Pemain figuran sudah biasa di sinetron atau film. Biasanya pemain figuran bayarannya lebih rendah daripada pemain utamanya dan pembantu.
Pemain figuran untuk menambah warna dalam media tersebut dan juga merupakan bagian terpenting dalam sinetron atau film. Beberapa sinetron kadang-kadang saya lihat pemain figuran yang tidak lazim. Dia biasa berjalan dengan sangat santai atau tiba-tiba muncul atau dengan sangat nyantainya melakukan ritual mandi. Kadang-kadang juga dia juga matanya menghadap kamera dan melihat orang-orang disana, yang jelas dia melihat sambil duduk dengan takzim bahkan dengan penuh tanya.
Sayangnya pemain figuran yang tidak lazim ini, jarang yang cantik, tubuhnya awut-awutan, kurus kering. Kadang-kadang juga berwajah senduh dan kuyuh. Apakah ga makan 2 hari 2 malam ya … ?
Kami sekeluarga, jika pemain figuran tak lazim muncul di televisi, langsung heboh dan lebih terfokus sama pemain figuran tak lazim seseru apapun sinetron atau film yang lagi ditonton. Komentarnya bisa macam-macam, misalnya “Weahhh, ada yang lewat … !”, “Dibayar berapa tuh ?”, “Duh, gimana nih, merusak pemandangan saja !!”, “Ada cewe cakep lewat … !! (padahal belum tentu pemain figuran tak lazim itu cewe), dll deh …. ![]()
hmmm … tapi kita tahu kok mana yang cewe dan cowo …. ![]()
Sangat pasti pemain figuran tak lazim ga ada dalam skenario, kok tidak di cut ya … kan merusak pemandangan dan menghilangkan keseruan.
Kecuali filmnya memang film binatang dan membutuhkan banyak figuran non manusia, bahkan sah saja figuran tak lazim dan tidak dibayar berbentuk binatang tiba-tiba nonggol.







