Entries Tagged 'Sosial' ↓
October 23rd, 2007 — Photo, Politik, Sosial, Story
Sudah cukup lama saya merasa ada yang aneh dengan wajah Gajah Mada. Tapi entahlah dibagian mana.
Tahun berganti tahun, Gajah Mada terlupakan dan teringatkan.
Dan akhirnya … saat ini saya perhatikan lebih mendalam wajah Gajah Mada dari internet.
Hmm … rupanya bibirnya … bibirnya terlalu tebal. Alisnya kayak perempuan.
Maaf ya … terpaksa nih, ga tahan untuk diungkapkan.
Baca-baca di Paman Google, wajah Gajah Mada yang ada dimana-mana merupakan wajah imajiner pembuatnya.
Walaupun begitu Gajah Mada masih tetap menjadi misteri dalam kehidupan pribadinya. Dan beliau diperebutkan oleh Jawa Tengah dan Sumatera Barat.
October 21st, 2007 — Bisnis, Movie, Politik, Sosial
October 16th, 2007 — Bisnis, Sosial, Traveling
Kemarin, kami sekeluarga kedatangan tamu. Sepupu dan anak-anaknya dari pihak Bapak saya alias tante dan anak-anaknya.
Iseng tanya, kapan nih Silungkang pulang kampuang basamo ? Katanya tahun 2008.
Tahun 2002 pernah pulang kampuang basamo dengan menyewa mobil Bigbird AC 54 duduk sebanyak 5 buah (?) plus kendaraan pribadi kurang lebih 200 yang sudah pulang duluan dengan ukuran dan merk beraneka ragam. Rata-rata dengan mobil keren-keren.
Berhubung kalau lewat darat itu capek, ngabisin piti (uang), melewati medan berat, dan lama. Bagaimana kita semua pada acara Pulang Basamo 2008 nyewa PESAWAT TERBANG. Isinya kita-kita aja, satu kampung. Kalau ga muat 1 pesawat terbang yahh sewa 1 lagi. Jangan lupa yang besar pesawat terbangnya …
Tapi jangan pesawat yang digunakan oleh ABRI untuk ngangkutin barang
Pesawatnya jangan yang ancur, tidak punya history jatuh …. hmm .. ada ga ya …
Pesan tiketnya saat ada promosi murah
kira-kira 5 bulan sebelum lebaran. Nanti di sisi kanan dan kiri badan pesawat, ada spanduk atau stiker gede tertulis “Pulang Basamo Silungkang 2008″ plus sepanjangan perjalanan muncul asap di ekor pesawat dengan tulisan yang sama.
Keren ga ….
Pas turun di Bandara Minangkabau, Bis Bigbird AC sudah tersedia untuk mengantarkan kami ke kampung halaman dan raun-raun (jalan-jalan) Sumatera Barat.
Keren …. 
October 16th, 2007 — Sosial
Tadi subuh, saya bercakap dengan ibu yang akhirnya sampailah ke persoalan pertengkaran kakak dan adik. Kemudian keluarlah bahasa Silungkang soal pepatah “Mancocang Ai” atau bahasa Minangkabaunya “Mencancang Aie”. Seingat saya juga ada dipelajaran SD dulu.
Mancocang ai atau dalam bahasa Indonesia mencicang air. Yap, kita memisahkan air dengan tangan atau pisau tidak bisa, pasti akan kembali lagi alias menyatu tanpa bekas.
Ini diandaikan atau dipakai seperti pertengkaran kakak dan adik, saudara sekandung atau sefamili. Walaupun pertengkaran sangat hebat tetap mereka akan baikan kembali.
Jadi kalau ada pertengkaran sesama sedarah, kakak dengan adik, sefamili, orang lain atau orang ketiga tidak boleh ikut campur apalagi ikut manas-manasin.
Toh, ga lama lagi mereka juga baikan bahkan akrab seperti tidak pernah terjadi sesuatu dimasa lalu.
Bagaimana dengan Malaysia dan Indonesia, apakah kita seperti “Mancocang Ai” saat-saat ini ?
October 16th, 2007 — Sosial, Story
Waktu bulan puasa, ramai sekali yang mengadakan buka bersama dengan singkatan BukBer.
Setelah lebaran, puas-puas sama keluarga dan family saling berkunjung. Kemudian ramailah undangan untuk Halal bi Halal.
Kata Halal bi Halal menurut informasi di NewsDotCom. Siapa ya namanya tuh, coba lihat di websitenya NewsDotCom, mengatakan kata tersebut sudah lama ada saat zaman kemerdekaan yang diadakan oleh kaum muda di Yogyakarta.
Nah, saya dapat undangan atau pemberitahuan untuk Halal bi Halal. Salah satunya dari Awari, teman-teman di Palmerah, dari kampung halaman, dan dengan pasti menyusul dari Al-Azhar.
Yang paling dinanti … Pestablogger Indonesia. Yeahh dapat undangan Free :).
Ada yang dalam 1 hari, 3 acara Halal bi Halal. Kemungkinan besar hanya menghadiri 1 tempat saja.
Sibuk ya 
September 29th, 2007 — Musik, Sosial
Duh, kenapa nih anak-anak muda kok ga tahu diri ?!!! 
Jam 22:00 WIB, jam tidur main band lengkap. Ada drumnya, gitar, bass, mikenya, dll deh. Suaranya besar lagi. Mainnya diluar rumah lagi. Dekat rumah saya. 
Pada buta ya … jam segitu gelap gulita, ga punya jam ya ?!!! Jam segitu jam tidur, binatang aja tahu. Terus kalian main sampai subuh !!!
Berisik tahu !!!!. Ga punya adat, ga tahu diri, egois. Katanya hidup dizaman teknologi, kok otaknya masih primitif !!!
Kalian tahu, pasti tahu … didekat kalian main band ada anak balita yang perlu tidur.
Para tetangga bego juga, ga ada protes, masak saya terus yang protes. Polisi juga diam juga … 
Kenapa sih main diluar ruangan, dimuka umum, waktu malam lagi, emangnya ga punya ruangan kedap suara ?!!! Kasihan amat !!!
GW MAU TIDUR !!!! TAPI GA BISA TIDUR !!!! ANAK-ANAK MUDA GA TAHU DIADAT, GA PUNYA EMPATI !!!! GA BERPENDIDIKAN !!!!


September 25th, 2007 — Jokes, Politik, Sosial

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekarang orang Korea Selatan. Tadi pagi sampai sore berita televisi sering menyebutkan nama Sekretaris PBB sekarang.
Coba dengarkan baik-baik, penyiar televisi mengucapkan namanya “Bang Kimun” 
Hebat lho Bang Kimun jadi Sekjen PBB … 
September 21st, 2007 — Sosial, Story
Menurut saudara saya, dimilist-milist lagi heboh soal gempa 9 SR. Tapi dibeberapa milist yang saya ikutin belum beredar ya …
Informasi yang pertama saya dengar itu dari wawancara MetroTV dengan ahli geologi BPPT. BPPT dan BMG sudah memperkirakan setahun yang lalu bahwa gempa di Bengkulu itu memang akan terjadi. Permasalahannya tidak tahu kapan.
Dari pada kita “pusing” sama urusan gempa, bagaimana cara kita menyelamatkan harta benda ala saya
Waktu anak Krakatau sedang batuk-batuk sedang, saya heboh cari-cari bahan-bahan tentang meletusnya si ibu Krakatau. Karena khawatir, saya mendesak keluarga mempersiapkan sesuatu jika anak Krakatau meletus. Mendesaknya tidak bilang “Ayo donk” tapi dengan cara dibicarakan terus setiap hari
Hahaha ….. dan terlaksana.
Saya masukin baju yang ringan-ringan dan kebutuhan pribadi ditas ransel. Beli biskuit, air mineral, sikat gigi, sabun, pembersih muka, pembalut, baju dingin, kaos kaki, alat sholat, KTP, HP, charger, bulpen (kali aja buat nulis), korek api. Harus dirombak beberapa kali untuk memilah mana yang penting banget. Setelah pas, saya taruh di samping tempat tidur dengan baju dingin diatas ransel dan sendal disampingnya.
Yang membuat saya tercenung soal majalah dan buku resep masakan saya. Banyak banget, tidak mungkin dibawa-bawa. Padahal “mereka” itu merupakan benda yang paling berharga. Tapi sudah ketemu solusinya, taruh di internet aja
cari masakan yang tenar, tradisional, saya paling suka, bagus fotonya dengan menggugah selera, ga aneh-aneh dan sudah pernah dicoba dengan rasa ok.
Kalau bapak saya setelah urusan pribadinya berlanjut urusan dokumen. Beliau memang dari dulu telah menempatkan dokumen disatu tas. Tas beratnya minta ampun. Gimana diajak “lari”. Setiap hari beliau bilang ke anak-anaknya dimana tempatnya dan yang paling penting tas tersebut harus diselamatkan.
Setiap malam baca doa banyak banget, pengaturan posisi tidur, setiap hari kolong tempat tidur disapu. Kali aja ga sempat menyelamatkan diri ke luar rumah, ngumpet di kolong tempat tidur.
Bersihin loteng atas, kali aja menyelamatkan diri ke sana
Rencananya sih mau bikin gerobak kecil untuk ngangkut semua tas tapi tidak jadi mahal bikinnya.
Sebenarnya rumah saya bisa dianggap tidak terjangkau sama tsunami karena cukup berada diketinggian. Tapi siapa tahu ya … cuma dikhawatirkan gempanya. Waktu Krakatau meletus tahun 1800-an, Bogor hanya merasakan gempa kecil dan terlihat di langit Jakarta ada sesuatu.
Tapi untungnya anak Krakatau ga lama sudah tenang lagi.
Ada satu lagi yang berhasil membujuk bapak saya mengansuransikan rumah. Cuma tahan 1 tahun dan tidak diperpanjang lagi. Akhirnya kita mah pasrah saja. Yang penting udah usaha.
Untuk kasus 9 SR, kita cuek nih …. lagian mau diapain lagi … baca petunjuk penyelamatan diri sudah tapi belum dipraktekkan.
Saya malah bingung bagaimana menyelamatkan diri dari kaca yang dekat sekali dengan tempat duduk. Rumah saya itu keamanannya berlapis, kalau gempanya terjadi malam-malam, kita sibuk nyari kunci dan buka pintu. Kalau lagi panik, grogi juga cari lubang kunci.
Sekarang tinggal berdoa …. “mudah-mudahan ga ada 9 SR”.
September 13th, 2007 — Kesehatan, Photo, Sosial, Story
Rabu kemarin, gempa melanda Bengkulu, Sumatra Barat, Jambi, Sumatera Selatan dan sekitarnya bahkan sampai negara tetangga. Pusat Gempa di Bengkulu dengan kekuatan 7.9 Skala Richter pada pukul 18.10 WIB. BMG memberikan peringatan tsunami tapi sudah dicabut.
Saat itu, saya sedang menonton siaran berita dari ANTV. Penyiar berita saat itu mengumumkan bahwa di studionya terasa guncangan. Saya lihat layar televisi bergerak tapi penyiarnya tetap siaran, tidak beranjak dari tempatnya.
Loyalitas terhadap pekerjaan dan pemirsanya … hebat ya … nyawa taruhannya. Dia terus siaran sampai gempa reda. Cukup lama juga.
Yang nonton aja panik lihat layar televisi bergerak tak tentu arahnya. Mukanya saya lihat ketakutan tapi “jalan” terus siarannya …
Saya sendiri ga terasa gempa tapi adik laki-laki saya terasa karena dia duduk di lantai. Kalau saya duduk dikursi. Hmm … biasanya terasa sih … tapi ga tahu kenapa tidak terasa.
Sepupu, suaminya, anak-anaknya dan ibu sepupu saya yang tinggal di kota Padang ketakutan sekali. Rabu, mati lampu. Karena sering gempa, mereka tidur diluar rumah.
Tadi pagi, 5 Pagi (Jum’at, 14/9/2007), saya nonton berita di MetroTV bahwa gunung Talang sudah gempa 400 kali. Saya harap ke mereka untuk pulang ke Silungkang. Kalau sampai Gunung Talang meletus, terus ada gempa besar dan tsunami mereka tidak bisa pulang ke Silungkang. Untuk lewat Silungkang harus melewati Solok (Gunung Talang).
Menurut keterangan sepupu saya, hari Jum’at sudah hidup lampu, rumahnya tidak ada yang rusak. Banyak saudara dari pihak suami yang tinggal di rumah mereka karena letaknya lebih tinggi. Bantuan sudah datang, sudah ada yang memberi instruksi cara menyelematkan diri dari Tsunami.
Menurut wawancara kemarin pagi di MetroTV dengan ahli geologi BPPT bahwa kita menunggu gempa kekuatan 9 Skala Richter. Bapak tersebut mengharapkan bahwa gempa yang terjadi saat ini dicicil sehingga tidak terjadi yang 9.
Tapi beliau tidak tahu apakah ini gempa cicilan atau nanti ada yang 9. Beliau tidak tahu kapan yang besarnya.
Tapi saya harap ga terjadi yang 9. Duh …
Gempa di Bengkulu dan Sumbar akan terjadi dalam 2 pekan dengan skala lebih dari 5, menurut BMG.
Video : CNN
News : Yahoo, Liputan6.com, Are We Ready for Another Tsunami
Photo : AFP, Reuters
An Indonesian girl kisses her cat near her collapsed house in Lais, Bengkulu, Sumatra island, Indonesia, Thursday, Sept. 13, 2007. Three powerful earthquakes jolted Indonesia in less than 24 hours, triggering tsunami warnings, damaging hundreds of houses and sending panicked residents fleeing to high ground. Rescuers feared some victims were trapped beneath the rubble. (AP Photo/Dita Alangkara).

An Indonesian rescue team removes a body from a damaged building in Padang of West Sumatra province September 13, 2007. Indonesia’s Sumatra island was pounded by aftershocks on Thursday after the world’s most powerful earthquake so far this year killed at least six people and buried many more under buildings. REUTERS/Singgalang- Muhammad Fitrah (INDONESIA).

A motorist passes cracks in a damaged road at Air Besi in North Bengkulu, 13 September, a day after a massive 8.4 magnitude earthquake shook the region. Huge aftershocks rumbled across Indonesia’s Sumatra island on Thursday but officials said the damage from a massive earthquake that killed 10 people was not as bad as feared.(AFP/Adek Berry)

A mother holds her son as he is treated by a doctor at makeshift tent hospital in Bengkulu September 13, 2007. Indonesia’s Sumatra island was pounded by aftershocks on Thursday after the world’s most powerful earthquake so far this year killed at least six people and buried many more under buildings. REUTERS/Beawiharta (INDONESIA)

Hospital patients stay at a makeshift tent after an earthquake, in the Indonesian city of Bengkulu, September 13, 2007. Indonesia’s Sumatra island was pounded by aftershocks on Thursday after the world’s most powerful earthquake so far this year killed at least six people and buried many more under buildings. REUTERS/Beawiharta (INDONESIA)
September 10th, 2007 — Promosi, Sosial
Bismillahirrahmanirr ahim
Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”
( QS : Al-Baqarah : 183)
MARHABAN YAA RAMADHAN….
Ada Apa dengan Ramadhan di YISC ??
Pastinya ada CRCM …Cahaya Ramadhan Cahaya Masjid
Merupakan event rutin di bulan Ramadhan yang diadakan oleh YISC Al – Azhar dan
diisi dengan kegiatan – kegiatan menarik untuk menambah ilmu agama, merekatkan
ukhuwah dan lebih mendekatkan diri dengan Allah .
Agenda kegiatan CRCM 1428 H
Bidang Rohani
1. Tarhib Ramadhan
Salah satu agenda untuk menyambut datangnya bulan ramadhan. Kegiatannya
adalah MABIT (Malam Bina Iman & Takwa) :
Hari & Tgl : Sabtu – Ahad, 8-9 September 2007
Waktu : Ba’da Isya – jam 6 pagi
Pembicara : Dr. Hidayat Nur Wahid *
Ustz. Sukeri Abdullah
Qiyamul Lail : Ustz. A.Muzamil
2. BSQ ( Bimbingan Study Qur’an) Ramadhan
Bimbingan Study Quran khusus di bulan Ramadhan. Ada 3 pilihan kelas yang bisa
diikuti yaitu : Iqro – Tajwid – Tahsin.
Hari : Sabtu & Ahad
Tanggal : 15, 16, 22, 23, 29, 30 Sep, dan 6 Okt ’07
Waktu : Sabtu pukul 13.00 – 15.00 WIB
Ahad pukul 10.00 – 12.00 WIB
Tempat : Aula Buya Hamka, Kompleks Masjid Agung Al – Azhar
Biaya : Rp 30.000 (untuk Anggota YISC)
Rp 40.000 (Umum)
3. Malam Nuzulul Qur’an
Dialog interaktif dalam rangka memperingati turunnya wahyu Al-Quran. Diisi
oleh pembicara yang ahli dibidangnya dilanjutkan dengan zikir dan muhasabah.
Waktu : 27-28 September 2007
Tempat : Ruang Utama Masjid Agung Al-Azhar
Tema : Menyelami AL-Quran dalam kehidupan
4. Tarawih Anak
Tarawih bersama adik – adik asuh yang tergabung dalam PAYIS. Selain itu acara
diisi dengan dongeng dan games menarik.
Waktu : 21-23 September 2007
Tempat : Aula SMP Al-Azhar
5. MABIT (Malam Bina Iman dan Takwa)
Acara diadakan setiap malam Ahad selama bulan ramdhan dengan agenda dialog
interaktif, qiyamul lail dan muhasabah.
Tgl & Tema : 14-16 September 2007, Tema : Keliru tapi
populer
22-23 september 2007, Tema :Ramadhan,
sarana tazkiyatun nafs
7-8 Oktober 2007 , Tema : Burn your self
Waktu : Ba’da Isya sampai jam jam 6 pagi
Tempat : Ruang Utama Masjid Agung Al-Azhar
6. I’tikaf
Mari mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan I’tikat di 10 hari
terakhir bulan Ramadhan.
Agenda Acara : Kajian keagamaan, muhasabah dan sahur bersama
Tempat : Masjid Agung Al-Azhar
Bidang Kajian
1. Kram on air
Kram (Kajian ramadhan) dalam bentuk talkshow di radio dalam bentuk on air
maupun off air.
Waktu : Setiap hari selama bulan Ramadhan
Pukul : 17.00-18.00 WIB
2. Forum Dialog Ramadhan
Forum yang membahas berbagai persoalan aktual yang sedang berkembang di
masyarakat dengan menghadirkan pakar-pakar yang kompeten di bidangnya. Kegiatan
ini dikemas dalam bentuk dialog interaktif dan terbuka untuk umum .
Waktu : 16,23,30 Sep, 7 Okt
Pukul : 12.30-15.00 WIB
Tempat : Ruang utama Masjid Agung Al-Azhar
3. Kabuki (Kajian Buku Islami)
Bedah buku-buku islami best seller dengan menghadirkan penulis-penulis buku
yang bersangkutan atau pembicara-pembicara yang kompeten sesuai dengan judul
buku yang di bedah.
Tgl & Jdl buku : 16 Sep – Ketika Cinta Bertasbih
23 Sep – Islam Dihujat, menjawab ” The Islamic Invasion”
30 Sep – Membedah aliran – aliran dalam Islam
7 Okt – Rahasia Sukses Tanpa Henti
Pukul : 15.30-17.30 WIB
Tempat : Ruang utama Masjid Agung Al-Azhar
4. Opus (Obrolan Puasa)
Forum santai penuh makna yang akan membahas tentang topik menarik seputar
masalah keagamaan, kesehatan dan fenomena – fenomena sosial
Tgl & Tema : 15 Sep – Ada Apa dengan Ramadhan
22 Sep – Buat Hiduomu Jadi Lebih Bermakna
29 Sep – Cinta Illahi Paling Hakiki
06 Okt – Yang Ikhlas Yang Berkelas
Pukul : 15.30-17.30 WIB
Tempat : Mall – Mall di Jakarta
Bidang Sosial
1. Buka Puasa Bersama
a. Buka Bersama di Rumah Singgah dengan acara buka bersama anak – anak jalanan
Waktu : 15 dan 22 Sep
b. Buka Bersama keluarga besar YISC Al-Azhar
Waktu : 23 Sep
Tempat : Aula Buya Hamka Azhar
c. Buka bersama anak anak Panti Asuhan
Acara buka bersama 1000 anak yatim di Jakarta dan sekitarnya.
Waktu : 6 Oktober
Tempat : Aula Buya Hamka Azhar
2. Sahur Peduli
Berupa pembagian secara gratis makan sahur yang ditujukan untuk kaum dhuafa
di sekitar Jakarta, dibagikan secara langsung maupun dengan cara mendatangi
rumah – rumah singgah dan panti asuhan di sekitar Jakarta
Waktu : 15, 22, 29 Sep dan 6 Oktober
Pukul : 02.00 – 04.00
3. Muslimah in Action
Suatu bentuk acara sebagai apresiasi bagi para muslimah dengan menghadirkan
juru masak (koki) yang sudah dikenal oleh masyarakat luas
Acara : Kajian interaktif, Demo masak
Waktu : 22 September
Pukul : 13.00 – 17.30 WIB
Untuk info lebih lengkap, hubungi :
Sekretariat YISC Al – Azhar
Komplek masjid Agung Al – Azhar
Jl. Sisingamangaraja Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12110
Telp/Fax: 021-7247444 (Firzia)
Contact Person :
Alfin : 0815.6158.742
Hasan : 0856.9121.3006
Mala : 0856.1085.076
Agenda CRCM 1428 H - Forum Dialog Ramadhan
YOUTH ISLAMIC STUDY CLUB (YISC)
Al - AZHAR
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ****
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Cahaya Ramadhan Cahaya Masjid (CRCM) YISC Al – Azhar kembali hadir dengan segala aktivitas yang sangat bermanfaat yang bisa diikuti oleh semua kalangan.
Salah satunya adalah FORDIL (Forum Dialog)
Forum yang membahas berbagai persoalan aktual yang sedang berkembang di masyarakat dengan menghadirkan pakar-pakar yang kompeten di bidangnya.
Agenda Kegiatan :
Minggu I :
Hari & Tgl : Ahad, 16 September
Pukul : 12.30 – 15.00 WIB
Pembicara : Ust. Zulkiflimansyah (Anggota DPR – RI)
Ust. Syuhada Bachri (Pimpinan DII Pusat)
Tempat : Aula Buya Hamka , Masjid Agung Al - Azhar
Tema : Membongkar motif dibalik kebencian Barat terhadap pemerintahan Islam
Minggu II :
Hari & Tgl : Ahad, 23 September
Pukul : 12.30 – 15.00 WIB
Pembicara : Ibu Hendri Saparini (Anggota Tim Ekonomi Indonesia Bersatu)
Zaim Saidi (PIRAC)
Tempat : Aula Buya Hamka , Masjid Agung Al - Azhar
Tema : Analisa Kemungkinan Krisis Ekonomi Jlid II : Perspektif Ekonomi Syariah
Minggu III :
Hari & Tgl : Ahad, 30 September
Pukul : 12.30 – 15.00 WIB
Pembicara : Dien Syamsudin ( Ketua PP Muhammadiyah) *
Dik Doank *
Tempat : Aula Buya Hamka , Masjid Agung Al - Azhar
Tema : Idealisasi Implementasi Pedidikan Agama dalam Sistem Pendidikan Nasional
Minggu IV :
Hari & Tgl : Ahad, 7 Oktober
Pukul : 12.30 – 15.00 WIB
Pembicara : Ust. Yusuf Mansyur *
Inneke Koesherawati (Artis) *
Tempat : Aula Buya Hamka , Masjid Agung Al - Azhar
Tema : Aktualisasi Peran Dakwah dalam Dunia Seni Indonesia
*) Dalam konfirmasi
Acara ini terbuka untuk UMUM dan GRATISSS….!!!
Info lebih lanjut, hubungi :
Sekretariat:
Komplek Masjid Agung Al- Azhar
Jl. Sisingamangaraja Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12110
Telp/Fax: 021-7247444 (Firzia)
Contact Person :
Budi : 0815 – 6500- 885
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Kajian Ramadhan On Air
YOUTH ISLAMIC STUDY CLUB (YISC)
Al - AZHAR
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ****
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Menunggu saat berbuka puasa…pasti ngabuburit donk…
Ngabuburit enaknya ngapain ya???
Enaknya… dengerin KRAM ON AIR di Radio Music City FM…!!
KRAM ON AIR apaan sih??
Singkatan dari Kajian Ramadhan on air yg merupakan salah satu agenda kegiatan CRCM (Cahaya Ramadhan Cahaya Masjid ) YISC Al – Azhar.
Acaranya berupa talkshow yang berisi tausyiah dari ustadz - ustadz Masjid Al-Azhar dan disiarkan langsung oleh Radio Music City FM , setiap hari selama Bulan Ramadhan dari jam 17.00 – 18.00 WIB.
Ada masalah agama yg ingin ditanyakan ??Kamu bisa beriteraksi langsung dengan ustadz saat acara berlangsung.
Jadi….jangan lupa ikutin terus acaranya …… !!
Info lebih lanjut, hubungi :
Sekretariat:
Komplek Masjid Agung Al- Azhar
Jl. Sisingamangaraja Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12110
Telp/Fax: 021-7247444 (Firzia)
Contact Person :
Atiek : 021- 68171372 atau 0856-1129-469
Fahmi : 0818 021 4444 6
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
OPUS (Obrolan Puasa) di TAMINI Square
YOUTH ISLAMIC STUDY CLUB (YISC)
Al - AZHAR
************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* ****
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Ramadhan t’lah tiba..
Mari kita isi dengan berbagai kegiatan bermanfaat ,
dan jangan jadikan puasa sebagai hambatan untuk melakukan aktivitas..
Hobi jalan – jalan ke mall ?
Jangan lupa mampir ke TAMINI Square ya…
KARENA..disana akan ada OPUS (Obrolan Puasa) yang akan membahas topik – topik menarik seputar masalah keagamaan dan fenomena – fenomena sosial di sekitar kita
Agendanya :
15 Sep – TAMINI Square, Jakarta Timur
Tema : Kala Nafsu Menggoda Puasa
Pembicara : Ust.Sukeri Abdullah
Bintang Tamu : Romi (AFI Indosiar)
Jangan lupa catat jam-nya…pukul 15.30 – 17.30 WIB.
Acara ini terbuka untuk UMUM dan GRATISSS….!!!
So..Jangan lupa ajak keluarga, teman dan sahabat yach..
Info lebih lanjut, hubungi :
Sekretariat:
Komplek Masjid Agung Al- Azhar
Jl. Sisingamangaraja Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12110
Telp/Fax: 021-7247444 (Firzia)
Contact Person :
Hasan : 0856-9121-3006
Dini : 0818-0654-7111
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
September 7th, 2007 — Sosial, Story
Perencanaan bagus jika dibuat jauh-jauh hari. Kita bisa lebih santai, lebih mantang, lebih rapi dan lain-lain.
Begitu juga puasa dan lebaran. Orang-orang sudah jauh-jauh hari membeli tiket untuk mudik. Hal ini dilakukan untuk menghindari kehabisan tiket, harga tiket yang mahal 10 hari sebelum lebaran dan antrian panjang yang melelahkan.
Seperti tahun-tahun terdahulu selalu begitu.
Berita Liputan6 Siang memberitakan bahwa tiket kereta api pulang kampung saat -10 lebaran naik hingga 40%.
Nah, pasti banyak yang sudah pesan tiket saat ini. Ayo pesan tiket sekarang, nanti keburu habis dan mahal 
Saudara saya tanya, “Auliah, lebaran nanti mau kemana?”. Sesaat saya bengong, “Hehehe, ga tahu, mungkin di rumah saja”. Jawab ngasal 
Saya cuma ketawa kecil. Lucu aja, puasa aja belum tapi sudah sibuk menyambut lebaran.
September 5th, 2007 — Bisnis, Sosial, Story
Dalam dunia dagang ada hal-hal tertentu yang harus dirahasiakan oleh publik. Saat-saat tertentu juga si pedagang akan berbincang-bincang kepada salah anggota keluarganya soal perniagaan didepan orang banyak/pembeli. Bisa jadi ini situasi yang tidak bisa dihindarkan sehingga dengan terpaksa berbicara di depan orang banyak (pembeli).
Misalnya harga pokok (modal) suatu barang, lokasi mana barang itu diambil dan sebagainya.
Paling enak orang Cina. Karena orang Indonesia masih jarang mengerti bahasa negara tirai bambu tersebut.
Kita/orang pribumi pun yang berniaga dapat saja menggunakan bahasa daerahnya. Misalnya bahasa Jawa, Minangkabau, Aceh, NTB, Papua, Maluku dan lain-lain.
Kami sering mengalami kendala dalam bahasa rahasia ini. Karena sering kali juga harus mengutarakan suatu rahasia yang tidak boleh orang tahu, dan kebetulan kami dalam posisi di tempat publik alias di toko.
Kalau kami menggunakan bahasa Indonesia, tentu semua orang tahu apa dibicarakan. Jika menggunakan bahasa Sunda, saya hanya bisa 10 %, adik saya 80%, Bapak saya bisa 40%. Maklumlah adik saya pindah SMP ke Bekasi, dia mendapat pelajaran bahasa Sunda. Sedangkan saya pindah SMA ke Bekasi sudah tidak belajar bahasa Sunda. Kalau bahasa Sunda dipergunakan, pasti saya malah sering ga nyambung dan sering tanya “Apa tuh artinya ?”. Bahasa Sunda ditempat saya (Depok) dari anak anak kecil sampai orang besar disana mengerti dan bisa mengucapkannya.
Kalau bahasa Jawa, duh kami cuma ngerti 1%, Bapak saya mengerti bahasa kasarnya sekitar 60%, bahasa halusnya 10%. Tapi pernah lho teman saya berbicara dengan teman saya yang lain menggunakan bahasa Jawa. Kebetulan ditengah-tengah antara mereka ada saya. Karena saya mengerti apa yang diomongin, langsung deh nyeletuk, “Bagaimana kondisi dia sekarang ? Sudah baikan ?”. Keduanya bengong melihat saya. Ketahuannya ni yee …. 
Bahasa Cina … apalagi … kami ga bisa sama sekali. Bapak saya bisa 20%. Bapak sering sih ngasih tahu bahasa Cina yang angka tapi kok ga masuk otak ya … 
Bahasa Silungkang (Minangkabau). Bahasa kampung halaman saya ini kebanyakan ada persamaan dengan bahasa Indonesia. Walaupun orang yang bukan Silungkang pun pasti mengerti banget kecuali kalau kami ngomongnya sambil kumur-kumur. Bahasa Minangkabau menurut saya ada dua yaitu Minangkabau laut dan Minangkabau gunung. Kalau gunung itu salah satu contohnya Silungkang, rada-rada kemelayu-melayuan, jarang ada O-nya, masih ada persamaan dengan bahasa Indonesia.
Bahasa Inggris, everybody know … Ga mungkin ga ngerti kecuali anak balita.
Jalan keluarnya, menggunakan bahasa Perancis. Saya pernah belajar selama 2 tahun menggunakan bahasa kumur-kumur itu. Saya anak IPS yang dalam seminggu belajar bahasa Perancis 5 hari, ada yang 1 kali pertemuan 2 jam, ada yang 3 jam. Walaupun ga bisa banget-banget, maklum kalau ulangan selalu kurang tanda kutipnya melulu. Tapi ada-lah. Lupa … ? Tinggal diasah lagi 
Adik saya selama 10 tahun bekerja di orang Perancis. Bos dan temannya berasal dari negara fashion itu. Adik saya jadi Sekretaris. Masak selama 10 tahun ga bisa nyuri-nyuri ilmu walaupun cuma sedikit.
Saya sering kok tanya ke dia, kalau kata bahasa Perancis yang ini diucapkan apa ? Dia bisa kok jawabnya.
Kita sih sebenarnya sering membahas soal angka, kata modal, kata tidak dan ya. Jadi hapalkan saja yang itu dulu.
Bereskan …
Tapi sampai sekarang ga dilaksanakan
… keseringan pake bahasa bisik-bisik 
September 3rd, 2007 — Sosial, Uncategorized
Bagaimana membuang kucing dengan baik dan tidak melanggar HAP (Hak Azasi Perikebinatangan) ?
- Buangnya di pasar bagian ikan. Kalau dibagian daging sepertinya jarang terbuang ya kompenen dalam tubuh sapi/kerbau. Kalau di bagian ikan ada bagian dari tubuh makhluk air tersebut harus dibuang yaitu insang, kepala, isi perut, ekor dan sirip.
- Jangan buang di tong sampah rumah orang. Apa sih yang dicari di tong sampah ? Cuma jorok, makanan basi, dan jarang mereka suka kan … Kalau dia masih kecil bisa dimakan tikus.
Jangan buang ke rumah orang. Belum tentu orang di dalam rumah tersebut suka sama kucing ! Jika yang dibuang itu anak kucing, tangisnya mencemarkan udara yaitu kebisingan. Kalau malam tiba, ga bisa tidur.
- Jangan buang dekat got. Spesial untuk anak kucing, suka kecemplung. Iya kalau gotnya dangkal, kalau dalam gimana ? Udah susah ngangkatnya, terus jarang orang yang mau ngangkat timbullah suara bising. Terus kasihan kan, airnya bisa masuk ke paru-parunya.
- Jangan buang anak kucing yang MASIH
MENYUSUI, MASIH BUTA, JALANNYA MASIH TERTATIH-TATIH, GOYANG-GOYANG. Tunggulah sampai anak kucing tersebut bisa BERDIRI DIATAS KAKINYA SENDIRI. Menurut saya tindakan paling kejam, pembunuhan berencana kalau ada yang anak kucing usia dibawah 1 bulan dibuang.
- Jangan buang kucing ke rumah dimana Anda pernah melihat pemilik rumah tersebut mengelus-ngelus kucing. Bisa jadi kan, itu bukan kucingnya atau dia dilarang memelihara kucing tapi suka kucing.
- Jangan buang kucing saat musim hujan. Dingin booo. Kecuali diletakkan ditempat teduh di pasar dan ditaruh kotak yang tidak cepat hancur.
- Taruhlah kucing didalam karung atau tempat tertutup. Tujuannya agar si kucing tidak mengenal daerah yang dilalui. Dan berilah sedikit udara agar dia bisa bernapas.
- Buanglah jauh sekali dari rumah asal agar dia tidak kembali lagi. Dan ingat buangnya harus di PASAR bagian IKAN.
- Setelah dibuang dan diletakkan ditempat aman. Jangan balik ke arah jalan yang sama. Carilah jalan lain walaupun berputar cukup jauh.

- Jika ingin membuang anak kucing, buanglah semuanya. Kan kasihan kalau saudaranya yang lain dibuang, yang lainnya tidak dibuang, jadi ga ada temannya. Dijamin mereka sedih deh dan ga nafsu makan.
August 31st, 2007 — Bisnis, Kesehatan, Sosial, Story
Uang RI kenapa jarang yang cakep ya … jika sudah beredar dari tangan ke tangan. Dari bank, mulus, bagus, ga lecek, bersih tapi sudah pindah tangan ada saja yang berubah.
Parahnya uang RI yang sobek terus disambung menggunakan silotip sedemikian rupa masih bisa jadi alat pembayaran.
Bukan sobek saja, ada yang sengaja disundut dengan rokok, bekas steples, ada tulisan “I love Dian”, “Wayang orang”, “Fuck you”. So what gitu lho … !!! Rupanya kita memang hobi “meninggalkan jejak” selain di pohon, di dinding gua, di batu, tembok rumah.
Ada juga robekan dipinggir uang.
Duh, kalau ga teliti dan diterima sahlah menjadi pembayaran transaksi pembelian/penjualan.
Sudah 3 bulan saya menerima uang yang diselotip. Jadi saya harus mencek bolak balik. Kalau ada sobekan, disilotip, saya ga terima. Terus ada uang sudah “Dekil of de kumel”. Ihhh …. jijik kalau megangnya. Kalau di mikroskop udah berapa juta bakteri yang ngendon disana. Apalagi uangnya untuk nutupin mulut jika batuk atau bersin. Yeaakkk ….
Kalau uang Rp. 100.000 model plastik saya ga terima kalau sudah disteples apalagi ada bekas sobekan ditengah.
Kita punya kebiasan meremek (apa ya istilahnya) atau membuat kusut, dibuntel-buntelin, dilipat-lipat. Duh …
Belum lagi kita harus hati-hati, jika ada uang besar, apakah uangnya palsu atau tidak ?
Coba pemerintah kita punya Undang-Undang yang mengatur uang yang dipergunakan sebagai transaksi jual beli harus rapi, bersih, tidak boleh dilipat, dilecekin, diremek-remek, sobek, dibolongin, dicoret-coret, dll deh.
Kalau ketahuan dengan sengaja memperlakukan uang RI dengan tidak hormat dipenjara 20 tahun.
August 29th, 2007 — Politik, Sosial
Rakyat Indonesia rupanya sedang murka tak terhingga atas kejadian pemukulan wasit karate di Malaysia. Indonesia datang atas UNDANGAN Pemerintah Malaysia. Kalau ada tamu ya … dilayani dengan baik.
Saya tidak bisa berkata-kata banyak, karena kena imbas kemarahan. Jadi saya cantumkan berita-berita online koran terpercaya di Indonesia.
http://www.antara.co.id/arc/2007/8/25/kepala-polisi-malaysia-janji-pemukulan-wasit-indonesia-jadi-prioritas/
http://www.okezone.com/index.php?option=com_content&task=view&id=42412&Itemid=67
http://www.gatra.com/artikel.php?id=107198
http://liputan6.com/news/?id=146601&c_id=2
http://liputan6.com/politik/?id=146767
Kalau pemerintah kita sekeras Bung Karno, pasti akan mengeluarkan kata “GANYANG MALAYSIA”
Comment di Gatra oleh makin kurang ajar (bambylibra@ya…, 26/08/2007 13:44) said :
Malaysia ini makin lama memang makin kurang ajar, mulai dari mencuri lagu kroncong Terang Bulan Terang di kali dijadikan lagi kebangsaannya, mencuri lagu-lagu Indonesia diakui sbg lagu Malaysia spt lagu Gelang sipatu gelang dll, mencuri desains batik Indonesia diakui batik Malaysia, mencuri Sipadan dan Ligitanb, pencurian kayu-kayu di perbatasan dan pencurian-pencurian lain, menganiaya tki-tki dan sekarang menaniaya wasit karate kita. Malaysia yang SOMBONG DAN KURANGAJAR.
————–
Sampai lagu gelang-gelangan ya ….
Saya jadi mikir, kita pembajak software saja mengakui kalau XP, Vista dll dibuat oleh MICROSOFT.
Ini malah lebih kejam lagi dan memalukan bahwa sudah jelas-jelas ciptaan orang Indonesia diakui-akui sebagai maha karya orang Malaysia.
Email dibawah ini telah disiarkan oleh liputan6.com di SCTV dan sudah menyebar ke milist.
Oh, ya di liputan6 tadi pagi, rupanya bukan saja orang Indonesia yang diperlakukan tidak hormat. Liputan6 menampilkan polisi wanita Malaysia sedang melakukan pelecehan seksual terhadap wanita Hongkong dengan membuka semua baju tuh perempuan dan disuruh loncat-loncat.
Kalau mau lihat coba ke liputan6.com kemudian klik liputan6 pagi. Kalau besok lihatnya sepertinya tidak ada lagi.
———- Forwarded message ———-
From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@ yahoo.com>
Date: Aug 29, 2007 5:35 PM
Subject: Kekerasan pada WNI di Malaysia (hati-hati Promosi Wisata Malaysia!)
(dari milis Pantau):
============ ========= =====
Nama saya Budiman Bachtiar Harsa, 37 tahun,
WNI asal Banten, karyawan di BUMN berkantor di
Jakarta.
Kasus pemukulan wasit Donald Peter di Malaysia, BUKAN
kejadian pertama. Behubung sdr Donald adalah seorang
“Tamu Negara” hingga kasusnya terexpose besar-besaran.
Padahal kasus serupa sering menimpa WNI di Malaysia.
BUKAN HANYA TKI Atau Pendatang Haram, tapi juga
WISATAWAN.
Tahun 2006, bulan Juni, saya dan keluarga (istri, 2
anak, adik ipar), pertama kalinya kami “melancong” ke
Kuala Lumpur Malaysia. (Kami sudah pernah berwisata ke
negara2 lain, sudah biasa dengan berbagai aturan
imigrasi).
Hari pertama dan kedua tour bersama Travel agent ke
Genting Highland, berjalan lancar, kaluarga bahagia
anak-anak gembira.
Hari ketiga city tour di KL, juga berjalan normal.
Malam harinya, kami mengunjungi KLCC yang ternyata
sangat dekat dari Hotel Nikko, tempat kami menginap.
Usai makan malam, berbelanja sedikit, adik ipar dan
anak-anak saya pulang ke hotel karena kelelahan,
menumpang shuttle service yang disediakan Nikko Hotel.
Saya dan istri berniat berjalan-jalan, menikmati udara
malam seperti yg biasa kami lakukan di Orchrad
Singapore, toh kabarnya KL cukup aman.
Mengambil jalan memutar, pukul 22.30, di dekat HSC
medical, lapangan dengan view cukup bagus ke arah Twin
Tower.
Saat berjalan santai, tiba2 sebuah mobil Proton
berhenti, 2 pria turun mendekati saya dan istri.
Mereka tiba-tiba meminta identitas saya dan istri,
saya balas bertanya apa mau mereka. Mereka bilang
“Polis”, memperlihatkan kartu sekilas, lalu saya
jelaskan saya Turis, menginap di Nikko hotel. Mereka
memaksa minta passport, yang TIDAK saya bawa. (Masak
sih di negeri tetangga, sesama melayu, speak the same
language, saya dan istri bisa berbahasa inggris,
negara yg tak butuh visa, kita masih harus bawa
passport?). Salah satu “polis” ini bicara dengan HT,
entah apa yg mereka katakan dengan logat melayunya,
sementara seorang rekannya tetap memaksa saya
mengeluarkan identitas. Perliaku mereka mulai tak
sopan dan Istri saya mulai ketakutan. Saya buka
dompet, keluarkan KTP. Sambil melotot, dia tanya
:”kerja ape kau disini?” saya melongo… kan turis,
wisata. Ya jalan-jalan aja lah, gitu saya jawab. Pak
polis membentak dan mendekatkan mukanya ke wajah saya:
KAU KERJA APE? Punya Licence buat kerja?
Wah kali dia pikir saya TKI ilegal. Saya coba tetap
tenang, saya bilang saya bekerja di Jakarta, ke KL
untuk wisata. Tiba-tiba salah satu dari mereka mencoba
memegang tas istri, dan bilang: “mana kunci Hotel?
“… wah celakanya kunci 2 kamar kami dibawa anak dan
ipar saya yg pulang duluan ke hotel.
Saya ajak mereka ke hotel yang tak jauh dari lokasi
kami. Namun pak Polis malah makin marah, memegangi
tangan saya, sambil bilang: Indon… dont lie to us.
Saya kurung kalian…
Jelas saya menolak dan mulai marah. Saya ajak mereka
ke hotel Nikko, dan saya bilang akan tuntut mereka
habis2an. sambil memegangi tangan saya, tuan polis
meludah kesamping, dan bilang: kalian semua sama
saja…
Saat itu sebuah mobil polisi lainnya datang, pake logo
polisi, seorang polisi berseragam mendekat. Di dadanya
tertulis nama: Rasheed.
Saya merapat ke pagar taman sambil memegang istri yang
mulai menangis. Melawan 3 polis, tak mungkin. Mereka
berbicara beritga, mirip berunding. Wah, apa polis
malaysia juga sama aja, perlu mau nyari kesalahan
orang ujung2nya merampok?
Petugas berseragam lalu mendekati saya, meminta kami
untuk tetap tenang. Saya bertanya, apa 2 orang preman
melayu itu polisi, lalu polisi berseragam itu
mengiyakan. Rupanya karena saya mempertanyakan
dirinya, sang preman marah dan mendekati saya,
mencengkram leher jaket saya, dan siap memukul, namun
dicegah polisi berseragam.
Polisi berseragam mengajak saya kembali ke Hotel untuk
membuktikan identitas diri. saya langsung setuju,
namun keberatan bila harus menumpang mobil polisi.
Saya minta untuk tetap berjalan kaki menuju Nikko
Hotel, dan mereka boleh mengiringi tapi tak boleh
menyentuh kami. Akhirnya kami bersepakat, namun polisi
preman yang sempat hampir memukul saya sempat berkata:
if those indon run, just shoot them… katanya sambil
menunjuk istri saya. Saya cuma bisa istigfar saat itu,
ini rupanya nasib orang Indonesia di negeri tetangga
yang sering kita banggakan sebagai “sesama melayu”.
Diantar polisi berseragam saya tiba di Nikko Hotel.
Saya minta resepsionis mencocokan identitas kami, dan
saya menelpon adik ipar untuk membawakan kunci. Pihak
Nikko melarang adik saya, dan mengatakan kepada sang
Polis, bahwa saya adalah tamu hotel mereka, WNI yang
menyewa suites family, datang ke Malaysia dengan
Business class pada Flight Malayasia Airlines.
Pak Polis preman mendadak ramah, mencoba menjelaskan
bahwa di Malaysia mereka harus selalu waspada.
Saya tak mau bicara apapun dan mengatakan bahwa saya
sangat tersinggung, dan akan mengadukan kasus ini, dan
“membatalkan rencana bisnis dengan sejumlah rekan di
malaysia” (padahal saya tak punya rekan bisnis di
negeri sial ini).
Polisi berseragam berusaha tersenyum semanis mungkin,
berusaha keras untuk akrab dan ramah, petugas Nikko
Hotel kelimpungan dan berusaha membuat kami tersenyum.
Setelah istri saya mulai tenang, saya mengambil HP
P9901 saya dan merekam wajah kedua polisi ini.
Keduanya berusaha menutupi wajah, meminta saya untuk
tidak merekam wajah mereka.
Istri saya minta kita mengakhiri konflik ini, dan
sayapun lelah. Kami tinggalkan melayu-melayu keparat
ini, tanpa berjabat tangan.
Sepanjang malam saya sangat gusar, dan esoknya kami
membatalkan tur ke Johor baru, mengontak travel agent
agar mencari seat ke Singapore. Siang usai makan
siang, saya tinggalkan Malaysia dengan perasaan
dongkol, dan melanjutkan liburan di Singapore.
Mungkin saya sial? ya. Mungkin saya hanya 1 dari 1000
WNI yang apes di Malaysia? bisa. Tapi saya catat bahwa
bila saya pernah dihina, diancam, bahkan hampir
dipukuli, bukan tak mungkin masih ada orang lain
mengalami hal yg sama.
Jadi, kalau hendak berlibur di Malaysia, sebaiknya
pikir masak2. Jangankan turis, Rombongan atlet saja
bisa dihajar polisi Malaysia.
Bayangkan bila perlakuan seperti ini dilakukan
dihadapan anak kita. Tentu anak akan trauma, sekaligus
sedih.
Hati-hati pada PROMOSI WISATA MALAYSIA. Di Malaysia,
WNI diperlakukan seperti Kriminal.