Entries Tagged 'Photo' ↓

Senja

Ada pulau namanya Senja, yang letaknya di Laut Norwegia dan dekat Greenland.

Kalau di Indonesia, arti senja itu antara matahari terbenam dan menjelang malam … betul ? Saya tidak tahu cara pengucapan kata “Senja” secara oral bagi si Mr.

Sebenarnya foto-fotonya bagus, sayangnya kebanyakan warna ga jauh-jauh dari biru, putih, merah, dark. Kalau bunga ada sih. Yang jelas tidak sevariasi kalau ambil foto nature di Indonesia.

Coba si Mr. ambil foto-foto di Indonesia, pasti hasilnya juga bagus dan lebih aktratif dan berwarna. Jadi ga kebanyakan snow … snow …

Surfing di Mentawai

Di milist Rantau@net lagi ramai membicarakan salah satu daerah tujuan pariwisata di Sumatera Barat yaitu Kepulauan Mentawai. Yang utama dibicarakan adalah olahraga surfing dan pemandangannya.

Kegiatan surfing di Mentawai ini hanya dikenal oleh para surfer luar negeri. Katanya banyak olahragawan internasional senang main kesana. Sayang para surfer lokal masih jarang. Kalau lihat di google memang kebanyakan orang bulenya.

Ombak di Mentawai merupakan terbagus no. 3 setelah Hawaii dan Tahiti. Berikut infromasi yang didapat dari situs mysurfbrand :

3. Lance’s Right, Indonesia - Remote and tucked away in the Mentawai Islands, Lance’s Rights (Hollow Trees) is a world class right hander breaking sharply over shallow coral reef. Optimal size is 4-8 ft and is harder to surf than the surf mags make it look. Typically, getting to Lance’s Right is a bit of a mission. Most people fly to Padang, stay overnight before catching a transfer out to the Mentawai Islands the next day. Its expensive too, Most people who surf the Mentawais go by charter boat and pay up to whopping $US450 per day! Take heart tho, you can do it cheaply aswell by staying in a camp up there.

Sedangkan Uluwatu-Bali dan Lakey Peak, Sumbawa-Indonesia termasuk perangkat ke 17 dan 19.

Ombak yang bagus menurut Pak Rudi_silausumatra yang disampaikan di west-sumatra.com :

Di Mentawai dimulai pada awal Februari, bagi surfer best seasonnya itu pada bulan Mei, Juli, Agustus. Bulan September adalah saat paling ramai disana. Dan Kandui berada di Surf Playground Area yaitu di Siberut Selatan (Muara Siberut), banyak terdapat spot-spot wafe world class.

Untuk pemandangannya juga sangat bagus. Kebudayaan dan hutan masih bertahan dan asri.

Jika ingin lihat video para surfer luar negeri main ombak di Mentawai, bisa cari di youtube dengan kunci pencari “surf Mentawai”.

Kalau ingin mancing, disana olahraga yang juga menarik. Ikannya gede-gede.

Jadi … ga usah jauh-jauh kan ke luar negeri atau kalau sudah bosen ke Bali, coba datang ke Mentawai.

And … ini penting banget … JANGAN RUSAK ALAM DISANA. Belajar dari pengalaman di Nias, setelah dirusaknya alamnya pariwisata disana sudah tidak menarik dan sepi pengunjung.

Kalau ada yang ngerusakin, berurusan sama GW dan orang-orang di west-sumatra …. hehehe …

Source :
WavePark Mentawai
West-Sumatra.com
http://rickyds905.multiply.com
mentawaiisland.com

Gajah Mada

gajah_mada.jpgSudah cukup lama saya merasa ada yang aneh dengan wajah Gajah Mada. Tapi entahlah dibagian mana.

Tahun berganti tahun, Gajah Mada terlupakan dan teringatkan.

Dan akhirnya … saat ini saya perhatikan lebih mendalam wajah Gajah Mada dari internet.

Hmm … rupanya bibirnya … bibirnya terlalu tebal. Alisnya kayak perempuan.

Maaf ya … terpaksa nih, ga tahan untuk diungkapkan.

Baca-baca di Paman Google, wajah Gajah Mada yang ada dimana-mana merupakan wajah imajiner pembuatnya.

Walaupun begitu Gajah Mada masih tetap menjadi misteri dalam kehidupan pribadinya. Dan beliau diperebutkan oleh Jawa Tengah dan Sumatera Barat.

Gempa Sumatra

Rabu kemarin, gempa melanda Bengkulu, Sumatra Barat, Jambi, Sumatera Selatan dan sekitarnya bahkan sampai negara tetangga. Pusat Gempa di Bengkulu dengan kekuatan 7.9 Skala Richter pada pukul 18.10 WIB. BMG memberikan peringatan tsunami tapi sudah dicabut.

Saat itu, saya sedang menonton siaran berita dari ANTV. Penyiar berita saat itu mengumumkan bahwa di studionya terasa guncangan. Saya lihat layar televisi bergerak tapi penyiarnya tetap siaran, tidak beranjak dari tempatnya.

Loyalitas terhadap pekerjaan dan pemirsanya … hebat ya … nyawa taruhannya. Dia terus siaran sampai gempa reda. Cukup lama juga.

Yang nonton aja panik lihat layar televisi bergerak tak tentu arahnya. Mukanya saya lihat ketakutan tapi “jalan” terus siarannya …

Saya sendiri ga terasa gempa tapi adik laki-laki saya terasa karena dia duduk di lantai. Kalau saya duduk dikursi. Hmm … biasanya terasa sih … tapi ga tahu kenapa tidak terasa.

Sepupu, suaminya, anak-anaknya dan ibu sepupu saya yang tinggal di kota Padang ketakutan sekali. Rabu, mati lampu. Karena sering gempa, mereka tidur diluar rumah.

Tadi pagi, 5 Pagi (Jum’at, 14/9/2007), saya nonton berita di MetroTV bahwa gunung Talang sudah gempa 400 kali. Saya harap ke mereka untuk pulang ke Silungkang. Kalau sampai Gunung Talang meletus, terus ada gempa besar dan tsunami mereka tidak bisa pulang ke Silungkang. Untuk lewat Silungkang harus melewati Solok (Gunung Talang).

Menurut keterangan sepupu saya, hari Jum’at sudah hidup lampu, rumahnya tidak ada yang rusak. Banyak saudara dari pihak suami yang tinggal di rumah mereka karena letaknya lebih tinggi. Bantuan sudah datang, sudah ada yang memberi instruksi cara menyelematkan diri dari Tsunami.

Menurut wawancara kemarin pagi di MetroTV dengan ahli geologi BPPT bahwa kita menunggu gempa kekuatan 9 Skala Richter. Bapak tersebut mengharapkan bahwa gempa yang terjadi saat ini dicicil sehingga tidak terjadi yang 9.

Tapi beliau tidak tahu apakah ini gempa cicilan atau nanti ada yang 9. Beliau tidak tahu kapan yang besarnya.

Tapi saya harap ga terjadi yang 9. Duh …

Gempa di Bengkulu dan Sumbar akan terjadi dalam 2 pekan dengan skala lebih dari 5, menurut BMG.

Video : CNN

News : Yahoo, Liputan6.com, Are We Ready for Another Tsunami

Photo : AFP, Reuters

captda10709131055indonesia_earthquake_da107.jpg

An Indonesian girl kisses her cat near her collapsed house in Lais, Bengkulu, Sumatra island, Indonesia, Thursday, Sept. 13, 2007. Three powerful earthquakes jolted Indonesia in less than 24 hours, triggering tsunami warnings, damaging hundreds of houses and sending panicked residents fleeing to high ground. Rescuers feared some victims were trapped beneath the rubble. (AP Photo/Dita Alangkara).

r1287889489.jpg

An Indonesian rescue team removes a body from a damaged building in Padang of West Sumatra province September 13, 2007. Indonesia’s Sumatra island was pounded by aftershocks on Thursday after the world’s most powerful earthquake so far this year killed at least six people and buried many more under buildings. REUTERS/Singgalang- Muhammad Fitrah (INDONESIA).

captsgeuhg04140907053405photo03photodefault-403x512.jpg

A motorist passes cracks in a damaged road at Air Besi in North Bengkulu, 13 September, a day after a massive 8.4 magnitude earthquake shook the region. Huge aftershocks rumbled across Indonesia’s Sumatra island on Thursday but officials said the damage from a massive earthquake that killed 10 people was not as bad as feared.(AFP/Adek Berry)

r902173160.jpg

A mother holds her son as he is treated by a doctor at makeshift tent hospital in Bengkulu September 13, 2007. Indonesia’s Sumatra island was pounded by aftershocks on Thursday after the world’s most powerful earthquake so far this year killed at least six people and buried many more under buildings. REUTERS/Beawiharta (INDONESIA)

r1677147513.jpg

Hospital patients stay at a makeshift tent after an earthquake, in the Indonesian city of Bengkulu, September 13, 2007. Indonesia’s Sumatra island was pounded by aftershocks on Thursday after the world’s most powerful earthquake so far this year killed at least six people and buried many more under buildings. REUTERS/Beawiharta (INDONESIA)

Heroes

heroes_wallpaper2y_1024.jpg

Sudah pernah nonton Heroes di TransTV setiap jam 18.00 WIB ? Seru ya … Saya kagum sama teknologi pembuatan filmnya. Hebat banget.

Menurut situs NBC, Heroes mendapatkan 8 Nominasi Emmy. Film ini dikategorikan sebagai drama dan fiction televisi. Heroes dibuat oleh Tim Kring. Pertama kali tayang di NBC tanggal 25 September 2006.

Claire BennetDalam film ini ada 12 pemain yang mempunyai kemampuan istimewa dan luar biasa. 1 orang berperan antagonis yang bernama Sylar yang diperankan oleh Zachary Quinto peranakan Italia-Irish.

Saya suka ada bahasa selain Inggris yaitu Jepang. Si Hiro yang tidak mau jadi bos, katanya ingin menyelamatkan dunia. Si Hiro sangat percaya diri bahwa dialah adalah pahlawan. Pemeran Hiro adalah Masi Oka, pria yang lahir tahun 1974. Kalau dilihat ditelevisi ga keliatan usianya segitu ya …
Kalau mau tahu apa kehebatan mereka bisa dilihat di Heroes Wikipedia.

Hiro ZahrahPengemar game ada game Heroes. DVD dan HD-DVD akan keluar tanggal 28 Agustus 2007 untuk wilayah Kanada dan USA.
Saya tertarik sama nama lambang Helix. Seperti di Helix Player di Linux.

Ngomong soal jam tayang alangkah baiknya TransTV menyiarkan jangan jam 18.00 WIB. ‘Kan orang pada sholat magrib. Film ini untuk anak usia 19 tahun ke atas. Biasanya anak-anak kecil masih nonton televisi. Dan film ini walaupun fiction, banyak teknologi yang dipakai tapi mengandung unsur kekerasan dan darah.

Kalau bisa siarannya malaman dikit, misalnya jam 10 malam agar saya bisa nonton full. Kalau jam 18.00 selain Magriban juga saya masih kerja.

Jadi please ya TransTV ….


Global Warming

global-warming-small.jpgMerasa sangat panas ? Lebih panas dari tahun kemarin ? Atau tahun kemarinnya lagi …. kemarinnya lagi …. Merasa musim di Indonesia tidak teratur ?Kalau saya memang terasa panas sekali jika tengah hari. Kadang-kadang tidak ada angin yang berhembus. Pasang AC kalau siang hari suka kurang dingin. Tapi mending daripada diluar, uhhh terik sekali. Walaupun begitu saya masih bersyukur, pagi hari udara masih sangat dingin walaupun dalam waktu cuma sebentar.

Pernah ke Bandung ? Waktu saya ke sana tahun ini, suhunya sama saja sih dengan daerah rumah saya diwaktu siang hari dibandingkan dulu sekitar tahun 1992. Udara Bandung tahun 1992 disiang hari masih terasa hembusan angin dinginnya. Kampung halaman saya dulu sekali dingin karena terletak di kaki bukit Barisan, sekarang suhu berubah.

Hal ini dibenarkan oleh Pak Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan Hidup. Karena negara Indonesia terletak di Khatulistiwa, dampak hawa panas lebih terasa menyengat. Tapi untung sekali lagi (hehehehe) belum ada yang meninggal karena kepanasan. Apakah karena kita terbiasa panas ? Mungkin kalau sudah 40 derajat … pasti tidak ada yang tahan. Jangan sampai kita mati karena kepanasan.

Kalau suhu 40 derajat … kita bisa masak telur tanpa api ;)

Kita dibagi dalam 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Masing-masing musim berjalan selama 6 bulan. Sekarang, musim kemarau bisa panjang sekali. Duh … siap-siap bawa kipas dan payung nih :D

Bagaimana manusia yang tinggal di empat musim ? Karena tidak tahan suhu yang panas, banyak meninggal dunia akibat suhu yang sangat ekstrim.

1165024576_pantai-lovina-bali.JPGYang paling menarik perhatian saya dari pernyataan Pak Emil Salim bahwa kita saat ini telah kehilangan 20 pulau kecil. Menurut Rachmat Witoelar, pada tahun 2030 Indonesia akan kehilangan 2.000 pulaunya. Bisa dimungkinkan pulau-pulau besar di Indonesia akan berkurang luasnya.

Jadi kita tinggal dimana donk … :( Tinggal pilih : di langit atau di gunung

Makanya jangan beli pulau hehehehe ….

Kita bisa mengurangi (hmm … bisa memperbaiki sampai

pabriknormal kembali ga ?) pemanasan global dengan salah satunya mengurangi pemakaian kendaraan bermotor (kalau perlu kita naik sepeda), tanam pohon sebanyak-banyaknya, lebih baik jangan pasang rumah kaca, mematikan listrik jika tidak diperlukan, jangan pake bahan plastik dan masih banyak lagi.

Menurut Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan Amerika Serikat untuk menjadi pelopor pemanasan suhu global. Hal ini disebabkan teknologi Amerika terbaik untuk mengatasi pemanasan global.

Salah satu artis Hollywood, Leonardo DiCaprio memberi perhatian lebih terhadap global warming. Leo telah membuat film dokumenter tentang hal ini dengan judul 11th Hour. Pemutaran perdana jatuh tanggal 17 Agustus 2007, tepat pada hari Kemerdekaan Indonesia ya …

banner

Sssttt …. mudah-mudahan dalam press conference atau apalah namanya dia ga nyindir Indonesia karena penyumbang no. 3 dalam hal pemanasan global.

Nambah lagi nih predikat Indonesia dalam bidang kejelekan :P

The 11th Hour Expert Email

The 11th Hour Synopsis 1PG

The 11th Hour Synopsis 1PP

The 11th Hour Talking Points

poster 11th

Myspace

Myspace pasti kita sudah tahu apa itu. Ya .. seperti Friendster (FS) tapi fasilitasnya lebih banyak. Tapi sekarang FS sudah menambah beberapa fasilitasnya.

Myspace di Indonesia kalah pamor dibandingkan pendahulunya FS. Mungkin sebagai yang datang belakangan tidak dianggap di Indonesia.

Saya lihat kerepotan orang Indonesia ngurusin background, mencari teman sebanyak-banyak, masukin begitu banyak foto dan sebagainya sewaktu FS muncul. Hal ini diperkuat jawaban mereka jika saya tanya “Punya Myspace ?”

Jawabannya hampir sama semua, “males”, “duh, buat account baru lagi donk!”, “repot!”, “cari temannya lagi ?”, “Mbak, sama kan kayak FS? Kalau sama ogah achhh!”

Bagaimana sebenarnya Myspace ?

Setelah punya account Myspace, saya lihat kebanyakan orang Amerika Serikat. Paling banyak berbahasa Inggris. Kelas high, terlalu wah. Ketemu cowok-cowok Iran yang ganteng-ganteng banget, cocok buat film di Hollywood. Ga nyangka ya .. kalau cowok-cowok Iran itu kayak gitu …

Orang Indonesianya jarang banget. Yang lumayan aktif itu orang Malaysia. Saya sudah punya beberapa orang Malaysia. Sampai saya berkata dalam hati, “akhirnya ada yang bisa sama bahasanya”. Hehehehe. Ssst, walaupun kalau kiriman message, jawabannya suka ga nyambung Habisannya bahasanya banyak ga sama.

Sebenarnya saya males ngetik bahasa Inggris, karena ga begitu ahli alias ga gape. Tapi kalau ga begitu saya ga maju-maju donk. Walaupun dengan grammer acak kadul, terjang terus man …

Yang mengejutkan, ada Leonardo DeCaprio, Bryan Adam, Simon America Idol, Matt Austin, Mustafa Debu dan teman-temannya, dan masih banyak lagi. Pemain Harry Potter juga ada tapi belum diapprove.

Yang paling konyol (menurut saya) ada Raja, Pangeran dan Ratu.

Mungkin di FS ada kali ya .. sayangnya saya jarang muter-muter di FS karena waktu buat pertama kali hanya kepentingan bisnis. Ya .. agar bisa tahu cara bikin background, approve, add, masukin foto dan sebagainya.

Apakah itu benar mereka? Saya tanya ke pengacaranya yang ikutan mybloglog, karena pertama kali saya dapat si Leo itu dari dia. Katanya benar memang si Leo.

Jika bukan mereka, hanya fans. Si fans akan menyatakan di profilenya ““I am NOT the real Leonardo DiCaprio! This is just a Fansite!

Ada juga sih, yang tidak mengatakan hal diatas tapi kita harus hati-hati membaca suatu profile.

Kalau saya cari aman, ya … muter-muter di pengacara dia atau yang udah jelas banget dia artis/aktor temannya. Misalnya saya muter-muter di Leo, pasti Leo punya teman sesama aktris/aktor ‘kan. Karena kalau bukan dari awal dari si aktris, kita search people rada sulit mencari beribu-ribu yang benar-benar asli.

Soal foto, gampang … pindahin aja foto yang di FS ke Myspace jadi kita ga buang uang.

Karena Myspace itu ada foto dan video, jadi alangkah baiknya yang punya account berusia 30 tahun ke atas, maklumlah anggotanya kebanyakan dari Amerika Serikat yang sangat bebas. Kalau perlu ga usah punya account disana.

Setiap profile itu bisa berisi video, lagu, foto yang besar dan background, bayangkan akses internetnya akan sangat berat alias lelet.

Ada yang lupa, jika ingin film terbaru yang gress punya, kita bisa melihat trailernya untuk pertama kali. Contoh trailer Harry Potter, 11th Hour-nya Leo, Die Hard-nya Bruce Willis.

Pulang Basamo USA 2008

 Tour Schedule

Pulang Basamo/Touring Together to West Sumatra

Visit West Sumatra June 2008

WEST SUMATRA GROUP TOUR SCHEDULE

(see tour map: http://www.indonesia-tourism.com/west-sumatra/map/west_sumatra_high.png )

June 7, 2008 Departure from Newark, NJ or Los Angeles, CA to Jakarta Indonesia 

June 9, 2008. Arrive in Jakarta. ETD To Padang 12.00 noon ETA 1.30pm

Day One June 9th. 2008 of the Tour Package Pulang Basamo

PADANG-PADANG PANJANG-BUKITTINGGI

Minangkabau International Airport

Our Pulang Besamo visitors will land at the Minangkabau International Airport/Bandara Internasional Minangkabau (BIM) which is located in the suburban of the capital city of the Propinsi West Sumatra- Padang. Visitors will be transported to the Padang Train Station, and from here the train will take visitors to Padang Panjang. This northward journey normally takes two hours. This private charted train journey will take us meanders through the majestic heartland of the Minangkabau landscape and the vast natural forest sanctuary that still unspoiled and vigilantly supervised by the Forestry Department. One of these is the peculiar natural beauty of the air terjun Lembah Anai/the natural waterfalls of the valley of the Termites. Our first group everything native lunch will be served once we reach Padang Panjang. Our journey continues by bus to Desa Pandai Sikek, a village located at the foot of the volcano Gunung Singgalang.  Desa Pandai Sikek is very well known for its traditional Songket weaving, wood carving and embroidery. From Desa Pandai Sikek it takes half an hour to reach our last leg of today http://www.indonesia-tourism.com/west-sumatra/map/west_sumatra_high.pngitinerary, Bukittinggi. Group members will be staying in a hotel and dinner is served while visitors are entertained with Minang cultural show.

Tourist Train on The Anai Valley

Day Two June 10th. 2008 of the Tour Package

BUKITTINGGI-BATU SANGKAR

This is our first day group tour. We will spend the whole day visiting popular sites of tourist attraction around Greater Batu Sangkar, a beautiful city of the Kabupaten/District Tanah Datar and it is only an hour drive and eastward from Bukittinggi. Our tour starts by stop, first at the Tabek Patah Kaki Gunung Merapi, one of the best places to view the scenic Grand Canyon of Indonesia with the majestic volcano Gunung Merapi in full view. Our group lunch is served at the Hotel Restaurant Pondok Flora, Batu Sangkar. This restaurant is selected due to its strategic location of having scenic panorama the surrounding rice (padi) fields. Our group evening events will spend at another three centers of attraction: the Istana Silinduang Bulan/Royal Palace of the State of Pagaruyung, the Batu Bersurat/the Written Stone (written in Sanskrit and lastly the majestic Danau Singkarak/Singkarak. By the evening every one of us will be back to our Bukittinggi hotel. Dinner is served while we are being entertained: watching one particular contemporary Minang folksong musical program called KIM PANTUN.

Day Three June 11th 2008 of the Tour Package

BUKITTINGGI-LEMBAH HARAU

Today, it is our group’s “royal” tour. We are transported northeastern to Payakumbuh, literally means swamp of kumbuh or grassy swamp. We spend the whole morning till 3.00 PM, visiting the Rumah Godang/the traditional Minang Grand House, situated at the Sungai Baringin/River Baringin. Once in the yard of Rumah Godang we are welcomed with full Minang traditional welcoming dance ceremony- Tari Pasambahan/Tari Selamat Datang. This is a very decorative and elaborate traditional dance ceremony that truly replicates Minang local customs and mannerism of welcoming visitors. Perhaps, it worth to mention “get ready with your camcorder, digital and regular camera to record this event.” Our group lunch is traditionally served and it is uniquely very Minang.

There are many events that are very popular with visiting tourists at Payakumbuh: kincir air/waterwheels, kipang jagung/a uniquely local pop corn, pandai besi/craftsmanship producing lethal and no lethal weapons from smelted iron, pertunjukan Debus/magic-based martial arts performed on special stage, pacu itik/flying duck race, monyet memetik kelapa/monkeys plucking young coconuts show, pencak silat/martial art, and traditional Minang dance troupes performing live.

To complete our groups ‘royal” tour of the day, we proceed to the majestic panoramic Lembah Harau/ the Valley of Harau. Lembah Harau is in Kabupaten Lima Puluh Kota /District of Fifty Cities. Two words that fully describe the experience at Lembah Harau, a Cagar Alam or Strict Nature Reserve: very extraordinary. The ever fresh and refreshing mountain air and atmosphere, and the steeped rock terrain contours served as the decorative backdrops to waterfalls and its rainbow mists and vapors surely put us into an uplifting soothing experience of serenity and tranquility.  To those mountain climbers, this Valley promises cool physical challenges.

Ending our “royal” tour of the day is to have and to enjoy a traditional dinner at our Bukittinggi hotel with live performances by traditional Minang musicians and dance troupes.

Day Four 12th 2008 of the Package Tour

BUKITTINGGI-MANINJAU

Today, we are done in Bukittinggi. We pack and check out and ready to visit Maninjau, northwestern to Bukittinggi.  Before leaving the group will have a city tour of Bukittinggi and its vicinity. First, the renown Panorama at Ngarai Sianok, then Lubang Jepang/Japanese Hole, the fortress Fort De Kock, and the Grand Clock Tower of Jam Gadang Pasar Atas. The tour is then directed to tour Koto Gadang/ Grand Fortress. This Koto Gadang is very well known for its silver craftsmanship - traditional and contemporary silver embroidery. It is the only of its kind in Minang.

Our group overnight lodging in Maninjau will be at Hotel Maninjau Resort. As usual, dinner is served at the Hotel restaurant and KIM PANTUN is also performance for the visitors.

Day Five 13th 2008 of the Package Tour

MANINJAU-PARIAMAN-PULAU SIKUAI PADANG

After breakfast and check out, the group will be taken to Danau Maninjau/Maninjau Lake. http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Maninjau.jpg Before reaching Maninjau Lake, also locally known as Crystal Lake, first we have to survive the daunting downhill journey by meandering through the steep 44 hairpin bends (a lots of sharp z-turns), locally known as Kelok 44. The Lake is simply gorgeous and its splendor is simply breathtaking. After survives the Kelok 44 and enjoy the splendid morning at Maninjau lake, we proceed to Padang via Pariaman, a well-known seaport that serve the hinterland of Minagkabau and also known for its Tabuik festival. How about enjoying our lunch while cross-legged (baselo) at any of the Pariaman beaches facing the South Indian Ocean. You will never forget this particular impromptu.  Please record this particular impromptu with your camcorder or camera!

From Pariaman, we take train to Padang-the provincional city of West Sumatra. Once reach Padang, we have to board a ferry to take us to the Pulau Sikuai, A pearl in the Indian Ocean. There is a beautiful and sophisticated island off West Sumatra, Indonesia name Sikuai. A private island which shines like a pearl with a beautiful white sand beach. Here you can find tropical weather all year long, with beautiful untouched virgin forest leading to the white sandy beaches around the island. 40 hectares in size, with 21 cottages, restaurant, conference hall, swimming pool and jogging track, this is the perfect family holiday or team building location.  The nature here is simply, well, indescribable. We have to be here in order to experience it. It is the earthly heaven at the Sumatran rim of the Indian Ocean. At a reserved hotel, we are being served a traditional dinner with traditional Minang music.

(see: http://sikuaiislandresort.wordpress.com/ )

Day Six, 14th June 2008

SIKUAI ISLAND-PADANG

We are going to have a Padang city tour. Of, course it starts with another good breakfast. This city tour includes visiting Teluk Bayur/ the Bayur inlet, the olde Padang harbor, the Siti Nurbaya Bridge and of course, without question, the Grand Market of Padang/ Pasar Raya Padang. You name it, it has it. Of course, every thing is native.

Lunch is served at the reserved hotel and no more formal group schedule. Every one can pursue personal informal program of their own.

Sikuai Island is one of the many islands that serve Padang.

Day Seven, 15th June 2008

HOTEL PADANG-THE MINANGKABAU INTERNATIONAL AIRPORT/Bandara Internasional Minangkabau (BIM)

Our last group breakfast is served. Transportation is provided to our visitors to the BIM

GOOD LUCK. 

In Bahasa


Day

07Hari/06Malam         MINANGKABAU TOUR

01

09 Jun 08

PADANG – PADANG PANJANG - BUKITTINGGI             (L–D)

Rombongan dijemput di Bandara Internasional Minangkabau. Dengan KA Wisata menuju Padang Panjang. dimana keindahan alam Minangkabau terbentang, seperti hamparan sawah,  hutan lindung dan Air Terjun Lembah Anai. Di Padang Panjang makan siang, kemudian pejalanan dilanjutkan menuju Desa Pandai Sikek di kaki Gunung Singgalang yang terkenal dengan Tenunan Songket, Ukiran Kayu dan Sulaman. Selanjutnya menuju Bukittinggi, check in dihotel, makan malam di hotel sambil menikmati kesenian tradisionil.

02

10 Jun 08

BUKITTINGGI – BATU SANGKAR         (B–L–D)

Setelah sarapan pagi di hotel, tour hari ini menuju Batu Sangkar diperjalanan berhenti di Tabek Patah kaki Gunung Merapi sambil menikmati pemandangan alam yang indah, berhenti di Kiniko terkenal dengan makanan khas Kabupaten Tahan Datar seperti Kopi, Pisang Sale, Kawa daun, dan bermacam makanan lain nya. Makan siang di Restauran Pondok Flora Batu Sangkar yang di kelilingan sawah padi. Setelah makan siang menuju Istana Silinduang Bulan, Batu Bersurat yang ditulis dalam Bahasa Sangsekerta, Danau Singkarak merupakan Danau terbesar di Ranah Minang, sore kembali ke Bukittinggi. Makan malam di hotel dengan permainan KIM Pantun dan Lagu

03

11 Jun 08

BUKITTINGGI – LEMBAH HARAU           (B–L–D)

Tour hari ini, menuju Rumah Godang di Sungai Baringin Payakumbuh disambut dengan Tari Pasambahan (Tari Selamat Datang) atraksi Pariwisata seperti Kincir Air, membuat Kipang Jagung (Pop Corn), pandai besi, pertunjukan Debus, Pacu Itik, Monyet memetik kelapa, Pencak Silat, Tari tarian Mianangkabau Kemudian rombongan di pandu menuju ke dalam Rumah Godang di iringi Mara Pulai dan Anak Daro, makan bajamba yang diselingi Pepatah petitih dalam bahasa Miangkabau (Ba alua), sorenya perjalanan menuju Lembah Harau, jalan kaki di lembah harau sambil menikmati udara segar pegunungan, tebing batu yang dikelilingi Air terjun, sore kembali ke Bukittinggi. Makan malam di hotel diantar dengan musik tradisional.

04

12 Jun 08

BUKITTINGGI - MANINJAU           (B–L–D)

Check out hotel, city tour mengunjungi Panorama Ngarai Sianok, Goa Jepang, Benteng Fort De Kock, Jam Gadang Pasar atas, selanjutnya perjalanan menuju Koto Gadang terkenal dengan Pengrajin perak, makan siang di hotel Nuansa Maninjau Resort / Restaurant Lokal, Gala Dinner (permainan KIM Pantun dan Lagu)

05

13 Jun 08

MANINJAU – PARIAMAN - PULAU SIKUAI PADANG           (B–L–D)

Setelah sarapan pagi di hotel / check out, perjalanan menuju Danau Maninjau via kelok 44, tiba di Maninjau, berhenti di Danau Maninjau sambil menikmati keindahan danau di pagi hari.  Perjalanan dilanjutkan menuju menuju Padang via Pariaman. Makan siang baselo dipinggir pantai Pariaman. Dari kota Tabuik ini perjalanan dilanjutkan dengan KA Wisata menyusuri pantai Samudera Hindia menuju Padang. Sampai di Padang naik kapal menuju Pulai Sikuai, check in hotel, makan malam di hotel ditemani musik tradisional.

06

14 Jun 08

SIKUAI ISLAND – PADANG          (B– L–D)

Setelah sarapan pagi di hotel kembali ke Padang, city tour mengunjungi Teluk Bayur, Pelabuhan Lama Padang, Jembatan Siti Nurbaya, dan Pasar Raya Padang, setelah makan siang check in hotel, Program bebas. 

07

14 Jun 08

HOTEL PADANG – AIRPORT            (B)

Setelah sarapan pagi di hotel, program bebas / bersiap siap sampai tiba saatnya untuk di transfer ke Airport untuk menuju Bandara untuk pulang ke tempat masing masing dan acara tour selesai. 

 

 Keterangan: (B-Breakfast L-Lunch D-Dinner)

The Beach

Aul suka banget pantai. Pantai itu hangat. Banyak pasir, apalagi kalau putih - wah bagus banget. Kemudian batas warna putih, warna hijau, warna biru terang dan biru gelap - cantik banget kalau dilihat dari jauh.

Ada bintang laut, kerang dengan berbagai model dan warna, ikan kecil warna warni. Pokok top banget.

Kalau ada foto pantai, gemes, cckkk … Tuhan itu pintar banget ya …

Kenal pantai dari kecil, pertama kali ke Ancol, tapi disana ga bagus.

Kelas 6 SD, perpisahan sekolah ke Anyer, kita bisa lihat karang, binatang laut antara lain ubur-ubur, bintang laut, kerang dan sebagainya. Ikan kecil yang berwarna.

Aul sempat ngumpulin kerang dan karang. Udah banyak, segede kantong plastik yang besar sudah termasuk pasir, ehhh ketinggalan … huahaua gw sedih banget. Rencananya mau bikin pantai-pantaian di rumah.

Tahun 1995-an, kita ke Malimping, Banten bersama dokter gigi dan dokter spesialis dari lulusan UI untuk bakti sosial. Saya lupa, Malimpingnya sebelah mana, yang jelas jalannya jauuuuh, berkelok-kelok, tandakan tajam dan turunnya juga berbahaya, sampai mau muntah gitu. Pokoknya kalah deh Sitinjau Laui di Sumatera Barat. Pas sudah sampai, memang dipedesaan banget, parahnya ga ada listrik. Udah lama merdeka, rupanya masih ada aja yang belum kenal listrik.

Sore harinya, iseng ach, Auliah penasaran sama yang didepan rumah penginapan. Rupanya kita berada diatas bukit. Pas lihat, walah … tebing …. mana ga dipagar untuk pembatas. Tapi Auliah lihat lagi, ada laut, ada pasir warna putih bersih. Air lautnya wuiiihhh gila cakep banget warnanya.

Auliah ngasih pengumuman, ada pantai berpasir putih, dibawah. Besok paginya ada beberapa dokter pria yang menghilang, rupanya mereka ke pantai. Katanya cakeeppp habis. Tapi kesana jauh dan jalannya sukar.

Sayangnya kita ga sempat kesana karena waktunya sudah mempet. Kita harus mengejar waktu ke Jakarta, karena hari Senin harus kerja lagi.

Tahun berapa gitu, kita ke Bali. Jadwal ke Kuta, wah senang banget akhirnya ke Pantai Kuta. Memang pasirnya putih, tapi banyak sampah :( , banyak orang bule berjemur (iyalahhhh di obyek wisata :p )

Kalau pulang kampung, jalan-jalan nih ke rumah saudara di Teluk Bayur. Setelah dari rumah saudara, kita ke pantai katanya paling bagus di Sumatera Barat. Arah jalan ke Pariaman. Jalannya melalui bukit. Biasalah kalau di Minangkabau, jalan aspal ga jauh-jauh ada di bukit. Dibawahnya kita bisa lihat laut, pasir putih, pulau-pulau kecil. Dan pastinya pemandangan yang tiadatara.

Nah, dimilist pulangbasamo punya orang Minangkabau di USA, lagi ramai membicarakan Pulau Sikuai. Memang cakep banget (mana ada sih, pantai di Indonesia ga cakep ya…)

Foto pulau Sikuai bisa kita lihat di Yeyen.

Kalau mau berbentuk video, kita bisa jalan-jalan ke blog Pulau Sikuai, gratis … dengan cara klik disini.
Selamat menikmati ;)

Saya dapat izin meletakkan foto Yeyen sedang bergaya di Pulau Sikuai
yeyen fly

Hasil jepretan yang bagus sekali

Photo Highlight

Klik disini untuk melihat foto yang diambil oleh photographer profesional

Foto Tsunami Aceh

Tanggal 26 Desember 2004, Aceh (Naggroe Aceh Darussalam) dan sebagian Sumatera Utara telah terjadi gempa dengan 8,9 skala ritcher, jam 8 pagi, sekitar 30 - 60 menit kemudian terjadi tsunami dengan tinggi 3-5 meter. Pusat gempa disebelah barat pantai Sumatera. Gempa tertinggi dalam sejarah abad 20. Mengenai negara Thailand, Pantai barat Malaysia, Srilangka, Pesisir pantai India, Myamar, pesisir pantai Afrika. Memakan korban jiwa, harta benda yang cukup banyak. Korban paling terbanyak adalah Indonesia. Dan inilah foto-fotonya.

Banda Aceh, before and after

before and after tsunami aceh
Catatan :
Karena telah terjadi sesuatu dengan blog saya, tidak bisa menampilkan foto dari sumber AFP dan Reuters.

Tak Ada Alat, Gajah pun Jadi

Kreativitas kadang tercipta dari kondisi serba terbatas. Dari tumpukan puing dan jenazah yang mengepung Banda Aceh pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang menghantam Ahad pekan lalu (26 Desember 2004) - sementara tenaga dan peralatan begitu minim - lahirlah sebuah jalan alternatif.

Baca lebih lanjut klik disini

Lihat foto, klik disini

Two elephants, Medang and Ida, clear the debris of houses damaged by the tsunami disaster to make a path for vehicles in Indonesia’s tsunami-hit city of Banda Aceh January 3, 2005. Eight days on, hungry and sick survivors of the Indian Ocean tsunami are waiting for food and medicine in growing desperation as a multinational aid operation tries to reach remote towns ravaged by the waves. REUTERS/Beawiharta

Lihat foto, klik disini