Search Results for 'gigi' ↓
November 30th, 2008 — Curhat, Jokes, Movie
Senang ya kalau kita masuk TV. Hebohnya itu lho, bisa sampai ke saudara-saudara, tetangga dan teman-teman.
Yang paling super heboh itu jika tiba-tiba orang yang kita kenal nonggol di televisi apalagi lihatnya tanpa sengaja sewaktu merubah-rubah channel. Kita akan manggil semua anggota keluarga yang ada di rumah. Misalnya : “Mamaaaaaa, ada si A ditelevisi, cepatan nanti keburu habis!!!”
Hehehehe ….. udah deh semua pekerjaan yang dipegang ditinggalkan, nontonlah kita rame-rame …… kasih komentar ini dan itu … hikhikhikk … sampai-sampai udah ga tahu apa yang diomongin di televisi.
Sambil berisik di depan televisi, pasti salah satu diantaranya sibuk telepon. Nah, soal sibuk telepon itu kalau yang masuk televisi itu saudara, teman paling lengket atau kenal sama yang masuk televisi. Apalagi kalau yang masuk televisi itu tinggalnya beda negara dan pulang ke Indonesia cuma 10 tahun sekali, cuma bisa email-emailan atau Ym-ym-an.
“Hallo … lihat disaluran ini deh, ada si A nih, cepatan nanti keburu habis”, dengan suara heboh …..
Lain lagi kalau jadwal pemunculan di televisi sudah tahu terlebih dahulu. Kita akan simpan tanggal dan jam pemunculannya. Pas hari H-nya, kita duduk anteng di depan televisi sebelum waktunya. Kalau si yang nonggol ditelevisi ada di rumah, dia sibuk cerita waktu saat pengambilan gambar … hikhikhikhikhik hik …. dan dan akhirnya ga gitu jelas apa yang disampaikan ditelevisi……. wakakakkakkk.
Benar-benar narsis habis deh ….
Dan terakhir yang masuk televisi dan tertangkap basah oleh adikku adalah dokter gigi saya di acara Good Morning seminggu yang lalu. Pembahasannya tidak jauh-jauh dengan pekerjaannya yaitu gigi.
July 19th, 2008 — Kesehatan
Banyak yang bilang bahwa saya menyiksa diri sendiri. Hahaha …. iya sih … ingin tersenyum dan tertawa lepas, saya menyiksa diri untuk menggunakan kawat gigi aka behel.
Saya jadi kurang nafsu makan karena gigi untuk mengunyah sakit sekali. Bisa muncul kurang lebih 3 sariawan.
Yang minggu pertama pemberian breket pada gigi bawah, nah saya susah makan, jadi makannya mie instan. Sebenarnya mau makan bubur bayi tapi malu ahh … ditahan aja :D
Kalau sariawan, udah ada obatnya sih, tapi biasanya saya tangguhkan memberi obat sampai saya ga kuat untuk nahan sakitnya. Kalau tidak pake obat kimia bisa kumur dengan air hangat asin. Kalau kumur, xixixi ….. kadang-kadang males
Sebenarnya saya nafsu makan, tapi kalau sudah banyak nasi yang berkumpul dipinggir behel, jadi tidak enak. Jadi saya rapikan nasi-nasi itu dengan jari telunjuk. Al hasil makannya lama. Apalagi kalau besar lauknya, misalnya daging itu harus dipotong kecil-kecil, kerupuk dipotong kecil-kecil, bakso dipotong-potong super kecil. Lama kan
Pernah makan diluar, makan mie ayam pake daun sawi. Daun sawinya nyangkut di cincinnya ……….. wakakakak ……. duh … terus … mienya pada ngumpul dibreket atas dan bawah ….. wakakakak … duh kan keliatan tuh kalau ketawa …. kan malu kalau makan ama cowo dan teman-teman
Untuk menambah energi dan tidak kekurangan gizi, saya jadi minum susu dan vitamin.
Terakhir kontrol, dokter pesan, makannya pelan-pelan karena breket yang dibawah belum ada cincinnya, jadi kemungkinan untuk lepas sangat besar. Jika lepas, dipotong aja pake tang …
Gedubrak ….. saya cuma bisa terpana kemudian nyengir kuda
Tapi ya udah …
Demi senyum odol, bela-belain pake behel :)
Selain demi senyum odol alias kecantikan, banyak anak muda sekarang pake behel agar dianggap orang kaya …. gdubrak lagi deh …..
Duh …. wakakakak … bisa gitu ya … :p
June 15th, 2008 — Kesehatan
Minggu, tanggal 15 Juni 2008, kurang lebih pukul 9.30 pagi, 2 gigi di rahang bawah yang posisinya tidak bagus dicabut.
Kata dokter ortho, saya ditangani sama dokter gigi spesialis bedah mulut. Dokter giginya baik banget, lucu, senang ngobrol, sabar, ceria.
Padahal saya stress selama seminggu karena takut dicabut giginya, pikirannya udah macam-macam. Takut inilah, takut itulah, tapi pas kejadian ga ada apa-apanya.
Dokternya juga kalau nyuntik ga terasa. Alat suntiknya kayak bulpen, kalau mau masukin obat biusnya juga bunyi seperti suara bulpen, tik …. tik …. tik …
Giginya atasnya (duh, tadi namanya apa ya ? ….. mahkota ya ? CMIIW) seperti dibor gitu. Maaf saya dengarnya seperti suara bor, bau hangus, suaranya sangat berisik. Saya ga berani buka karena takut kemudian nanti ada yang muncrat. Ga lama, beliau bilang selesai. Rupanya selesai atasnya, akarnya kemudiannya. Dan selesai yang sebelah kiri.
Sebenarnya, cuma 1 gigi tapi menuru dokter sekalian aja yang kedua. Jadi sekalian makan obatnya, sekalian datang, sekalian sakitnya. Istilah pak dokter, efektivitas saja.
Saya mikir keras, sekarang ga ya ? Tadi kan ga sakit. Setelah memperhatikan nasihat dokter dan saya juga mau minum obat, saya setuju untuk dibedah lagi.
Gigi yang kedua tidak tumbuh sempurna, harus dibelek pake pisau khusus. Sama seperti gigi yang sebelumnya, tidak sakit waktu dibelek, tidak terasa dicabut dan selesainya cepat.
Akhirnya selesai deh … tinggal minum obat. Sampai sekarang ok …. ok saja. Tanggal 29 Juni, lepasin jahitan dan pasang behel untuk dirahang bawah.
TQ dokter untuk tida sakitnya ;)
May 23rd, 2008 — Kesehatan
Awal bulan Mei, saya kontrol lagi ke dokter gigi. Dia kasih saran untuk memberikan warna karet (seperti karet gelang kecil) yang berbeda setiap breketnya (CMIIW).
Wow … saya tertawa …
Kebetulan juga saya bingung sama warna-warna karet yang disodorkan sama asistennya. Ada 2 warna yang saya suka, yaitu hijau agak muda dan pink agak muda. Duh … saya ingin keduanya, tapi kan harus pilih salah satunya.
Katanya, terserah mau diselang seling warnanya atau selang seling 2 breket.
Ok, deh asal kan tidak merepotkan dokter dan asistennya, saya mah senang-senang aja sekaligus geli sendiri.
Jadilah breketnya dilapisi selang-seling 2 breket dengan warna yang berbeda. Dan saya masih tertawa geli …

Mudah-mudahan, Agustus nanti ada persediaan karet warna merah dan putih. Sesuai dengan tema bulan Agustus yaitu hari kemerdekaan, behel saya juga ga mau ketinggalan moment nih ….
Kocak deh …….

May 19th, 2008 — Politik
Sewaktu Malaysia ada demo dari salah satu warga keturunan India, di Forum Detik saya kasih tips demonstrasi yang paling seru … hehehe - menurut saya - … sebagai berikut :
- Bawa helm yang full kepala. Jadi kalau dipukul masih bisa bales dan ga retak kepalanya.
- Pake kacamata khusus masak. Ituloh yang full nutupin mata. Kalau ga ada, pake kacamata berenang. Jadi kalau kena gas airmata masih bisa HAJAR BLEHH, ga pedes mata.
- Bawa tongkat bisbol, creket buat mukul kalau perlu kayu jati.
- Pake baju zaman romawi … hmm kalau lari gimana yach ? atau pake baju olahraga anggar.
- Bawa pisau … hehehehe.
- Menghindari asap, bawa kipas tangan.
- Menutup mulut, pake masker.
- Sebelum demo, selidiki lokasi demo agar cepat untuk melarikan diri.
- Bawa juga gas airmata, batu segede bogem, kaleng untuk pembalasan.
- Sebelum demo, sekitar satu tahunan, belajar ilmu tenaga dalam, ilmu menjatuhkan lawan dari jarak jauh atau ilmu siluman, dijamin tentara pada kelabakan deh
- Polis kasar, pendemo juga harus lebih kasar.
Ada tambahan usul dari wongedandotcom :
Untuk melawan gas pemedih mata / gas air mata coba pakai resep berikut:
Leletkan odol/pastagigi/toothpaste di bawah kelopak mata, dijamin mengurangi rasa pedih
Dari delila : jualan kacamata renang ma tongkat pramuka
Ada yang bilang pake event organisator, isinya bisa artis-artis, para provakotar, hitman, polisi palsu, pura-pura jadi wartawan internasional dan lokal, agamawan, pelajar, PSK sampai yang bersedia bugil di jalan.
Ada-ada aja … tapi boleh juga
Selamat berjuang !!
Ada yang mau tambahin
?
May 2nd, 2008 — Kesehatan
Semenjak gigi saya dipasang behel, bibir saya tidak sempurna tertutup untuk aksi senyum mingkem.
Iseng tes senyum dikaca, cuma bertahan sekian detik bibirnya rapat, kemudian perlahan tapi pasti akan terlihat nonggol sedikit demi sedikit sebagian behelnya dan akhirnya full behelnya terlihat semua.
Sudah dicoba 5 kali tetap tidak bisa.
Tapi maklum ya … kan behel itu diletakkan di depan gigi, jadi jelaslah ga bisa mingkem kalau senyum.
Sebenarnya ingin sekali kalau orang-orang ga tahu kalau saya pakai behel apalagi setiap bulan sekali warna karetnya ganti.
Yang lucu, keponakan saya yang usianya 9 bulan, dia sekarang paling demen lihat dan nunjuk behel dengan cara seperti ET, setelah itu dia tergelak-gelak kesenangan. Padahal waktu pertama kali saya pake behel, wajahnya gimana gitu.
April 17th, 2008 — Kesehatan, Story
“Salah bantal” alias leher tegang selama berjam-jam saat tidur, sakit juga ya …..
Baru ngerasain Senin pagi (14/4/08), waktu bangun …. duh …. ga bisa diangkat kepalanya. Pelan-pelan tapi pasti akhirnya keangkat juga nih kepala.
Karena menganggu aktivitas dan sakit banget, dengan cepat saya minta diantar ke tukang urut. Tukang urut pertama ga ada di rumahnya. Jadi kita ke tukang urut ke dua. Kalau bapak sih ga rekomendasikan yang kedua, tapi gimana ya … saya ga tahu obatnya dan baru kali ini kena “salah bantal”. Saya juga ga mau diurut karena ga suka diurut.
Urutan pertama, membuat leher saya tambah sakit. Kata tukang urutnya kembali saja sore hari, karena belum selesai. Tidak sampai sore, siangnya saya kembali lagi karena sakitnya tambah menjadi-jadi. Katanya memang sakit tapi nanti beberapa hari sembuh kok. Beliau bilang, jangan lupa kasih koyo yang putih.
Glekk … duh …. pake koyo … hiiik hikkk, saya kenalnya koyo cabe. Dulu, pernah pake koyo cabe, ga sampai 10 menit, langsung dilepas, panaaasss rek … dan ngelepasinya harus menahan sakit karena kecabut juga bulu-bulu halus.
Ke toko obat beli koyo, nah di toko obat ditawarin koyo dari tulang macan (akhirnya tahu di rumah). Bapaknya ngasih tahu cara menggunakan koyo tersebut. Saya setuju untuk menggunakannya. Pokoknya apa aja deh buat sembuhin leher saya.
Sampai di rumah, saya baca, duh dari tulang macan. Kan saya pecinta the big cat and small cat. Yang membuat saya terheran-heran dan ketawa geli, bahan-bahan yang digunakan ga sesuai sama judul koyonya ! Ga ada tulisan dari tulang macan malah ada kata dari 3 macam ular. Bahasa tulisannya campuran bahasa Indonesia tempo dulu dan sekarang.
Bahan obatnya dibikinnja dari 36 daon-daonan, 75 matjem obat akar-akaran jang berfaedah, 5 matjem minyak, 3 matjem uler, lantas dimasak dan kerdjaken dalem tempo 3 hari 3 malem baru siap dan dijadilah ini obat (Koyo).
Saya panggang nih, tapi sayang nempelnya ga lama, katanya kulit saya berkeringat. Tapi boros ya .. kalau ga nempel, harus ke api untuk dipanggang. Saya saja dalam 30 menit sudah 5 kali koyonya dipanggang.
Akhirnya beli salonpas. Salonpas ga panas, padahal 3 lembar ditempel ke leher … 2 jam kemudian dicabut. Waktu tidur malam hari, saya pasang lagi salonpas, akhirnya panas juga tapi saya ga bisa tidur. Karena ga bisa tidur, jam 3 malam saya buka saja salonpasnya, akhirnya bisa tidur juga walaupun sebentar.
Pagi harinya, saya ga bisa buka mulut, susah nelan, susah makan dan minum, leher dan pundak sebelah kiri tambah sakit, malah sakitnya sampai ke kepala. Saya juga jemur bantal. Dokter gigi saya SMS pagi-pagi memberitahukan memajukan jadwal kontrol tanggal 20 April 2008, sayang saya ga bisa, nunggu sembuh dulu lehernya. Nanti ga jelas mana sakit karena urusan gigi atau sakit leher dan kepala yang tiba-tiba datang. Biasanya dokter gigi saya, kalau saya merasa sakit, beliau berhenti dulu. Wah, kalau berhenti terus lama donk selesainya.
Untuk bekerja di depan komputer saya ga sanggup untuk lama-lama. Cari di google, ketemu obat masa kini, namanya Neuropyron-V yang terdiri dari Methampyron 500 mg, Vitamin B1 50 mg, Vitamin B6 100 mg, Vitamin B12 100 mcg, minumnya 3 kali dalam sehari sesudah makan. Alhamdulillah, bisa tidur ….
Besok harinya, sepanjang waktu, saya oleskan counterpain dan seperti biasanya saya ga bisa bertahan lama di depan komputer. Malam hari, obatnya ga manjur, saya kembali ga bisa tidur.
Hari Kamis di malam hari, ga kuat juga dan disarankan oleh para pelanggan dan teman-teman di dunia maya, saya pergi ke dokter. Dan dokter memberi obat yang sejenis dengan Neuropyron-V tapi agak lebih keras dan ramah dengan lambung saya. Juga dikasih obat untuk merilekkan otot dan penenang.
Malam hari, bisa tidur :). Pagi harinya, lumayan tidak begitu sakit, kepala saya juga ga seperti ditarik, sudah mudah makan, nelan ludah, minum. Kata dokter, boleh saja diurut tapi harus pelan dan sembuhnya sekitar kurang dari 2 minggu. Dan jangan lupa masih diolesin balsem atau counterpain atau kompres dengan air hangat sering-sering.
Mudah-mudahan cepat sembuh, benar-benar tersiksa, sampai-sampai bales email, ngaco tulisannya :))
January 29th, 2008 — Kesehatan, Story
Minggu kemarin, saya dipasang behel. Minggu kemarinnya lagi pasang 2 cincin di 2 geraham atas kanan dan kiri. Fungsi cincin ini lupa nih buat apaan ….
Sampai sekarang fine-fine aja, tidak menganggu.
Pas sampai rumah, ibu, adik dan keponakan antusias lihat gigi saya, “Coba lihat giginya …”
Yang paling lucu keponakan nomor 2 yang masih berumur 7 bulan. Biasanya saya gendong, dia melihat mata dan dia pun tertawa, tantenya ikut tertawa pula.
Tapi kali ini dia langsung berhenti tertawanya setelah melihat gigi-gigi tantenya.
Ekspresi wajahnya itu lho …. bikin saya ketawa geli … Semakin saya tertawa terbahak-bahak … dia tetap melihat gigi saya, lama-lama jari telunjuknya menunjuk ke arah mulut, saya biarkan … mendekati mulut, akhirnya saya pegang jarinya tersebut.
“Sayang, mau tanya kenapa gigi uwo ? Namanya dibehel. Kenapa ? Aneh yach .. kemarin ga ada kan .. sekarang ada nih … nanti udah gede tahu kok apa itu behel”
Sambil saya berbicara, dia tetap menatap gigi-gigi saya. Biasanya kalau saya berbicara dia akan melihat mata.
Hari ini adalah hari ke 2, saya gendong kembali dan tetap dia melihat gigi saya. Dia sudah tak melihat mata saya. Sudah tak sibuk mengaduk-aduk wajah tantenya, tidak tertawa senang lagi. Dia menggunakan ekspresi wajah …. hmmm apa yach namanya … “mungkin ingin tahu, tanda tanya” yang jelas bagi saya, wajahnya jadi lucu …
January 29th, 2008 — Story
Warna kesayangan saya adalah warna putih. Putih itu bersih, kita menjaganya agar tidak kotor.
Waktu masih SD, paling senang hari Senin karena pake putih-putih kecuali sepatu warnanya hitam, dasi dan topi warna merah.
Waktu jadi dokter kecil, saya pake baju putih-putih kecuali topi berwarna biru langit dan sepatu hitam. Jadi dalam 1 minggu 2 kali pake putih-putih.
Pernah karena pake baju putih-putih, guru-guru saya jadi repot, “Auliah, jangan main kasti, nanti baju doktermu kotor”, “Auliah jangan main itu, ga boleh main ini, nanti bajumu jadi coklat”. Tapi kenapa yang lain boleh ? Please deh bu .. pak … yang lain juga pake baju dokter kecilnya.
Warna kesayangan kedua adalah hitam dan abu-abu. Kalau hitam ga keliatan dekilnya … hahahaa. Menurut saya, abu-abu warna tak pasti, paling sering dipakai jika suasana hati lagi bimbang dan resah.
Kelas 2 SMP saya suka warna coklat muda, hijau muda dan pink muda.
Setelah kejadian ini, saya menyukai warna biru tapi yang muda kalau perlu sama seperti kejadian tersebut tapi belum ketemu.
Saya kalau lagi suka suatu warna, bisa beberapa hari warnanya itu aja. Warna biru saja ada beberapa baju. Tapi kan orang jadi melihatnya bajunya itu melulu walaupun modelnya lain-lain plus kalau bawahannya juga warnanya senada.
Sepupu kan bikin baju dan punya toko sendiri, saya kalau beli ditempat sepupu pasti beliau sudah tahu warna kesukaan saya .. yach kalau ga coklat muda, hitam, putih paling akhir pilihan biru. Suatu hari, mungkin ga tahan untuk kasih saran, “Auliah, bisa ga cari warna yang lain, yang ini bagus warnanya (sambil nunjukin baju), yang ini juga bagus … cocok sama kulit kamu”. Hahaha tapi percuma dia kasih saran, tetap aja warnanya yang diambil itu lagi-lagi.
Soal biru, semakin kesini agak terobsesi, background FS dan blognya warna biru karena fotonya pake baju biru. Myspace juga di profilnya biru dengan background penari Bali. Di bagian dalam Myspace, biru juga. Cuma di 2 blog saya warna coklat karena birunya ga ada yang bagus. Blog yang asli keluaran Wordpress, juga biru. Dekstop saya warnanya biru, wallpaper gambar “beach” yang pastilah ada warna birunya. Sprei dan baju bantal warnanya biru.
Saya juga suka matanya Leonardo DiCaprio, Daniel “Harry Potter”, beberapa pemain The Lord of Ring terutama Elijah Wood. Walaupun warna mata tersebut belum persis-persis amat.
Waktu hari Minggu kemarin, dokter gigi tanya, karetnya giginya (?) mau warna apa ? Biru. Sikat gigi khususnya warna apa ? Biru.
January 13th, 2008 — Kesehatan
Ini karang yang hidup di darat. Terjadinya karang karena waktu membersihkannya kurang sempurna, tertinggal ditempat yang dihinggapinya kemudian mengeras. Menghilangkan karang yang sudah mengeras tidak cukup menyikatnya tapi harus menggunakan alat canggih. Sebaiknya karang dibersihkan 6 bulan sekali ke ahlinya.
Siapakah saya ? Ayo tebak
Nah, itu namanya karang gigi.
Hari Minggu ini, saya ke dokter. Rencananya mau pasang behel (nulisnya gimana yach ?) tapi ga jadi. Kata dokter gigi, prosedurnya harus dimulai bersihkan karang gigi dan cetak gigi
Upssss … sudah lama ga bersihkan karang gigi. Saya sih rajin sikat gigi, tapi kadang-kadang ngasal, super kilat dan ingin cepat masuk tempat tidur. Kadang-kadang juga lupa gosok gigi. Untungnya saya belum pernah sakit gigi, wuiiih jangan sampai deh.
Terakhir bersihkan gigi sekitar tahun 2000-an, cukup lama juga yach. Rasanya ga enak, ada yang tajam-tajam. Jadi males deh ke dokter gigi lagi. Lagipula rasa ngilu di gigi saat berlangsungnya pembersihan tersebut membuat tidak nyaman.
Karena sudah kelamaan ga bersihkan gigi, tebal karangnya. Iya sih, saya bisa lihat di kaca. Waktu pembersihan 1 jam. Rupanya gigi saya sensitif. Masak baru alat dokter giginya ngiung-ngiung dekat gigi saya sudah terasa ngilunya. Karena keseringan ngilu dan dokter harus menekan agak keras alatnya waktu mengerjakan 2 gigi diatas, dia mengajukan dua opsi yaitu terus dengan rasa ngilu sekali atau disuntik. Katanya selain karang, dua gigi saya ada bekas tehnya. Jadi kerjanya double. Daripada sebentar-sebentar saya bilang stop, megang tangan dokternya atau kasih isyarat tangan karena merasa ngilu sekali yang bisa menyebabkan lama kerjaannya, saya pilih disuntik saja. Padahal saya takut suntik juga. Suntik biusnya cuma di dua gigi. Hasilnya mulut tebal selama 1 jam dan ngilupun hilang. Alat suntiknya beda dengan yang normal. Tetap panjang wadahnya tapi jarumnya pendek. Kalau kita rileks ga terasa suntiknya.
Setelah 1 jam membersihkan karang gigi, setelah dikasih lotion warna putih, kumur-kumur 30 detik, enak loh giginya, terlihat dikaca sudah bersih, kalau digesek oleh lidah tidak terasa tajam. Bagus juga kerjaannya.
Ngomong-ngomong soal dokternya, sebenarnya dokternya seorang ibu … Karena ada saudaranya yang meninggal dunia dadakan diganti sama dokter cowok. Kalau ga salah dengar, lulusan tahun 2003 .. masak iya … mungkin dia mulai kuliah tahun 2003 di UI, gitu kali maksudnya. Yang penting dokter cowok itu sabar dan kerjaannya bersih.
Mau tanya dokternya cakep atau tidak ? Jawabannya adalah cakep kok.
Menurut orang-orang untuk dokter gigi lebih baik milih dokter cewek karena lebih telaten, sabar dan baik hati …. walah …. Asisten dokternya juga sabar.
Minggu depan, rencananya pasang cincin dan behel. Soal cincin, lupa fungsinya untuk apa, masalahnya bukan bidang saya, jadi saya mah angguk-angguk saja, yang penting nanti hasilnya bagus dan saya mah nurut aja deh apa kata dokter.
December 29th, 2007 — Story
Sudah dua minggu hujan terus menerus di rumahku. Udara semakin lama semakin dingin saja. Entahlah berapa derajat tapi yang jelas belum sampai min dan pasti dibawah rata-rata suhu pada musim panas. Disini kalau musim panas juga tidak begitu panas cuma terik saja tapi nyaman.
Paling terasa dingin sewaktu mandi yang 2 kali sehari itu. Dinginnya air membuat ngilu gigi. Dinginnya sampai terasa ketulang. Mandipun secepat kilat. Kalau mau keramas mikir lama banget. Masak air …. hehehe malas.
Malamnya, sambil duduk nonton televisi sambil berselimut. Brrrr…. masih dingin, pasang kaos kaki tebal, baju 2 lapis dan baju dingin. Woow…. seperti di Puncak saja.
Tidur di tempat tidur, sprei dingin sekali begitupula bantal. Hembusan angin malam yang dingin masuk ke dalam kamar. Akhirnya badannya dibuat melingkar.
Brrrr …. rasanya ingin minum susu coklat hangat …
September 25th, 2007 — Kesehatan, Story
Duh, banyak nyamuk. Gigitannya tajam. Langsung buka pintu dan jendela, mereka menghambur ke dalam.
Duh, banyak nyamuk … sudah disemprot jangan datang lagi ya … Mau tidur …
Duh, banyak nyamuk … mudah-mudahan bukan nyamuk malaria. Tapi saya lihat kalian ga ada tampang nyamuk malaria.
Duh, banyak nyamuk … jika musim panas terlalu panjang ….
September 21st, 2007 — Sosial, Story
Menurut saudara saya, dimilist-milist lagi heboh soal gempa 9 SR. Tapi dibeberapa milist yang saya ikutin belum beredar ya …
Informasi yang pertama saya dengar itu dari wawancara MetroTV dengan ahli geologi BPPT. BPPT dan BMG sudah memperkirakan setahun yang lalu bahwa gempa di Bengkulu itu memang akan terjadi. Permasalahannya tidak tahu kapan.
Dari pada kita “pusing” sama urusan gempa, bagaimana cara kita menyelamatkan harta benda ala saya
Waktu anak Krakatau sedang batuk-batuk sedang, saya heboh cari-cari bahan-bahan tentang meletusnya si ibu Krakatau. Karena khawatir, saya mendesak keluarga mempersiapkan sesuatu jika anak Krakatau meletus. Mendesaknya tidak bilang “Ayo donk” tapi dengan cara dibicarakan terus setiap hari
Hahaha ….. dan terlaksana.
Saya masukin baju yang ringan-ringan dan kebutuhan pribadi ditas ransel. Beli biskuit, air mineral, sikat gigi, sabun, pembersih muka, pembalut, baju dingin, kaos kaki, alat sholat, KTP, HP, charger, bulpen (kali aja buat nulis), korek api. Harus dirombak beberapa kali untuk memilah mana yang penting banget. Setelah pas, saya taruh di samping tempat tidur dengan baju dingin diatas ransel dan sendal disampingnya.
Yang membuat saya tercenung soal majalah dan buku resep masakan saya. Banyak banget, tidak mungkin dibawa-bawa. Padahal “mereka” itu merupakan benda yang paling berharga. Tapi sudah ketemu solusinya, taruh di internet aja
cari masakan yang tenar, tradisional, saya paling suka, bagus fotonya dengan menggugah selera, ga aneh-aneh dan sudah pernah dicoba dengan rasa ok.
Kalau bapak saya setelah urusan pribadinya berlanjut urusan dokumen. Beliau memang dari dulu telah menempatkan dokumen disatu tas. Tas beratnya minta ampun. Gimana diajak “lari”. Setiap hari beliau bilang ke anak-anaknya dimana tempatnya dan yang paling penting tas tersebut harus diselamatkan.
Setiap malam baca doa banyak banget, pengaturan posisi tidur, setiap hari kolong tempat tidur disapu. Kali aja ga sempat menyelamatkan diri ke luar rumah, ngumpet di kolong tempat tidur.
Bersihin loteng atas, kali aja menyelamatkan diri ke sana
Rencananya sih mau bikin gerobak kecil untuk ngangkut semua tas tapi tidak jadi mahal bikinnya.
Sebenarnya rumah saya bisa dianggap tidak terjangkau sama tsunami karena cukup berada diketinggian. Tapi siapa tahu ya … cuma dikhawatirkan gempanya. Waktu Krakatau meletus tahun 1800-an, Bogor hanya merasakan gempa kecil dan terlihat di langit Jakarta ada sesuatu.
Tapi untungnya anak Krakatau ga lama sudah tenang lagi.
Ada satu lagi yang berhasil membujuk bapak saya mengansuransikan rumah. Cuma tahan 1 tahun dan tidak diperpanjang lagi. Akhirnya kita mah pasrah saja. Yang penting udah usaha.
Untuk kasus 9 SR, kita cuek nih …. lagian mau diapain lagi … baca petunjuk penyelamatan diri sudah tapi belum dipraktekkan.
Saya malah bingung bagaimana menyelamatkan diri dari kaca yang dekat sekali dengan tempat duduk. Rumah saya itu keamanannya berlapis, kalau gempanya terjadi malam-malam, kita sibuk nyari kunci dan buka pintu. Kalau lagi panik, grogi juga cari lubang kunci.
Sekarang tinggal berdoa …. “mudah-mudahan ga ada 9 SR”.
September 3rd, 2007 — Bisnis, Story
Kalau di bulan Ramadhan banyak sekali penjualan dadakan yang menjual penganan khas buka puasa. Ada kolak, es kelapa, kolang kaling, semua makanan kecil khas seluruh daerah di Indonesia, asinan, korma dan lain-lain.
Yang saya herankan kenapa ada yang jualan asinan sayur, rujak, bahan yang terbuat dari ketan.
Asinan sayur itu kan mengandung cuka. Kan asam. Kasihan perut. Kalau yang lambungnya sakit, bukannya sembuh malah tambah parah. Rujak juga pedas ya …. idemlah ….
Kalau ketan itu keras ya… kasihan donk usus jika tiba-tiba menerima ketat, walaupun sudah dikunyah halus digigi.
Saya pernah tanya sama ibu-ibu yang jualan asinan dan rujak. Menurut keterangan beliau, banyak yang minta. Dia tahu kalau tidak baik buat makanan pembuka puasa.
Duh …. saya jadi ga ngerti …
May 12th, 2007 — Photo, Promosi, Story, Traveling
Aul suka banget pantai. Pantai itu hangat. Banyak pasir, apalagi kalau putih - wah bagus banget. Kemudian batas warna putih, warna hijau, warna biru terang dan biru gelap - cantik banget kalau dilihat dari jauh.
Ada bintang laut, kerang dengan berbagai model dan warna, ikan kecil warna warni. Pokok top banget.
Kalau ada foto pantai, gemes, cckkk … Tuhan itu pintar banget ya …
Kenal pantai dari kecil, pertama kali ke Ancol, tapi disana ga bagus.
Kelas 6 SD, perpisahan sekolah ke Anyer, kita bisa lihat karang, binatang laut antara lain ubur-ubur, bintang laut, kerang dan sebagainya. Ikan kecil yang berwarna.
Aul sempat ngumpulin kerang dan karang. Udah banyak, segede kantong plastik yang besar sudah termasuk pasir, ehhh ketinggalan … huahaua gw sedih banget. Rencananya mau bikin pantai-pantaian di rumah.
Tahun 1995-an, kita ke Malimping, Banten bersama dokter gigi dan dokter spesialis dari lulusan UI untuk bakti sosial. Saya lupa, Malimpingnya sebelah mana, yang jelas jalannya jauuuuh, berkelok-kelok, tandakan tajam dan turunnya juga berbahaya, sampai mau muntah gitu. Pokoknya kalah deh Sitinjau Laui di Sumatera Barat. Pas sudah sampai, memang dipedesaan banget, parahnya ga ada listrik. Udah lama merdeka, rupanya masih ada aja yang belum kenal listrik.
Sore harinya, iseng ach, Auliah penasaran sama yang didepan rumah penginapan. Rupanya kita berada diatas bukit. Pas lihat, walah … tebing …. mana ga dipagar untuk pembatas. Tapi Auliah lihat lagi, ada laut, ada pasir warna putih bersih. Air lautnya wuiiihhh gila cakep banget warnanya.
Auliah ngasih pengumuman, ada pantai berpasir putih, dibawah. Besok paginya ada beberapa dokter pria yang menghilang, rupanya mereka ke pantai. Katanya cakeeppp habis. Tapi kesana jauh dan jalannya sukar.
Sayangnya kita ga sempat kesana karena waktunya sudah mempet. Kita harus mengejar waktu ke Jakarta, karena hari Senin harus kerja lagi.
Tahun berapa gitu, kita ke Bali. Jadwal ke Kuta, wah senang banget akhirnya ke Pantai Kuta. Memang pasirnya putih, tapi banyak sampah
, banyak orang bule berjemur (iyalahhhh di obyek wisata :p )
Kalau pulang kampung, jalan-jalan nih ke rumah saudara di Teluk Bayur. Setelah dari rumah saudara, kita ke pantai katanya paling bagus di Sumatera Barat. Arah jalan ke Pariaman. Jalannya melalui bukit. Biasalah kalau di Minangkabau, jalan aspal ga jauh-jauh ada di bukit. Dibawahnya kita bisa lihat laut, pasir putih, pulau-pulau kecil. Dan pastinya pemandangan yang tiadatara.
Nah, dimilist pulangbasamo punya orang Minangkabau di USA, lagi ramai membicarakan Pulau Sikuai. Memang cakep banget (mana ada sih, pantai di Indonesia ga cakep ya…)
Foto pulau Sikuai bisa kita lihat di Yeyen.
Kalau mau berbentuk video, kita bisa jalan-jalan ke blog Pulau Sikuai, gratis … dengan cara klik disini.
Selamat menikmati
Saya dapat izin meletakkan foto Yeyen sedang bergaya di Pulau Sikuai

Hasil jepretan yang bagus sekali