Entries Tagged 'Sosial' ↓
July 25th, 2009 — Politik, Sosial
Bom yang melanda kembali ibukota Jakarta membangkitkan rasa solidaritas, kebangsaan, kekuatan dan keberanian bagi anak bangsa.
Dari komunitas twitter, muncullah semangat yang disebut INDONESIA UNITE.
Hal ini menunjukkan kepadan dunia bahwa rakyat Indonesia tidak takut terhadap para pembom yang bikin rusuh Indonesia.
Mari kita perangi orang gila-orang gila yang membuat kita tidak nyaman di rumah sendiri
Hidup Indonesia Unite. Kita TIDAK TAKUT.


March 1st, 2009 — Sosial, Story
Dua kata itu sering menjadi bahan ledekan atau gurauan.
Hahahaha, saya memang sering sekali menggunakan dua kata tersebut.
Hmmm …… kalau contreng itu sudah saya kenal dari kecil. Entahlah dari mana, apakah itu bahasa Betawi ? Saya tidak tahu. Biasanya orang lain menyebutkan Centang. Kocak juga kata “Centang”, tidak jauh-jauh dari kata Centangan, yang biasa datang di jempol kaki
Saya lihat kata contreng itu di Pamulang. Banyak sekali spanduk kampanye yang bilang, “Contreng ini” hahahaha ….
Kalau SETERA itu, dulu sekali memang saya suka menyebutkan pengganti kata “TERSERAH”. Tanpa sadar sih ngomongnya.
Sadarnya waktu tante minta pengulangan kata “setera”, beliau pun meralat dan saya pun bingung ……… wwakakkakak. Masalahnya saya merasa ngomong terserah … ups salah ya .. tanpa sadar ngomong SETERA……..hahahaha
Tahun kemarin saya mendengar Patro (CMIIW) ……….. hmm siapa ya anggota grup lawak Patrio yang paling lantah menggunakan kacamata ? Saya dengar, dia menggunakan kata tesera ……. lucu juga ….. hahaha
Akhirnya saya tidak sendirian untuk mengucapkan kata “TESERA”
TQ juga untuk waktu SD yang menghilangkan satu huruf akhir namaku yaitu Azza menjadi Aza. Ngetrend boo … 
December 13th, 2008 — Sosial, Story
Waktu lebaran haji beberapa hari yang lalu, masjid dekat rumah banyak sekali menerima sapi yaitu 11 ekor. Menurut laporan yang disampaikan pengurus masjid, setelah 20 tahun berdiri yang “tersengal-sengal berjalan”, baru kali ini ada sapi 11 ekor di halaman masjid, biasanya kalau tidak 1 ya 2 ekor.
Wow, prestasi yang luar biasa menurut saya. Jarang-jarang lho ada sapi 11 ekor saya lihat saat hari raya qurban, kebanyakannya kambing.
Sebelum hari raya, malam harinya salah satu pengurus masjid yang kebetulan tetangga saya, membagikan kupon qurban. Bingung kita menerimanya. Tapi tidak apa-apa, nanti pasti bertemu orang yang tepat.
Sewaktu saya bertemu tetangga yang lain RT dan blok mereka juga dapat kupon. Menurut keterangan pengurus masjid yang disampaikan sebelum sholat Idul Adha, daging qurban sangat cukup.
Sebenarnya memang sapi itu harus banyak bukan satu atau dua ekor terus setiap tahun. Ini bisa dilihat kondisi ekonomi komplek saya yaitu rumahnya besar-besar, mobil mewah-mewah, kerjaan penghuninya rata-rata OK semua, rata-rata punya komputer canggih dan bahkan mampu sewa internet speedy limited, punya motor banyak, satu orang bisa punya 2 atau 3 handphone model terkini, ada yang pake esia, flexi dan lain-lain. Nah, kurang apa hayooo ….
Masjidnya juga lambat sekali pembangunannya. Sejak saya SD kelas 6 (1986) belum tinggal di komplek tersebut sampai tahun 2007, setelah 4.5 tahun saya tinggal, nambahnya sedikit doang malah bisa dikatakan tidak “bergerak”. Baru penggantian pengurus, pembangunan masjid itu sangat pesat sekali. Saya tidak tahu salahnya dimana.
Suksesnya pengurus masjid mengumpulkan 11 ekor sapi adalah kerja keras semua pihak. Kemungkinan hal itu terjadi karena aktifnya pengurus untuk menawarkan berkorban di masjid dekat rumah, tingkat kepercayaan masyarakat komplek kepada pengurus masjid, pengurus masjid memberitahukan bahwa berkorban dengan Rp. 1.100.000 untuk 1 orang bisa mendapatkan qurban sapi, tidak harus beli 1 sapi untuk 1 orang, bisa jadi kesadaran dan pemahaman umat Islam di komplek tersebut sudah meningkat.
Kalau di luar komplek ada program tabungan qurban. Jadi mencicil Rp. 85.000 setiap bulannya sampai seharga Rp. 1.020.000 untuk sapi. Jika harga sapi sewaktu mendekati hari Idul Adha naik, peserta tabungan harus siap menambah koceknya. Tidak seberapa kok nambahnya
Sedangkan di organisasi kampung saya, 14 ekor sapi qurban setiap tahun adalah sesuatu biasa. Sewaktu saya dengar tahun kemarin, terkaget-kaget. Begitu juga teman saya di Minangkabau, 14 ekor sapi dan hanya 2 ekor kambing.
Sebenarnya seru juga lho kita ikut berqurban, suasananya itu lho - apa ya susah untuk dijelaskan -, bisa bertemu sama tetangga, bisa bantu orang, melihat orang motong-motong daging, bisa lihat daging sudah dikuliti masih bergerak, juga terharu melihat sapi dan kambing dipotong (duh kasihan), bisa ngecengen sapi dan kambing, bisa foto-foto dan masih banyak lagi keseruannya.
December 10th, 2008 — Promosi, Sosial

Dalam rangka perpisahan dengan gedung yang lama, para guru, siswa/siswi dan alumni keluarga besar SMPN 73 Tebet Timur akan mengadakan Bazar pada tanggal 20 Desember 2008 di SMPN 73, Jl. Tebet Timur I F No. 14.
SMPN 73 akan pindah awal Januari di belakang lapangan sepakbola PSPT.
Yang mau ngisi bazar bisa klik di sini
atau ke email an_ilman@yahoo.co.id
Milist :
alumni 73
Facebook :
SMPN 73 angkatan 86 - SMAN 26 angkatan 92
SMPN 73 - Jakarta<
SMP Negeri 73 Jakarta
SMPN 73 Jakarta 1991-1994
Jadi yang punya saudara, teman, pacar, suami, kakek nenek, orang tua dll yang pernah sekolah di SMPN 73 walaupun cuma 1 atau 2 tahun apalagi 3 tahun, ikutan yukkk dan datang ke sekolah untuk mengabadikan moment yang terakhir …
November 26th, 2008 — Curhat, Sosial, Story
Kata pemerintah DKI Jakarta, anak sekolah masuknya jam 6.30 WIB. Katanya untuk mengurangi kemacetan. Di 5 wilayah kota DKI Jakarta, jam masuk kantor berbeda. Misalnya Jakarta Selatan masuk kantornya jam 9 pagi, Jakarta Utara sekitar jam 7 (CMIIW).
Duh, kalau saya saat ini masih sekolah, rumah saya di pinggir Jakarta, bangun tidurnya itu loh … susah banget.
Waktu SMP kelas 3, saya pernah pulang pergi Tebet Timur - Bekasi Timur. Bapak saya sudah beli rumah di Bekasi. Karena nanggung sekolahnya, ribet ngurusin kepindahan sekolah …. ya tetap di sekolah di sana. Bangun tidur paling telat jam 4, paling cepat jam 3, itupun harus buru-buru makan, buru-buru mandi, buru-buru pakai baju.
Bangunnya itu, harus digedor pintunya. Itupun ga langsung bangun, pake ngulet dulu, bilang “masih ngantuk”, lihat jam, bilang “ah, masih jam 3 (jam 4)”. Pake nungging dulu, kepala dibenamkan dibantal, nah itu terserah apakah saya melanjutkan rebahan lagi atau melihat jam berjalan dengan cepat.
Kalau ibuku sudah teriak, nah baru saya benar-benar bangun dengan malas.
Semua serba cepat. Jam 4.30 harus sudah berangkat. Kejar bis, jarang dapat duduk, jadi ga bisa melanjutkan tidur. Sampai sekolah jam 6.30, juga ga bisa tidur - malu ah -. Paling beruntung bareng sama bapak naik motor. Wuihh, Kali Malang macet.
Jam 10 laper. Karena saya kelas 3 berarti pulang sekolahnya jam 2 atau jam 3. Naik bis juga, bisa lewat Blok M atau Cawang atau Kampung Melayu. Sampai di rumah jam 5 sore. Kalau bareng sama bapak saya bisa jam 7 malam sampai di rumah ….. ya saya jadi preman pasar dulu.
Mandi, makan, belajar, bobo jam 9 malam. Sebelumnya setrika baju sekolah. Begitu seterusnya. Cape banget. Alhasil, pelajaran saya menurun. Ga jadi deh masuk SMA 8.
Nah, kalau masuk sekolahnya jam 6.30, berarti dari rumah itu bisa jam 4 subuh.
Solusinya adalah kost dekat sekolah, atau nginap di rumah saudara yang dekat sekolah atau pilih sekolahan dekat rumah, ga peduli kualitasnya buruk atau nginap di sekolah :( …. wakakakakakak.
Kalau soal macet bisa diganti Trans Jakarta, dengan monorel. Kan yang bikin tambah super macet adalah Trans Jakarta :P.
Atau gini aja, bikin mobil bisa terbang seperti batman atau film-film ruang angkasa dan bisa menipis juga, setipis sepeda yang punya kaca dan terlindungi.
November 20th, 2008 — Komputer, Sosial
Saya bingung sama Depag dan MUI Tasikmalaya, warnet dirazia karena situs Kartun Nabi. Kata mereka sih, untuk menghindari meluasnya kartun itu, mengecek apakah sudah diblokir situs tersebut.
Setahu saya, warnet biasanya memblokir situs-situs porno, tapi kalau sampai ke hal-hal yang lain seperti penghinaan, kok warnet lagi sih yang dibikin susah …
Memblokir situs-situs porno aja udah repot apalagi ditambah yang begonoan.
Sebenarnya tugas blokir-blokiran, apapun blokiran itu adalah urusan ISP, kalau blokir model penghinaan itu yang nyuruh pemerintah ke ISP bukan warnet, atau pemerintah Indonesia kirim surat ke yang punya situs blog, misalnya Wordpress atau Blogspot.
Berita lengkapnya ada di sini.
October 15th, 2008 — Sosial
Saya paling senang banyak tamu di rumah. Seru banget …
Rumah jadi ramai, banyak teman ngobrol, dan paling penting banyak makanan
Maklum keluarga kita pendiam semua, sunyi rumah. Paling ribut cuma suara televisi. Anggota keluarga juga ga banyak, cuma 5 orang.
Tapi sudah 10 tahun, keluarga kita dimeriahkan suara keponakan yang sudah beranjak remaja. Juga sudah 1.5 tahun ada si kecil yang menambah volume dalam rumah
Waktu lebaran kemarin, banyak keluarga dari pihak Bapak datang ke rumah. Seperti biasanya kita masak spesial. Kebetulan juga, saya masak lagi asinan sayuran.
Lusa ini, di rumah banyak sekali tamu karena ada acara keluarga besar, sebagian keluarga dari kampung pada ke Jakarta. Yang dari Semarang datang, dari Blitar datang.
Saya senang sekali … bahagia gitu ….
Sering-sering aja
….
September 21st, 2008 — Sosial
Duh, saya kaget waktu dengar berita dari saudara bahwa kalau bayar penghulu nikah itu dikenakan biaya 1 juta Rupiah. Tapi kalau nikahnya di rumah bayarnya cuma 500 ribu saja :p
Muahhhaaalll kali … !!!!
Padahal penghulunya minta dijemput dari PDK ke tempat hajatan saudara saya di Cinere.
Ada saudara saya yang lain, bayarnya 500 ribu, 10 bulan yang lalu. Ada juga yang bayar 250 ribu, 10 tahun yang lalu. Ga jelas buat apa saja, tahunya diserahkan ke Penghulunya.
Kan ngomongnya cuma nasehat pernikahan, bilang sah … sah, menuntun mempelai baca idab kabul, tanda tangan.
Cuma itu kan ya tugasnya ? Ada yang berat ?
Hmm … jangan-jangan karena nikahnya di tempat elit jadi bayarnya mahal banget.
Bayangkan, jika dalam 1 hari ada 5 orang yang nikah, berapa tuh duit yang masuk kantong.
Bagaimana dengan orang yang tidak punya uang tapi ingin menikah ? Pinjam
atau nunggu ada pernikahan massal
Memang sebenarnya berapa ya bayar penghulu dari aturan pemerintah ?
September 15th, 2008 — Sosial
Ada keluarga yang masih utuh orang tuanya. Ibunya sebagai ibu rumah tangga biasa. Salah satu tugas si ibu mengurusin anak-anaknya yang berjumlah 5 orang yang masih kecil-kecil. Suaminya kerja semrawutan, penghasilan tidak tetap. Sering kali penghasilannya hanya bisa membeli beras. Seringkali anaknya hanya menjilati garam yang diletakkannya di telapak tangan sepanjang hari karena tidak ada yang bisa dimakan. Jika esok hari bapaknya tidak membawa uang, garam pun masih dijilati dan dinikmati dengan tekun. Rumahnya saling dempet dengan yang lain. Ruangan sempit dan tidur pun berjejal. Air got sangat bau tercium di udara, warnanya abu-abu dan hitam.
Kemarin Minggu, 14 September 2008. Saat itu sehabis hujan mengguyur panasnya Jakarta membuat suasana Semper Barat, Kec. Cilincing menjadi lebih sejuk. Karena tahu akan berada di udara panas pantai, saya menggunakan pakaian agak tipis. Tapi udara saat itu sangat bersahabat. Walaupun bau got sangat menyengat sempat mampir di hidung, sebentar-sebentar angin pantai berhembus, sehingga baunya cepat dibawa arus angin. Kalau dipikir, paling enak jika kita berleha-leha menikmatinya.
Tempat yang saya dan teman-teman kunjungi berada agak di belakang Islamic Center yang berdiri sangat megah. Disebelah kanan, banyak sekali orang yang berjualan, tempatnya jualan jangan ditanya, saya ga minat untuk membelinya. Sepertinya pasar, ramai sekali dengan orang nongkrong, lalu lalang mobil dan kontainer. Di belakang Islamic Center banyak berdiri dengan lesu rumah-rumah jelek, sepetak-petak, penghuninya berjejal jika tidur. Ada juga rumah-rumah yang layak huni. Pokoknya lingkungan khas daerah kumuh. Jalannya ditutup dengan batu koral, rupanya mau di aspal.
Di dekat got yang baunya sangat, berdiri Puskesmas. Wah, keren Puskesmasnya. Tidak seperti Puskesmas di dekat rumah saya yang berdiri seadanya, bangunan tidak bertingkat, tidak rapi, kotor, cat putih yang sudah kusam disana sini, genteng model kuno. Puskesmas di Semper bergedung megah, bertingkat, tangga berjenjang, pagarnya stainless, keramik dan banyak sekali pohon-pohon yang sedang berbunga. Tanah parkirnya di bata block. Rata-rata dindingnya berkeramik. Saya dan teman-teman mengira itu gedung Kecamatan. Saya terkagum-kagum gedung pemerintah ini. Sayang, saya tidak masuk ke dalam untuk menyelidiki lebih lanjut karena sudah telat.
Menuju ke rumah ibu RW, pemandangan yang sama, rumah kecil-kecil, jalan yang sempit, banyak orang, aroma yang tidak enak yang berasal dari got. Satu atau dua rumah, membuka usaha makanan, baju-baju sekolah atau kebutuhan pokok.
Setelah sampai di depan rumah ibu RW, sudah banyak orang menanti. Kebanyakan nenek-nenek dan kakek-kakek lanjut usia. Menurut keterangan ibu RW, mereka sudah duduk di terasnya dari jam 1 siang. Kita sampainya 3 sore. Memang pertemuannya jam segitu. Wajah-wajah sabar menyambut kedatangan kami. Barang-barang sembako sedang dimasukkan ke dalam rumah Ibu RW. Banyak sekali.
Di depannya ada pemandangan yang sangat kontras dibandingkan dengan rumah-rumah sekitarnya. Rumah yang lebih cocok berada di lingkungan elit. Besar, megah, angkuh menjulang tinggi dan luar biasa keren. Saya tertegun melihatnya. Menurut keterangan Pak Hansip, yang punya memang orang kaya, punya toko di Pasar Koja, punya banyak kontrakan. Mudah-mudahan orang kaya ini baik hati, berderma karena sepanjang mata memandang membuat hati teriris.
Menurut ibu RW, wilayahnya ada 17 RT. RT 17 adalah yang paling parah ekonominya. Waktu ada pembagian BLT ada 238 kepala keluarga yang berhak untuk menerimanya. Karena sangking banyaknya yang harus dikasih BLT, Panitia BLT terkaget-kaget dan harus mensurvey kembali sendirian. Data yang dikasih ibu RW memang benar adanya. Memang rata-rata di wilayah Ibu RW banyak sekali kaum super miskin, dhuafa dan yatim piatu.
Setelah pembagian sembako, susu, vitamin, baju, uang Rp. 100.000 dan alat sholat selesai dengan rapi dan tertib. Tidak pakai acara desak-desakan dan korban jiwa seperti di Pasuruan. Sembako masih banyak berlebih, untungnya semua yang didaftar telah terima semua. Menurut Panitia, sisa sembako dan lain-lainnya untuk orang miskin yang di RT 17. Kebetulan acara ini hanya ditujukan bagi para manula dan anak yatim piatu.
Keluar dari rumah ibu RW, saya kembali melihat rumah megah tersebut. Saya menghela nafas panjang. Semua orang berhak mempunyai sesuatu yang wah. Tapi yang ini terlalu kontras. Mudah-mudahan yang punya rumah, orangnya baik hati, penuh kasih sayang dengan sesama, banyak berderma, penyumbang yang sangat banyak dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya.
Melihat gedung Puskesmas dan Islamic Center kembali, saya berharap, banyak gunanya untuk kesejahteraan umat. Rasanya sedih sekali jika gedung yang dibangun dengan sangat megah, angkuh di tengah-tengah kemiskinan tidak ada manfaat dan meningkatkan perekonomian keluarga disana.
Keluar dari Semper untuk pergi mencari makanan berbuka puasa. Jalan tol mulus dilewati, kanan kiri mobil mewah, gedung-gedung mencakar langit. Kami terdiam mengingat keluarga yang hampir setiap harinya menjilati garam. Mudah-mudahan keluarga tersebut bisa tabah, tegar dan mendapat bantuan agar bisa hidup layak dan berkecukupan. Mudah-mudahan kami dijauhi dari murka Allah SWT. Ampuni kami ….
September 2nd, 2008 — Politik, Sosial
Rupanya tak sia-sia pembuatan UU ITE. Salah satu moderator milist di tanah air dipanggil polisi Polda Metro Jaya Unit Cyber Crime dengan tuduhan yang tercantum pada UU ITE pasal 27 ayat 3, denda hukuman 6 tahun penjara dan Rp miliar sekian, maksimum.
Isi pasal tersebut kurang lebih kasus pencemaran nama baik di Internet dan milis FPK.
Duh, cuma bisa nyengir
…
Menurut saya, moderator itu hanya sebagai penonton diskusi, tapi moderator boleh ikutan diskusi karena dia juga sebagai anggota milist tersebut. Ada juga moderator tugasnya “bersih-bersih”.
Moderator memang menyortir email-email yang masuk. Tapi ada juga milist yang tidak dimoderator. Penilaian seseorang belum tentu sama dengan orang lain. Misalnya diskusi A menurut pandangan sang moderator masih dalam tahap aman. Tapi menurut si moderator B sudah tidak bagus. Tapi kalau semua moderator menganggap diskusi masih berjalan sesuai aturan yang berlaku dimilist tersebut, masih dilanjutkan. Bagaimana kalau ada satu anggota tidak suka jalannya diskusi tapi ada 1000 anggota tidak mempermasalahkan
… susah donk
Lama-lama … takut juga nih, kembali ke zaman orba donk
Oh ya … maaf … isi emailnya ga bisa ditaruh disini, takut kena pasal
…
Nanti juga orang-orang pada forward kok dimilist-milist yang Anda ikuti …
Cheers …
Update dari detikinet.com
Milis Pembaca, Pers atau Bukan?
Jakarta - Apakah sebuah mailing list (milis) pembaca media tertentu bisa dikategorikan sebagai pers? Hal itu yang menjadi pertanyaan penyidik dalam kasus pencemaran nama baik di milis. Tepatnya, milis Forum Pembaca Kompas (FPK).
Moderator Milis Forum Pembaca Kompas, Agus Hamonangan pada Kamis (4/9/2008) diperiksa oleh Satuan Kriminal Khusus Cybercrime, Polda Metro Jaya. Agus diberi 12 pertanyaan terkait postingan artikel dari Narliswandi Piliang alias Iwan Piliang di milis FPK.
Salah satunya adalah apakah milis yang dia buat tersebut merupakan bagian dari pers atau bukan. “Saya diperiksa seputar tanggung jawab moderator dalam milis dan prosedur pengiriman e-mail,” ujar Moderator Milis Forum Pembaca Kompas, Agus Hamonangan, saat ditemui di Jakarta, Kamis (04/09/08).
Agus, yang didampingi oleh kuasa hukumnya, Nurhidayat, juga menerangkan pemeriksaan terhadap dirinya sebagai saksi dikonfrontir seputar tanggung jawab konten serta milis tersebut bagian dari pers atau bukan. Agus menjelaskan bahwa tanggung jawab konten bukan tanggung jawabnya, namun hal tersebut merupakan tanggung jawab dari pengirim.
Agus juga membeberkan bahwa milis yang dibentuknya sejak Juni 2004 tidak ada kaitannya dengan pers sama sekali. Bahkan Agus sendiri, profesinya sehari-hari adalah sebagai wiraswasta.
“Ini murni forum untuk pembaca Kompas, siapapun boleh bersuara di sana, asal tidak menyinggung soal SARA,” ujar pria berkaca mata itu.
Tulisan Iwan Piliang dalam milis pada 20 juni 2008 lalu menimbulkan gugatan dari Alvin Lie. Dalam tulisannya tersebut, Iwan menuliskan: PAN meminta uang sebesar Rp 2 Triliun kepada Adaro agar DPR tidak lakukan hak angket yang akan menghambat IPO Adaro. Bahkan Alvin Lie datang ke Kantor Adaro temui Teddy P Rahmat. Menurut Sumber, Alvin meminta uang sebesar Rp 6 Triliun, terakhir Rp 1 Miliar untuk dirinya.
Atas tulisan yang menuding dirinya tersebut, Alvin Lie pada 14 Juli 2008 lalu melaporkan Iwan Piliang ke Polda Metro Jaya. Anggota DPR Komisi VII, Fraksi PAN ini merasa tercemarkan nama baiknya. Iwan Piliang sendiri belum ditetapkan jadi tersangka.
August 25th, 2008 — Sosial
Beberapa minggu lalu, tetangga saya kerampokan. Habis rumahnya diambil perampok. Sebelumnya juga ada perampokan di dekat rumahnya.
Menjelang puasa dan lebaran banyak sekali kejadian perampokan. Nah, inilah beberapa ciri-ciri orang mau merampok yang harus dicurigai:
- Ada orang asing yang tanya nama orang padahal ga ada orang yang bernama tersebut. Karena ga ketemu nama orang yang dicari kemudian dia tanya nama kita dan tanya nama rumah disebelah kanan dan kiri kita.
- Ada mobil asing yang hobinya nongkrong terlalu lama selama beberapa hari tidak jauh dari rumah.
- Ada orang asing yang hobinya mondar-mandir di depan rumah kita tanpa tujuan yang jelas sambil mencuri-curi pandang ke arah rumah.
- Ada orang asing yang pura-pura salah masuk dan salah gedor pagar.
- Ada orang asing yang teriak keras-keras pada rumah yang lampunya menyala.
- Suara telepon sering berdering di rumah kosong, kita sebagai tetangga yang mendengarkan waspada, kali aja itu perampok ngetes apakah ada orang di rumah tersebut.
- Ada orang yang ngangkut-ngangkut seperti mau pindahan rumah dengan mobil besar.
- Curigailah orang-orang yang bertampak penjahat atau terlalu necis atau berpakaian rada aneh/tidak lazim/tidak pada tempatnya.
Tips untuk tidak kerampokan :
- Kalau seluruh anggota keluarga mau keluar rumah dan rumah dibiarkan kosong dan berlampu di sore atau siang hari, tolong beritahukan ke tetangga kanan, kiri, depan dan titiplah no telepon yang bisa dihubungi, agar tetangga gampang untuk bertanya.
- Jangan seperti di Barat, kalau malam-malam buka jendela atau membiarkan pagar tanpa di gembok. Perampok akan mensurvey lebih dahulu apa kebiasaan kita.
- Sering-sering bergaul, ramah, tolong menolong dan bersilaturahmi ke tetangga, jadi kalau terjadi apa-apa tetangga tidak cuek bebek.
- Baca doa kalau keluar rumah atau tidak keluar rumah.
- Jangan sok pamer dan sok kaya.
- Tanaman mahal jangan didekatkan ke pagar.
- Gunakan insting Anda.
- Jangan memberi informasi sembarangan ke orang asing, bilang aja ga tahu.
- Kalau kita sendirian di rumah kemudian datang orang tak dikenal, jangan bilang kita sedang sendiri. Jika orang itu bertanya salah satu anggota keluarga kita contoh : “Ada Bapak?” bilang saja “Ada”. Padahal beliau tidak ada di rumah.
Telah diposting di Forum No. 1 Se-Indonesia tanggal 19 Agustus 2008 dan telah dihilangkan trid saya tersebut, entahlah oleh siapa.
Dan telah dicontek oleh seseorang di bagian Berita dan Politis pada Forum yang sama pada tanggal 21 Agustus 2008 tanpa dicantumkan sumbernya.

August 16th, 2008 — Sosial
Bulan depan kita telah memasuki Ramadhan aka Puasa. Salah satu ibadah sunat yang dijalan pada bulan tersebut adalah Tarawih.
Yang saya tahu, sholat Tarawih boleh dikerjakan di rumah baik berjamaah atau sendiri. Boleh juga dilakukan di masjid.
Kalau berjamaah kan enak, pahalanya banyak dan bisa silaturahmi.
Yang paling saya sebel kalau sholat di masjid. Duh …. beriiiiisiiiikkkk …
Anak-anak memang harus didik untuk belajar agama sejak dini, tapi kalau mereka buat kekacauan, berisik terus shaf menjadi bolong …. duh ….. menyebalkan …
Pernah juga tiba-tiba anak balita menangis sejadi-jadinya sehingga suaranya mengisi seluruh masjid. Ibunya lagi sholat dan tidak berhenti (saya tahu karena anaknya belum juga berhenti menangis sampai sholat selesai). Suara iman menjadi sayup-sayup terdengar bahkan tidak terdengar. Mbok ya … ibunya berhenti sholat, mendiamkan si kecil atau langsung pulang. Bacaan sholat saya berubah menjadi “Astagfirullah … Astagfirullah, Subhanallah … Subhanallah … Allahu Akbar … Allahu Akbar dstnya begitu …” setelah selesai sholat, kanan kiri saya mengeluh …. 
Waktu saya kecil, masjid di Cipete dan Tebet mengharuskan anak-anak berada di shaf paling terakhir. Alasannya karena anak-anak tukang berisik, suka berhenti seenaknya atau pulang sebelum waktunya, sehingga shaf terpotong atau hobinya keluar masuk, atau ga sholat malah ngobrol …..

Kalau ceramah … lebih baik ga usah ada ceramah deh!!!. Ada suara dengungan seperti ada sejuta tawon/lebah yang sedang terjebak di ruangan besar. Ibu-ibu yang sudah dianggap dewasa dan bisa menjadi contoh anak-anak malah hobinya ketawa, bicara, ngerumpi dll ….. Kan kasihan pak Ustad, udah cape-cape bikin ceramahnya tapi ga didengerin 
Banyak juga, orang-orang pada bubar jalan kalau ceramah terus masuk lagi kalau mau sholat.
Yang paling seru juga, jika ada shaf yang bolong, ga mau geser lagi. Pernah ada yang ngotot gesernya harus ke arah kanan bukan ke kiri. Yang satunya lagi ngotot yang benar ke arah kiri. Sama-sama ngotot, jadi shaf itu kosong, jadilah “setan” yang ngisi sampai sholat berjamaah selesai. Kalau shaf didepannya kosong juga ga mau maju, katanya “malu”
Padahal semakin ke depan, berarti tambah banyak pahalanya.
Jadi kalau mau sholat di masjid ya sholat …. ngerumpi, cekakak cekikik di waroeng aja atau di rumah …
Dan untuk Pengurus Masjid diharapkan lebih tegas lagi ….. kalau benar ga usah takut kan 
Untuk semua teman-temanku Selamat Puasa, maafkan daku jika tulisan saya banyak menyinggung perasaan semua teman-teman.
Dari YM beberapa minggu lalu, bagus deh
Jangan pernah digantung seperti Melly, akhirnya pudar seperti Rossa, carilah cinta sejati seperti Ari Lasso, hingga jadi kenangan terindah seperti Samson, bila kamu ga mau dijadikan yang ke 2 seperti Astrid, kamu harus jujr & tulus seperti Radja, dan kenanglah aku seperti Ungu, janganlah kamu selingkuh seperti Kangen Band, nanti kamu ketauan oleh Matta Band lho.
Jika hati sejernih air, jangan biarkan ia keruh, jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung, jika hati seindah bulan hiasilah dengan iman, kini Ramadhan akan tiba sebulan lagi, dengan kerendahan hati maafkanlah segala kesalahan. Marhaban ya Ramadhan, allahumma bariklana fi-sya’ban wa ballighna ramadhan, 1429 H
August 6th, 2008 — Sosial
Kemarin malam dapat email dari salah satu member NCC yang memberitahukan bahwa admin milist NCC yaitu Ibu Ruri telah meninggal dunia karena sakit.
Umur manusia tidak bisa ditebak. Semoga Ibu Ruri diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan tabah.
Kalau ke blog Ruri bawaannya laper terus, karena foto-fotonya bagus-bagus.
July 7th, 2008 — Sosial
Siapa sih yang suka pilih-pilih ?!!!
Saya ga pilih-pilih !!!
Kenapa saya ga boleh tinggal di kota lain ? Kenapa saya ga boleh pergi dari Jakarta ? Kenapa ????
Saya ingin punya kehidupan yang lain … Saya sudah besar !!
Understand !!!!!
July 6th, 2008 — Sosial
Dari salah satu forum nih, lumayan buat disimpan
1. Tell her she’s BEAUTIFUL. Not hot or sexy.
2. Hold her hand, just because you love her.
3. Leave her voice messages to wake up to.
4. Wrestle with her, and let her win
5. Hug her from behind.
6. Don’t hang out with your ex when she’s not around. It kills her inside.
7. If you talk to another girl, walk over to her after you’re done and kiss her.
8. Write her notes or call her just to say I love you.
9. Introduce her to your friends, as your girlfriend.
10. Play with her hair.
11. Pick her up, even when she says no.
12. Get upset if she gets unwanted contact from someone else.
13. Make her laugh, just because you love to see her smile.
14. Let her fall asleep in your arms.
15. If she’s mad at you, kiss her, don’t fight back.
16. If you care about her, tell her, or else she won’t come back.
17. Every girl should receive three presents from her guy:
- a teddy bear (she’ll hug it when she goes to sleep)
- jewelry (she’ll treasure it forever)
- one of your shirts (she’ll wear it to bed)
18. Treat her same with your friends as when you are alone.
19. Look her in the eyes and give her your best smile.
20. Hang out with her on the weekends, because she’s important to you.
21. Kiss her in the rain, without an umbrella.
22. Kiss her just to let her know you care.
23. If you’re listening to music, give her the other headphone.
24. Remember her birthday and get her something. Even if it is simple and
inexpensive, it came from you. It will mean the world to her.
25. If she gets you a present on whatever occasion, tell her you love it, even if you
don’t, just to make her happy.
26. Always call her when you say you will. Failing to do so will break her heart.
We love hearing your voice, even if only for a minute.
27. Give her what she wants, but don’t smother her.
28. Recognize the small things. They mean the most.
29. Don’t hug other girls before her.
30. Spend your free time with her. She will love you for it.
31. If you care her, don’t just talk about it, show her.
sumber dari jhon_wu99…