Entries Tagged 'OpenOffice' ↓
September 15th, 2007 — Komputer, OpenOffice
Akhirnya ngajar OpenOffice versi 2 di tempat sendiri. Walaupun cuma 1 orang dan hanya butuh sertifikatnya saja tapi saya senang sekali.
Beberapa bulan lalu (udah lama sih) pernah ngajar juga OpenOffice (Ooo) di pabrik di Tangerang atas tawaran teman di miftaperjuangan. Perusahaan tersebut ingin migrasi ke Linux dan pegawainya minta ditraining Ooo. Senang lho ada yang mau belajar Ooo.
Pas ngajar banyak keluar kata “Ooo …”, “Sama ya sama Word / Excel …”
Kesimpulannya, wajah mereka senang dan ceria karena kekhawatiran mendera mereka tidak terbukti yaitu Ooo itu susah.
Kembali ke murid saya tadi. Saya menolak mengajar Office Microsoft karena sudah ga punya dan takut dirazia. Jadi softwarenya sudah dihapus. Brosur ditempat saya sudah dirubah menjadi kursus Calc, Writer dan Intro Linux.
Kalau Gimp … hmm rasanya saya malas deh karena sekalinya saya bisa lebih banyak pasti saya akan sering berbohong sama orang. Itu lho orang-orang suka merubah dokumen. Scribus dan Inkscape belum belajar, baru lihat-lihat doank 
Kembali ke murid saya. Untungnya dia tahu kalau sudah banyak yang pake Ooo ditempat lain. Jadi dia setuju belajar pake Ooo.
Dan kejadian berulang kembali, keluarlah kata “Ooo …”, “Sama ya …” dengan wajah senang.
Yang paling senangnya dia bisa ngerjain pekerjaannya sendiri dan tidak mengalami kesulitan yang berarti.
Ada cara-cara yang dia belum tahu di Word tapi saya kasih di Writer dan saya bilang ada kok di Word.
Sebagai pengajar saya malah sering kepleset menggunakan perintah-perintah di Word atau Excel. Misalnya : Kalau di Writer itu Format - Character tapi saya sering ngomong Format - Font. 
August 12th, 2007 — Komputer, OpenOffice
Baru 2 bulan kemarin baru dapat cara mudah mencetak di kertas kop tanpa mencobanya terlebih dahulu.
Waktu itu, di bawah monitor ada penggarisan. Saya lihat ada cm dan inchi. Writer juga ada cm dan inchi. Sama ya …
Wow … Seharusnya kalau print kop diukur dulu dengan penggarisan. Tidak usah dites pakai kertas bekas, dikeker dulu, namanya ngabisin tinta dan merepotkan. Walaupun yang dites itu cuma satu huruf, tetap namanya menghabiskan tinta.
Karena sudah ketemu, kalau ada orang yang mau print menggunakan kop surat saya ukur dengan penggarisan. Cepat, praktis, hemat tinta dan langsung pas.
July 3rd, 2007 — Komputer, OpenOffice
Nah, teman-teman yang kerja di kantor, sekarang punya peluang jadi orang kaya mendadak jika melaporkan tempat kerja atas pembajakan software.
BSA dalam beritanya di SDA Asia Online yang disampaikan oleh Sri Lestari menyampaikan bahwa antara bulan Juli sampai dengan Oktober akan melipatgandakan lima kali insentif maksimum.
Tapi bukan perkara mudah untuk mendapatkan USD 1 Juta. Setelah BSA menerima laporan akan diselidiki dulu dengan diam-diam perusahaan tempat Anda bekerja, bukti-bukti kuat telah terkumpul baru dikasih uangnya.
Kalau sudah begitu, perusahaan akan terkena denda minimal Rp. 500 juta, yang punya di penjara minimal 7 tahun, komputer yang menggunakan bajakan disegel. Nah, kalau perusahaan tersebut sanggup membayar denda dan lain-lainnya itu, aman deh para pegawai. Tapi kalau tidak ? PHK !.
Sebelum melaporkan ke BSA, pikirkan dulu nasib-nasib rekan-rekan sekantor, jika di PHK, perusahaan bangkrut, ga ada uang pesangon … kan kasihan. Zaman gini kan susah cari kerja apalagi orang yang usianya sudah 30 tahun keatas.
Kalau sudah baca SDA Asia, cepat-cepat lapor ke bos, beli software asli atau pake Linux.
Menurut informasi yang diberikan Ghian diblognya, bahwa software Microsoft itu dibagi 2 jenis yaitu OEM dan FPP.
Ghian ini datang jauh-jauh dari Bandung untuk menghadiri training Lisensi oleh Microsoft.
Kalau OEM itu harganya murah, tidak seumur hidup, softwarenya itu nyantol di hardware motherboard. Jadi kalau hardwarenya rusak, Anda beli lagi software Windowsnya.
Harga OEM Windows Vista Home Basic sekitar $96. Windows Vista Home Premium sekitar $ 118. Office 2007 Basic $ 171. Office 2007 Small Business $ 235. Office 2007 Professional $310.
Kalau FPP, itu seumur hidup, melekat ke pemiliknya. Harga Windows Vista Home Basic $ 210. Windows Vista Home Premium $ 248. Officenya 2007 $380.
Menurut Chip, harga pengguna korporat (volume license) yang ingin meng-upgrade Windows XP Prof menjadi Vista edisi Premium harus mengeluarkan biaya sebesar US$ 150. Harga untuk full package Vista Business adalah US$ 299 dan Vista Ultimate US$ 399.
Bagi pengguna retail untuk meng-upgrade OS lamanya menjadi Vista Home Basic bayar sebesar US$ 99,95. Sedangkan untuk upgrade ke Home premium sebesar US$ 159. Untuk pembelian baru-bukan upgrade/full package untuk Home Basic dikenai harga US$ 199, dan versi Home Premium US$ 239.
Semuanya untuk per satu PC. Jadi kalau punya 5 PC hitung saja ya…
Jangan lupa ada bonusnya yaitu Virus.
Kalau mau scan virus gratis banyak kok ada diinternet. Kalau yang mau bayar ada Norton cuma $ 36.
Oh, ya kalau kemahalan pake Office 2007, bisa pake OpenOffice versi yang bisa dipakai di Windows yang bisa free download di OpenOfficenya atau beli CDnya, cuma Rp. 20.000. Murah kan …
May 14th, 2007 — Bisnis, Komputer, OpenOffice
Kita maunya Linux itu user friendly, tapi Microsoft sudah menuding Open Source langgar hak patennya dia.
Saya sering kali kasih jawaban sama orang-orang yang bertanya, kenapa Linux tidak user friendly, salah satu jawabannya “Kalau user friendly nanti Microsoft menuduh/memperkarakan Linux karena menyontek” :p
Seru juga baca di detikinet hari Senin, 14 Mei 2007 dan perhatikan komentar-komentar disana.
Nah, sebenarnya siapa yang terbesar dibajak, Mie Kocok atau Linux ?
Pokoknya weeek …
:P
May 13th, 2007 — Komputer, OpenOffice, Story
Seringkali saya melihat anak-anak atau orang dewasa mengetik di Office itu dengan cara muter-muter. Misalnya mengcopy rumus bisa dengan gampang sekali dengan cara didrag tapi mereka menggunakan copy, kemudian blok baru paste.
Kata mereka yang ngasih tahu dari guru komputernya.
Memang benar, tapi muter-muter. Orang sudah sampai ketujuan, kita baru setengah jalan.
Baru-baru ini, saya lihat tugas anak-anak di Excel. Rumusnya untuk kali-kaliannya sudah benar, misalnya =A1*C1. Tapi pas rumus untuk nilai rata-ratanya pake @. Memang bisa tapi kenapa ga pake bahasa yang seragam yaitu menggunakan “=” (sama dengan). Jadi mereka gampang ingatnya, ga repot, instruktur/guru pun juga ga repot juga neranginnya karena dalam satu bahasa.
Lagipula, kalau mengerjakan di Calc itu simbol @ tidak bisa digunakan. Begitu juga menggunakan “+”. Excel memang bisa, tapi di Calc tidak bisa (belum bisa kali ya…
)
Kalau saya sebagai instruktur lebih senangnya satu bahasa, kalau perintahnya awalnya “=” ya… sama dengan semua aja, ga usah beda-beda. Repot kalau beda-beda, capein mulut aja.
Selama 12 tahun saya mengajar Office Microsoft, saya memberikan cara pengajaran yang simple, cepat mencapai tujuan tapi benar, mereka ga sulit untuk menghafalkannya, saya pun tidak sulit mengajarkan ke mereka. Saya ingin orang menganggap belajar komputer itu gampang.
May 12th, 2007 — Bisnis, Komputer, OpenOffice, Sosial, Story
Sebenarnya judul diatas lebih tepat “Kambing hitam itu bernama OpenOffice”
Tapi karena orang sering mengganggap apapun yang ga pernah mereka lihat di Windows, berarti Linux walaupun mereka sedang mengerjakan di Writer, Calc, Gimp, dan sebagainya.
Sama, kalau mereka sedang mengerjakan di Word, atau Excel atau PowerPoint, menyebutkan sedang mengerjakan di Windows.
Seringkali, jika mereka tidak bisa menggunakan Calc, Writer akan keluar kalimat “pakai Linux sih”
Apa yang salah ?!!
Saya lihat mereka hanya mengetik surat lamaran yang hanya perlu icon bold, italic dan sebagainya.
Mengerjakan tabel, toh tampilan Calc hampir sama kok sama Excel.
Kalau ga bisa kemudian menyalahkan Linux.
Apakah penyalahan tersebut karena menutupi ketidakmampuan atau ketidakbisaan kemudian mencari “kambing hitam”.
Kalau mereka bisa mengerjakan sesuai dengan aturan, tata cara di Microsoft Office, ke OpenOffice tidak akan mengalami kesulitan berarti.
Mereka atau kita sebenarnya cepat panik karena melihat sesuatu yang berbeda. Cobalah nyantai sedikit. Kemudian tidak mau bertanya, merasa lebih pintar - “gw udah jago”, sombong dan lain sebagainya.
Ya udah … salah sendiri …
Terus saja mencari kambing hitam dan kita ga bakalan maju-maju.
Memangnya mereka itu pada bayar lisensi Microsoft ?!!!
Dijamin ENGGAK …
Ngebajak aja SOMBONG …. !!!!
February 19th, 2007 — Komputer, OpenOffice
Akhirnya setelah berkutat cukup lama, bisa mencetak di Canon iP1700 menggunakan OpenOffice.
Saya menggunakan turboprint, dengan configuration Draft. Sewaktu mencetaknya saya menggunakan http://localhost:631/
Terima kasih untuk Harry untuk menyakinkan bahwa Canon bisa jalan di turboprint ….
Terima kasih untuk Pak Rusmanto (InfoLinux) dan Pak Stefanus (Canon Indonesia) untuk info Canoni255 dua tahun yang lalu.
TQ banget ….
Hari ini saya senang sekali …..
January 26th, 2007 — OpenOffice
Keterkejutan saya yang kedua di OpenOffice setelah melihat icon PDF adalah bisa membuka file dengan type file yang berbeda.
Misalnya :
Kita dalam posisi di dokumen Writer (Word di OpenOffice) kemudian kita mau buka file Calc (Excel di OpenOffice), cukup klik icon Open di Writer kemudian cari deh file Calcnya and then terbukalah.
Begitu juga sebaliknya …
Jika kita mau ngetik file baru di Writer tapi masih dalam posisi di Calc, cukup klik File kemudian New, pilihlah kata Spreadsheet.
Bisa juga, klik icon New dengan cara menahan mouse kiri pilihlah Spreadsheet.
Untuk type file yang lain juga begitu.
January 25th, 2007 — OpenOffice
Waktu pertama kali buka Writer, Wordnya di Linux sekitar 2 tahun yang lalu, lihat icon PDF. Wah, keren ….
Kalau di Office Microsoft belum ada, tapi ga tahu ya.. kalau di Vista :D.
Kalau di OpenOffice 2.0, iconnya terletak di urutan ke 6. Kalau di OpenOffice 1.1.2 itu terletak di nomor 5.
Gampang kok nyarinya, ada tulisan PDF.
Membuat dokumen berbentuk PDF tinggal klik icon PDF kemudian ketik nama filenya lalu klik Save.
Semua software Office di OpenOffice ada icon PDF. Mulai dari Writer, Calc, Impress, Math, Draw dan lain-lain.
Gampang bukan 
January 11th, 2007 — OpenOffice
Membuat nomor urut di Calc lebih praktis, tidak usah mengetik angka 1 dan 2 kemudian diblok, letakkan kursor di handle (kotak berwarna hitam di sebelah bawah kanan kursor) kemudian tahan mouse dan geser ketempat yang diinginkan. Prosedur tersebut sering saya lakukan di Excel besutan Microsoft.
Di Calc cukup tekan angka 1 kemudian letakkan di mouse kemudian geser (biasanya saya menyebutkan kata “copy” agar mudah dicerna), berapa angka yang diinginkan.
Di Calc jika ingin memberi angka 1. (satu titik), cukup ketik ‘1. (kutip satu, angka 1 dan titik), kemudian enter, letakkan kursor kembali ke angka 1., letakkan mouse di handle, geserlah ke tempat yang diinginkan.
Cara di Excel seperti diparagraf awal bisa dilakukan di Calc. Tapi kalau ada yang lebih praktis kenapa tidak 
January 1st, 2007 — OpenOffice
Pasti kita pernah merasa kesal, ngedumel, susah or repot mengetik kata yang sulit. Misalnya pengetikan bahasa latin dalam ilmu biologi/kedokteran atau bahasa Inggris yang jumlah hurufnya panjang dalam 1 kata.
Di Writer, Officenya di LInux, Anda dapat mengetik hanya satu kali dan untuk kata selanjutnya yang sama tinggal di ENTER.
Caranya sama seperti di Excel. Jika dalam satu kolom pernah diketik kata “INDONESIA” maka di baris berikutnya dalam satu kolom tersebut bertemu lagi kata “INDONESIA” kita cukup menekan huruf “I” dan enter.
Di Writer dan Calc seperti itu. Jadi kita tinggal tekan huruf “I”, maka muncul kata “INDONESIA” kemudian tekanlah ENTER. Kalau huruf pertamanya sama maka diambil huruf kedua yang berbeda, begitu seterusnya.
Untuk mengatur panjang kata yang akan muncul, coba klik di :
a. Tools
b. Autocorrect/Autoformat
c. Di tab Word Completion, kita bisa menemukan fasilitas diatas
Dengan cara tersebut diatas sangat menghemat waktu.
Tips : kalau kata tersebut sangat susah, sebelum spasi dicek terlebih dahulu agar saat mengetik ulang, katanya benar
December 23rd, 2006 — OpenOffice
Jika Anda membutuhkan membuat rumus matematika di Writer, pergunakan fasilitas Formula dengan mengklik Insert, Object, Formula.
Untuk memunculkan kode-kode pembuatan formula, klik di View, Selection. Kliklah perintah yang ingin Anda gunakan. Contoh : membuat rumus dengan bentuk 1 per 2 (1/2). Klik icon tersebut bertanda a + garis datar + b, muncul over di kotak yang dibawahnya. Pada , ketiklah angka yang Anda inginkan. Kliklah dokumen pengetikan setelah Anda selesai membuat rumus. Untuk memperbaiki rumus, klik 2 kali dirumus tersebut. Untuk melihat ketentuan pembuatan rumus, Anda bisa buka Help pada posisi di fasilitas Formula kemudian pilih Contents, pilih Formula References Table.
December 13th, 2006 — OpenOffice
OpenOffice mengumumkan versi terbaru yaitu 2.1
Adapun fasilitas terbarunya adalah dengan menampilkan multi-monitor dalam Impress, revisi HTML Export untuk Calc, dukungan yang lebih baik bagi Access dalam Base, penambahan bahasa terbaru dan notifikasi otomatis pada update.
Silahkan download di sini ….
Sumber berita :
http://www.sda-indo.com
November 30th, 2006 — OpenOffice
Date Posted :
Office di linux disebut OpenOffice, untuk seterusnya saya singkat dengan OO. Office buatan M$ (Microsoft) terdiri dari Word, Excel, PowerPoint, Access, FrontPage, Microsoft Outlook dsbnya (kalau masih ada yang lain boleh ditambah, maklum udah ga begitu hapal lagi). Kalau di OpenOffice ada Writer (Word), Calc (Excel), Impress (PowerPoint), Draw, FrontPage (HTML Document).
Nah, saya akan bicara tentang Writer & Calc yang sering dipakai. Caranya semuanya sama dengan di Word dan Excel di M$. Cuma peletakkannya beda. Kalau Page Setup di Office M$ ada di File, tapi di OpenOffice adanya di Format, Page.
Di Writer, yang berhubungan dengan halaman (Page) ada di Format, Page, misalnya ukuran kertas, header n footer, border, margin kanan kiri, atas bawah, dll. Yang berhubungan dengan huruf ada di Character, contoh font, subscript n superscript di position dst. Yang berhubungan dengan Paragraf ada di Paragraph, misalnya spasi, tab, drops cap, dst.
Untuk Calc, yang berhubungan dengan kolom dan baris ada di Cell. Berhubungan dengan ukuran kertas, margin kanan kiri, atas bawah ada di Page.
Sisanya cari sendiri yach, tinggal klik aja kok, kalau ga ketemu minta sama Help aja. Kalau ga bisa baca di help, buka aja kamus. Saya aja kalau ada kata yang ga tahu artinya lihat kamus. Kalau ga bisa juga tanya sama yang udah bisa …
Perlu diketahui, kalau mengetik di OO dan Office harus mengetik dengan baik dan benar kalau tidak berantakan. Pengertian baik dan benar, misalnya mengetengahkan judul pake icon center jangan pake tab, spasi dll. Keliatan sih memang rapi tapi kalau dipindahkan ke OO, jadi ga tengah. Begitu juga kalau di OO mengetengahkan judul pake tab, spasi, indent, kelihatan sih rapi, pas dipindahi ke word yang tidak tengah. Jangan menyalahi LINUX, salah sendiri kenapa ngetiknya tidak sesuai tatanan.
Oh, ya sementara ini, LINUX tidak mengenal virus, yang bikin virus belum bisa cara membobol LINUX. Mudah-mudahan mereka ga bisa membobol LINUX sampai kapanpun juga.
Udah dulu … capek ngetik nich
November 28th, 2006 — Komputer, OpenOffice
Ini dari teman saya di milist mifta-perjuangan, namanya Bapak Dian.
Rupanya beliau sudah tahu duluan. Beliau nambahin font arabicnya,
silahkan tinggal diklik aja.Buat mempercantik dokumennya, ada beberapa fonta Arab yang dapat
diunduh dari:
http://scripts.sil.org/cms/scripts/page.php?site_id=nrsi&item_id=ArabicFonts
http://www.arabeyes.org/project.php?proj=Khotot
http://www.microsoft.com/typography/fonts/font.aspx?FID=264&FNAME=Traditional+Arabic
Wassalaam,
-Dian-
Mungkin sudah ada yang tahu kalau di OpenOffice, difasilitas
Special Character, penulisan bahasa arab menyambung sendiri
secara otomatis dan bisa ditambah dengan tanda bacanya.
Saya baru ketemu fasilitas tersebut. Biasanya saya menyisipkan
huruf arab dengan 1 huruf dan tidak menyangka Ooo bisa
menyambungnya. Saya mempergunakan Ooo versi 1.1.2 Kalau versi yang lain juga bisa.
Adapun caranya :
- Klik Insert, Special Character
- Pilih font bernama Scheherazade.
Catatan : Untuk font yang lain kurang bagus untuk penyambungan bahasa Arabnya
- Di kotak subset atau kotak yang dibawah cari bahasa Arabnya.
- Biasanya terletak di basic Arabic. Carilah huruf Arab yang ingin Anda gunakan dengan cara menscroll.
- Klik simbol yang ingin digunakan. Misalnya ﺷ
- Untuk memberi tanda baca. pilih tanda bacanya. sehingga menjadi ٌﺷ
- Begitu seterusnya.
- Setelah selesai semua OK.
Bila tidak ada fasilitas arabicnya, coba install languages arabic.
Untuk bahasa Jepang dan China, mungkin sama..
Bagaimana tinggal main klik. Untuk customer yang hanya sewaktu-waktu ngerental bahasa Arab, ini lebih mudah.
Semoga berguna
Catatan :
Jika penulisan bahasa Arabnya terlalu panjang, cobalah untuk memotongnya ditengah kalimat kemudian OK. Simpanlah hasil pekerjaan Anda di harddisk.
Gunakan icon right jika ingin diletakkan di sebelah kanan kertas
Jika hurufnya terlalu kecil, gunakan fasilitas SIZE