 Jakarta

SMPN 73 Jakarta 1991-1994

Jadi yang punya saudara, teman, pacar, suami, kakek nenek, orang tua dll yang pernah sekolah di SMPN 73 walaupun cuma 1 atau 2 tahun apalagi 3 tahun, ikutan yukkk dan datang ke sekolah untuk mengabadikan moment yang terakhir …