Entries Tagged 'Artikel' ↓
January 29th, 2008 — Artikel
Berita di tempo interaktif hari ini menyatakan bahwa PLN diam-diam menaikan harga listrik dari tahun kemarin.
Pantes yach … Bapak saya setiap hari nyatet meteran listrik, makenya tetap tapi kok setiap bulan bayarannya mahal banget. Saya kira PLN setiap bulan naikin harga listrik :p
PLN jangan main curang donk …
Diam-Diam PLN Gunakan Tarif Baru Pelanggan 450-900 VA
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT PLN (Persero) sejak Mei 2005 telah memberlakukan tarif baru untuk pelanggan baru rumah tangga (R1) 450-900 volt ampere (VA) dan pelanggan bisnis (B1-3) 450-20.000 VA. Pemberlakuan tarif baru tersebut dinilai melanggar Undang-Undang No. 15 Tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan. Sesuai undang-undang tarif dasar listrik ditetapkan pemerintah melalui keputusan presiden.
Sebelumnya pemerintah berulangkali menjamin tarif dasar listrik (TDL) sejak 1 Januari 2004 tidak naik hingga 2009. Pemerintah menegaskan tarif listrik yang berlaku hingga saat ini sesuai Keputusan Presiden No. 104 Tahun 2003 tanggal 31 Desember 2003 dan ditandatangani Megawati Soekarnoputri.
Dalam Surat Edaran Direksi PLN No. 0008.E/DIR/2005 tanggal 2 Mei 2005 untuk produk Menyala, disebutkan untuk pelanggan baru dan perubahan daya 450 VA menggunakan tarif 0,47 dikalikan Rp 1.380 atau Rp 648 per kilowatt per jam (kWh). Jika dibandingkan dengan tarif dasar listrik 2004 untuk golongan yang sama tarif baru tersebut lebih mahal 30,91 persen atau Rp 153 dari Rp 495 yang ditetapkan pemerintah.
Pelanggan 450 VA merupakan pelanggan paling rendah atau pelanggan miskin yang disubsidi pemerintah. Tahun lalu pemerintah mengganggarkan subsidi listrik sebesar Rp 32 triliun.
Sedangkan untuk pelanggan baru golongan rumah tangga 900 VA, sesuai surat edaran tersebut PLN mengenakan tarif sebesar Rp 717 per kWh. Padahal sesuai tarif resmi yang ditetapkan pemerintah untuk pelanggan 900 VA dikenakan Rp 495. Akibat perbedaan tarif tersebut pelanggan baru 900 VA harus membayar lebih mahal 44,85 persen atau Rp 222 per kWh. PLN menyebut penyambungan baru pelanggan 450-900 VA dengan produk Menyala.
Sedangkan Surat Edaran No. 0010.E/DIR/2005 ditujukan untuk peyambungan baru pelanggan bisnis 460-20.000 VA yang nama produk Bersinar. Tarif yang dikenakan PLN rata-rata lebih mahal 65,48 persen hingga 84,78 persen atau Rp 275-390 per kWh dari tarif yang ditetapkan pemerintah.
Sumber Tempo mengungkapkan sejak 2005 hingga saat ini tambahan pelanggan baru PLN sebanyak 1,5 juta pelanggan. Dari jumlah itu sekitar 1,3 juta pelanggan adalah rumah tangga dengan sambungan 450-900 VA. Sisanya merupakan pelanggan bisnis 450-20.000 VA. “Pelanggan rumah tangga 450-900 VA adalah pelanggan miskin, tapi mereka yang paling banyak dikenakan tarif baru PLN,” ujarnya.
Akibat praktek yang dilakukan PLN tersebut, jumlah kWh yang dijual menjadi lebih besar dari perhitungan menggunakan tarif resmi. Akibatnya subsidi listrik yang diberikan negara membengkak bila dibandingkan perhitungan kWh dengan menggunakan TDL 2004.
Direktur Pemasaran dan Niaga PLN Sunggu Anwar Aritonang menyatakan, belum bisa menjelaskan perihal tarif listrik yang berbeda dari tarif resmi pemerintah. “Saya belum bisa menjelaskan, karena masih ada pertemuan,” ujanya kepada Tempo, Selasa (29/1).
Sedangkan Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi J. Purwono menyatakan, pemerintah hingga belum menetapkan tarif bari listrik. “Tarif listrik masih menggunakan TDL 2004,” katanya kepada Tempo.
Dia menjelaskan, hingga saat ini pemerintah belum berencana menaikan TDL. Sebagai konsekwensi dari tidak adanya kenaikan tarif listrik, kata Purwono, pemerintah memberikan subsidi. Tentang tarif yang dibuat PLN, dia akan mempertanyakan hal tersebut ke perusahaan listrik pemerintah itu.
ALI NUR YASIN
July 28th, 2007 — Artikel, Movie, Photo, Sosial
Merasa sangat panas ? Lebih panas dari tahun kemarin ? Atau tahun kemarinnya lagi …. kemarinnya lagi …. Merasa musim di Indonesia tidak teratur ?Kalau saya memang terasa panas sekali jika tengah hari. Kadang-kadang tidak ada angin yang berhembus. Pasang AC kalau siang hari suka kurang dingin. Tapi mending daripada diluar, uhhh terik sekali. Walaupun begitu saya masih bersyukur, pagi hari udara masih sangat dingin walaupun dalam waktu cuma sebentar.
Pernah ke Bandung ? Waktu saya ke sana tahun ini, suhunya sama saja sih dengan daerah rumah saya diwaktu siang hari dibandingkan dulu sekitar tahun 1992. Udara Bandung tahun 1992 disiang hari masih terasa hembusan angin dinginnya. Kampung halaman saya dulu sekali dingin karena terletak di kaki bukit Barisan, sekarang suhu berubah.
Hal ini dibenarkan oleh Pak Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Hidup. Karena negara Indonesia terletak di Khatulistiwa, dampak hawa panas lebih terasa menyengat. Tapi untung sekali lagi (hehehehe) belum ada yang meninggal karena kepanasan. Apakah karena kita terbiasa panas ? Mungkin kalau sudah 40 derajat … pasti tidak ada yang tahan. Jangan sampai kita mati karena kepanasan.
Kalau suhu 40 derajat … kita bisa masak telur tanpa api
Kita dibagi dalam 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Masing-masing musim berjalan selama 6 bulan. Sekarang, musim kemarau bisa panjang sekali. Duh … siap-siap bawa kipas dan payung nih
Bagaimana manusia yang tinggal di empat musim ? Karena tidak tahan suhu yang panas, banyak meninggal dunia akibat suhu yang sangat ekstrim.
Yang paling menarik perhatian saya dari pernyataan Pak Emil Salim bahwa kita saat ini telah kehilangan 20 pulau kecil. Menurut Rachmat Witoelar, pada tahun 2030 Indonesia akan kehilangan 2.000 pulaunya. Bisa dimungkinkan pulau-pulau besar di Indonesia akan berkurang luasnya.
Jadi kita tinggal dimana donk …
Tinggal pilih : di langit atau di gunung
Makanya jangan beli pulau hehehehe ….
Kita bisa mengurangi (hmm … bisa memperbaiki sampai
normal kembali ga ?) pemanasan global dengan salah satunya mengurangi pemakaian kendaraan bermotor (kalau perlu kita naik sepeda), tanam pohon sebanyak-banyaknya, lebih baik jangan pasang rumah kaca, mematikan listrik jika tidak diperlukan, jangan pake bahan plastik dan masih banyak lagi.
Menurut Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan Amerika Serikat untuk menjadi pelopor pemanasan suhu global. Hal ini disebabkan teknologi Amerika terbaik untuk mengatasi pemanasan global.
Salah satu artis Hollywood, Leonardo DiCaprio memberi perhatian lebih terhadap global warming. Leo telah membuat film dokumenter tentang hal ini dengan judul 11th Hour. Pemutaran perdana jatuh tanggal 17 Agustus 2007, tepat pada hari Kemerdekaan Indonesia ya …

Sssttt …. mudah-mudahan dalam press conference atau apalah namanya dia ga nyindir Indonesia karena penyumbang no. 3 dalam hal pemanasan global.
Nambah lagi nih predikat Indonesia dalam bidang kejelekan
The 11th Hour Expert Email
The 11th Hour Synopsis 1PG
The 11th Hour Synopsis 1PP
The 11th Hour Talking Points

May 9th, 2007 — Artikel, Bisnis, Musik, Sosial, Story
User saya dua orang sekarang jadi penyiar radio Pamulang. Mereka berdua ingin saya mendengar radio Pamulang sekaligus diperdengarkan oleh user-user yang lain. Kata mereka lagu-lagunya bagus. Promosi gratis ya … tapi it’s ok
Selama ini saya mendengar radio Female. Sudah 3 tahun manteng disitu terus. User-user saya semuanya suka lagu-lagu yang disetel dan sering tanya radio apa.
Request dari dua user saya untuk sementara ini belum dapat terpenuhi karena suka lupa merubah channelnya. Selain lupa, ga kepikiran untuk merubah saat menyetelnya karena sibuk.
Request yang lain, keyboardnya bisa mengetik bahasa Cina. Wah, kalau yang ini sudah dicoba, tapi sayang di fasilitas keyboard Fedora, ga tahu kenapa ga bisa. Kalau bisa, repot juga ‘kan saya harus mencoret keyboard dengan bahasa Cina. Seperti saya memberi huruf Arab di keyboard. Saya juga lupa menanyakan apakah Cina daratan atau Cina Hongkong. Takutnya nanti lain-lain lagi
Dan masih banyak lagi requestnya …
May 2nd, 2007 — Artikel, Komputer, Sosial, Story
Ada yang menginformasikan ke saya, bahwa warnet dekat rumah mengizinkan anak SMP membuka situs p***o. Si pemberi info itu sudah memberitahukan operator warnet tersebut tapi didiamkan. Desain warnet sendiri adalah terbuka, jadi orang-orang bisa melihat apa yang kita buka.
Jadi ingat kejadian 2.5 tahun yang lalu, ada anak SD kelas 5 sedang chatting di Mirc. Dia dan teman-temannya langganan di warnet saya. Saat itu komputer digunakan semua. Dia itu duduk bertiga untuk 1 komputer. Saya sedang berdiri memberitahukan salah satu user bagaimana cara upload foto di Friendster. Tiba-tiba ada yang teriak, “Mbak, h***y itu apa ?”
Kaget gw, kagetnya dua kali dalam waktu bersamaan. Kaget pertama karena ada teriak, otomatis saya mencari sumber suara dengan melayangkan pandangan ke semua user dan saat itu pula semua user memandangi saya. Kaget ke dua pada kata “H***y”.
Saking kagetnya, otak saya ga bisa mikir. Bengong sebentar. Terus tanya ke user yang sedang saya kasih tunjuk, namanya Ali.
“Li, h***y itu apa ? Apakah itu honey ?,” tanya saya.
“Tidak deh, Mbak. Honey itu madu,” kata Ali
“Oh, iya … ya … jadi apa ? Perasaan pernah dengar deh atau baca dimana ya ?,” kata saya lagi
“Saya juga lupa nih, Mbak. Habisan masih kaget!” kata Ali
Karena saya belum ketemu arti kata itu, saya bilang “Dek, gimana yang h***y itu nanti ada dijawabnya, adik chatting sama yang lain aja dulu. Nanti saya ke sana …”, teriak saya
User yang lain melanjutkan kegiatannya.
Udah selesai saya sama user Friendster, saya langsung ke “h***y” tadi. Wah … dari kalimatnya, baru ingat nih artinya h***y. Saya langsung bilang aja “Orang gila, dek. Dihapus aja!!”
6 bulan yang lalu, juga ada anak SD nyari kata “nude”. Karena saya lagi sibuk saat itu, saya suruh aja cari di google. Untungnya, internet saya lagi oon, googlenya loading terus tapi situs yang lain bisa jalan. Sudah tanya ke adik, dia juga lupa. Akhirnya tanya ke kamus dan cari sendiri di Google. Wah… gawat. Langsung saya menuju ke tempat adik tadi. Saya tanya siapa yang nyuruh cari kata itu ? Katanya temannya. Saya bilangin aja, katanya itu ga bagus, artinya telanjang. Buka yang lain aja. Si adik itu kelihatan kesal karena dikasih tahu sesuatu yang baik oleh temannya.
Tiga minggu lalu, juga ada yang tanya, “Mbak, ML itu apa ?”. Dari chatting juga, kali ini saya menggunakan Xchat (hhmm udah pindah ke Linux). Langsung aja saya bilang, “Dia orang gila, ga usah chatting sama dia”. Untungnya mereka semuanya nurut sama gw
Nah, itu baru anak-anak. Jadi sebagai orang tua seperti lebih hati-hati lagi ya…
Perlu diketahui kalau semua warnet tahu siapa yang buka situs esek-esek, bisa berbagai cara melihatnya. Kalau anda buka situs esek-esek terus ke tempat yang tidak diinginkan, berarti warnet itu memblokir situs yang anda buka. Kalau menggunakan billing explorer, bisa di kill. Nah, cara di BE, bisa menghilangkan situs yang anda buka. Si operatornya tahu siapa user yang buka situs x***x.
Kalau di Linux, kalau secara manual mempergunakan File Browser, ke home, buka tempat user yang dicurigai pemakaian CPUnya kalau perlu semuanya dilihat
, kemudian View, Show Hidden Files, cari Mozilla lalu firefox, pilih folder tanggal dan jam penggunaan, klik dua kali di Chache dan perhatikan apa yang user buka. Kalau user tersebut membuka apa yang tidak kita inginkan, kill lah di root dan firefoxnya akan hilang. Walaupun dia buka FS tapi saya bisa lihat foto-foto apa saja yang dibuka di FS. Ada cara canggihnya pake Squid. Tapi squid bisa ngeblokir foto-foto syur di FS ?
Saya lakukan demi saya. SAYA GA MAU DITANGKAP, DIPENJARA, DISEGEL KOMPUTERNYA DAN DENDA KARENA PERBUATAN ORANG LAIN. Saya juga tidak mau anak-anak yang belum cukup umur melihat sesuatu yang belum pantas mereka lihat. Sorry ya.. bukan sok alim ….
Ada yang lupa, sorry banget, kalau tempat saya semi terbuka, semua monitor menghadap saya semua alias semua orang bisa lihat semua apa yang Anda buka. Walaupun modelnya sudah semi terbuka, tetap aja ada yang berani. Jadi jangan salahkan saya kalau ditegur ditempat.
Kalau mau buka situs b***p boleh-boleh aja bagi yang merasa sudah dewasa tapi jangan di Warnet donk !! Kan Warnet itu digunakan untuk publik. Anak-anak SD sudah mulai mencari data-data untuk PR sekolah dari internet.
Sekali lagi, gw bukan sok alim … !! Pisss man ….
April 28th, 2007 — Artikel, Komputer, Sosial, Story
Pernahkah teman-teman karya ciptanya dibajak ? Merasa tidak dihargai ? Kalau pernah bagaimana rasanya ? Marah ? Kesal ? Murka ? Atau perasaan lainnya ?
Pertama kali pikiran saya dibajak sewaktu SMP. Teman menyontek buah pikiran saya. Sebenarnya salah saya sih, kenapa memberi PR PSPB saya ke dia. Saat itu, saya sudah bilang ke dia bahwa jangan menyontek mentah-mentah PR PSPB saya itu, dia harus merubahnya disana sini. Tapi sayang dia tidak melakukannya. Saya sangat kecewa berat.
Salah satu cara guru PSPB saya menilai hasil pekerjaan murid-muridnya dengan memberikan pertanyaan dan kita harus memberi pendapat sebagus mungkin.
Waktu giliran menjelaskan hasil pekerjaan dengan cara berdiri di tempatnya masing-masing dan membaca apa pendapat kita kemudian langsung dinilai. Saya dan dia termasuk berdiri. Guru PSPB menunjuk teman saya terlebih dahulu. Kaget saya, karena kata demi kata persis seperti PR saya. Dia pun mendapat nilai 8.
Setelah itu giliran saya, dengan terpaksa mengulang kata demi kata seperti teman saya. Saya mendapat nilai 7 dengan bonus tatapan curiga guru.
Setelah selesai pelajaran PSPB, saya sangat marah dan besok-besoknya tidak akan memberi PR kepada siapapun. Saya tidak takut dikatain “Auliah, Pelit!”
Semenjak itu, saya berusaha memperbaiki pandangan guru PSPB kepada saya selama sisa 1 semester dan berhasil. Saya mendapat nilai rata-rata 8 ke atas dan teman saya itu ga jauh dari angka 7 bahkan sering kali tidak diterima pendapatnya.
Lain cerita tentang guru Seni Rupa SMP saya yang orang Bali. Masak beliau tidak bisa membedakan warna dari spidol dan cat air.
Saat itu, ada PR kreasi warna. Saya mencampurkan warna-warna yang terkenal sekarang dengan istilah warna “soft”. 2 teman saya memberi lukisannya dengan warna mendekati warna di lukisan saya. Warna lukisan dibuat dari spidol mendapat nilai 8 dengan bonus mendapat pujian. PRnya dikerjakan hari itu juga. Saya mengerjakan dengan cat air dengan warna ciptaan sendiri mendapat nilai 7 dengan bonus cibiran. Lama pengerjaan seminggu. Saya hanya mendapat pujian dari teman-teman yang lain “Wah, warna-warnanya bagus”.
Lain waktu lain tugas, saya diberi komentar “Yang mengerjakan kakak kamu ya ?”
Kata saya, “Bukan pak, saya anak sulung, ga punya kakak ! Orang tua tidak pernah mengerjakan PR saya ! Saya mengerjakan sendiri !”
Rasanya pengen bilang “Pekerjaannya saya ukir pak ! Ngerjain hati-hati !”
Waktu yang lain “Cat airnya keluar dari garis !” Gw sih cuma bengong. Tapi it’s ok deh. Kritikan yang membangun walaupun saya lihat cat air ga keluar dari garis.
Lama-lama menyebalkan.
“Ngapain bagus-bagus mengerjakan PR Seni Rupa kalau hasilnya ga sepantasnya”
Padahal Seni Rupa itu pelajaran terfavorit. Gw ingin sekolah Pelukis. Gw mau sekolah di IKJ. Gw suka Melukis.
Tapi sampai sekarang ada tanda tanya yang belum terjawab “Apakah mungkin, orang Bali ga bisa membedakan warna dari spidol!!!”
Jawab saya sementara, “Ga Mungkin!! Pasti mereka bisa membedakan warna berasal dari spidol dan cat air”
Semenjak saya tahu bahwa selama mengenal Windows sejak tahun 1990-an, rupanya sudah menggunakan bajakan.
Waktu itu tahun 1997-an, saya tahunya dari tukang service langganan di kantor. Saya bertanya kenapa sampul-sampul CD dengan software yang sama bisa berbeda warnanya. Ada warnanya yang jelek, ga jelas, miring dan ada yang bagus, padahal mereka perusahaan besar, masak bikin kemasan CD aja amburadul. Kata tukang service “Ini kan CD bajakan, CD Mangga Dua. Harganya cuma 10 ribu-an rupiah. Kalau yang asli bagus banget tempatnya dan ratusan rupiah harganya. Orang Indonesia pada umumnya pake bajakan!!”
Dengar seperti itu langsung bilang ke bos “Kita pakai bajakan!!”. Kagetlah bos gue
Langsung konfirmasi ke tukang service.
Nah, sekarang ….
Saya punya blog dan website. Kalau saya menyimpan hasil karya orang sebagai arsip, saya sebutkan sumbernya. Kalau tidak tahu sumbernya, saya katakan tidak tahu atau dapatnya dari si A, di sini …
Pernah jalan-jalan di dunia maya, ketemu pendapat saya persis seperti diutarakan di suatu milist tapi yang menyampaikan bukan saya. Orang tersebut tidak mencantumkan sumber. Dan ada beberapa lagi …
Dan akhirnya ….
Saya tahu bagaimana perasaan Om Bill Gates.
*mode … menghela nafas …
April 14th, 2007 — Artikel, Kesehatan, Sosial, Story
Ada seorang bapak yang datang ke tempat saya dan membaca tulisan “DILARANG MEROKOK”. Berujarlah beliau kepada saya,
Dulu, kalau membaca “DILARANG MEROKOK”, saya sedih sekali karena tidak boleh merokok. Tapi sekarang, saya senang sekali ada tulisan seperti itu karena untuk kesehatan kita bersama. Si aktif juga kena penyakit bahkan yang pasif lebih parah lagi efeknya. Apalagi saya punya anak-anak harus dijaga kesehatan demi masa depan mereka.”
Suaranya mula-mula senang tapi pas diakhir kalimatnya berubah sendu.
Saya menaruh himbauan “DILARANG MEROKOK” di dinding bukan tanpa alasan. Kita pasti sudah tahu semua bahayanya merokok baik bagi si pasif dan si aktif. Saya tidak setuju kalau disediakan ruangan khusus untuk siperokok. Kalau pun ada pasti saya buatkan ruangan super tertutup tanpa kipas pembuang. Biar nyaho.
Dulu, sewaktu pulang pergi dari Bekasi ke Tebet Timur untuk sekolah SMP, pagi hari yang segar, matahari masih malu-malu, banyak sekali orang kerja membakar tembakau di dalam bis yang padat. Orang-orang seperti kumpulan ikan Sarden di dalam kaleng. Saya suka sekali bau cigarette sewaktu disulutkan pertama kali oleh api. Baunya itu lho sangat harum. Kadang-kadang saya menghirup sangat dalam tanpa sepengetahuan si empunya. Waktu tiga bulan sangatlah menyenangkan dengan bau itu.
Saya tersentak kaget ketika salah seorang teman wanita satu kelas memberitahukan bahkan menjurus menuduh “Auliah, kamu merokok ya ?”. Langsung saya jawab, “Tidak ! Kenapa ?”. “Baju kamu bau rokok !”, katanya lagi. Saya cium baju, iya benar bau rokok. Baunya membuat hidung saya sakit. Pikir-pikir asal bau rokok ini darimana ya ? Padahal dari rumah sudah wangi dan segar. Aha, saya ingat ! Tadi di bis ada beberapa laki-laki merokok, hmm asapnya yang menempel ke baju. Waduh, gawat … Saya katakan ke teman saya “Tadi ada beberapa laki-laki merokok di bis”. “Ohh …,” kata teman saya bulat.
Semenjak pemberitahuan itu, sesekali saya mencium baju saya sampai berada di rumah. Percuma donk kalau dari rumah wangi tapi ga sampai 5 menit udah bau rokok.
Aku benci asap rokok !!!
Nah, cerita diatas tidak begitu besar kali ya efeknya, cuma saya setiap hari ditanyain terus sama teman saya itu “Auliah, bajunya masih bau rokok ya ?” Lama kelamaan teman-teman satu kelas tahu semua bahwa baju Auliah setiap hari bau rokok.
Email dibawah ini dampak efek berat dari merokok. Yang terkena si pasif. Subject email tersebut “True Story” dari Aris di milist femaleafterhours tertanggal Wed Sep 29, 2004
*Adakabar menggemparkan di kantorku belakangan ini. Tiba-tiba saja Ibu Manajer Produksi kami divonis menderita kanker Paru-paru stadium 3B dengan masa hidup diperkirakan 5 bulan lagi.*
*Sekitar 3 minggu yang lalu, Beliau memeriksakan diri ke poliklinik Kantor karena mengeluh sesak nafas. Awalnya sesak nafas hanya terjadi pada saat berbaring untuk tidur di malam hari, yang dipikir karena kecapekan. Lama kelamaan, sesak nafas juga terasa ketika berkerja di kantor. Karena itulah akhirnya memutuskan untuk ke poliklinik. Dokter poliklinik bilang tidak apa-apa, tapi Mira W pengarang yang juga dokter menyarankan beliau untuk foto X. *
*Hasil foto tersebut cukup mengagetkan karena ada bercak di paru-paru. Ternyata ada 1 liter air di dalam paru-paru, yang disebut terkena paru-paru basah.*
*Sejauh yang banyak orang ketahui, paru-paru basah biasanya disebabkan karena sering berpergian pada malam hari, sering bertelanjang dada apalagi tersorot langsung kipas angin. Tapi Beliau ini tidak pernah begitu.*
*TERNYATA menurut dokter, penyebabnya adalah kerena beliau adalah PEROKOK PASIF.*
*Beliau tidak merokok, suami dan anak juga tidak (lingkungan rumah tidak ada asap rokok), tapi … Memang di kantor selama bertahun-tahun, beliau terpaksa menghirup asap rokok dari teman-teman kantor apalagi kantor ber-AC.*
*Sampai saat ini, beliau sendiri tidak merasa ada penyakit fisik yang berarti. Setelah disedot itu, bahkan merasa bernafas lebih lega.*
*Tapi ternyata, setelah dilakukan citiscan, dokter menyuruh untuk melakukan sedotan lagi, dan hasilnya keluar lagi cairan sebanyak 1,4 lt.*
*Katanya, Kanker paru-paru memang seperti PENCURI yang benar-benar tidak terlihat gejala-gejala apapun, tau-tau udah PARAH banget.*
*Bayangkan saja sudah stadium 3B, Beliau tidak merasa sakit serius?!*
*Kita semua ingin Tidak Percaya dengan diagnosis dokter, apalagi melihat penderita kok sepertinya sehat2 saja.*
*Tapi sayangnya, beliau sudah tanyakan ke beberapa teman dokternya, dan jawabannya sama.*
*Dan, semoga sharing ini bisa menggugah teman2 yang merokok untuk STOP SMOKING atau setidaknya mulai sekarang punya kesadaran untuk TIDAK MENCELAKAKAN ORANG LAIN, yang mungkin saja adalah salah satu dari ibu, anak, adik, kakak atau teman Anda. ;)*
Terima kasih.
Trims,
Aris ga pake H
Ada satu lagi “True Story”. Seorang penjaga Wartel, juga kena kanker paru-paru stadium 4. Sama seperti cerita di atas. Dia dan keluarganya tidak merokok tapi para pelanggan Wartel lah yang merokok. Padahal Wartelnya ada AC. Saya ga tahu ya.. kenapa orang Indonesia di ruangan ber AC tetap merokok !!! Padahal mereka tahu kalau di ruangan ber AC dilarang merokok. Kita yang buta mata dan hati atau kita memang bego atau kita memang suka mencelakakan orang lain atau tidak punya rasa perikemanusiaan ?!!!
Si penjaga Wartel ini, makan aja susah apalagi untuk berobat untuk penyakit yang tunggu mati. Dia tidak bisa minta pertanggung jawaban dari para pelanggan karena yang menggunakan Wartel suka ganti-ganti. Dan dia tidak tahu efek dari rokok sebegitu besarnya. Maklum dia orang kecil yang jarang membaca, mendengarkan televisi, cari-cari informasi.
Tapi nasi telah menjadi bubur kan !!??
Sebelum nasi menjadi bubur. Cobalah para perokok dengan sekuat tenaga untuk menghentikan merokok. Kalau ga bisa pelan-pelan. Coba dicamkan dalam pikiran, bayangkan wajah-wajah orang tercinta. Kalau merokok yang paling parah terkena adalah orang-orang tersayang. Toh, uang yang dikeluarkan untuk berobat tidak sebanding dengan kenikmatan merokok yang sesaat. Bahkan nyawa taruhannya.
Dulu Bapak saya perokok berat. Semenjak menikah dengan ibu saya yang kebetulan tidak suka sama asap rokok, Bapak berusaha tidak merokok di dalam rumah dan sekitarnya.
Semenjak mempunyai anak, Bapak saya dengan tekad bulat berhasil menghentikan merokoknya. Kata beliau demi anak-anak dan istrinya. Uangnya bisa buat makan lagipula ga kenyang kok kalau merokok.
Berita terkait :
Perokok Second Hand
Banyak Alasan Untuk Berhenti Merokok
Sakit Kok Ngajak-Ngajak
March 21st, 2007 — Artikel, Bisnis, Komputer, Story
Komponen printer Canon paling panjang umurnya 2 tahun atau tepatnya pelan-pelan setelah keluar printer seri terbaru, spare part produk lama perlahan menghilang. Makin ke sana jangan harap bisa menemukan sparepart baru. Kalaupun ada pasti mencarinya sangat susah, biaya servicenya bisa sama dengan harga printer baru Canon. Jika rusak setelah 2 tahun, pasti kita disuruh beli baru.
Kalau dipasar gelap .. hmm … males deh… ya itu nanti … jangan-jangan bisa lebih dalam meronggoh saku.
Saya punya 2 printer Canon i255, printer pertama dibeli 3 tahun yang lalu. Setelah 1 tahun dia bekerja keras, headnya rusak. Menurut dugaan saya, headnya rusak karena sering kali kertas nyangkut. Tapi saya malas bertanya kenapa headnya bisa rusak ke pihak Canonnya. Harga headnya sekitar Rp. 300 ribu. Setelah dipikir masak-masak, kita beli baru, nanti kalau ada uangnya beli headnya. Harga Canon i255 yang kedua yaitu Rp. 495 ribu sudah termasuk pajak.
Selama 1 tahun menggunakan Canon i255 yang pertama, kita memakai tinta asli. Mahal ya… Setiap 6 bulan sekali atau sudah penuh penampung tinta, kita service.
Setelah printer pertama dimasukkan ke kardusnya, kita menggunakan printer kedua. Printer kedua ini menggunakan tinta non original dengan merk Inktec. Lumayan murah dan gampang naruhnya. 8 bulan menggunakan Inktec, kita tertarik menggunakan tinta suntik. Masalah timbul lagi, headnya rusak. Lagi-lagi bukan karena pake tinta non ori tapi karena kertasnya nyangkut lagi.
Terpaksa kita ganti head untuk printer ke 2 dan sekaligus untuk printer yang pertama.
Mengganti printer dengan nomor seri terbaru atau merk lain agak sulit jika kita pengguna Linux. Seharusnya, rusaknya head, kita lebih baik membeli printer seri terbaru. Saat itu mencari driver printer merk Canon nomor seri terbaru untuk Fedora/Linux sangat susah. Tidak ada pilihan, dari pada pusing, ngubek-ngubek, teriak-teriak di milist atau ngirim surat ke Canon pusat dan jawabannya “sampai sekarang Canon seri “anu” tidak support di Linux”
Setelah si 2 printer ini bekerja keras kembali akhirnya rusaknya tambah parah perbaiki ke tempat lain sama juga no good … ke tempat service yang lain lagi … sama juga … baiknya cuma sebentar
Dari pada habis uang dan waktu … dengan sangat terpaksa beli baru dan sibuk “teriak-teriak” and then “ngubek-ngubek” di internet … tanya “Canon seri “anu” ….. support ke Linux ga ???!!”
Uggghhhh …. menyebalkan …..
Seandainya, printer Canon bisa ada sparepart seumur hidup seperti TV Sharp … printer seri terbaru ga laku kali ya…
Kalau merk lain begitu juga ga ya ??? *mode mikir”
Dipikir-pikir … pintar juga cara dagangnya ….
March 2nd, 2007 — Artikel, Bisnis, Story
Ada tambahan julukan ke saya yang diberikan oleh teman-teman setelah 1 tahun krisis ekonomi melanda Indonesia. Julukan itu adalah saya “Cinanya Indonesia”.
Mula-mula saya sewot karena sudah “kenyang” dari kecil dikatain “Padang pelit” atau “Padang bengkok” sekarang “Cinanya Indonesia”. Walah…. apalagi ini. Dulu saya menganggap yang ngatain saya adalah orang kejam karena memfitnah tanpa alasan yang jelas. Karena saya TIDAK BEGITU. Jangan sama ratakan donk. Masak-masak apa-apa “Auliah, Padang pelit!”, “Auliah, Padang bengkok”. Sekali lagi FITNAH yang sangat keji.
Saat itu saya langsung protes keras karena tidak ada keturunan Cina dan saya BUKAN CINA.
Setelah saya tenang, mereka memberi penjelasan. Tapi dipikir lagi sih, dilihat dari warna baju adat, warna pelaminan, musik dan beberapa wajah dari saudara-saudara saya ada nuansa negeri tirai bambu tersebut. Kalau wajah saya sendiri lebih (katanya) ke wajah orang Timur Tengah atau orang Aceh.
Kembali ke teman-teman saya ….
Menurut mereka (saat itu), pribumi yang menguasai ekonomi Indonesia dan mudah-mudahan bisa mengalahkan Cina yaitu orang Padang - untuk seterusnya saya akan mengatakan “orang Padang” itu “orang Minang”
Masak sih …. ??
Buktinya … kata mereka. Dimana-mana yang berdagang itu orang Minang dan mereka menyatakan kebanggaan mereka. And then, saya diminta untuk mengajarkan cara berdagang.
*gdubrak
Walaupun saya bilang tidak bisa berdagang tetap menurut mereka … pasti punya bakat dan tidak mungkin orang tua saya tidak mengajarkan cara berdagang.
*Mikir lagi ….. ingat-ingat ….
Diakui, memang dari kecil saya dan adik-adik sudah dikenalkan dengan toko karena kita harus siap menggantikan bapak untuk makan siang, misalnya atau menyerahkan kunci toko dipagi hari, sekaligus bantuin bukanya walaupun bantuannya ringan saja sesuai fisik anak 8 - 15 tahun.
Mencatat uang masuk, belajar membungkus barang, memperhatikan barang-barang jualan, memperhatikan orang-orang dan lain-lain, itupun dikasih tahu caranya oleh bapak. Kalau liburan sekolah, kita beredar di pasar, jaga toko … yah sementara jadi “preman pasar” atau kita disuruh kursus. Tapi setelah pulang dari kursus, yahhh kita jadi “preman pasar” lagi :p
Buktinya, kita terkenal nih…. sampai saya pernah ditanya sama tukang pangsit, “Adiknya yang berdua kemana ?” Itu jika saya tidak membawa kedua adik saya ke pasar. Kalau kita bertiga di pasar dijamin digodain …
Dari balita, saya diajak oleh bapak kemana saja. Mulai membeli barang dagangan sampai cuma lihat-lihat doank. Nah soal lihat-lihat donk atau jalan-jalan tujuannya untuk melihat peluang usaha baru atau cari grosiran yang lebih murah dari toko langganan yang lama … nah yang ini baru saya mengerti setelah besar.
Jika seorang anak kecil atau anak remaja yang saya jumpai berjualan, apapun jenis jualannya akan saya tanyakan “asalnya dari mana?”. Bila dijawab “dari Padang”. Saya hanya menjawab “Oooo …. pantes”. Tapi kalau dijawabnya suku yang lain di luar orang Minangkabau, saya angkat jempol.
Dan masih banyak lagi. Bapak saya langsung memberikan praktek. Kalau diceritain berbentuk tulisan jadi panjang nih …..
Cara hidup orang Minang dengan orang Cina beda jauh banget. Akhirnya saya tahu bedanya.
Beberapa minggu yang lalu, diacara MoneyTalk MetroTV membahas buku tentang cara “Kaya Ala Tionghoa”.
Menurut saya, ada yang tidak dipunyai orang Minang tapi ada di orang Cina. Adapula yang dipunyai orang Cina dan orang Minang. Nah, simpulin sendiri ya .. mana bedanya, mana samanya.
Orang Cina itu hemat, sebelum kaya mereka makan bubur. Orang Minang tidak bisa melakukan hal tersebut. Miskin aja makan daging. Daging sapi/kerbau dalam kehidupan orang Minang adalah makanan segala-galanya, untuk menambah gengsi dan kelasnya.
Tapi pada masa sekarang, setelah banyak sekali orang Minang terkena penyakit “orang kaya” yang bisa menghabiskan uang penghasilan ”seumur hidupnya”, akhirnya mereka mau makanan yang sehat.
Orang Cina itu untuk urusan kesehatan, vitamin dan susu lebih penting. Biarkan saja rumahnya amburadul, jelek, bobrok yang penting urusahan kesehatan nomor 1.
Orang Cina itu pekerja keras. Mereka selalu memikirkan bisnis, urusan gosip, urusan orang lain berpoligami dan lain-lain ga ada dikamus mereka. Yang penting dagang. Istilahnya “emangnya gw pikirin”
Sewaktu Presiden SBY ke Bukittinggi, mengatakan “Enak ke padang, tidak ada yang demo”
Lah .. iyalah … ngapain bikin acara demo … kita lagi sibuk cari makan. Kan lebih enak cari duit dari pada demo yang ga ada “piti”nya.
Seingat aul ya.. waktu krisis ekonomi melanda Indonesia, orang Minang itu tidak ada yang protes atau teriak-teriak … adem ayemmm. Kalau bahasa sombongnya “Ga ngeffect krisis ekonominya sama kita”
Jika orang Cina menikah, si istri adalah segala-galanya. Ia harus bisa menjadi manajer keuangan yang baik. Soal urusan uang, rumah tangga, sang istrinya yang mengatur. Kas di toko yang ngurusin sang istri. Si suami mencari peluang-peluang baru di luar toko. Jadi hemat uang, tidak usaha sewa orang lain.
Kemudian lakukan konsilidasi ke dalam. Artinya semuanya pegawai dari top sampai ke bottom gunakan keluarga sekandung. Jadi kalau ada rahasia dijamin ga bocor kali ya.. dan lebih penting lagi hemat uang karena tidak menyewa mahal orang. Jangan heran kalau anak-anak mereka yang masih kecil-kecil sudah diajarkan berdagang bantuin orang tuanya.
Bapak saya melarang ibu ke pasar. Tugasnya ngurusin anak, makan dan rumah. Kalau ikutan juga ke pasar, nanti kebutuhan rohani, jasmani, kecerdasan anak dll tidak tertangani dengan baik. Hmmm … ada benarnya juga.
Ibu saya itu hemat walaupun kita makanannya setiap hari khas Minang tapi ditambah jatah setiap 1 orang 1 mangkuk bakso sayuran hijau, ga boleh nolak. Setiap hari harus minum susu dan vitamin, harus tidur siang, belajarnya harus on time. Walaupun makanannya seperti itu, ibu saya selalu punya uang saat keadaan sangat kritis. Sampai sekarang, bapak saya tidak percaya kalau ibu tidak punya uang. Kedua orang tua saya mempunyai peraturan harus nyuci dan setrika baju sendiri. Ada jadwal ngepel, nyuci piring dan masak setiap hari. Tidak boleh nolak.
Mudah-mudahan di masa depan bukan orang Minang dan Cina saja ada dimana-mana menguasai perekonomian Indonesia.
Sepertinya segitu dulu ….
February 8th, 2007 — Artikel
Dear All,
We have to accept and prepare ourselves as we are living in the eartquake zone. We had some lessons learnt by a few incidents which happened recently. Expert’s advice and information from various sources are provide from time to time. With these we are more or less able to sense and rect to situations considering our status as PREPARED. Well, the working environment is well organized to handle such situations. Unfortunately is not the case in public places. Sometimes smal tips will be of great help during and in anticipation of an earthquake. Always tell yourself we are well ORGANIZED AND PREPARED. Do not panic and just follow instructios given.
Hope this tips will serve you better positively.
Don’t Rush Out of Doors
[See Picture]
- Get yourself under a desk. Cover your head with cushions or magazines so that you can protect your head from falling objects.
- No matter how bing an earthquake is, violent movements generally last for only one minute or so. Don’t panic !
At Home
[See Picture]
- Turn off the sources of fires quickly and open windows and doors.
- When a fire occurs, put it out with a fire extinguisher or other things such as blankets.
- Cooperate with your neighbors in extinguishing the fires.
- Switch off all the electricity circuit breakes. Turn the gas off at the main.
- Work out a plan regularly on how to promptly evacuate and what are required for the escape.
Keep in mind the following if you live in a highrise apartment house;
* Follow the instructions of the apartment complex custodian.
* Don’t use elevators.
The most frightening thing during an eartquake is the threat of fires. In the Great Kanto Eartquake, approximately 100,000 people were killed by fires.
On The Street
[See Picture]
- Keep away from vending machines or block walls. They are likely to fall over easily.
- To protect yourself from falling object, rush into a building or make your way to a nearby open area.
- Stay away from downed electrical power lines.
In the Off-Shore Miyagi Earthquake, 18 people were killed by some falling concrete block walls, stone walls or gateposts. Also, in the Great Hanshin-Awaji Earthquake, a large number of buildings collapsed. As a result, glass debris were coming down on people.
In Department Store or Movie House
[See Picture]
- In a department store, protect your head with a bag or a shopping bag in hand. Stay away from the exhibit shelves. They are likely to fall over easily.
- In a movie house, get under the seats to protect your head from falling objects
- Don’t scramble for exits or elevators.
Don’t try to find your own way out. Stay calm down and follow the instructions announced inside the department store/movie house or by persons-in-charge.
In Underground Passageway
[See Picture]
- The fearsome thing when you are underground is not the damage caused by the earthquake but the confusion by panic. Even when the power is down, some emergency lights will come on in a split second. There is no need for you to rush to stairs or emergency exits.
- Don’t use elevators.
- Follow the instructions of the person-in-charge.
On Subway or Other Public Transportation
- Stay inside the train unless it is absolutely necessary to leave. Otherwise, you may be electrocuted or hit by another train.
- Hold on to a strap, handrail or anything that is fixed firmly inside the train.
- Follow the instructions of a member of the train crew or station staff.
On the Beach or Near River
[See Picture]
- When you feel a tremor near the beach or when a tidal wave alarm is issued, leave the place right away for some heights.
- Tidal waves come continuously one after the other. Be on the alert until the “all clear” sign is given.
- Listen to the radio or watch television, or get contact with the police or local public offices for accurate information. Don’t be fooled by rumors.
Pay attention to whether a tidal wave alarm is issued or not in case of a big earthquake. Back in 1993, tidal waves hit the Okushiri Island off the south-west coast of Hokkaido within five minutes after an earthquake occurred. Twho hundred two people were reported killed and 28 missing.
Evacuation in Group
[See Picture]
- Follow the instructions of police officers or person-in-charge. Don’t try to evacuate on your own. Move with the neighborhood or resident association.
- Evacuate on foot and keep your emergency takeout items to the minimum.
- People in the community should cooperate in the evacuation of : persons who are hospitalized; bedridden senior citizens, and the physically/mentally handicapped.
Keep your valuables with you
[See Picture]
- Keep your valuables in the places so that, in an emergency, you can take them out immediately.
- Make sure to keep your valuables with you when you evacuate.
For example : after the Great Hanshin-Awaji Earthquake and the Niigata Chuetsu Earthquake, a number of houses and shops were broken or looted while the people were out for evacuation.
Follow Accurate Information
[See Picture]
- On your way to or after seeking safety at a designated Evacuation Site, listen to the radio or watch televesion for emergency public announcements. Don’t be misled by false information.
- People will become extremely nervous and panicky after severe tremors. Therefore, you should refrain from talking and acting irresponsibly.
Whenever a big earthquake occurs, dissemination of false information misleads us. As an example, during the Great Hanshin-Awaji Earthquake, some rumors circulated and almost triggered panic. However, most people kept calm and sought accurate information so as to maintain order.
Source :
retny@idealfastener.net and Earthquake Center Japan
February 2nd, 2007 — Artikel
Setiap datangnya musim hujan juga datang banjir. Untuk warga Ibukota Jakarta atau lebih luas lagi yaitu Indonesia, banjir saat musim hujan merupakan hal biasa. Air yang mengguyur bumi bisa menjadi teman bisa juga menjadi musuh.
Kalau air menjadi teman jika lingkungan di bumi begitu ramah menyambutnya. Misalnya tidak ada tanah yang gundul, saluran air lancar, tidak ada yang membuat sampah ke got dan sebagainya.
Sayangnya, di Indonesia air yang kalau curahannya banyak sekali, ia menjadi musuh. Tapi bukan salah air, salah manusia. Karena tidak bisa melindungi hutan, dibabat habis untuk kebutuhan komersial, suka membuang sampah ke got, banyaknya pemukiman penduduk dibantaran kali sehingga membuat sungai mendangkal.
Saat ini Ibukota Jakarta sebagai ibu kota negara lumpuh karena banjir. Begitu juga daerah sekitarnya. Perumahan terendam air yang tingginya bisa mencapai leher orang dewasa bahkan rumah hanya terlihat atapnya saja. Air juga masuk ke Istana Presiden. Air melumpuhkan telkom, bahkan situs yang berada di telkom tidak bisa diakses. Jaringan internet milik telkom pun mati.
Begitu besar efek yang ditimbulkan oleh air baik dari hal positif maupun negatif.
Kenapa kita tidak pernah mau belajar dari pengalaman. Setiap musim selalu berteriak, sengsara dan musibahnya itu ke itu saja. Dan masalahnya itu ke itu saja.
January 26th, 2007 — Artikel
Dia anak muda yang masih belia. Umurnya 21 tahun. Namanya Wang Chungqing. Tapi, dialah yang menyelamatkan Kabupaten Qinglong dari bencana besar. Tak satu pun orang meninggal di daerahnya. Padahal, akibat gempa terbesar di dunia selama satu abad ke-20 yang terjadi pada 1976 lalu itu luar biasa. Di Kota Tangshan, tetangganya, jumlah orang yang meninggal mencapai 280.000 jiwa (melebihi korban tsunami Aceh).
Yang dilakukan Wang Chungqing kini tercatat dalam dokumen internasional yang semestinya bisa menjadi pelajaran bagi negara-negara yang berpotensi terkena gempa. Dokumen itu lengkap menyebutkan apa yang diprogramkan Wang dan bagaimana menerapkannya dalam action plan. Memang, tercatat satu orang meninggal di Kabupaten Qinglong saat itu, namun ternyata akibat serangan jantung.
Dua tahun sebelum gempa, Wang ditunjuk sebagai kepala kantor penanggulangan gempa di kabupatennya. Memang, tidak ada penjelasan mengapa pemerintah berani mengangkat pejabat semuda itu. Saya sedang berusaha bertemu anak itu yang sekarang tentu umurnya masih 50 tahun. Tentu saya tidak bisa mencarinya dalam waktu singkat karena kesibukan saya di Tianjin saat ini. Kalau saja saya masih wartawan seperti zaman muda dulu, pasti orang tersebut sudah saya temukan.
Pemuda Wang yang tercatat dalam dokumen itu sangat memperhatikan informasi dari ahli-ahli geologi. Memang, saat dia diangkat menjadi pimpinan satkorlak gempa kabupaten tersebut, sudah ada informasi dari pemerintah pusat bahwa dalam waktu dua tahun kemungkinan akan terjadi gempa besar di kawasan utara Tiongkok. Namun, kapan waktunya dan di daerah mana saja yang terkena, tidak ada yang tahu.
Padahal, kawasan utara Tiongkok sangat luas. Pokoknya, pemerintah pusat hanya menegaskan bahwa gempa tersebut akan terjadi di kawasan tujuh provinsi di utara (Tianjin, Beijing, Hebei, Shanxi, dan sekitarnya).
Yang membedakan pemuda Wang dari pimpinan satkorlak (eh, apa tepat ya menggunakan istilah ini?) di kabupaten lain adalah: Wang sangat memperhatikan informasi itu. Sedangkan kabupaten lain tidak. Dia berusaha di kabupatennya dipasangi detektor sederhana. Lalu, diterapkan juga cara-cara tradisional.
Misalnya, setiap hari mengecek kualitas air di sumur-sumur penduduk. Berubah warna dan rasa atau tidak. Mengecek air sungai. Meletakkan gelas-gelas berisi air di atas tanah. Setiap hari dicek, apakah ada air yang tumpah akibat getaran atau tidak.
Tiap hari prosedur itu dilakukan. Tentu bisa sangat membosankan karena gempa tidak juga datang setahun setelah persiapan tersebut. Namun, pemuda Wang tidak bosan. Dia terus mengadakan kontak dengan ahli geologi, melakukan rapat dengan kelompok-kelompok masyarakat, mengajari cara-cara menyelamatkan diri, dan mempersiapkan tim pertolongan.
Ketika informasi akan terjadinya gempa mendekati dua tahun, usaha Wang semakin intensif. Sebulan sebelum terjadi gempa, langkah-langkahnya semakin konkret. Dia meminta agar masyarakat tidak lagi menutup pintu dan jendela waktu malam agar kalau terjadi gempa bisa menyelamatkan diri dengan cepat. Dia meminta satu di antara anggota keluarga tidak tidur secara bergiliran.
Namun dia tetap tidak tahu akan terjadi gempa. Bahkan, dia memprogramkan, pada 28 Juli, Wang akan mengadakan simposium besar untuk menyadarkan masyarakat mengenai bahaya gempa. Tentu simposium tersebut tidak terjadi karena gempanya ternyata sudah datang pada 26 Juli, dua hari sebelum itu.
Tapi, banyak program yang sempat dilakukan. Misalnya, sejak 25 Juli sekolah harus mengajar muridnya di luar kelas. Penduduk sebanyak mungkin berada di luar rumah. Dokter yang bertanggung jawab mengepalai penyelamatan sudah ditunjuk. Dan seterusnya.
Maka, di kabupaten tersebut, meski guncangan gempa juga hebat dan rumah yang roboh mencapai 180.000 rumah, tidak satu pun orang meninggal.
Rasanya, kita juga pernah diberi informasi bahwa akan terjadi gempa besar di selatan Jawa. Ahli Australia yang mengemukakannya. Sikap kita umumnya menyepelekan informasi itu. Kalau saja ada pemuda Wang di Kabupaten Bantul atau Pacitan atau Klaten, barangkali akibat gempa Jogja akan berbeda. Barangkali. (*)
Sumber : indopos
http://indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=229392
January 26th, 2007 — Artikel, Story
Malam kemarin, pukul 21.00 tiba-tiba terdengar suara gaduh diluar, antara kaca dan rolling door. 2 menit saya biarkan, lama-lama … saya berdiri dan melihat …
Wah … apa yang mereka lakukan ? Mereka seperti panik, berusaha masuk ke dalam ruangan, mondar-mandir ga tentu arah. Saya hitung… ada 10 ekor kecoa. Tumben, pada keluar semua. Biasanya tidak begini.
Saya berdiri 5 menit, berpikir cepat. Akhirnya, saya pegang meja … tidak bergetar. Saya lihat sekeliling ruangan. It’s OK. Saya melihat kembali gerombolan kecoa yang masih panik.
Kesimpulannya :
Saya menyelesaikan pekerjaan di komputer, matikan komputer, buka pintu ke arah rumah. Sambil menunggu komputer mati, saya bereskan meja, masukkan 2 handphone di kantong celana, ambil segepok kunci, kunci laci. Jalan kebelakang rumah, lihat ke luar …. hmmm, tidak ada kecoa. Kembali ke komputer.
Rupanya sudah mati komputernya, kemudian mati powersupply, cabut colokan, matikan lampu 1 kemudian lampu ke 2 dan tutup pintu kemudian menguncinya.
Sekarang, giliran ke luar rumah.
Waduh, sudah dikunci, saya ambil kunci. Saya keluar dan melihat rolling door. Kecoanya kemana ? udah ga ada. Saya lihat sekitar …. tidak ada apa-apa.
Pagi ini, pukul 6.00 WIB, baca koran online Suara Pembaharuan.com. dengan berita Aktivitas Seismik Meningkat, Masyarakat Diminta Siaga. Menurut D. Chandrasekharam, profesor senior di bagian ilmu bumi dari Institut Teknologi India di Mumbai, India mengatakan telah terjadi aktivitas seismik sepanjang wilayah Jawa, Sumatera, dan Andaman, Asia Tenggara sebulan terakhir ini. Masyarakat yang dilewati lempengan tersebut diminta waspada.
Keterangan profesor itu dikuatkan oleh BMG tapi tidak berani mengatakan akan terjadi bencana besar.
Saya pasrah … setelah mengasuransikan rumah untuk bencana alam. Tinggal banyak berdoa, menyusun strategi yang disimpan di kepala.
Sayangnya, rumah saya keamanannya berlapis, padahal rumah bukan jenis elit. Kalau gempa terjadi pasti sibuk nyari kunci, buka kunci, buka gembok
Waktu anak krakatau berulah, saya sekeluarga sudah menyiapkan ransel yang berisi pakaian seadanya, biskuit, minuman botol, ditaruh disamping tempat tidur. Kita tahu dimana surat-surat berharga ditaruh.
Setelah anak krakatau diam, tiga bulan kemudian kita sudah mengembalikan barang-barang yang diransel. Tapi tetap surat-surat berharga ditempat yang terjangkau untuk diraih.
Sekarang …. saya melakukan hal yang sama ? hmm … belum tahu. Sekarang hanya bisa berdoa. Hidup saya ditanganNya. Yang penting kita sudah berusaha.
January 19th, 2007 — Artikel
Date Posted : 14 Februari 2006
Menurut saya, dibawah ini adalah doa atau puisi. Didapat dari undangan pernikahan sepupu saya “Mukti Ali Munir”. Maklum baru baca seperti dibawah ini, biasanya kalau ada undangan cuek bebek cuma baca siapa yang nikah. Judulnya CINTA. Berikut isinya :
CINTA
Ya Robbi,
Saat aku menyukai seorang, ingatlah aku bahwa ada sebuah akhir, sehingga aku tetap bersama yang tak pernah berakhir.
Ya Robbi,
Ketika aku merindukan seseorang kekasih, rindukanlah kepada yang rindu cinta sejatimu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi.
Ya Robbi,
Jika aku mencintai seseorang, temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu, agar bertambah kuat cintaku pada-Mu.
Ya Robbi,
Ketika aku sedang jatuh cinta, jagalah cinta itu, agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Robbi,
Ketika aku berucap “Aku Cinta Padamu” biarkanlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu …
Amien 3x Ya Allah ya Robbal ‘Alamin…
December 20th, 2006 — Artikel
Jam 13.00, Bapak saya bilang tukang koran keliling komplek perumahan untuk mempromosikan isi koran tentang guru men-smack down muridnya…
Rupanya guru ga mau ketinggalan trend ya….
Dan hari ini, tanggal 21 Desember 2006, sekolah tersebut ramai…
Saya cari beritanya .. ketemu deh… di Monitor Depok, rupanya kejadiannya sudah lama.. ketinggalan berita nih, padahal sekolahnya satu komplek sama rumah Aul… kok gw ga tahu ya… :))
Maklum, jarang ngegosip same tetangge
Berikut beritanya …
SAWANGAN, MONDE: Barangkali terpengaruh tayangan smack down, seorang guru Sekolah Dasar Islam Nurul Hidayah di Kel. Pondok Petir, Kec. Sawangan, NH, dilaporkan ke Polsek Sawangan.
NH dilaporkan telah menendang perut Hari (12), siswa sekolah itu. NH bukannya dilaporkan Hari atau keluarganya, tapi justru oleh sesama guru di sekolah itu, Alimin. Pelaporan ini bertujuan agar kekerasan semacam itu tak terulang lagi.
Di kantor Polsek Sawangan, Alimin mengemukakan, peristiwa itu terjadi di tempat ibadah milik sekolah, 29 November 2006. Namun kejadian itu, katanya, tidak dilihatnya secara langsung lantaran pada saat itu tengah melaksanakan sholat Dzuhur.
Namun, menurut saksi mata, yang juga rekan korban di SDI Nurul Hidayah, kata Alimin, disebutkan bahwa kejadian kekerasan itu memang terjadi.
Korban, menurut saksi mata, ditendang oleh NH karena dianggap tak disiplin. “Kejadian itu sebelum sholat,” kata Alimin mengutip saksi mata. Tentu saja, kata Alimin, korban kesakitan. Saat itu, katanya, korban masih melakukan sholat Dzuhur.
Seusai sholat korban mengalami kejang-kejang.
“Jadi saya melaporkannya [ke polisi], didampingi saksi yaitu rekan korban,” tutur Alimin.
Saat melapor ke kantor Polsek Sawangan Alimin didampingi Liestyati Sugeng Haryono, warga setempat, Chairul Pasaribu yang mengaku ikut mendirikan sekolah Nurul Hidayah, dan Rini Sriandi, orang tua siswa.
Kepala Pengawas Sentra Pelayanan Masyarakat (SPK) Polsek Sawangan Aiptu Iksan menyebutkan laporan tentang guru tercatat dengan nomor polisi 425/K/XII/2006/Swg.
Mengomentari peristiwa tersebut, Liestyati Sugeng Haryono mengatakan, peristiwa ini tidak bisa dibiarkan dan harus diproses secara hukum sehingga ada efek jera bagi pelaku. Sebab, lanjut dia, dalam dunia pendidikan jika anak tidak disiplin, tidak harus diperlakukan seperti itu.
“Ini sama juga smack down,” ujar Liestyati yang duduk di LSM Perhimpunan Orang Tua Murid Indonesia (POMI) pusat.
Sementara itu Rini Sriandi, orang tua siswa di sekolah tersebut, minta kepada pihak sekolah untuk memberikan sanksi kepada pelaku agar nantinya kejadian serupa tidak terulang. “Saya minta kepada pihak sekolah memberikan sanksi kepada pelaku,” ujarnya.
Chairul Pasaribu yang mengaku sebagai pendiri dan pembina sekolah itu menambahkan, sehari setelah peristiwa ditendangnya siswa SDI kelas VI Nurul Hidayah itu, dia bersama Bimas dan kepolisian setempat datang ke sekolah untuk mengetahui peristiwa yang sebenarnya.
Tapi saat itu, belum ada penjelasan secara langsung dari guru itu (NH), namun istrinya mengaku bahwa persoalan itu sudah dimusyawarahkan.
Sementara itu saat Monde menghubungi sekolah itu beberapa kali melalui telepon untuk mendapat konfirmasi mengenai persoalan ini, nomor yang dituju tidak ada yang mengangkat.(sud)
December 18th, 2006 — Artikel
Prof Dr M Quraish Shihab:
Sejak lama istilah poligami, jumlah yang tidak sedikit dari perempuan yang berhak digauli, sudah dikenal dalam kehidupan manusia. Tidak hanya di kalangan masyarakat Arab Jahiliyah tapi juga negara-negara Eropa seperti di Jerman, Swiss, Belanda, Denmark, Swedia, Norwegia hingga Inggris. Islam membolehkan poligami berdasar firman Allah SWT pada Alquran surat Nisa (4) ayat 3. Namun demikian, bukan berarti ayat itu membuka lebar-lebar pintu poligami tanpa batas dan syarat, tetapi dalam saat yang sama ia tidak juga dapat dikatakan menutup pintunya rapat-rapat, sebagaimana dikehendaki sementara orang.
Poligami itu bukan anjuran, tetapi salah satu solusi yang diberikan kepada mereka yang sangat membutuhkan dan memenuhi syarat-syaratnya. Poligami mirip dengan pintu darurat dalam pesawat terbang yang hanya boleh dibuka dalam keadaan emergency tertentu,” tandas Quraish kepada Damanhuri Zuhri dari Republika di ruang kerjanya Pusat Studi al Quran (PSQ) Ciputat Tangerang Selasa (5/12). Berikut ini penjelasan lengkap tentang apa dan bagaimana poligami menurut Islam:
Kapan istilah poligami mulai muncul?
Poligami telah dikenal oleh masyarakat manusia, yaitu hubungan dengan perempuan yang berhak digauli dengan jumlah lebih dari satu. Dalam Perjanjian Lama misalnya, disebutkan bahwa Nabi Sulaiman AS memiliki tujuh ratus ‘istri’ bangsawan dan tiga ratus gundik. Poligami meluas di samping dalam masyarakat Arab Jahiliyah juga pada bangsa Ibrani dan Sicilia yang kemudian melahirkan sebagian besar bangsa Rusia, Lithuania, Polandia, dan sebagainya.
Bagaimana pandangan Islam tentang poligami?
Islam membolehkan poligami berdasar firman Allah dalam QS an-Nisa’ ayat 3 yang artinya: ”Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap perempuan (yatim), maka nikahilah yang kamu senangi dari perempuan-perempuan (lain): dua-dua, tiga-tiga atau empat-empat. Lalu jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka seorang saja, atau budak-budak perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” Ayat ini turun berkaitan dengan sikap sementara pemelihara anak yatim perempuan yang bermaksud menikahi mereka karena harta mereka tapi enggan berlaku adil.
Pada ayat tersebut disebutkan adanya syarat berlaku adil, bisa dijelaskan?
Dalam ayat tersebut terdapat kata khiftum yang biasa diartikan takut, yang juga dapat diartikan mengetahui, menunjukkan bahwa siapa saja yang yakin atau menduga keras atau bahkan menduga tidak akan berlaku adil terhadap istri-istrinya yang yatim maupun yang bukan, maka mereka tidak diperkenankan oleh ayat tersebut untuk berpoligami. Yang diperkenanakan berpoligami hanyalah yang yakin atau menduga keras dapat berlaku adil. Yang ragu, apakah bisa berlaku adil atau tidak, seyogyanya tidak berpoligami.
Ada yang menyebutkan ayat tersebut merupakan perintah untuk berpoligami karena adanya fi’il amr (kata kerja perintah, red)?
Ayat ini tidak menganjurkan apalagi mewajibkan berpoligami, tetapi ia hanya berbicara tentang bolehnya poligami. Poligami dalam ayat itu merupakan pintu kecil yang hanya dapat dilalui oleh siapa yang sangat membutuhkan dan dengan syarat yang tidak ringan. Islam mendambakan kebahagiaan keluarga, kebahagiaan yang antara lain didukung oleh cinta kepada pasangan. Cinta yang sebenarnya menuntut agar seseorang tidak mencintai kecuali pasangannya.
Kira-kira apa yang melatarbelakangi seseorang berpoligami?
Bukankah kenyataan menunjukkan bahwa jumlah lelaki lebih sedikit dari jumlah perempuan? Bukankah rata-rata usia perempuan lebih panjang dari usia lelaki, sedang potensi masa subur lelaki lebih lama daripada potensi masa subur perempuan? Hal ini bukan saja karena mereka mengalami haid, tapi juga karena mereka mengalami manopouse sedang lelaki tidak mengalami keduanya. Bukankah peperangan yang hingga kini tidak kunjung dapat dicegah lebih banyak merenggut nyawa lelaki daripada nyawa perempuan? Maka poligami ketika itu adalah jalan keluar yang paling tepat. Namun sekali lagi perlu diingat poligami bukanlah anjuran apalagi kewajiban. Seandainya ia anjuran, pasti Allah SWT menciptakan perempuan lebih banyak empat kali lipat dari jumlah laki-laki, karena tidak adanya menganjurkan sesuatu kalau apa yang dianjurkan tidak tersedia. Ayat ini hanya memberi wadah bagi mereka yang mengingingkannya, ketika menghadapi kondisi atau kasus tertentu. Poligami mirip dengan pintu darurat dalam pesawat terbang, yang hanya boleh dibuka dalam keadaan emergency tertentu.
Bagaimana dengan anggapan berpoligami adalah sunnah Rasul?
Tidak bisa dikatakan bahwa Rasul SAW menikahi lebih dari satu perempuan dan pernikahan semacam itu hendaknya diteladani. Karena, tidak semua apa yang dilakukan Rasul SAW perlu diteladani sebagaimana tidak semua yang wajib atau terlarang bagi beliau, wajib atau terlarang pula bagi umatnya. Bukankah Rasul SAW antara lain wajib bangun shalat malam dan tidak boleh menerima zakat? Bukankah tidak batal wudlu beliau bila tertidur? Selanjutnya perlu dipertanyakan buat mereka yang beranggapan poligami adalah sunah Rasul SAW. ”Apakah benar mereka benar-benar ingin meneladani Rasul SAW dalam pernikahannya?”
Kalau benar demikian, maka perlu mereka sadari Rasul SAW baru berpoligami setelah pernikahan pertamanya berlalu sekian lama setelah meninggalnya Khadijah RA. Kita ketahui Rasul SAW menikah dalam usia 25 tahun, 15 tahun setelah pernikahan beliau dengan Sayyidah Khadijah RA, beliau diangkat menjadi Nabi. Istri beliau ini wafat pada tahun ke-10 kenabian Beliau. Ini berarti beliau bermonogami selama 25 tahun. Lalu setelah tiga atau empat tahun sesudah wafatnya Khadijah RA, baru beliau menggauli Aisyah RA yakni pada tahun kedua atau ketiga Hijriyah, sedang beliau wafat dalam tahun ke-11 Hijriyah dalam usia 63 tahun.
Ini berarti beliau berpoligami hanya dalam waktu delapan tahun, jauh lebih pendek daripada hidup bermonogami beliau, baik dihitung berdasar masa kenabian lebih-lebih jika dihitung seluruh masa pernikahan beliau. Jika demikian, maka mengapa bukan masa yang lebih banyak itu yang diteladani? Mengapa mereka yang bermaksud meneladani Rasul SAW itu tidak meneladaninya dalam memilih calon-calon istri yang telah mencapai usia senja? Semua istri Nabi SAW selain Aisyah adalah janda-janda yang berusia di atas 45 tahun? Di samping itu, mengapa mereka tidak meneladani beliau dalam kesetiaannya yang demikian besar terhadap istri petamanya, sampai-sampai beliau menyatakan kecintaan dan kesetiaannya walau di hadapan istri-istri beliau yang lain?
Dialog Jum’at, Harian Republika, Edisi Jum’at, 8 Desember 2006