Berhubung nanti ada blokir-blokiran yang berbau p**o. Dan berhubung di postingan blog saya ada kata p***o-nya, jadi sibuk merapikan dan sekaligus memikirkan pengganti kata berbau begituan minimal kata slanknya.
Hmmm … atau kata gantinya “BEGITUAN” aja yach …
Saya sering menggantikan kata yang menjurus-jurus dengan kata “BEGITUAN” …
“Tadi ada orang yang pake baju BEGITUAN di televisi, n***s tralala deh”
HIDUP BEGITUAN … !!!!
Kira-kira selain diganti simbol * (bintang), kata slanknya P***N, S*** beserta teman-temannya apa ya ….
Menurut saya kalau pake LTSP lebih baik gunakan CPU Pentium 3, 4 atau Core. Jadi kalau rusak ga susah nyari hardwarenya.
CPU saya yang Pentium 2 branded, rusak power supply model TX. Udah dicari belum ketemu sampai sekarang. Ada sih, sayangnya saya terlambat, katanya sebelum dibuang-buangin ada banyak.
Cari ke kota juga ga dapat. Dicariin sama tukang service langganan juga ga ketemu. Mereka bilang, saya telat datangnya. Yach … gimana yach rusaknya barusannya sih, saya kan ga tahu waktu rusaknya hahahaha. Kalau power supplynya bisa ngomong ‘kan untung saya. Lagipula saya ga punya indra keenam … hahaha.
Dari pada pusing … beli CPU baru aja deh … ngumpulin duit dulu.
Tapi kalau ada powersupply model TX boleh lah dikasih tahu ke saya … TQ yach …
Warnet-warnet yang terletak di Malang, Jawa Timur lagi-lagi deg-degan. Takut kena razia BEGITUAN oleh pihak kepolisian Jawa Timur.
Menurut informasi terbaru yang didapat dari milist anggota awari, razia warnet BEGITUAN masih tetap berjalan. Salah satu yang kena razia warnet T*** pada tanggal 12 Februari. Untungnya warnet ini bersih waktu diperiksa.
Empat warnet di Malang beberapa waktu lalu pernah tersandung kasus telah menyediakan video dan gambar-gambar BEGITUAN secara sengaja dan sadar untuk menjaring para user yang tujuannya untuk menambah pendapatan warnet. Kisah serunya bisa klik disini. Versi beritanya bisa klik disini.
Jadi hati-hatilah untuk pengusaha warnet dan para user. Walaupun razianya di wilayah hukum Jawa Timur tidak menutup kemungkinan merambah seluruh Indonesia.
Ada yang protes ke saya, kalau masuk ke YM langsung invisible. Malah ada yang kirim pesan pake bahasa Jawa yang isinya makian. Karena saat menerima pesan message tersebut hati lagi kesel, langsung saya blocklah orang itu.
Mulai pukul 7.30 hari Rabu berlanjut hari Kamis, ISP yang saya pake mati. Diperhatikan mulai cara prosedur mereka, saya perkirakan yang mati dan memberi laporan baru saya. Jadi prosedur yang disampaikan panjaaang banget. Biasanya kalau sudah tahu mati 147 pasti bilang “Ada masalah”.
Besok paginya, saya lapor lagi karena tetap ga bisa jalan internetnya, lampu PPP juga mati yang lainnya hidup lampunya. Katanya orang di Jakarta Selatan, ada 70 kerusakan jaringan, asalnya sih dari Semanggi. Jadi Kamis itu, seharian ga bisa internet.
Hari Jum’atnya, akhirnya bisa internet lagi sebelumnya telepon ke 147, disuruh ganti nomor modemnya. Sekitar jam 8.24 malam, PPP mati lagi … huauhuauaa. Sebelum laporan ke 147, pake prosedur mereka seperti biasa yaitu matikan modem, nyalakan setelah 10 menit, ga bisa, sambung langsung kabel telepon ke modem, ga bisa juga, kemudian matikan CPU, nyalakan lagi, tetap ga bisa juga dan akhirnya saya menyerah … lapor ke 147.
Pagi ini, Sabtu, hidupkan CPU pagi-pagi, nyalakan internet, horeee hidup …. lapor ke 147 bahwa sudah bisa internetnya.
Yang membuat ribet adalah soal matikan CPU, matikan modem, mencoba kabel langsung ke modem, dan perintah-perintahnya yang dikasih tahu untuk IE/Windows.
Karena saya pake Linux, dan mereka menggunakan cara di Windows. Karena ga nyambung dan berhubung saya lupa settingnya modem dll, saya menelepon teman. Setelah ping sana dan sini, cek sana dan sini lewat telepon. Katanya ga ada masalah. Telepon lagi ke Jakarta Selatan, dan mereka menyatakan merekalah yang ada masalah.
Soal kerugian, iya rugilah saya. Sayangnya, mereka hanya mengganti kerugian client setelah 3 x 24 jam
Dan perlu diketahui sampai saat ini, saya belum pernah dapat surat perjanjian mengenai kewajiban dan hak pelanggan dan juga dari pihak Speedy. Saya tahunya, kewajiban pelanggan adalah membayar tepat waktu. Hak saya kalau ada masalah lapor. Kalau belum beres juga, telepon aja terus
Kewajiban Speedy, memberi pelayanan terbaik, kalau ada laporan cepat ditangani. Soal bandwidth … duh gimana cara ngetesnya ? Saya aja ga ingat berapa yang mereka kasih ke pelanggan …
Itu kira-kira saya Yang lainnya saya ga tahu ….
Kalau bisa, mereka juga bisa Linux, ga usah belajar banyak distro, cukup yang tenar aja, misalnya Fedora, RedHat, Ubuntu, Mandriva. Jadi kalau ada masalah, nyambung gitu perintahnya.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan atau saya sering menyebut pada saat ini adalah Diknas. Diknas cabang Provinsi Jawa Barat baru-baru ini memberikan dana segar untuk membiayai siswa-siswi atau orang-orang yang tidak mampu untuk kursus gratis. Kursunya bisa komputer, salon dan sebagainya.
Setelah tujuh bulan sibuk dengan prosedur yang harus dilakukan, bulan kemarin kursus gratis dimulai.
Prosedur yang dilaksanakan seperti model dadakan dan terburu-buru. Penilik Diknas Kecamatan datang, memberitahukan sesuatu harus selesai besok, katanya data-datanya mau diantar ke Bandung. Begitu terus. Ada juga yang kita tidak tahu apa bentuk dan isi proposal, disuruh bikin. Akhirnya kita minta Penilik yang cari contoh nanti kita ketik dan dirubah disana sini. Maklum kita kan baru pertama kali.
Herannya dengan model dadakan dan seperti orang terburu-buru, dana yang sampai ke lembaga kursus yang ditunjuk tidak terburu-buru dan tidak segera sampai. Bahkan setelah tandatangan MOU, itupun uang tidak segera sampai ke rekening lembaga kursus. Kira-kira 1-2 bulan setelah MOU ditandatangani baru masuk ke rekening, itupun harus ditelepon ke Diknas Depok untuk menanyakan kenapa uangnya belum sampai. Kalau belum sampai, tidak akan dimulai kursusnya. Kalau kita sih, tidak jadi gpp, jadi … yach syukur.
Lembaga kursus yang ditunjuk oleh Diknas Jawa Barat sebanyak kurang lebih 75 lembaga. Uang yang diberikan dari Diknas Jawa Barat untuk biaya operasional dan ongkos anak-anak yang kursus.
Enakkan, sudah dibiayai oleh pemerintah Jawa Barat, udah dapat ilmu gratis, plus dapat ongkos setiap kedatangan … lumayan.
Kalau ditempat kami, software yang diajarkan adalah OpenOffice yaitu Writer dan Calc. Hal ini sudah disetujui oleh Diknas Jawa Barat dengan bukti tidak ada komplain dari departemen tersebut dan proposal disetujui. Padahal dalam buku panduannya, bahwa software yang diajarkan dan ujian negara menggunakan Microsoft Word dan Microsoft Excel.
Menurut Penilik dan Ketua Organisasi Lembaga Kursus Cabang Depok mengatakan tidak apa-apa, tidak ada bedanya.
Padahal ada beberapa perbedaan jika dilakukan ujian negara. Contohnya untuk format kertas, kalau di Word adalah File kemudian Page Setup. Kalau di OpenOffice adalah Format kemudian Page. Yang lebih parah, mungkin akan menyebabkan frustasi pada murid-murid jika membuat tabel. Kalau di OpenOffice menghitung tinggal ketik = (sama dengan) kemudian klik kolom yang ingin dihitung kemudian enter. Lebih gampang prosedurnya daripada di Microsft Word. Untuk mailmerge bedanya jauh banget. Sisip gambar, wuiiih beda juga. Kalau di Calc, saat di rumus Vlookup harus pake tombol shift + F4 untuk memunculkan tanda $ diantara range tabel Vlookup sedangkan di Excel cukup F4 saja.
Untuk mengatasi hal tersebut, disaat mengajar saya sering mengatakan bahwa kalau di Word caranya begini, kalau di Writer caranya begini. Entahlah mereka ingat atau tidak.
Menurut pengalaman saya, murid yang baru bisa Office akan mengalami kebingungan dan rasa frustasi jika yang dilihat berbeda dengan yang diajarkan sehari-hari. Itu baru lihat layar kerjanya, bagaimana waktu mengerjakannya. Sudah stress sama kata “ujian” ditambahkan perbedaan tampilan. Jangan yang baru belajar, orang yang sudah sering mengetik di Office dengan versi tertentu kemudian pindah ke versi yang lain dengan bentuk agak lain sedikit saja masih bingung.
Yang penting bagi saya, Penilik, Ketua Organisasi, Diknas Jawa Barat dan Diknas Depok sudah dibilangin bahwa kami mengajarkan OpenOffice. Kata mereka tidak apa-apa yach .. wish lah …
Sekarang mereka sedang menunggu sms untuk mengambil sertifikat ujian lokal. Banyak yang bagus nilainya. Mudahan-mudahan ilmu berguna.
Rencananya tahun depan ada lagi. Hmmm … tapi kita mau cari sendiri murid-muridnya. Sudah mengerti caranya. Yang penting tidak ada KKN dan hasilnya memang bersih.
2 hari yang lalu, pihak Speedy dari Sisingamangaraja menelepon memberitahukan bahwa harga Speedy untuk warnet masih tetap untuk tagihan bulan ini yaitu Rp. 1.750.000,- plus materai plus pajak.
Terima kasih ….
Saya harap informasi tersebut juga disampaikan ke Speedy cabang Ciputat. Karena waktu ada promosi discount, Speedy Ciputat malah tidak tahu. Kemudian telepon ke Sisingamangaraja dan lihat situs Speedy. Padahal saya sudah tunjukkan iklan yang ada dikoran.
Duh ….
Kalau perlu harga segitu dikurangi lagi dan berlaku seumur hidup … hehehe ….
Jam 3 subuh, tanggal 3 November 2007, teman saya yang punya warnet di Bandung bernama Cartoonet, kerampokan lagi.
AGAIN …
Beberapa bulan lalu Ghian - nama pemiliknya pernah dirampok juga. Kalau ga salah ingat, salah satu CPU, isinya hilang. Kejadiannya malam-malam, sekitar jam 2-an gitu.
Untuk hari ini, perampok berhasil menggondol 17 CPU, Pmset dan HP User, 10 orang disekap di kamar mandi.
Menurut keterangan Nizar Bunyamin yang punya warnet di Bandung juga, dalam 2 bulan terakhir telah terjadi 3 kali perampokan dalam jam yang sama.
Ada yang “lucu”, pernah perampok mengambil LCD 17″ di warnet Jakarta. LCD itu kan gede banget, berarti tasnya gede juga. Kok bisa ya sampai tidak ketahuan ?
Beberapa kasus perampokan warnet, memang sering terjadi antara pukul 2 - 3 pagi, dimana saat itu suasana tidak mendukung untuk orang terjaga penuh. Menurut pengalaman Bapak saya, perampokan memang paling demen ngambil jam sekitar itu.
Sebelum puasa, menjelang lebaran, pergantian ajaran baru alias naik-naikan kelas atau pergantian tahun, saya perhatikan perampokan warnet lebih banyak terjadi dan biasanya perampok akan menjarah warnet yang buka 24 jam.
Mudah-mudahan, warnet Ghian diasuransikan ya …. seperti warnet Pak Gunarno, jadi kerugian dapat diperkecil.
Kalau teman saya punya cara untuk menghindari perangkatnya (dia pernah kena juga) digondol maling dengan memasang rantai untuk LCD, menghidupkan recording IP camera, memasang electric door lock.
Kalau untuk isi CPU, sudah ada yang masang kawat tajam sekeliling CPU.
Untuk warnet lain yang belum kerampokan, keamanan perlu sekali untuk diusahakan secepatnya. Misalnya pasang CCTV (hmm, mahal ga yach ?), ada yang jaga tapi jago bela diri, ada bel dengan suara super berisik yang diletakkan strategi oleh operator warnet, kalau perlu suaranya “Angkat Tangan, Jatuhkan Senjata”. Gemboknya yang banyak. Dan penting banget nih, baca doa keselamatan setiap mau buka dan tutup warnet.
Kalau mau extreme, setiap user di foto seperti penjahat, tampak samping kanan kiri, tampak depan tanpa sepengetahuan user
Tidak terasa sudah 5 bulan menggunakan Speedy Warnet. Kesulitan cuma diawal penyetinggan saja karena orang Telkomnya tidak bisa menggunakan Linux.
Tidak pernah putus. Kalaupun ga bisa connect itu karena cardnya kesenggol saat saya membersihkan lantai yang tertutup sama kabel-kabel yang nyolok di CPU.
Jalannya lelet ? Tidak juga, walaupun dipakai 9 komputer masih cepat jalannya. Pernah sih lelet itu pun mungkin ada gangguan jaringan tapi tidak lama.
Karena cepat, ada beberapa orang yang hobinya ke tempat saya download. Kalau ramai saya bilangin jangan terlalu banyak yang didownload, maximal 1 file. Untungnya mereka mengerti.
Kebetulan ditempat saya belum pake manajement BW. Yah, nungguin yang bisa setting di Linux
Menurut teman saya jika ada orang men-attachment terlalu gede (1 Mb keatas) semua client ga bisa jalan. Kalau dibawah itu, membuat koneksi internet menjadi lebih lambat. Hal ini tidak saya dapatkan saat memakai ISP yang lain.
Berhubung belum pernah ada gangguan cuaca misalnya hujan, saya tidak tahu efeknya. Masalahnya daerah saya rada-rada sih …. rada-rada aneh.
Tapi yang saya harapkan dan harapan semua orang Indonesia, bayar per bulannya jangan MAHAL-MAHAL donk.
Soal Customer Service, bagus kok, cepat tanggap. Tapi kenapa yah kok sampai ada 2 orang yang menanyakan yang sama yaitu, “Mba, ada masalah dengan Speedy ?”
Harusnya 1 orang saja, terus jangan-jangan sering-sering telepon dengan pertanyaan dan pernyataan yang sama.
Walaupun begitu, kita mengucapkan terima kasih banyak sama Speedy. Mudahan-mudahan bagus seterusnya.
Akhirnya ngajar OpenOffice versi 2 di tempat sendiri. Walaupun cuma 1 orang dan hanya butuh sertifikatnya saja tapi saya senang sekali.
Beberapa bulan lalu (udah lama sih) pernah ngajar juga OpenOffice (Ooo) di pabrik di Tangerang atas tawaran teman di miftaperjuangan. Perusahaan tersebut ingin migrasi ke Linux dan pegawainya minta ditraining Ooo. Senang lho ada yang mau belajar Ooo.
Pas ngajar banyak keluar kata “Ooo …”, “Sama ya sama Word / Excel …”
Kesimpulannya, wajah mereka senang dan ceria karena kekhawatiran mendera mereka tidak terbukti yaitu Ooo itu susah.
Kembali ke murid saya tadi. Saya menolak mengajar Office Microsoft karena sudah ga punya dan takut dirazia. Jadi softwarenya sudah dihapus. Brosur ditempat saya sudah dirubah menjadi kursus Calc, Writer dan Intro Linux.
Kalau Gimp … hmm rasanya saya malas deh karena sekalinya saya bisa lebih banyak pasti saya akan sering berbohong sama orang. Itu lho orang-orang suka merubah dokumen. Scribus dan Inkscape belum belajar, baru lihat-lihat doank
Kembali ke murid saya. Untungnya dia tahu kalau sudah banyak yang pake Ooo ditempat lain. Jadi dia setuju belajar pake Ooo.
Dan kejadian berulang kembali, keluarlah kata “Ooo …”, “Sama ya …” dengan wajah senang.
Yang paling senangnya dia bisa ngerjain pekerjaannya sendiri dan tidak mengalami kesulitan yang berarti.
Ada cara-cara yang dia belum tahu di Word tapi saya kasih di Writer dan saya bilang ada kok di Word.
Sebagai pengajar saya malah sering kepleset menggunakan perintah-perintah di Word atau Excel. Misalnya : Kalau di Writer itu Format - Character tapi saya sering ngomong Format - Font.
Mumpung belum puasa nih. Saya mau numpahin kekesalan yang luar biasa terhadap flashdisk.
Start ….
Saya benci banget sama flashdisk.
Masak flashdisk bisa mematikan cpu. Waktu dicolok ke usb, layar monitor gelap, menyisakan lampu monitor berwarna orange. Matikan monitor, nyalakan lagi tetap saja hitam. CPU sih nyala tapi semua client langsung ga bisa diapa-apain alias hang.
Kalau ga bisa … ya udah … ga bisa. Di Windows kenapa bisa kalau sudah berulang kali dicolokin walaupun colokan ke sekian baru bisa nonggol. Udah rusak masih tetap aja dipakai.
Tapi tempat saya, kalau 1 kali ga muncul terus udah pake ditungguin beberapa menit tetap ga nongol … YA UDAH GA BISA.
Kalau dipaksain, usb saya hang, kemudian ga bisa print.
WINDOWS YANG BEGO atau FEDORA YANG SENSI ? GW GA NGERTI
Flashdisk bukan benda yang sempurna. Pasti kena virus. Kenapa sih begitu mengagung flashdisk. Toh sama saja kok sama disket, suatu saat bisa rusak.
Memang kelebihan pada muatannya yang banyak tapi kelakuannya hampir sama disket. Disket kalau udah mau rusak memang bacanya lambat. Ehhh, disuruh format kan. Pernah juga driver disketnya jadi kotor, ga kebaca karena pernah ada disket rusak dipaksain dibaca. Jadi saya kan harus diskcleaner.
Disket pernah kok membuat komputer saya hang. Pernah juga, disket masih sibuk bacanya, dengan terpaksa saya ambil. Ehh, simbol disketnya ga bisa keluar-keluar.
Kalau flashdisknya masih bagus, langsung nonggol di desktop.
FLASHDISK, GW HAJAR LOE …
Gw susah nerangin ke mereka tentang “Apa sebab!!”
Finish Auliah marahnya ? …. Hmmm … saat ini finish … ga tahu nanti …
Saya tidak tahu sebabnya, kenapa flashdisk bisa membuat usb saya hang.
Biasanya, flashdisk dicolokin ke usb terus di terminal ketik lsusb kemudian tekan enter. Jika mentok di kata lsusb, no moving, berarti usb saya hang. Nah, kalau begitu saya ga bisa print. Saya ga tahu cara lain untuk menormalkan usb yang hang selain di restart ulang. Parahnya kalau sedang full tempat saya. Ya, jadi saya nungguin habis semua, baru restart dulu. Rugi ya .. menolak untuk print. Ya .. gimana lagi printer saya pake usb, terus usbnya masih hang.
Ngomong-ngomong ada yang tahu caranya selain direstart ? Kalau direstart ulang tampilan dilayar ada tulisan mount 2 : … busy, unmount : …. busy. See, si flashdisk masih meninggalkan jejak di usb saya dan masih berstatus super sibuk.
Ada sih cara yang lain, saya harus mengupgrade LTSP dengan versi terbaru agar bisa mengakses flashdisk dan CD di komputer client. Tapi saya belum bisa LTSP
Seringkali yang punya flashdisk bersikeras untuk memindahkan ke colokan usb yang lain. Saya punya colokan usb ada 8. Ok, saya setuju saya pindahkan, tapi tetap lho. Iyalah ‘kan lsusb yang tadi ga jalan-jalan. Malah, pernah berdebat …. Saya kan jadi marah “Kalau ga bisa ya ga bisa … jangan maksa donk .. cari tempat lain aja !”
Kata mereka di rumah bisa kok. Mereka rata-rata memang pake Windows. Sering kali ga kedetect, cabut, colokin lagi, ga detect, cabut, colokin lagi. Gitu aja terus.
Ada yang punya flashdisk, di rumah memang begitu mbak, nanti lama kelamaan nonggol juga. Woowww, duh komputer (?) saya ga bisa digituin.
Tapi ada juga, usbnya it’s ok kalau di lsusb tapi lambang usbnya ga muncul di desktop. Ditungguin juga ga muncul-muncul. Ga tahu deh kenapa tuh.
Flashdisk yang bagus menurut software di komputer saya, jika dicolokin di usb langsung nonggol lambang kotaknya.
Terus ada pengaruhnya ga ya .. kalau di flashdisknya mempunyai virus yang membahayakan, terus virusnya berusaha masuk ke Fedora (Linux). Nah, karena ga bisa masuk lebih dalam lagi ke Fedora, mereka pada ngumpul di usb yang mengakibatkan hang ?