Entries Tagged 'Politik' ↓
September 25th, 2007 — Jokes, Politik, Sosial

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekarang orang Korea Selatan. Tadi pagi sampai sore berita televisi sering menyebutkan nama Sekretaris PBB sekarang.
Coba dengarkan baik-baik, penyiar televisi mengucapkan namanya “Bang Kimun” 
Hebat lho Bang Kimun jadi Sekjen PBB … 
August 29th, 2007 — Politik, Sosial
Rakyat Indonesia rupanya sedang murka tak terhingga atas kejadian pemukulan wasit karate di Malaysia. Indonesia datang atas UNDANGAN Pemerintah Malaysia. Kalau ada tamu ya … dilayani dengan baik.
Saya tidak bisa berkata-kata banyak, karena kena imbas kemarahan. Jadi saya cantumkan berita-berita online koran terpercaya di Indonesia.
http://www.antara.co.id/arc/2007/8/25/kepala-polisi-malaysia-janji-pemukulan-wasit-indonesia-jadi-prioritas/
http://www.okezone.com/index.php?option=com_content&task=view&id=42412&Itemid=67
http://www.gatra.com/artikel.php?id=107198
http://liputan6.com/news/?id=146601&c_id=2
http://liputan6.com/politik/?id=146767
Kalau pemerintah kita sekeras Bung Karno, pasti akan mengeluarkan kata “GANYANG MALAYSIA”
Comment di Gatra oleh makin kurang ajar (bambylibra@ya…, 26/08/2007 13:44) said :
Malaysia ini makin lama memang makin kurang ajar, mulai dari mencuri lagu kroncong Terang Bulan Terang di kali dijadikan lagi kebangsaannya, mencuri lagu-lagu Indonesia diakui sbg lagu Malaysia spt lagu Gelang sipatu gelang dll, mencuri desains batik Indonesia diakui batik Malaysia, mencuri Sipadan dan Ligitanb, pencurian kayu-kayu di perbatasan dan pencurian-pencurian lain, menganiaya tki-tki dan sekarang menaniaya wasit karate kita. Malaysia yang SOMBONG DAN KURANGAJAR.
————–
Sampai lagu gelang-gelangan ya ….
Saya jadi mikir, kita pembajak software saja mengakui kalau XP, Vista dll dibuat oleh MICROSOFT.
Ini malah lebih kejam lagi dan memalukan bahwa sudah jelas-jelas ciptaan orang Indonesia diakui-akui sebagai maha karya orang Malaysia.
Email dibawah ini telah disiarkan oleh liputan6.com di SCTV dan sudah menyebar ke milist.
Oh, ya di liputan6 tadi pagi, rupanya bukan saja orang Indonesia yang diperlakukan tidak hormat. Liputan6 menampilkan polisi wanita Malaysia sedang melakukan pelecehan seksual terhadap wanita Hongkong dengan membuka semua baju tuh perempuan dan disuruh loncat-loncat.
Kalau mau lihat coba ke liputan6.com kemudian klik liputan6 pagi. Kalau besok lihatnya sepertinya tidak ada lagi.
———- Forwarded message ———-
From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@ yahoo.com>
Date: Aug 29, 2007 5:35 PM
Subject: Kekerasan pada WNI di Malaysia (hati-hati Promosi Wisata Malaysia!)
(dari milis Pantau):
============ ========= =====
Nama saya Budiman Bachtiar Harsa, 37 tahun,
WNI asal Banten, karyawan di BUMN berkantor di
Jakarta.
Kasus pemukulan wasit Donald Peter di Malaysia, BUKAN
kejadian pertama. Behubung sdr Donald adalah seorang
“Tamu Negara” hingga kasusnya terexpose besar-besaran.
Padahal kasus serupa sering menimpa WNI di Malaysia.
BUKAN HANYA TKI Atau Pendatang Haram, tapi juga
WISATAWAN.
Tahun 2006, bulan Juni, saya dan keluarga (istri, 2
anak, adik ipar), pertama kalinya kami “melancong” ke
Kuala Lumpur Malaysia. (Kami sudah pernah berwisata ke
negara2 lain, sudah biasa dengan berbagai aturan
imigrasi).
Hari pertama dan kedua tour bersama Travel agent ke
Genting Highland, berjalan lancar, kaluarga bahagia
anak-anak gembira.
Hari ketiga city tour di KL, juga berjalan normal.
Malam harinya, kami mengunjungi KLCC yang ternyata
sangat dekat dari Hotel Nikko, tempat kami menginap.
Usai makan malam, berbelanja sedikit, adik ipar dan
anak-anak saya pulang ke hotel karena kelelahan,
menumpang shuttle service yang disediakan Nikko Hotel.
Saya dan istri berniat berjalan-jalan, menikmati udara
malam seperti yg biasa kami lakukan di Orchrad
Singapore, toh kabarnya KL cukup aman.
Mengambil jalan memutar, pukul 22.30, di dekat HSC
medical, lapangan dengan view cukup bagus ke arah Twin
Tower.
Saat berjalan santai, tiba2 sebuah mobil Proton
berhenti, 2 pria turun mendekati saya dan istri.
Mereka tiba-tiba meminta identitas saya dan istri,
saya balas bertanya apa mau mereka. Mereka bilang
“Polis”, memperlihatkan kartu sekilas, lalu saya
jelaskan saya Turis, menginap di Nikko hotel. Mereka
memaksa minta passport, yang TIDAK saya bawa. (Masak
sih di negeri tetangga, sesama melayu, speak the same
language, saya dan istri bisa berbahasa inggris,
negara yg tak butuh visa, kita masih harus bawa
passport?). Salah satu “polis” ini bicara dengan HT,
entah apa yg mereka katakan dengan logat melayunya,
sementara seorang rekannya tetap memaksa saya
mengeluarkan identitas. Perliaku mereka mulai tak
sopan dan Istri saya mulai ketakutan. Saya buka
dompet, keluarkan KTP. Sambil melotot, dia tanya
:”kerja ape kau disini?” saya melongo… kan turis,
wisata. Ya jalan-jalan aja lah, gitu saya jawab. Pak
polis membentak dan mendekatkan mukanya ke wajah saya:
KAU KERJA APE? Punya Licence buat kerja?
Wah kali dia pikir saya TKI ilegal. Saya coba tetap
tenang, saya bilang saya bekerja di Jakarta, ke KL
untuk wisata. Tiba-tiba salah satu dari mereka mencoba
memegang tas istri, dan bilang: “mana kunci Hotel?
“… wah celakanya kunci 2 kamar kami dibawa anak dan
ipar saya yg pulang duluan ke hotel.
Saya ajak mereka ke hotel yang tak jauh dari lokasi
kami. Namun pak Polis malah makin marah, memegangi
tangan saya, sambil bilang: Indon… dont lie to us.
Saya kurung kalian…
Jelas saya menolak dan mulai marah. Saya ajak mereka
ke hotel Nikko, dan saya bilang akan tuntut mereka
habis2an. sambil memegangi tangan saya, tuan polis
meludah kesamping, dan bilang: kalian semua sama
saja…
Saat itu sebuah mobil polisi lainnya datang, pake logo
polisi, seorang polisi berseragam mendekat. Di dadanya
tertulis nama: Rasheed.
Saya merapat ke pagar taman sambil memegang istri yang
mulai menangis. Melawan 3 polis, tak mungkin. Mereka
berbicara beritga, mirip berunding. Wah, apa polis
malaysia juga sama aja, perlu mau nyari kesalahan
orang ujung2nya merampok?
Petugas berseragam lalu mendekati saya, meminta kami
untuk tetap tenang. Saya bertanya, apa 2 orang preman
melayu itu polisi, lalu polisi berseragam itu
mengiyakan. Rupanya karena saya mempertanyakan
dirinya, sang preman marah dan mendekati saya,
mencengkram leher jaket saya, dan siap memukul, namun
dicegah polisi berseragam.
Polisi berseragam mengajak saya kembali ke Hotel untuk
membuktikan identitas diri. saya langsung setuju,
namun keberatan bila harus menumpang mobil polisi.
Saya minta untuk tetap berjalan kaki menuju Nikko
Hotel, dan mereka boleh mengiringi tapi tak boleh
menyentuh kami. Akhirnya kami bersepakat, namun polisi
preman yang sempat hampir memukul saya sempat berkata:
if those indon run, just shoot them… katanya sambil
menunjuk istri saya. Saya cuma bisa istigfar saat itu,
ini rupanya nasib orang Indonesia di negeri tetangga
yang sering kita banggakan sebagai “sesama melayu”.
Diantar polisi berseragam saya tiba di Nikko Hotel.
Saya minta resepsionis mencocokan identitas kami, dan
saya menelpon adik ipar untuk membawakan kunci. Pihak
Nikko melarang adik saya, dan mengatakan kepada sang
Polis, bahwa saya adalah tamu hotel mereka, WNI yang
menyewa suites family, datang ke Malaysia dengan
Business class pada Flight Malayasia Airlines.
Pak Polis preman mendadak ramah, mencoba menjelaskan
bahwa di Malaysia mereka harus selalu waspada.
Saya tak mau bicara apapun dan mengatakan bahwa saya
sangat tersinggung, dan akan mengadukan kasus ini, dan
“membatalkan rencana bisnis dengan sejumlah rekan di
malaysia” (padahal saya tak punya rekan bisnis di
negeri sial ini).
Polisi berseragam berusaha tersenyum semanis mungkin,
berusaha keras untuk akrab dan ramah, petugas Nikko
Hotel kelimpungan dan berusaha membuat kami tersenyum.
Setelah istri saya mulai tenang, saya mengambil HP
P9901 saya dan merekam wajah kedua polisi ini.
Keduanya berusaha menutupi wajah, meminta saya untuk
tidak merekam wajah mereka.
Istri saya minta kita mengakhiri konflik ini, dan
sayapun lelah. Kami tinggalkan melayu-melayu keparat
ini, tanpa berjabat tangan.
Sepanjang malam saya sangat gusar, dan esoknya kami
membatalkan tur ke Johor baru, mengontak travel agent
agar mencari seat ke Singapore. Siang usai makan
siang, saya tinggalkan Malaysia dengan perasaan
dongkol, dan melanjutkan liburan di Singapore.
Mungkin saya sial? ya. Mungkin saya hanya 1 dari 1000
WNI yang apes di Malaysia? bisa. Tapi saya catat bahwa
bila saya pernah dihina, diancam, bahkan hampir
dipukuli, bukan tak mungkin masih ada orang lain
mengalami hal yg sama.
Jadi, kalau hendak berlibur di Malaysia, sebaiknya
pikir masak2. Jangankan turis, Rombongan atlet saja
bisa dihajar polisi Malaysia.
Bayangkan bila perlakuan seperti ini dilakukan
dihadapan anak kita. Tentu anak akan trauma, sekaligus
sedih.
Hati-hati pada PROMOSI WISATA MALAYSIA. Di Malaysia,
WNI diperlakukan seperti Kriminal.
August 25th, 2007 — Politik, Sosial
Rupanya trend celana gaya melorot yang bisa kelihatan celana dalam bahkan sampai garis pantat (upss.. maaf) merupakan ide para penjahat di penjara AS.

Memang ide itu dapat dari mana saja ya.. sampai ke penjara. Duh, penjara … penjahat …

Menurut berita di Antara bahwa Dewan Kota Atlanta, AS Dexter Chambers mengkhawatirkan pola berpakaian tersebut. Katanya tidak senonoh.
Rupanya di AS juga memperhatikan norma juga ya …

Yang saya herankan kalau cewe-cewe pada make model seperti itu, sibuk narik-narik baju. Kalau sudah merepotkan, membuat risih alangkah baiknya ga usah dipakai. Kan ga enak kalau kita kemana-mana jadi ga pede dan sibuk mikirin, sibuk memperbaiki agar tidak terlihat.
August 17th, 2007 — Politik, Sosial, Story
MERDEKA !!!
Setiap tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia merayakan hari kemerdekaan. Kemerdekaan yang diperjuangkan dengan jerih payah yang luar biasa, mengorbankan banyak jiwa dan harta.
Kemerdekaan yang tidak diberikan secara cuma-cuma dari penjajah. Pendahulu kami merebutkan dengan gagah berani, meneteskan darah dan linangan air mata.
Sekarang, kami, generasi penerus masih berjuang untuk lepas dari penjajah yang terselubung. Penjajah ini menekan mental bangsa kami. Mereka berusaha merebut secara perlahan tapi pasti apa yang kami miliki selama ini.
Mereka ya.. mereka … dengan berbagai cara mereka akan merebutnya. Mereka mempunyai mata-mata yang sudah dari dulu mengetahui apa yang kami miliki. Kami miliki sesuatu yang sangat berharga dan mereka sudah tidak memilikinya untuk melanjutkan kehidupan.
Jika saat itu datang, rakyat Indonesia akan merapatkan barisan, dengan semangat berkorban menghadang dengan gagah berani.
Rakyat Indonesia bisa melupakan kesengsaraan, pertikaian, kemelut demi mengusir mereka.
Demi Indonesia ….
Baik buruknya Indonesiaku tetap INDONESIAKU.
JANGAN USIK KAMI JIKA MEREKA TIDAK MAU KENA AKIBATNYA.
SELAMAT PANJANG UMUR INDONESIAKU.
July 27th, 2007 — Movie, Politik, Sosial
Pernah nonton film Unyil versi sekarang di Trans7 ? Kalau sudah …
Coba perhatikan jika Unyil mencoba memegang, mengambil suatu barang/benda yang menjadi obyek cerita dia. Misalnya Unyil pergi ke pabrik roti. Unyil mau ambil roti dan dia berusaha mengambilnya. Sayangnya roti tersebut jatuh. Apa yang dilakukan Unyil ?
KABUR ….
Contoh lain :
Unyil berada di tempat pembuatan hiasan kerang. Dia mencoba mengambil kerang yang sudah dibentuk. Sekali lagi dia tidak bisa mengambilnya dan terjatuhlah kerang tersebut. Apa yang dilakukan Unyil ?
Yaitu KABUR …
Walaupun ada ilmu pengetahuan di dalam film Unyil tapi ada sisi negatif yang sangat besar yaitu mengajarkan anak Indonesia untuk tidak bertanggung jawab atas perbuatannya.
Jika kita menjatuhkan barang atau apapun namanya, lebih baik Unyil memberi contoh mengambil barang yang telah dijatuhkannya dan dikembalikan ke tempat semula. Bukannya KABUR.
Sebaiknya film Unyil didampingi oleh Psikologi untuk memberikan masukan yang bagus demi anak-anak Indonesia.
April 16th, 2007 — Kesehatan, Politik, Sosial, Story
Sebenarnya saya paling sebel kalau berurusan dengan birokrasi pemerintahan harus nyebutin “saya itu saudaranya pejabat si anu dan anu”.
Pelajaran pertama dengan menyebutkan “saudaranya si anu dan anu” sewaktu Bapak saya masuk rumah sakit di bilangan Bendungan Hilir.
Bapak saya sih cerita sama suster atau dokter di sana kalau beliau itu dari masa remajanya memang main di lapangan sepak bola Rumah Sakit itu, kenal si A dan si B. Memang sih, si A dan si B atau sampai si Z kerja dan menjadi orang terpandang di rumah sakit tersebut. Terus beberapa mantan murid saya adalah pegawai rumah sakit tersebut plus saya lahir di sana juga.
Gw aja dengernya sebel banget. Apa hubungannya ?!!
Nah, itu awal nginap di rumah sakit tersebut. Setelah ada masalah dengan kelamaan Bapak saya nginap di rumah sakit tersebut dipanggillah saudara yang jadi dokter di rumah sakit bilangan Grogol.
Gw aja ditegur sama saudara, “Auliah kenapa sih tidak bilang kalau kita itu saudara si Anu dan anu, Kepala Rumah sakit ini masih saudara kita ?!”
Gw tanya, “Apa hubungannya ?”
“Minimal kita diperhitungkan dan mereka harus bersikap hati-hati”
“Oh …,” bulat kata gw
Lima tahun kemudian, Bapak saya nginap lagi di rumah sakit itu dan langsung dibilangin ke gw sebagai anak tertua.
“Auliah, kita punya saudara yang sekarang jadi orang nomor satu di negeri ini dan dokternya pribadinya juga orang sini”
“Oh …,” kata gw bulat. Dan seperti biasa gw ga ngomong tuh sama seantero rumah sakit dan yang ngomong orang lain :p
Nah, tahun 2007, adik aul punya masalah dengan pihak kepolisian Bintaro alias dipersulit. Surat pemblokiran atas kasus pencurian sepeda motornya belum keluar juga padahal itu untuk ngurusin asuransi.
Akhirnya dengan sangat terpaksa, keluarga gw pake jurus pamungkas …
“Kita itu punya ipar orang Brimob, ada yang Brigjen, ada yang Kapten … dan lain-lain …, mau main-main sama anak kolong !!”
*gedubrak*
April 4th, 2007 — Bisnis, Politik, Sosial
Dear Friend,
Daripada serius terus jadi pusing, mending baca ini dulu
Regards,
Stefanus
HUMOR ANGGOTA DPR DAN LAPTOP
Anggota DPR: “Mba, laptopnya salah.”
Customer Service: “Salah gimana pak?”
Anggota DPR: “Laptopnya nggak mau hidup.”
CS: “Sudah tekan tombol power pak?”
Anggota DPR: “Tombol powernya sebelah mana mba?”
****
Anggota DPR: “Mba, saya mau konek ke internet nggak bisa, kenapa ya?”
Customer service: “Nggak bisanya kenapa?”
Anggota DPR: “Saya ketik www.playboy. com, gambarnya nggak keluar.”
Customer service: “Pesan errornya apa pak?”
Anggota DPR: “Nggak ada pesan error, pokoknya saya ketik playboy.com diaddressnya, nggak muncul gambar sama sekali.”
Customer service: “Bapak koneksi internetnya pakai apa, dial up, hotspot?”
Anggota DPR: “Pakai gambar yang ada tulisan e (maksudnya internet explorer).”
Customer service: “Maksudku, bapak langganan internetnya pakai ISP apa, lalu cara koneksi internetnya pakai dial-up atau hotspot, mungkin settingnya ada yang salah.”
Anggota DPR: “ISP itu apa sih mba?”
Customer service: “Wah ini sih 50 x 2 pak..”
Anggota DPR: “Apa tuh mba?”
Customer service: “CAPE’ DEH!!”
******
Anggota DPR: “Mba’ saya ingin daftar account di yahoo.com kok nggak bisa ya?”
Customer service: “Nggak bisa kenapa pak?”
Anggota DPR: “Ada tulisan, paswort is nat long inof, suld bi mor ten 8 karakter”
Customer service: “Itu maksudnya, password bapak minimal 8 huruf.”
Anggota DPR: “Oooo…oke deh.., saya coba dulu.”
Anggota DPR: “Mba password minimal delapan huruf itu delapannya pakai angka 8 atau ejaan delapan?”
Customer service: “Maksudnya?”
Anggota DPR: “Saya suda tulis di kolom password minimal 8 huruf, tapi bingung mau tulis delapannya, pakai angka delapan atau ejaan huruf ‘delapan’.”
Customer service: “Ketik ini aja pak..C Spasi D.”
Anggota DPR: “Apa tuh?”
Customer service: “CAPE’ DEH !!!”
****
Anggota DPR: “Mba’ kalau muter film di laptop, gimana caranya ya?
CS: “Ada dvd playernya kan pak?”
Anggota DPR: “Sebelah mana tuh mba?”
CS: “Disamping kanan, pak. kalau di tekan tombolnya nanti, piringan discnya keluar.”
Anggota DPR: “Ooooo…. yang keluar itu, piringan disc ya? Udah patah tuh kemarin.”
CS: “Kok bisa patah?”
Anggota DPR: “Saya kira tempat buat naruh gelas minuman.”
******
Anggota DPR: “Komputer saya rasanya kena virus”
CS: “Virus apa tuh pak?”
Anggota DPR: “Kurang tahu juga, setiap mau cetak ke printer, selalu ada tulisan kennot fain printer.”
CS: “Itu mungkin salah setting pak.”
Anggota DPR: “Settingnya udah bener kok, kemarin aja bisa nyetak, tapi sekarang nggak bisa. Saya sudah tunjukkin printernya di depan laptop, tetap aja dia terus-terusan “searchng printer not found.” Kayanya webcamnya rusak, nggak bisa lihat printer.”
CS: “Mendadak laper nih Pak, ingin makan tape..”
Anggota DPR: “Lho..kok begitu?”
CS: “TAPE DEH !!!!”
********
Anggota DPR: “Mba, kalau mau baca blognya si artist anu dimana ya?”
CS: “Bapak cari aja di google.”
Anggota DPR: “Tapi si artist anu nggak kerja di google kok mba, saya tahu persis.”
Capeeek deeehhh….. ……… …. !!!!
From me : =))
From : Stefanus, DataScript
Pak Stefanus dari temannya..
March 11th, 2007 — Politik, Sosial, Story
Dahulu kala, ada permasalahan di Istana Pagaruyung atau Kerajaan Minangkabau yang tidak bisa dipecahkan atau tidak bisa mencari jalan keluarnya oleh Raja Pagaruyung dan bertanyalah raja tersebut kepada yang hadir termasuk hulu balang. Karena pertanyaan yang diajukan tidak bisa dijawab oleh yang hadir maka sang Raja bertanya kembali kepada yang hadir. Dari daerah mana saja yang belum hadir atau duduk di dalam Rumah Gadang. Dan menjawablah yang hadir termasuk hulu balang “Yang belum keliatan adalah dusanak (saudara) kita yang dari Silungkang.”
Maka raja memerintahkan kepada utusan pribadinya untuk menjemput empat penasehat raja yang orang Silungkang ke kampungnya. Utusan pribadi sesampainya di Silungkang tidak mengatakan apa urusannya sang Raja memanggil mereka. Pergilah 4 orang penasehat raja asal Silungkang dan 1 orang utusan pribadi ke Istana Pagarayung dengan berjalan kaki selama 1 minggu.
Setelah hadir penasehat raja asal Silungkang dan duduk bersama di dalam rumah gadang maka raja mengemukakan permasalahan maka menjawablah satu orang penasehat asal Silungkang. Usulan yang diajukan oleh penasehat asal Silungkang disetujui oleh Sang Raja Pagarayung. Raja pun puas.
Kemudian Raja bertanya kembali kepada masyarakat yang hadir, penghargaan apa yang akan diberikan oleh Kerajaan Pagaruyung kepada masyarakat Silungkang atas solusi yang telah dipecahkan oleh masyarakat Silungkang yang diwakilkan oleh empat penasehatnya itu.
Maka para hadirin yang hadir di rumah gadang mengatakan berilah gelar yang tak lekang dipanas dan yang tak lapuk oleh hujan maka gelar tersebut adalah seseorang atau laki-laki yang lahir dipanggil datuk untuk panggilan sehari-hari.
Sumber : dari nenek-nenek moyang masyarakat Silungkang.
January 13th, 2007 — Politik
Date Posted : October 28, 2006
Kembali kerusuhan yang berbau rasial terjadi di Perancis. Menurut liputan6.com, sekelompok pemuda keturunan Afrika membakar mobil dan bus di kawasan Clichy-sous-Bois, Paris. Sebelumnya gedung apartemen berlantai lima juga turut dibakar. Akibat insiden tersebut belasan orang cedera. Alasan pembakaran tersebut terjadi karena kaum migran keturunan Afrika sering merasa diperlakukan diskriminatif oleh pemerintah Prancis. Setahun yang lalu, para imigran juga melakukan aksi kerusuhan dengan alasan rasial.
Jadi ingat bosnya adik yang orang Perancis. Sekarang ia tinggal di Cyprus. Dulu, bosnya pernah minta tolong dicarikan penerjemah Perancis dengan jenis kelamin perempuan. Nah, adik bilang ke saya. Dia ingat bahwa saya pernah cerita punya teman yang bisa bahasa Perancis.
Otomatis saya kasih pengumuman deh tapi lupa dimana ya… Datang nih, pelamar perempuan yang pakai jilbab. Setelah diwawancarai dan disuruh pulang, adik langsung dipanggil. Katanya, dia tidak suka perempuan pake jilbab.
Pulang dari kantor, dia cerita ke saya, jangan cari perempuan pakai jilbab. Saya bilang ga bisa !! Teman saya rata-rata pake jilbab dan mereka semua “The Best” lagipula apa salahnya sih pake jilbab ? Dia kan tinggal di negeri orang, jadi harus ikutin kebiasaan di negeri tersebut. Jadi ga usah tuh ngatur-ngatur.. lagi pula dia kan digaji pake uang kita. Cari aja sendiri…
Adik saya sebenarnya sudah bilang gitu sama bosnya sambil marah-marah, tapi bos tidak mau dan tetap bersikukuh.
Dasar Bule Rasial ….
Sebulan kemudian, saya tanya ke adik “Udah dapat penerjemahnya yang tidak pake jilbab ?”. Kata adik udah tapi ga becus, cuma tahan 2 hari langsung dipecat. Si bos dapat sendiri. Tapi adik saya ga mau nyariin lagi, biarin aja…
Yang saya sayangkan sama adik, sudah lebih dari 10 tahun punya bos Perancis tidak bisa juga bahasa Perancis, baru disuruh baru jalan.. coba punya inisiatif .. kan lumayan ada tunjangan keahlian tambahan boooo…..
Menurut saya bahasa Perancis itu aneh, semuanya pake jenis kelamin (Le, La, Les) terus kalau ga tahu jenis kelaminnya bilang aja jenis kelaminnya cowok hahahahaha….
January 8th, 2007 — Politik
Kalau kita selalu diberi teori pasti ingin dipratekkan. Kalau olahragawan, prakteknya dengan bertanding persahabatan. Kalau tentara namanya latihan perang bersama.
Kalau latihan perang bersama dengan sesama negara Asia Tenggara, gw setuju banget. Tapi kalau latihannya sama negara adidaya alias USA… eit tunggu dulu.
Tahun kemarin kita pernah latihan perang bersama dengan USA, gw curigation…. sorry banget …
Kalau berhubungan sama USA pasti pikiran negatif melulu…
Jangan-jangan, latihan bersama pengen tahu kekuatan sebenarnya kita. Kita punya senjata berapa biji, kapal laut berapa biji, peluru berapa biji, tentara berapa biji dan sebagainya dibandingkan dengan jumlah penduduknya. Kalaupun tidak sepenuhnya dikeluarkan, kan bisa dikorek-korek atau pertanyaan menjerumuskan … walah ….
Tidak berapa lama latihan perang sama tentara Indonesia, ada berita latihannya sama salah satu negara di Timur Tengah…
Upssss…..
Lagi-lagi … curigation …. jangan-jangan …
Ssst.. jangan berburuk sangka … tapi gimana ya.. USA itu memang patut dicurigation sepak terjangnya … cepat atau lambat pasti mereka melakukan sesuatu yang membuat kita naik darah kembali …
Kalau latihan perang bersama sama USA, ngabisin duit aja…
Ssstttt…..
Informasi : berita lama tahun kemarin dari salah satu TV 