Entries Tagged 'Kesehatan' ↓

Kanker Rahim

2 bulan lalu, istri keponakan bapak saya baru saja selesai operasi kanker rahim. Usia istrinya masih muda, yah sekitar 30-an. Sudah punya anak 4 orang, masih sekolah semua.

Selain kanker juga ada kista di rahim. Pendarahan cukup hebat sampai beberapa kali pingsan, juga kehilangan banyak darah sehingga wajahnya memucat. Untung cepat ditangani dengan baik. Sayangnya rahim harus segera diangkat. Tapi masih untung, mereka sudah punya anak :D

Larangan yang diajukan oleh dokter kepada istri keponakan bapak saya yaitu :

Sebaiknya perempuan jangan suka junk food, sofdrink, bumbu penyedap, makanan yang dibakar dan mempergunakan celana jins. 

Kalau dipikir-pikir iya sih, kalau keseringan memang bahaya. Contoh saja : bumbu penyedap ada yang bisa buat pupuk tanaman. Junk food kebanyakan minyak. Warna hitam pada makanan yang dibakar yang pernah saya baca menimbulkan kanker. Celana jins ada campuran bahan kimia.

Pada umumnya, jualan di sekitar kita, bumbu penyedapnya seabrek-abrek. Misalnya 1 kg suatu bumbu jajanan bisa dituangkan 2 bungkus besar penyedap rasa. Kata penjualnya nanti ga enak :P

Ditambah lagi, kasus-kasus formalin, pewarna pakaian yang digunakan pada makanan dan sebagainya, bisa menimbulkan bahaya bagi tubuh

Jadi sebagai perempuan hati-hatilah, buatlah makanan sendiri di rumah. Untuk pria pun juga begitu. Walaupun rasa makanan rumah ada yang tidak sama persis seperti jajanan di luar, yang penting sehat bagi tubuh.

Kan Sudah Dibilangin

Penyakit apa lagi nih, flu babi. Menurut informasi, beberapa tahun lalu pernah flu babi menyerang di Spanyol. Tapi ga begitu heboh yah, atau saya ga baca koran atau dengar beritanya :D. Yang di Spanyol kabarnya menewaskan 1 juta orang. Wuihhh………..

Sekarang, flu babi menyerang kembali. Giliran Meksiko. Sudah ratusan yang kena. Dilihat ditelevisi, ibu kota Meksiko menjadi sepi, orang-orang keluar rumah menggunakan masker dan sarung tangan. Dulu flu babi ini hanya menyerang antara babi, sekarang menyerang ke manusia dan kemudian manusia dengan manusia.

Amerika Serikat sebagai tetangga sudah merasa was-was atau sudah kena yah ? :D

Flu babi juga sudah ada di Israel. Asia siaga 1. Indonesia dengan segera mengantisipasinya. Menurut keterangan dari Departemen Kesehatan RI, flu babi ini menyebari di negara 4 musim. Tapi kita sebagai negara 2 musim harus waspada juga, kali aja bakteri/virus nya beradaptasi dengan lingkungan yang ada :D

Waktu flu burung melanda Bali tahun kemarin, ada 1 pasien terkena flu babi, tapi berobat jalan dan pasien ini sembuh.

Dalam agama Islam, umatnya dilarang makan daging babi. Pasti sudah tahu kan kenapa dilarang makan daging babi :D jadi ga diterangin di sini. Lagi pula saya ga gitu ahli agama. Nanti pada tanya semua di sini. Di google aja yah :)

Nah, mungkin ini akibat manusia tetap ngeyel makan daging babi padahal sudah dikasih tahu, ini akibatnya. Kalau ga bisa dikasih tahu lewat tulisan, dikasih tahunya caranya seperti ini.

Sepertinya gitu yah …. ditunggu aja penyakit yang lain, misalnya penyakit menular dan mematikan, belum ada obatnya yang diakibatkan minuman keras berlebihan.

Imunisasi Kaki Gajah Gratis

Hari Sabtu, tanggal 20 Desember 2008, jam 16.00 sampai dengan 19.00 WIB, pemerintah kota Depok mengadakan imunisasi kaki gajah.

Menurut edaran kantor Kelurahan, warga yang terkena kaki gajah di wilayah Depok sudah 30 orang atau 10%. Di komplek saya terdengar baru 1 orang di wilayah RW 7. Sedangkan tetangga kita yaitu Tangerang sudah banyak yang kena tapi angka pastinya belum jelas.

Imunisasi gratis ini diberikan dari usia 2 tahun sampai dengan 70 tahun. Tidak boleh diberikan kepada orang yang mempunyai penyakit kronis atau berbahaya, salah satunya darah tinggi, ginjal dan lain-lain. Tapi Bapak saya yang punya darah tinggi akut masih bisa minum, sampai sekarang tidak apa-apa.

Obatnya ada 5 butir, harus dimakan semuanya saat itu. Imunisasi dilakukan 1 kali selama 5 tahun. Jadi tahun depan imunisasi lagi tanggal 20 November 2009. Menurut dokter, minumnya harus malam karena salah satu efeknya mengantuk. Kalau tetangga ada yang bilang setelah makan obat tersebut pusing kepala dan mual-mual.

Karena hari Sabtu, saya pergi dan pulangnya malam hari, esok harinya obatnya dianter sama ibu PKK.

Jadi, sampai ketemu lagi tahun depan :)

Menyiksa Diri Sendiri

Banyak yang bilang bahwa saya menyiksa diri sendiri. Hahaha …. iya sih … ingin tersenyum dan tertawa lepas, saya menyiksa diri untuk menggunakan kawat gigi aka behel.

Saya jadi kurang nafsu makan karena gigi untuk mengunyah sakit sekali. Bisa muncul kurang lebih 3 sariawan.

Yang minggu pertama pemberian breket pada gigi bawah, nah saya susah makan, jadi makannya mie instan. Sebenarnya mau makan bubur bayi tapi malu ahh … ditahan aja :D

Kalau sariawan, udah ada obatnya sih, tapi biasanya saya tangguhkan memberi obat sampai saya ga kuat untuk nahan sakitnya. Kalau tidak pake obat kimia bisa kumur dengan air hangat asin. Kalau kumur, xixixi ….. kadang-kadang males :D

Sebenarnya saya nafsu makan, tapi kalau sudah banyak nasi yang berkumpul dipinggir behel, jadi tidak enak. Jadi saya rapikan nasi-nasi itu dengan jari telunjuk. Al hasil makannya lama. Apalagi kalau besar lauknya, misalnya daging itu harus dipotong kecil-kecil, kerupuk dipotong kecil-kecil, bakso dipotong-potong super kecil. Lama kan :)

Pernah makan diluar, makan mie ayam pake daun sawi. Daun sawinya nyangkut di cincinnya ……….. wakakakak ……. duh … terus … mienya pada ngumpul dibreket atas dan bawah ….. wakakakak … duh kan keliatan tuh kalau ketawa …. kan malu kalau makan ama cowo dan teman-teman ;)

Untuk menambah energi dan tidak kekurangan gizi, saya jadi minum susu dan vitamin.

Terakhir kontrol, dokter pesan, makannya pelan-pelan karena breket yang dibawah belum ada cincinnya, jadi kemungkinan untuk lepas sangat besar. Jika lepas, dipotong aja pake tang …

Gedubrak ….. saya cuma bisa terpana kemudian nyengir kuda :D

Tapi ya udah …

Demi senyum odol, bela-belain pake behel :)

Selain demi senyum odol alias kecantikan, banyak anak muda sekarang pake behel agar dianggap orang kaya …. gdubrak lagi deh …..

Duh ….  wakakakak … bisa gitu ya … :p

Stop ! Jangan Batuk Di Depan Saya

Kenapa di Indonesia tidak ada pelarangan orang untuk batuk
sembarangan, dilarang buang ludah/dahak sembarang tempat atau ada peraturan jika pilek dan batuk tidak boleh menampilkan diri didepan publik/tidak boleh masuk kerja.

Yang saya tahu di Sumatera Barat, kalau ketahuan meludah sembarang, disuruh jilat ludah itu.

Atau juga “curigai orang kurus”

Untuk batuk, pilek, kita pasti tahu kalau di kita seperti penyakit massal. 1 orang pilek/batuk nanti ga lama seisi kota terkena dampaknya. Jadi terkenalmusim batuk/pilek.

Gimana kalau orang yang batuk itu pengidap penyakit TBC. Ada yang batuk, mulutnya ditutup pake tangan, terus megang ke benda lain yang dipegang oleh orang juga. MIsalnya kursi dibis, besi dibis. Parahnya jika batuk ga ditutup, pasti virusnya terbang kan kemudian dengan tidak sengaja terhisap. Masih untung kalau si hidup penghisap tersebut dalam keadaan fit. Bagaimana
kalau tidak ?

Ada orang yang meludah dahak, ludah, buang ingus di lantai halte. Saya pernah, rok saya disebelah belakang ada cairan kental. Entah datangnya dari mana. Duh, jadi mau muntah ….

Jika dahak, ludah, ingus itu kalau kering bagaimana ? Apakah virusnya didalam dahak, ludah, ingus terbang tertiup angin bila encer atau kering ?

Ada tetangga saya, dia perokok berat, batuknya juga sangat berat. Kata dokternya, paru-parunya sudah parah. Yang saya sebelkan beliau kalau batuk ga pernah ditutup, terus suka menghadap saya jika batuk. Saya sudah bilang “Pak, kalau batuk ditutup donk mulutnya terus jangan menghadap saya”.

Kemudian, memang tidak selamanya orang kurus itu mengidap penyakit. Mungkin dari keturunannya seperti itu. Tapi bisa ga ya … kita mengetes rame-rame baik orang gemuk dan orang kurus …

Kalau ngetes apakah paru-paru kita terkena TBC apakah cukup rontgen saja ?

Bedah Mulut

Minggu, tanggal 15 Juni 2008, kurang lebih pukul 9.30 pagi, 2 gigi di rahang bawah yang posisinya tidak bagus dicabut.

Kata dokter ortho, saya ditangani sama dokter gigi spesialis bedah mulut. Dokter giginya baik banget, lucu, senang ngobrol, sabar, ceria.

Padahal saya stress selama seminggu karena takut dicabut giginya, pikirannya udah macam-macam. Takut inilah, takut itulah, tapi pas kejadian ga ada apa-apanya.

Dokternya juga kalau nyuntik ga terasa. Alat suntiknya kayak bulpen, kalau mau masukin obat biusnya juga bunyi seperti suara bulpen, tik …. tik …. tik …

Giginya atasnya (duh, tadi namanya apa ya ? ….. mahkota ya ? CMIIW) seperti dibor gitu. Maaf saya dengarnya seperti suara bor, bau hangus, suaranya sangat berisik. Saya ga berani buka karena takut kemudian nanti ada yang muncrat. Ga lama, beliau bilang selesai. Rupanya selesai atasnya, akarnya kemudiannya. Dan selesai yang sebelah kiri.

Sebenarnya, cuma 1 gigi tapi menuru dokter sekalian aja yang kedua. Jadi sekalian makan obatnya, sekalian datang, sekalian sakitnya. Istilah pak dokter, efektivitas saja.

Saya mikir keras, sekarang ga ya ? Tadi kan ga sakit. Setelah memperhatikan nasihat dokter dan saya juga mau minum obat, saya setuju untuk dibedah lagi.

Gigi yang kedua tidak tumbuh sempurna, harus dibelek pake pisau khusus. Sama seperti gigi yang sebelumnya, tidak sakit waktu dibelek, tidak terasa dicabut dan selesainya cepat.

Akhirnya selesai deh … tinggal minum obat. Sampai sekarang ok …. ok saja. Tanggal 29 Juni, lepasin jahitan dan pasang behel untuk dirahang bawah.

TQ dokter untuk tida sakitnya ;)

Behelku Warna Warni

Awal bulan Mei, saya kontrol lagi ke dokter gigi. Dia kasih saran untuk memberikan warna karet (seperti karet gelang kecil) yang berbeda setiap breketnya (CMIIW).

Wow … saya tertawa …

Kebetulan juga saya bingung sama warna-warna karet yang disodorkan sama asistennya. Ada 2 warna yang saya suka, yaitu hijau agak muda dan pink agak muda. Duh … saya ingin keduanya, tapi kan  harus pilih salah satunya.

Katanya, terserah mau diselang seling warnanya atau selang seling 2 breket.

Ok, deh asal kan tidak merepotkan dokter dan asistennya, saya mah senang-senang aja sekaligus geli sendiri.

Jadilah breketnya dilapisi selang-seling 2 breket dengan warna yang berbeda. Dan saya masih tertawa geli …

tertawa geli

Mudah-mudahan, Agustus nanti ada persediaan karet warna merah dan putih. Sesuai dengan tema bulan Agustus yaitu hari kemerdekaan, behel saya juga ga mau ketinggalan moment nih ….

Kocak deh …….

kocak

Senyumnya Ga Bisa Mingkem

Semenjak gigi saya dipasang behel, bibir saya tidak sempurna tertutup untuk aksi senyum mingkem.

Iseng tes senyum dikaca, cuma bertahan sekian detik bibirnya rapat, kemudian perlahan tapi pasti akan terlihat nonggol sedikit demi sedikit sebagian behelnya dan akhirnya full behelnya terlihat semua.

Sudah dicoba 5 kali tetap tidak bisa.

Tapi maklum ya … kan behel itu diletakkan di depan gigi, jadi jelaslah ga bisa mingkem kalau senyum.

Sebenarnya ingin sekali kalau orang-orang ga tahu kalau saya pakai behel apalagi setiap bulan sekali warna karetnya ganti.

Yang lucu, keponakan saya yang usianya 9 bulan, dia sekarang paling demen lihat dan nunjuk behel dengan cara seperti ET, setelah itu dia tergelak-gelak kesenangan. Padahal waktu pertama kali saya pake behel, wajahnya gimana gitu.

Salah Bantal

“Salah bantal” alias leher tegang selama berjam-jam saat tidur, sakit juga ya …..

Baru ngerasain Senin pagi (14/4/08), waktu bangun …. duh …. ga bisa diangkat kepalanya. Pelan-pelan tapi pasti akhirnya keangkat juga nih kepala.

Karena menganggu aktivitas dan sakit banget, dengan cepat saya minta diantar ke tukang urut. Tukang urut pertama ga ada di rumahnya. Jadi kita ke tukang urut ke dua. Kalau bapak sih ga rekomendasikan yang kedua, tapi gimana ya … saya ga tahu obatnya dan baru kali ini kena “salah bantal”. Saya juga ga mau diurut karena ga suka diurut.

Urutan pertama, membuat leher saya tambah sakit. Kata tukang urutnya kembali saja sore hari, karena belum selesai. Tidak sampai sore, siangnya saya kembali lagi karena sakitnya tambah menjadi-jadi. Katanya memang sakit tapi nanti beberapa hari sembuh kok. Beliau bilang, jangan lupa kasih koyo yang putih.

Glekk … duh …. pake koyo … hiiik hikkk, saya kenalnya koyo cabe. Dulu, pernah pake koyo cabe, ga sampai 10 menit, langsung dilepas, panaaasss rek … dan ngelepasinya harus menahan sakit karena kecabut juga bulu-bulu halus.

Ke toko obat beli koyo, nah di toko obat ditawarin koyo dari tulang macan (akhirnya tahu di rumah). Bapaknya ngasih tahu cara menggunakan koyo tersebut. Saya setuju untuk menggunakannya. Pokoknya apa aja deh buat sembuhin leher saya.

Sampai di rumah, saya baca, duh dari tulang macan. Kan saya pecinta the big cat and small cat. Yang membuat saya terheran-heran dan ketawa geli, bahan-bahan yang digunakan ga sesuai sama judul koyonya ! Ga ada tulisan dari tulang macan malah ada kata dari 3 macam ular. Bahasa tulisannya campuran bahasa Indonesia tempo dulu dan sekarang.

Bahan obatnya dibikinnja dari 36 daon-daonan, 75 matjem obat akar-akaran jang berfaedah, 5 matjem minyak, 3 matjem uler, lantas dimasak dan kerdjaken dalem tempo 3 hari 3 malem baru siap dan dijadilah ini obat (Koyo).

Saya panggang nih, tapi sayang nempelnya ga lama, katanya kulit saya berkeringat. Tapi boros ya .. kalau ga nempel, harus ke api untuk dipanggang. Saya saja dalam 30 menit sudah 5 kali koyonya dipanggang.

Akhirnya beli salonpas. Salonpas ga panas, padahal 3 lembar ditempel ke leher … 2 jam kemudian dicabut. Waktu tidur malam hari, saya pasang lagi salonpas, akhirnya panas juga tapi saya ga bisa tidur. Karena ga bisa tidur, jam 3 malam saya buka saja salonpasnya, akhirnya bisa tidur juga walaupun sebentar.

Pagi harinya, saya ga bisa buka mulut, susah nelan, susah makan dan minum, leher dan pundak sebelah kiri tambah sakit, malah sakitnya sampai ke kepala. Saya juga jemur bantal. Dokter gigi saya SMS pagi-pagi memberitahukan memajukan jadwal kontrol tanggal 20 April 2008, sayang saya ga bisa, nunggu sembuh dulu lehernya. Nanti ga jelas mana sakit karena urusan gigi atau sakit leher dan kepala yang tiba-tiba datang. Biasanya dokter gigi saya, kalau saya merasa sakit, beliau berhenti dulu. Wah, kalau berhenti terus lama donk selesainya.

Untuk bekerja di depan komputer saya ga sanggup untuk lama-lama. Cari di google, ketemu obat masa kini, namanya Neuropyron-V yang terdiri dari Methampyron 500 mg, Vitamin B1 50 mg, Vitamin B6 100 mg, Vitamin B12 100 mcg, minumnya 3 kali dalam sehari sesudah makan. Alhamdulillah, bisa tidur ….
Besok harinya, sepanjang waktu, saya oleskan counterpain dan seperti biasanya saya ga bisa bertahan lama di depan komputer. Malam hari, obatnya ga manjur, saya kembali ga bisa tidur.

Hari Kamis di malam hari, ga kuat juga dan disarankan oleh para pelanggan dan teman-teman di dunia maya, saya pergi ke dokter. Dan dokter memberi obat yang sejenis dengan Neuropyron-V tapi agak lebih keras dan ramah dengan lambung saya. Juga dikasih obat untuk merilekkan otot dan penenang.

Malam hari, bisa tidur :). Pagi harinya, lumayan tidak begitu sakit, kepala saya juga ga seperti ditarik, sudah mudah makan, nelan ludah, minum. Kata dokter, boleh saja diurut tapi harus pelan dan sembuhnya sekitar kurang dari 2 minggu. Dan jangan lupa masih diolesin balsem atau counterpain atau kompres dengan air hangat sering-sering.

Mudah-mudahan cepat sembuh, benar-benar tersiksa, sampai-sampai bales email, ngaco tulisannya :))

Insurance

Akhirnya, selesai juga asuransi kesehatan saya. Sudah lama saya ingin mengasuransikan diri tapi baru tahun ini kesampaian.

Waktu ditawarkan pada usia sekitar 23 tahun, masih murah … hmmm … seingatnya sebulan cuma Rp. 150 ribu, kalau ga salah ingat. Saya sudah dibilangin kalau usia semakin tua semakin mahal nanti bayarnya. Yahhh, ditanggung sendirilah, inilah akibat mikirnya kelamaan padahal sudah tahu dampaknya … hehehe.

Sayangnya saya tidak melewati teman saya karena yang membuat keputusan soal keuangan adalah Bapak saya. Duh, maaf ya teman … but kamu kan sudah jadi manager, jadi ga begitu perlu ya :D ;)

Yang paling saya demen sama asuransi ini adalah ga hilang uangnya, bisa diambil sewaktu-waktu. Jika lagi ga mampu boleh cuti untuk tidak bayar.

Sebelum mendapat kartu asuransinya, harus medical check-up di Rumah Sakit terdekat. Kebetulan yang terdekat RS Pondok Indah, gratis lho, yang bayarin pihak asuransi. Nah, karena saya ga pernah sakit parah, masuk rumah sakit cuma penyakit ringan, dan dilihat berat badan saya yang tidak gemuk, saya tidak pake medical check-up. Horeee … duh senangnya saya ga berurusan sama RS dan dokter. Padahal udah deg-degan, duh paling takut sama jarum suntik.

Sekarang saya tenang kalau masuk rumah sakit semuanya dicover (CMIIW). Keluarga pernah habis-habisan mengeluarkan uang sewaktu bapak 2 kali masuk rumah sakit. Selain habis-habisan soal uang juga habis-habis badan dan pikiran. Habis uangnya ga cuma 1 juta tapi puluhan juta. Rasanya kecewa saja, uang yang terkumpul bertahun-tahun hilang begitu saja, tidak ada yang tersisa. Memang kita punya kas sendiri untuk kesehatan tapi jika uang simpanan yang lain juga diambil, sulitlah awak. Tapi demi orang tua yang tersayang, ya … pasrah saja. Toh bisa dicari lagi :(

Sayangnya, uang yang dicari lagi pun butuh bertahun-tahun untuk mendapatkan kembali apalagi dilihat kondisi ekonomi sekarang ini.

Belajar pengalaman dari orang tua dan saya sendiri yang pernah masuk rumah sakit, terang terang saya dan keluarga merasa terpukul sekali. Perasaan campur baur.

Sayang, keinginan untuk mengasuransikan orang tua tidak bisa karena orang tua sudah agak lanjut. Sebenarnya bukannya tidak bisa, bisa tapi bayarnya lebih mahal, medical check-upnya bisa beberapa kali. Dan kedua orang tua sudah menolak untuk mengasuransikan dirinya.

Sepertinya segitu dulu, nanti kalau kepanjangan bisa dikirain agen asuransi.

Oh, ya … jika saya bunuh diri saya ga dapat asuransinya lho ;)

Kalau saya dibunuh … hmm … saya belum tanya tuh … Tetapi sekarang ada 2 kartu yang harus dibawa kemana-mana yaitu KTP dan kartu asuransi.

Cakeeep

Pernah dibilangin sama orang gila bahwa Anda CAKEP ? Saya pernah, kemarin, di pagi hari tanpa sinar matahari.

Saat itu, saya dan adik sedang mengobrol soal Amazonnya. Adik duduk di depan komputer, saya berdiri tak jauh dari pintu dan darinya. Pintu sedang dibuka sangat lebar agar udara pagi masuk untuk kesegaran ruangan. Pintu dan dinding terbuat dari kaca, jadi kami bisa leluasa melihat keluar.
Continue reading →

Ada Apa Digigimu

Minggu kemarin, saya dipasang behel. Minggu kemarinnya lagi pasang 2 cincin di 2 geraham atas kanan dan kiri. Fungsi cincin ini lupa nih buat apaan …. :D

Sampai sekarang fine-fine aja, tidak menganggu.

Pas sampai rumah, ibu, adik dan keponakan antusias lihat gigi saya, “Coba lihat giginya …”

Yang paling lucu keponakan nomor 2 yang masih berumur 7 bulan. Biasanya saya gendong, dia melihat mata dan dia pun tertawa, tantenya ikut tertawa pula.

Tapi kali ini dia langsung berhenti tertawanya setelah melihat gigi-gigi tantenya.

Ekspresi wajahnya itu lho …. bikin saya ketawa geli … Semakin saya tertawa terbahak-bahak … dia tetap melihat gigi saya, lama-lama jari telunjuknya menunjuk ke arah mulut, saya biarkan … mendekati mulut, akhirnya saya pegang jarinya tersebut.

“Sayang, mau tanya kenapa gigi uwo ? Namanya dibehel. Kenapa ? Aneh yach .. kemarin ga ada kan .. sekarang ada nih … nanti udah gede tahu kok apa itu behel”

Sambil saya berbicara, dia tetap menatap gigi-gigi saya. Biasanya kalau saya berbicara dia akan melihat mata.

Hari ini adalah hari ke 2, saya gendong kembali dan tetap dia melihat gigi saya. Dia sudah tak melihat mata saya. Sudah tak sibuk mengaduk-aduk wajah tantenya, tidak tertawa senang lagi. Dia menggunakan ekspresi wajah …. hmmm apa yach namanya … “mungkin ingin tahu, tanda tanya” yang jelas bagi saya, wajahnya jadi lucu …

Es Batu

Bulan puasa kemarin punya keinginan jualan es batu. Lumayan tapi …. entar dulu, biasanya saya tanya sana sini.

Pertama saya beli es batu dari pedagang yang lain untuk ukuran plastiknya. Saya cairkan, ambil plastiknya kemudian ukur sama plastik yang ada di rumah. Ada yang cocok. Sekarang soal airnya. Hmmm … orang-orang pada jualan es batu itu Rp. 500,-. Untuk seharga segitu pake acara dimasak dulu ?

Kata Bapak saya, kalau dimasak dulu, rugi. Belum harga minyak tanahnya, masaknya lama lagi, plastik sama karet atau tali rafia, listrik. Kalau pake gas apalagi. Jadi jualnya bisa Rp. 1.000,-. Duh, kalau sama Bapak saya hitung-hitungan detail banget :(

Tanya sepupu. Menurut beliau, biasanya yang dijualin itu ga dimasak. Jika harganya Rp. 500. Gleeeekkk …. Saya tanya ke milist masak-masak, memang rata-rata ga dimasak. Glek lagi ….

Ada yang bilang juga, kalau kuman/bakteri yang ada di air kalau suhu seperti es batu bisa mati. Hmmm … iya memangnya ? Ada yang tahu jawabannya ? Pertanyaan saya yang lain, gimana kalau si makhluk kecil itu cuma mati suri karena kebekuan, nanti setelah suhu normal dia kembali hidup ?

Hmmm … kalau ingat fosil di kutub, sepertinya mati semua yach … :D Kan bukan si Aang :D

Saya pernah lihat orang jualan es balok, digeletakin aja di jalan, atau di jalan pasar. Ada yang pake sarung tangan tapi udah hitam and the kumel. Jorok yach … Kalau saya sih kalau beli di depot es itu dibersihkan dulu. Tapi masih ada ga yach kumannya. Masak saya harus bersihkan es batu pake sabun pembersih hama/bakteri atau saya tuangkan air panas mendidih … :D

Ada solusi dari teman milist masak-masak untuk es batu plastikan yang biasa dijualin dirumah-rumah dengan cara masukin aja es batu tanpa dibuka plastiknya ke tempat minuman. Kalau sudah dingin, baru dimasukkan ke gelas masing-masing. Hehehe, selama ini kita ga gitu. Kita buka plastiknya, pecahkan menjadi ukuran kecil-kecil dan masukkan ke gelas masing-masing :( :D

Kalau es balokan belum tahu solusinya apa …

So …. karena jualan es batunya ingin dimasak berarti Rp. 1.000. Tapi siapa yang mau beli segitu. Jadi kesimpulannya ga jadi jualan. Es batu yang airnya dimasak buat konsumsi keluarga saja.

Sekarang kan panas sekalieee di musim penghujan, sepertinya mau jualan es batu tapi ga dimasak ;)

Lumayan, freezer ga begitu banyak nganggur … Ayo freezer kita kerja …. ;)

Saya tugasnya masukin air ke plastik, ikat dan freezer tugasnya bekukan, sebeku-bekunya …. yang bagus kerjanya … sip deh ;)

Bersihkan Karang

Ini karang yang hidup di darat. Terjadinya karang karena waktu membersihkannya kurang sempurna, tertinggal ditempat yang dihinggapinya kemudian mengeras. Menghilangkan karang yang sudah mengeras tidak cukup menyikatnya tapi harus menggunakan alat canggih. Sebaiknya karang dibersihkan 6 bulan sekali ke ahlinya.

Siapakah saya ? Ayo tebak ;)

Nah, itu namanya karang gigi.

Hari Minggu ini, saya ke dokter. Rencananya mau pasang behel (nulisnya gimana yach ?) tapi ga jadi. Kata dokter gigi, prosedurnya harus dimulai bersihkan karang gigi dan cetak gigi

Upssss … sudah lama ga bersihkan karang gigi. Saya sih rajin sikat gigi, tapi kadang-kadang ngasal, super kilat dan ingin cepat masuk tempat tidur. Kadang-kadang juga lupa gosok gigi. Untungnya saya belum pernah sakit gigi, wuiiih jangan sampai deh.

Terakhir bersihkan gigi sekitar tahun 2000-an, cukup lama juga yach. Rasanya ga enak, ada yang tajam-tajam. Jadi males deh ke dokter gigi lagi. Lagipula rasa ngilu di gigi saat berlangsungnya pembersihan tersebut membuat tidak nyaman.

Karena sudah kelamaan ga bersihkan gigi, tebal karangnya. Iya sih, saya bisa lihat di kaca. Waktu pembersihan 1 jam. Rupanya gigi saya sensitif. Masak baru alat dokter giginya ngiung-ngiung dekat gigi saya sudah terasa ngilunya. Karena keseringan ngilu dan dokter harus menekan agak keras alatnya waktu mengerjakan 2 gigi diatas, dia mengajukan dua opsi yaitu terus dengan rasa ngilu sekali atau disuntik. Katanya selain karang, dua gigi saya ada bekas tehnya. Jadi kerjanya double. Daripada sebentar-sebentar saya bilang stop, megang tangan dokternya atau kasih isyarat tangan karena merasa ngilu sekali yang bisa menyebabkan lama kerjaannya, saya pilih disuntik saja. Padahal saya takut suntik juga. Suntik biusnya cuma di dua gigi. Hasilnya mulut tebal selama 1 jam dan ngilupun hilang. Alat suntiknya beda dengan yang normal. Tetap panjang wadahnya tapi jarumnya pendek. Kalau kita rileks ga terasa suntiknya.

Setelah 1 jam membersihkan karang gigi, setelah dikasih lotion warna putih, kumur-kumur 30 detik, enak loh giginya, terlihat dikaca sudah bersih, kalau digesek oleh lidah tidak terasa tajam. Bagus juga kerjaannya.

Ngomong-ngomong soal dokternya, sebenarnya dokternya seorang ibu … Karena ada saudaranya yang meninggal dunia dadakan diganti sama dokter cowok. Kalau ga salah dengar, lulusan tahun 2003 .. masak iya … mungkin dia mulai kuliah tahun 2003 di UI, gitu kali maksudnya. Yang penting dokter cowok itu sabar dan kerjaannya bersih.

Mau tanya dokternya cakep atau tidak ? Jawabannya adalah cakep kok.

Menurut orang-orang untuk dokter gigi lebih baik milih dokter cewek karena lebih telaten, sabar dan baik hati …. walah …. Asisten dokternya juga sabar.

Minggu depan, rencananya pasang cincin dan behel. Soal cincin, lupa fungsinya untuk apa, masalahnya bukan bidang saya, jadi saya mah angguk-angguk saja, yang penting nanti hasilnya bagus dan saya mah nurut aja deh apa kata dokter.

Narkoba

Kalau lihat berita di televisi dan koran, narkoba semakin hebat saja. Jadi ingat tahun 1991, ditanya sama teman-teman.

Waktu keluar main saat SMA kelas 3, para cewe-cewe ngobrol soal cita-cita. Biasanya saya paling terakhir menjawab pertanyaan.

“Auliah, apa cita-cita kamu kalau lulus SMA ?”

Dengan mantap saya berkata,

“Mau jadi Psikolog, kerja di Komdak bagian obat-obatan terlarang”

“Ahhh .. jadi polisi ?”, kata teman

“Bukan jadi polisi, seru kali yach … Selain kerja di Komdak, buka praktek untuk konsultasi orang-orang yang terkena obat-obat terlarang. Saat saya lulus, pasti yang terkena obat-obat terlarang makin banyak”

“Kok ngedoain sih !!”, kata-teman-teman

Saya cuma bengong and than “Hmm … iya ya …. kok gitu ngomongnya. Duh, padahal ga bermaksud untuk mendoakan sih, kalau saya lulus nanti diperkirakan … menurut saya sudah banyak yang terkena narkoba.”

Pada tahun 1991, penderita narkoba belum seramai sekarang. Dalam 1 sekolah yang kena cuma 1 orang itupun ditutup-tutupin. Pemberitaan soal bahaya narkoba pun belum banyak menghiasi berita-berita dikoran dan televisi negeri kita yaitu TVRI. Efek negatif narkoba saya juga kurang banyak tahu. Dulu, yang terkenal itu ganja.

Dan dulu Psikologi bisa menjadi Psikiater jika ambil S2. Itu seingat saya.